
Seorang lelaki dengan motor Kawasaki Ninja H2 berwarna abu abu itu melesat dengan kecepatan penuh dijalanan sepi.
'ternyata benar feeling gue' batinnya menatap tajam seseorang yang berdiri ditengah jalan itu dengan pandangan kosong.
Seseorang yang tak lain dan tak bukan itu adalah Malvin merentangkan tangannya lebar lebar, berdiri ditengah jalanan itu saat melihat sebuah pengendara yang sebentar lagi akan melesat dan menabrak dirinya, terlihat sangat pasrah.
'kalo gue terluka setidaknya Rachel bakal peduli sama gue, dia pasti khawatir sama gue' batin Malvin tersenyum, namun pandangannya tetap kosong berharap pengendara tersebut menabraknya.
Nyiit!!
Suara decit rem yang tiba tiba berhenti tepat didepan Malvin, bahkan ban belakang pun sudah terangkat. Seseorang turun dari motor mahal itu dan mendekati Malvin yang tengah memejamkan matanya.
"Lo gila ya!!! ngapain lo ditengah jalan?!!" bentaknya.
"Tabrak gue!! kenapa lo berhenti?!! harusnya lo tabrak gue aja!!" balas bentak Malvin.
"Kalo gue nabrak lo, yang ada gue masuk penjara! dimana akal pikiran lo, lo itu saudara gue!" kesal lelaki itu kemudian membuka helmnya dan memeluk Malvin dengan erat.
"Lo kenapa sih vin!! kalo ada masalah cerita sama gue, gue bakal bantu selesain, bukan ini jalan satu satunya lari dari masalah!" kesal lelaki itu yang tak lain dan tak bukan adalah Kevin.
"Rachel suruh gue pergi dari kehidupan dia, jadi lebih baik gue bunuh diri, setidaknya gue mau dia ada rasa khawatir dan peduli sama gue.." jawabnya tertunduk.
"Seakan dia minta gue mati dan ga ganggu lagi kehidupan dia, seenggaknya gue mau dia menyesal sama ucapannya.." lanjutnya kembali menatap Kevin yang telah melepas pelukannya.
"Pokoknya sekarang lo pulang, lo tenangin diri... malam ini lo harus tidur sama gue, gue harus terus pantau elo.." Kevin merangkul saudaranya itu dan menyuruhnya pulang, berangkat lebih dulu didepannya.
Sesampainya dirumah. Kevin dan Malvin tengah berada dikamar Malvin, Kevin mencoba untuk menyadarkan Malvin yang sedari tadi hanya terdiam, bengong.
"Lo tau kan besok ulang tahun Rachel?" tanya Kevin yang hanya diangguki oleh saudaranya.
"Kalo tadi elo ketabrak, apa lo mau buat Rachel sedih dihari ulang tahunnya? sama aja lo buat dia hancur di hari kebahagiaannya, gue tau Rachel benci banget sama elo tapi dia masih peduli sama elo, dia masih bisa khawatirin keadaan elo, karena gue percaya Rachel ga akan berubah sejauh itu, pasti masih ada rasa peduli dan khawatir sedikit dihati Rachel kalo ada apa apa yang terjadi sama elo" ucap Kevin lembut, sembari duduk tepat didepan Malvin.
"Rachel ngundang banyak orang, dia ngundang semua temen temennya, dia juga ngundang keluarga kita.." tanya Kevin.
"Besok elo harus datang lebih awal bareng gue, buat bantu beres beres disana..." jelas Kevin.
"Gue ga mau datang" jawab Malvin pelan.
"Kenapa?" Kevin mengernyit.
"Gue ga mau buat dia tertekan sama kedatangan gue, mending gue ngalah.." jawabnya sembari menegak air putih.
Sesuai dengan perintah Rachel tadi, Malvin memutuskan untuk tidak datang ke acara ulangtahunnya dan tidak akan menganggu Rachel, cowok itu menghargai keputusan Rachel dan akan mencoba menghindar dari gadis itu, mungkin ini jalan yang terbaik pikirnya, sekarang ia hanya ingin melihat Rachel bahagia setelah mengalami banyak tekanan yang selalu ia sebabkan sejak SMA.
****
Keluarga Valerie tengah dandan bersiap hendak menuju ke pesta ulang tahun Rachel, kecuali Malvin yang meringkuk dikasurnya dengan kaus dan celana boxer nya.
"Malvin!! kamu itu gimana sih! kan kita diundang ke acara ulangtahun Rachel, kenapa kamu masih belum siap siap sih?! kita semua udah dandan rapi cuma kamu doang yang belum dandan rapi! liat tuh adek kamu udah rapi tinggal berangkatnya aja" omel sang mama yang amat cerewet bagi Malvin.
__ADS_1
"Malvin ga ikut ya ma" pintanya.
"Kenapa? kamu itu ga menghargai banget ya, keluarganya Rachel itu baik banget udah undang kita ke acaranya, kamu malah ga datang, gimana sih! enggak pokoknya kamu harus datang, kalo bisa berangkat lebih awal bantu beres beres disana.." ucap sang mama sembari menarik tangan putranya dan menyuruhnya untuk mandi.
"Yah mama, kan Malvin udah bilang ga mau datang, Malvin ga enak badan ma" tolak Malvin beralasan.
"Acaranya cuma sebentar, ya gapapa lah datang vin"
"Enggak ma!" kesal Malvin.
"Yaudah mama bilangin papa kamu ya!" ancam sang mama.
"Selalu! mama mah gitu terus, iya iya Malvin berangkat!" balas Malvin seraya membanting pintu kamar mandi, sang mama hanya menggeleng dan mengelus dada menghadapi sikap putranya.
