
Kedatangan Feng Zheng seketika membuat suasana yang sempat tenang kembali menegangkan. Pasalnya, kakek tua itu membawa pulang seorang gadis yang tampak linglung, yang terlihat dari ekspresi wajahnya yang terus berkerut seperti perasan cucian.
“Kakek, akhirnya kakak sepupu sudah kembali!” ucap seorang wanita yang usianya masih muda, mungkin sekitar dua puluh tahunan.
Feng Zheng tidak menyahut. Dirinya hanya peduli pada cucu kesayangannya, Feng Shangyue yang lebih dikenal dengan panggilan Feng Shang. Cerita menarik di balik panggilan itu karena dulu, Feng Shangyue pernah dikerjai seseorang dengan bedak yang ditaburkan di muka, lalu mengatakan bahwa wajah nama Shangyue itu identik dengan bulan.
Bulan ketika mencapai puncak bersinar terang, warnanya seperti putih. Feng Shangyue saat itu lalu tidak menyukainya, karena nama panggilannya itu juga terlalu panjang.
Feng Shang menatap sekumpulan manusia asing yang berlutut di lantai, lalu melirik Feng Zheng yang sedari tadi terus memegang tangannya, seolah tangan itu bisa buntung jika terlepas. Setelah diperhatikan, beberapa wajah yang berlutut ternyata memiliki garis dan bentuk wajah yang mirip seperti kakek tua, tetapi dalam versi yang lebih muda.
“Kenapa? Apa kalian tidak senang dia masih hidup?Apa kalian takut hidup tenang kalian berakhir?” cerocos Feng Zheng. Ekspresinya masih garang seperti biasa.
“Kakek, mengapa kakek berkata seperti itu? Kakak sepupu baru saja kembali, kami tentu senang. Kakak sepupu, apa kau baik-baik saja?” wanita muda tadi kembali berbicara.
Hanya tatapan tanya yang diterima oleh wanita muda itu. Feng Shang tidak peduli siapa dia, tetapi karena wanita itu ada di sini, itu berarti dia adalah salah satu anggota keluarga si kakek tua. Hanya saja, si kakek tua sepertinya tidak terlalu menyukai anggota keluarganya sampai mereka semua berlutut.
“Tunggu sampai aku menemukan kebenarannya, hidup tenang kalian akan berakhir. Cucuku, jangan hiraukan sekelompok orang yang suka menghabiskan uang ini.”
Feng Shang refleks mengangguk walaupun tidak mengerti. Feng Zheng adalah orang yang jujur dan terbuka. Sebenarnya dia tidak membenci keluarganya. Hanya saja Feng Zheng sering dibuat kesal dan marah karena anggota keluarganya ini selalu membuat tagihan membengkak dan saldo rekening menipis.
Merasa diri berasal dari keluarga dan perusahaan ternama membuat mereka hidup boros dan sesuka hati. Terutama anak-anak mereka.
Feng Ling, adik sepupu Feng Shang adalah salah satunya. Di antara tiga cucu Feng Zheng, Feng Ling adalah cucu paling menyebalkan yang pernah ada. Dia terlahir bodoh dan tidak berbakat, sehari-hari hanya bermalas-malasan dan tidak mau bekerja. Sekolahnya mangkir satu tahun karena tidak naik kelas, tapi dia yang paling pandai merayu.
Dilihat dari wajahnya, Feng Ling ini biasa saja. Selain riasan yang tebal, dia tidak punya kelebihan lain. Badannya ramping, tapi penampilannya bak seorang anak perempuan yang baru menginjakkan kaki di kota, berusaha menarik perhatian dan paling menonjol. Wanita muda tadi sama persis dengan deskripsi itu.
“Shang’er, kau pasti lelah. Ayo, kakek antarkan ke kamar. Akan kupanggilkan dokter untuk memeriksamu nanti,” ucap Feng Zheng. Feng Shang hanya mengangguk dan menuruti perkataan Feng Zheng. Dia dibawa ke lantai dua, yang paling luas dan megah dari ruangan utama.
__ADS_1
Anggota keluarga Feng baru bisa bernapas lega setelah Feng Zheng dan Feng Shang pergi. Lutut mereka terasa pegal dan sakit akibat berlutut terlalu lama. Feng Zheng, si penatua Keluarga Feng itu selalu menakutkan saat marah. Bahkan anak bungsunya saja tidak berani melawan.
Feng Ling yang mendapat perkataan menohok kakeknya berujar malas, “Bisa-bisanya kakek menemukan kembali si pembawa sial itu.” Sontak saja ayahnya, Feng Rouchen memelototinya dan menegurnya dengan keras.
“Ling’er, cukup! Apa kau ingin menarikku mati bersamamu, hah?”
Feng Ling memutar bola matanya, malas mendengarkan ocehan ayahnya yang pengecut.
...***...
Feng Shang tidak bisa tidur. Sama seperti saat di rumah Shen Yi, kantuknya tak kunjung datang dan dia hanya bisa menatap langit-langit kamar. Feng Shang ingin membuat sihir galaksi ilusi, tetapi di sini dia kesulitan melakukannya. Entah mengapa hatinya menjadi ragu dalam melakukan sihir, padahal sebelumnya sama sekali tidak. Dia terus membolak-balikkan tubuhnya di ranjang ke kiri dan ke kanan.
