Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
4 hari


__ADS_3

Lelaki yang terbaring lemah itu, terus memikirkan sesuatu, perasaannya terus gelisah sejak kemarin, seperti ada yang mengganjal dihatinya tapi ia tidak tau apa yang membuatnya gelisah.


"Ma, Rachel ga kesini ya?" tanya Malvin berharap Rachel menjenguknya.


Silvia terdiam, apa yang harus ia jawab pada putranya itu.


"Ehmm.... Rach-"


"Malvin, gue bawain buah buat elo" potong Kevin yang tiba tiba memasuki ruangan membawa sekantung kresek buah.


Malvin hanya mengangguk. "Elo belum makan ya?" tanya Kevin.


"Oh iya, sayang makan dulu ya... biar cepet sembuh" ucap Silvia mengingat Malvin yang belum makan sedari tadi, cowok itu sangat susah sekali disuruh makan. Malvin terus menerus menggeleng, menolak makan sekalipun itu disuapi.


"Ayolah vin, elo makan. Sedikit aja gapapa, biar perut lo ada isinya, biar elo cepet sembuh" paksa Kevin sembari membuka bubur ayam yang ia bawa, siap hendak menyuapi saudara kembarnya.


"Ga mau! emang gue cowok apaan disuapin sama elo! gue mau makan asal disuapin sama Rachel!" tegas Malvin, sontak membuat Kevin dan mamanya saling tatap.

__ADS_1


Silvia menghela nafas berat, "maaf ya sayang, Rachel ga bisa suapin kamu-"


"Karena Rachel ada pertukaran mahasiswa selama sebulan" potong Kevin menyembunyikan fakta.


"Kemana?" Malvin mengernyit.


"Gue kurang tau, jadi sekarang elo makan ya. Rachel baik baik aja kok disana, dia minta elo cepet sehat, jangan banyak pikiran.." jawab Kevin.


Malvin menghela nafas lega, 'akhirnya Rachel masih ada rasa khawatir ke gue' batinnya dengan tersenyum tipis.


Mood Malvin kembali baik, namun rasa kegelisahannya masih ada mengganjal dipikirannya. cowok itu pun kini mau makan karena bertekad untuk sembuh.


****


"Bangun!" bentak wanita itu kembali menyiram Rachel menggunakan segayung air.


Rachel pun terbangun, ia menatap sengit wanita didepanya itu.

__ADS_1


"Sebenarnya lo itu mau apa sih! gue salah apa ke elo?! gue aja ga pernah ketemu sama elo!" bentak Rachel beranjak berdiri menatap wanita bertopeng itu.


"Gue benci sama elo! salah lo banyak ke gue, gue cuma mau liat lo sengsara!" bentak wanita itu, kemudian menampar Rachel dengan kasar.


"Lo gila ya!" balas Rachel menjambak rambut wanita itu sedikit lagi meraih topeng yang dikenakan wanita itu.


Dua lelaki dibelakang wanita itu cepat menghentikan perlawanan Rachel dengan mencekal kedua tangan Rachel, lagi lagi Rachel gagal membuka topeng wanita itu.


"Lo jangan macam macam! kalo ga mau gue siksa dan ga gue kasih lo makan!" bentaknya.


Rachel pun terdiam, matanya melotot merah seperti sedang dirasuki roh, gadis itu mendorong wanita itu hingga terjungkal keluar dari sangkar. Kemudian wanita itu kembali mengunci jeruji besi itu, meninggalkan Rachel dengan sepiring nasi dan kerupuk saja.


Masih penuh misteri, siapa wanita bertopeng itu?


"Woi!! lepasin gue!" teriaknya memberontak.


Rachel selalu mengitung hari semenjak dirinya dikurung, ini adalah hari ke 4 gadis itu terkurung didalam sangkar itu, pakaiannya sangat lusuh dan badannya tak terawat sangat bau akibat tidak mandi, badannya seketika berubah kurus karena tak ada kandungan vitamin yang ia makan, Itu juga makan hanya sehari sekali dan minum 2 gelas dalam sehari saja, sangat mengenaskan.

__ADS_1


~•~


__ADS_2