
Ini adalah hari Minggu, waktu libur yang Rachel gunakan untuk membersihkan rumah dan membantu tante Nindi menjual kue ditokonya.
Selesai sholat shubuh, ia membersihkan rumah, membantu memasak, mencuci baju dan menjemur baju, lalu membantu tante Nindi menata kue kue di wadah.
2 jam telah selesai melakukan semua pekerjaan rumah, Rachel pun membersihkan badannya memakai baju rapi sederhana dengan rambut dikepang 2 yang membuatnya nampak imut.
Setelahnya, ia pun mengunci rumahnya lalu beranjak pergi menuju ke toko kue milik tante Nindi.
Seperti biasa, ia mengayuh sepeda nya dengan riang bersenandung kecil melihat jalanan kota yang cuku ramai, melewati gang gang sempit.
Dipukul 10 siang ini Rachel telah sampai ditoko kue, ia memarkirkan sepedanya dan memasuki toko kue.
Ia mendorong pintu toko dan seketika lonceng diatas pintu berbunyi, ia tersenyum ramah pada pembeli yang ada disana.
Kemudian ia berjalan menghampiri tante Nindi yang sibuk menata pesanan dari pelanggan.
Setelah pelanggan mulai undur diri satu persatu, tiba tiba seseorang dengan sweater hitam dan celana pendek berwarna hitam datang menghampiri mereka, tak lupa dia juga memakai sebuah masker berwarna hitam juga, semua serba hitam.
Rachel ketakutan, ia pikir seseorang tersebut adalah seorang penjahat yang akan merampok uang uang ditoko.
Namun dugaannya salah, seseorang tersebut datang bukan untuk maksud jahat melainkan ia akan memesan kue yang nantinya akan dikirimkan kesebuah alamat yang telah seseorang tersebut berikan.
"Baik, nanti kami antarkan kue nya, terimakasih" tante Nindi berucap sungguh ramah yang slalu disuguhi dengan senyuman.
'dia siapa, kok serem ya, aku takut dia penculik' batin Rachel masih terus memperhatikan seseorang tersebut yang telah keluar dari toko.
Seseorang tersebut kembali masuk kedalam mobilnya setelah memesan kue, dan pergi begitu saja entah kemana.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian, pesanan yang seseorang tersebut pesan telah selesai ditata, Rachel ragu untuk menolak mengantarkan kue tersebut, namun ia kasihan pada tantenya dan mengharuskan dia terpaksa mengantar pesanan tersebut.
"Ehm.... Rachel berangkat ya tante" Rachel mencium punggung tangan tante Nindi seraya membawa beberapa kotak kue tersebut.
"Hati hati ya"
Rachel berjalan keluar toko, lonceng berbunyi saat seseorang membuka pintunya, saat telah sampai diluar, ia segera menaiki sepedanya dan meluncur menuju ke alamat yang tertera.
"Semoga, dia ga bermaksud jahat"
Tak butuh waktu lama, Rachel mengayuh sepedanya, alamat rumah tersebut tak terlalu jauh jaraknya dari toko kue milik tante Nindi.
Sesampainya disana, Rachel melihat sebuah rumah yang besar seperti istana, hampir mirip dengan rumah milik Malvin dan Kevin.
Rumah tersebut tak ada satpam, hingga Rachel dengan mudah masuk kedalam, sesampai didepan pintu, ia memencet bel.
Tak lama, seorang pemilik rumah tersebut membukakan pintu rumahnya, dia adalah wanita tua berumur sekitar 70 tahunan.
"Eh nenek, ini pesanannya" Rachel memberikan beberapa kotak yang dipesannya tadi.
'ini beneran rumahnya kan' batin Rachel merasa ragu.
"Pesanan apa?" nenek tersebut terlihat bingung.
"Pesanan kue nek"
Nenek tersebut hanya menggeleng, "engga, saya ga pesen"
__ADS_1
Rachel hanya terdiam, nenek tersebut hendak menutup pintu rumahnya, sedangkan Rachel akan beranjak pergi.
Namun tiba tiba suara yang tak terdengar asing kembali memanggilnya, membuat ia berbalik badan.
"Malvin" gumamnya.
Malvin hanya menampakkan ekspresi datarnya seperti biasa.
"Kok elo bisa ada disini?" tanya Rachel berjalan mulai mendekat.
"Ini rumah nenek gue, mana pesenannya" Malvin mengulurkan satu tangannya.
Tanpa berkata apa apa, Rachel memberikan beberapa kotak kue tersebut, setelahnya ia berbalik badan hendak mengayuh sepedanya.
"Tunggu!"
Rachel menghentikan langkah kakinya, berdecak kesal dan menolehkan kepalanya.
"Ntar jam 1 siang, lo harus ada disini lagi, dirumah nenek gue"
"Buat apa?"
"bantu gue tugas kantor"
Rachel hanya mengangguk, ia pun kembali melangkahkan kaki dan menaiki sepeda, meluncur kembali ke toko kue.
"Kalo dia yang pesen kue tapi kenapa harus nutupin muka segala sih, kenapa pake masker? aneh"
__ADS_1
~•~