“Shen Yi si manusia bodoh itu membuangku ke Keluarga Feng. Bagus sekali Shen Yi, inilah hal baik dari informasi yang kau dapatkan. Aku akan memberimu pelajaran, kita lihat bagaimana akibat dari mempermainkan seorang Maharani Langit!” Feng Shang berujar ketus, menendang selimut dan mengepalkan tangannya.
Benar, semua ini gara-gara Shen Yi! Kalau bukan karena pria itu, Feng Shang sekarang pasti sudah berkultivasi dan mengumpulkan kembali kekuatannya hingga penuh. Pria itu pasti sengaja ingin membuangnya karena merasa dia sudah tidak berguna lagi!
Namun sebelum itu, Feng Shang penasaran akan siapa si kakek tua yang mengaku kakeknya dan menyebutnya cucu kesayangan. Feng Shang berpikir ada yang aneh dari sini. Jika Shen Yi menemukan identitasnya lalu membiarkan kakek itu membawanya kemari, itu artinya ada orang yang berwajah sama dengannya.
Feng Shang diam-diam pergi ke ruangan tengah ketika semua orang sudah tertidur. Di bawah cahaya temaram di ruangan yang luas itu, Feng Shang pelan-pelan mengeluarkan sihir pembuka ingatannya.
Sama seperti yang dia lakukan pada Shen Yi, kali ini dia membuka inti ingatan setiap Keluarga Feng sekaligus. Feng Shang mengumpulkan ingatan mereka dan membentuknya menjadi sebuah layar bercahaya biru yang besar.
Perlahan, Feng Shang mengamati dan mencerna semua inti ingatan perihal kelahiran, kisah hidup, dan juga beberapa ingatan lain yang diperlukan.
“Pantas saja semuanya terasa aneh. Ini bukan tubuh asliku,” gumamnya. “Ini bukan tubuh asliku. Sepertinya inti jiwaku telah merasuk ke dalam tubuh gadis ini setelah jiwa aslinya menghilang. Feng Zheng adalah kakek dari gadis ini.”
Dari hasil melihat inti ingatan, dia baru mengetahui realitas sebenarnya dari kehidupannya di bumi ini. Rupanya, dia adalah keturunan konglomerat yang lahir dengan sendok emas di mulutnya, sejak kecil tidak pernah menderita dan selalu dimanjakan.
__ADS_1
Feng Shang di sini mendapat kasih sayang besar dan diberikan begitu banyak kebahagiaan dari sang kakek, sehingga dia tidak larut dalam kesedihan atas kematian orang tuanya.
Feng Shang juga melihat realitas kehidupan anggota Keluarga Feng, termasuk apa saja yang sudah mereka lakukan di belakang Feng Zheng. Ini menjadi sisi lain yang selalu mereka sembunyikan, menjadi sisi tergelap dan tersembunyi di dalam hati mereka. Di dunia ini, manusia ternyata memiliki banyak sekali rahasia.
Namun, meski sudah mengetahui identitasnya di sini, Feng Shang masih memikirkan hal lain.
“Tapi, mengapa kekuatanku malah bisa pulih dan berfungsi?” tanyanya entah pada siapa.
Berdasarkan hukum langit, ketika seorang dewa atau dewi pergi bereinkarnasi, inti jiwanya akan terlahir kembali dan menjadi seorang manusia fana biasa. Inti jiwa itu akan memiliki tubuh baru dan tumbuh seiring dengan perkembangan tubuh baru. Tanpa pelatihan khusus, kekuatan spiritual tidak akan muncul.
Tetapi, ketika inti jiwanya masuk ke tubuh Feng Shangyue, Feng Shang malah seperti pindah ke tubuhnya yang lain. Dia masuk ke tubuh dewasa dengan rupa yang sama, juga bisa membangkitkan kekuatan spiritual. Aneh, pikirnya. Dia belum pernah menjumpai kasus seperti ini, seolah-olah dia telah memiliki ikatan dengan Feng Shangyue.
“Tubuh ini istimewa. Feng Shangyue sepertinya bukan manusia biasa. Aku akan menyelidikinya pelan-pelan dan melihat apa hubungan Feng Shangyue denganku,” ujarnya.
Tiba-tiba, seseorang berteriak di belakangnya, membuat Feng Shang seketika menoleh.
“Kau! Kau bukan kakak sepupuku! Kau bukan manusia!” teriaknya. Feng Ling menatap Feng Shang penuh ketakutan dan keterkejutan, terlebih saat dia melihat kilasan cahaya biru berisi ingatan yang familier baginya.
Merasa Feng Ling telah melihat hal yang tidak seharusnya dilihat, Feng Shang langsung bertindak. Dia memusnahkan layar ingatan biru tanpa berbalik.
Lalu, Feng Shang menunjuk kening Feng Ling dengan jari telunjuknya, cahaya biru keluar dari sana seperti butiran kristal berkilauan. Cahaya itu segera masuk ke dalam kepala Feng Ling, lalu wanita itu pingsan di tempatnya.
“Rubah kecil yang sangat berisik,” ujar Feng Shang sambil berlalu pergi.
...***...
...Halo, si pencuri ingatan datang lagi! Wah wah wah, ternyata Feng Shang punya ikatan batin sama Feng Shang di bumi! Takdirnya benar-benar misterius! Apa yang terjadi esok hari? Apa dia akan mencari Shen Yi dan menghajarnya? Atau bertarung melawan Feng Ling di keluarganya? Stay tune terus, sampai jumpa di episode berikutnya!...
__ADS_1