Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Gudang Tua


__ADS_3

"lepasin!!! Malvin lepasin!!" berontak Rachel.


Ia pun melepaskan tangan Rachel dengan kasar lalu menatap Rachel penuh amarah.


"Lo kan yang udah nyuruh temen temen lo balas dendam ke Rini!" bentak Malvin dengan kasarnya.


Rachel mengernyit kebingungan, karena memang dia tidak tau apa apa, "enggak! gue ga nyuruh mereka, gue ga tau apa apa vin!" balasnya.


"Jangan bohong! Rini nangis daritadi, gue tanya dia, tapi dia ga mau jawab! gue ga sengaja denger batinnya kalo ini kelakuan elo!"


"Tapi emang gue ga nyuruh vin!" sargah Rachel kekeh.


Mata elangnya semakin menakutkan menatap Rachel penuh amarah, tak ada senyum sedikitpun di wajah Malvin, hanya wajah galaknya saja yang nampak saat ini.


Cowok tampan tersebut itu pun menarik kembali tangan Rachel, ia melakukan hal yang sangat keterlaluan, menyeret Rachel membawanya ke belakang kampus yang sangat sepi, tak ada orang satu pun disana. terlihat ada sebuah gudang lama disana.


"Malvin lepasin!!" pekik Rachel tidak berdaya akibat cengkraman tangan Malvin yang sangat kuat.


Malvin membuka gudang tua tersebut dan mendorong Rachel dengan paksa masuk kedalam, kemudian ia mengunci gudang tersebut dari luar menggunakan batang kayu besar.


"Lo jahat Malvin!! bukain pintunya!!! ini bukan salah gue vin!!" teriak Rachel dari dalam.


Malvin tak menggubris teriakan Rachel, lalu ia melenggang pergi meninggalkan Rachel begitu saja.


Rachel mulai menangis saat memandangi sekitarnya yang gelap, hanya ada satu sumber cahaya saja yang berasal dari atap, sebuah satu genteng kaca, ia melihat sekitar yang sangat kotor dan menjijikkan, banyak kotoran tikus disana bahkan kecoa berkeliaran dimana mana.

__ADS_1


Rachel terus menggedor pintu berharap ada yang mendengarnya, ia tak membawa ponsel, karena ponselnya ia letakkan di laci meja kelasnya begitu juga dengan tasnya.


"Malvin..... gue takut tikus..." lirih Rachel terus menangis.


****


Selesai pelajaran hari ini, Malvin dan Rini berjalan berdua keluar dari kampus, semua pandangan orang orang mengarah ke mereka berdua. Malvin termasuk anak yang terkenal baik dan juga tampan dikalangan junior maupun seniornya, mereka berfikir Malvin berpacaran dengan Rachel karena Rachel selalu berada disampingnya, tetapi mengapa kini berbeda, yang disampingnya malahan Rini bukan Rachel.


"Cihh menjijikkan ada pelakor!" cibir beberapa orang.


Rini memotar bola matanya kesal, "sayang, nyebelin banget sih mereka, kamu denger kan dia ngatain aku pelakor! ini semua pasti hasutan si Rachel tuh! gara gara dia" kesal Rini.


Tiba tiba Malvin menghentikan langkahnya saat teringat Rachel yang masih terkunci di gudang tua belakang kampus, "ehmm... sayang, kamu pulang duluan ya, maaf ga bisa antar kamu dulu, aku ada urusan sebentar soalnya" ucap Malvin.


Malvin menggaruk tengkuknya, "ya sebenernya lama sih, daripada kamu nunggu lama mending pulang duluan aja ya, besok aku antar kamu pulang deh, atau sekarang aku pesenin taxi online?" tawar Malvin.


Rini memanyunkan bibirnya membuat Malvin gemas.


Setelah Rini pergi menaiki taxi, Malvin berjalan menuju belakang kampus. Didepan gudang tua itu ia langsung membuka kuncinya, menyingkirkan kayu tersebut.


"Rachel! keluar!" bentak Malvin dari luar.


Mau tak mau Malvin pun membuka pintunya dan mengintip kedalam ketika Rachel tak menjawab, samar samar ia melihat Rachel yang berada tepat didepan pintu gudang, ia berjalan mendekati Rachel yang sedang memeluk lututnya sendiri dengan kepala menunduk.


Malvin berdecak kesal, "udah deh jangan lebay, cepet keluar atau gue kunciin lagi!" ancam Malvin.

__ADS_1


Rachel pun langsung beranjak bangun, tanpa menatap Malvin sedikit pun, ia langsung berlari keluar gudang. Yang Malvin tau dari raut wajah Rachel, gadis itu sepertinya habis menangis sampai wajahnya bengkak.


Namun Malvin hanya bersikap acuh tak acuh lalu ikut keluar dan pulang kerumahnya.


****


"Mau gue anterin?" tawar Malvin saat melihat wajah bengkak Rachel.


Rachel tak menggubris ucapan Malvin, ia hanya diam tak menyaut dan terus melanjutkan langkahnya menuju parkiran kampus untuk mengambil motornya dan pulang kerumah.


Kampus masih ramai oleh para senior yang sedang ada kegiatan.


"Kalo ga mau ya udah, gue balik!" tambah Malvin dan meninggalkan Rachel duluan.


****


Sesampainya didepan rumah Rachel, ia mengintip dari kejauhan dari balik tembok rumah orang, melihat Rachel untuk memastikan gadis itu tidak melakukan apa apa, ia merasa bersalah karena telah mengunci Rachel selama 5 jam lamanya hingga gadis itu absen kelas hari ini.


Tampak tantenya keluar membukakan gerbang untuk Rachel, lalu Malvin mengernyit saat melihat Rachel memeluk erat tantenya sembari menangis sesegukan.


"Alay banget sih" cibir Malvin.


Malvin terus memperhatikan Rachel tetapi ia tidak bisa mendengar apa yang Rachel dan tantenya bicarakan, akhirnya Malvin memutuskan untuk pulang saja kerumahnya.


~•~

__ADS_1


__ADS_2