Malvin berdecak kesal, terpaksa ia pun ikut, walau rencananya tak akan ikut ke pesta, namun karena paksaan mamanya mau tak mau ia harus ikut datang ke pesta ulangtahun Rachel.
****
Hari ini, adalah hari ulang tahun Rachel yang ke 19 tahun yang dirayakan pada malam hari dengan pesta yang mewah mengundang banyak orang, mereka juga mengundang keluarga Valerie yang selama ini sangat dekat dan berteman baik dengan keluarganya.
Sebenarnya Rachel berharap Malvin tak akan hadir di acara ulangtahunnya, namun ternyata Malvin malah datang paling awal dan membantu Nindi mengurus makanan yang akan disuguhkan dipesta nanti.
Namun Malvin tidak menganggu Rachel, ia hanya berfokus membantu tante Nindi terkadang curi curi pandang memperhatikan Rachel yang juga membantu tantenya, mereka hanya saling membantu tanpa mengobrol sedikit pun sedari tadi.
"Selamat ulang tahun hel.." ucap Malvin dirasa waktu yang tepat, ia menutupi jalan Rachel.
Namun seperti biasa, gadis itu tetap diam jika Malvin berbicara padanya. Malvin masih tetap berusaha tersenyum manis walau hatinya terasa sakit, lalu ia pun menyodorkan kotak hadiah untuk Rachel, kotak yang dihias dengan indah itu dominan berwarna merah dengan bunga mawar diatasnya.
Rachel hanya diam dan tak mengambil kotak hadiah itu, malah berjalan berlalu meninggalkan Malvin. Lagi lagi Malvin menghela nafas, mencoba bersabar menghadapi sikap Rachel, ia pun berjalan mengekori Rachel agar hadiahnya dapat diterima.
"Ini ulang tahun lo hel, gue cuma mau kasih hadiah ini dan ga ganggu elo, please terima" Malvin terus menyodorkan kotak hadiah tersebut pada Rachel.
Rachel pun terpaksa melihat ke arah Malvin, Malvin pun menggenggam tangan Rachel dan menaruh kotak tersebut ditangan Rachel. Jelas Rachel marah, raut wajahnya seketika berubah menjadi tatapan amarah, ia sangat tidak suka dipaksa.
"Gue mohon jangan ditolak, kalo lo tolak gue bakal bilang ke tante Nindi.." ancam Malvin.
"Gue sebenarnya ga butuh hadiah dari elo, bahkan harusnya elo ga usah datang hari ini!" ucap Rachel, yang sekalinya berbicara sangat menusuk.
"Sebenarnya gue juga ga mau datang kesini, tapi karena paksaan mama yang mengharuskan gue datang. Gue tau dengan kedatangan gue hari ini, makin buat elo tertekan dan semakin buat elo benci sama gue. Tapi ini hari ulang tahun lo, gue udah berdoa yang terbaik dengan tulus buat elo, jangan marah sama gue lagi ya" ujar Malvin.
"Gue ga marah, tapi gue benci sama elo Malvin! harusnya elo tolak sekali aja permintaan mama lo itu!" ucap Rachel yang entah ke berapa kalinya gadis itu mengatakan benci pada Malvin.
"Ya gapapa kalo lo benci, semakin lo benci maka semakin gue sayang sama elo, gue bakal nunggu elo berubah kayak dulu lagi" jawab Malvin tersenyum hangat, serasa ingin mencubit pipi gadis didepannya itu, namun tidak mungkin rasanya karena sang pemilik pasti akan marah.
"Gue minta maaf ya, entah harus berapa kali gue minta maaf ke elo, gue akan lakuin supaya elo bisa maafin gue dan ga lagi benci ke gue" lanjutnya.
Namun Rachel tetap diam membiarkan Malvin mengoceh, ia bahkan sama sekali tidak tersentuh dengan permintaan maaf dari lelaki didepannya itu, Rachel sangat tidak peduli dengan apa yang dikatakan dan dilakukan oleh cowok itu untuk mendapatkan permintaan maaf darinya.
"Rachel elo jangan diem terus lah.... berasa ngomong sama patung tau hehe, gue tulus minta maaf ke elo, jadi elo harus maafin gue ya, janji?" ucap Malvin dengan tawa kecil dengan senyum yang selalu terulas dibibirnya.
__ADS_1
Wajahnya tetap datar tanpa ekspresi sedikitpun mendengar ucapan Malvin barusan yang berusaha membujuknya, "gue ga peduli lo minta maaf berapa kali, bahkan meskipun itu tulus gue ga akan peduli, karena elo terlalu jahat sama gue!" jawab Rachel seperti anak kecil.
"Oke gapapa, tapi elo harus terima hadiah dari gue ya..... jangan dibuang hel, sayang. Dulu elo pernah kasih gue jaket, dan sampai sekarang gue masih simpan jaket itu meskipun udah ga cukup dibadan gue, jadi please terima pemberian gue karena gue ga pernah kasih apapun ke elo, ini gue ngasih tulus...." pintanya.
"Ya. Gue terima, tapi inget bukan berarti gue luluh sama elo! dan sampai kapanpun gue ga akan maafin elo!" tegasnya, setelah itu pergi meninggalkan Malvin.
Malvin hanya menggeleng dan tertawa kecil menghadapi sikap Rachel yang membuatnya sangat menggemaskan, apalagi dengan dandannya sekarang yang membuatnya bertambah terpikat, karena kecantikan Rachel.
Visual dihari ulang tahun Rachel.
Rachel
Malvin
Kevin
Rafa
Alya
Dika
Nindi
Silvia
Aiden
- **Gimana nih visualnya?
- Btw pada greget sama sikap Rachel apa Malvin nih**?
__ADS_1
~•~