Rachel Dan Malvin

Rachel Dan Malvin
Menghilang


__ADS_3

Jam telah menunjukkan pukul dua belas malam, namun Rachel belum kunjung pulang, bahkan pesan dari tantenya pun tidak ia baca, membuat Nindi semakin khawatir.


"Apa Rachel nginep dirumah Alya ya?" ucapnya pada diri sendiri, ia ingin menelefon Alya namun sayangnya tak ada satupun nomor teman Rachel yang ia simpan, membuatnya kesulitan untuk mencari tahu dimana Rachel kini berada.


Nindi masih berfikir positif, ia yakin kalau Rachel mungkin menginap dirumah Alya dan handphonenya lobet sehingga tak memberi kabar.


****


Tiga orang lelaki itu menggotong seorang gadis kedalam sebuah ruangan yang sangat kotor seperti sebuah gudang dengan satu ruangan lagi seperti penjara dengan jeruji besi sebagai penghalangnya.


Terdapat seorang gadis lain disana yang tersenyum smirk melihat gadis didepannya itu yang masih belum sadarkan diri, digeletakkan didalam ruangan seperti penjara itu.


"Nikmatin hidup lo disini!" ucap gadis itu penuh penekanan. "Ga akan ada yang bisa selamatin elo" lanjutnya sembari menyeringai.


Gadis didalam jeruji besi itu yang tak lain dan tak bukan adalah Rachel, entah apa salah Rachel padanya sehingga membuat gadis itu menculik Rachel dan mengurungnya didalam sana.


"Jaga dia! jangan sampai dia kabur atau seseorang masuk kedalam sini!" titah gadis itu, lalu berjalan keluar dari ruangan.


****


Keesokan paginya, selesai sholat subuh, Nindi terus menunggu kepulangan Rachel didepan rumah, berulang kali ia menelefon dan memberi pesan kepada keponakannya itu, namun tak ada satupun balasan dari gadis itu.


Berjam jam ia masih betah menunggu keponakannya didepan rumah, sampai akhirnya matahari telah nampak, ia menaiki motor Rachel bergegas menuju ke rumah keluarga Valerie, karena yang dia tau hanya rumah keluarga Valerie saja.


Bel terus berbunyi didalam rumah besar itu, suaranya nyaring terdengar sampai ke seluruh ruangan. Tak lama asisten rumah tangga keluarga Valerie membukakan pintu karena mendengar bel yang terus menerus berbunyi.


"Oh, mbak Nindi. ada keperluan apa datang kemari pagi pagi sekali?" tanya seorang wanita paruh baya, yang terlihat umur lima puluhan.


"Maaf menganggu, saya mau bertemu dengan nak Malvin, apa boleh?" tanya Nindi begitu sopan.


"Yah mbak, den Malvinnya ada dirumah sakit dari semalam belum pulang" jawab art tersebut.


"Di rumah sakit? Malvin kenapa?" tanya Nindi mendadak menjadi panik.

__ADS_1


"Tadi malam waktu di mall, katanya den Kevin ngabarin ke ibu kalau den Malvin pingsan dan dibawa ke rumah sakit, sampai sekarang belum pulang..." terangnya.


Nindi menutup mulutnya, 'apa Rachel ada dirumah sakit ya nemenin Malvin' batinnya.


"Apa ibu tau dimana letak rumah sakitnya? biar saya bisa menjenguk Malvin kesana.."


"Waduh mbak, maaf saya kurang tau dimana rumah sakit tempat mas Malvin dirawat"


Nindi pun terdiam sejenak. "Ada apa tante?" tanya Kevin yang baru saja tiba, ia menaruh sepeda motornya tepat didepan rumah.


"Gimana keadaan Malvin?" tanya Nindi.


"Udah baikan, dia cuma pingsan sebentar kok tante, itu juga karena kecapek an mikir, terus juga karena terlalu lama terkena angin malam" jawab Kevin berbohong, jelas ia tak ingin bilang hal yang sebenarnya pada wanita didepannya itu, karena ia tak ingin tantenya Rachel juga ikut merasa bersalah.


"Alhamdulillah, oh ya nak Kevin. Apa Rachel masih ada disana, jaga Malvin?"


"Enggak tuh tante, tadi malam Rachel udah pulang bareng Alya sama Rafa, coba tante tanya mereka.." jawabnya.


"Ehm, yaudah Kevin coba telfon Rafa.." jawab cowok itu kemudian mengotak atik handphonenya, menelefon Rafa.


πŸ“ž Ngapain lo telfon gue pagi pagi hah?! ganggu aja orang lagi tidur!


πŸ“ž Elo tadi malam beneran udah nganter Rachel ke rumah kan? ga sampe gang kan?


πŸ“ž Iya iya, semalam gue beneran anterin sampe depan rumah, kalo ga percaya tanya aja si Alya


"Kalo Rafa anter Rachel ke depan rumah, tapi kenapa sampe sekarang Rachel ga ada dirumah" potong Nindi.


πŸ“ž Disini ada tante Nindi, kata dia Rachel ga ada dirumah dari semalam


πŸ“ž Beneran?! ga bercanda kan?! gue semalam udah nganterin dia sampe depan rumah kev! serius, coba lo tanya Alya siapa tau Rachel pergi kerumah Alya


πŸ“ž Tapi lo semalam anterin Alya juga kan? ada Rachel dirumah Alya ga?

__ADS_1


πŸ“ž Kagak kev! tadi malam gue anter Alya ga ada Rachel, coba sekarang lo telfon dia siapa tau Rachel ada disana pas gue pulang habis nganterin Alya


Kevin pun memutuskan sambungan telfonnya dengan Rafa dan beralih menelefon Alya untuk memastikan apakah disana ada Rachel atau tidak.


Sedangkan Nindi, jantungnya tak henti henti berdegup kencang, ia sangat takut hal buruk terjadi pada keponakannya.


πŸ“ž Iya kev, ada apa?


πŸ“ž Rachel ada dirumah lo ga?


πŸ“ž Enggak tuh, kenapa?


πŸ“ž Disini ada tante Nindi, katanya Rachel ga pulang dari semalam


πŸ“ž What!! tadi malam gue sama Rafa udah bener bener anterin dia sampe depan rumah, bahkan dia juga nyuruh kita mampir dulu tapi kita nolak


πŸ“ž Yahh, Rachel ilang dong! waduh!


Mendengar obrolan antara Kevin, Alya dan Rafa yang mengatakan kalau Rachel tidak bersama mereka, membuat Nindi meneteskan air matanya, badannya terasa lemas seketika, jantungnya tak henti henti berdetak sangat kencang.


"Rachel.... kamu dimana sayang...." lirih Nindi tergeletak lemah menyender dipintu rumah.


"Tante... tante tenang dulu ya, tante istirahat dulu didalam, biar Kevin sama temen temen cari Rachel.." Kevin menuntun wanita seumuran mamanya itu masuk kedalam rumah.


"Bibi, tolong buatin minum buat tante Nindi ya, saya mau pergi dulu cari Rachel.." titah Kevin yang hanya diangguki oleh sang art.


Teman teman Rachel yang mendengar kabar dari Kevin kalau Rachel menghilang, mereka terkejut bercampur panik, kemudian Kevin pun mengomando untuk mencari Rachel secara bersama sama.


Jika tetap tak ada hasil, maka mereka akan melapor polisi, biar polisi yang menindak lanjuti. Disisi lain, Malvin yang masih terbaring lemah diranjang rumah sakit, cowok itu masih belum tau tentang kabar hilangnya Rachel yang pastinya akan membuat keadaan nya semakin parah.


Jika Malvin terlalu berfikir secara berat, bisa bisa otaknya akan rusak dan membuat Malvin mengalami kelumpuhan otak.


~β€’~

__ADS_1


__ADS_2