
Feng Ling hendak menyusul Raja Iblis, namun sebuah kekuatan yang besar kemudian menekannya hingga ia jatuh kembali ke tanah yang tandus. Feng Ling menatap marah pada seorang wanita yang berada di ketinggian seribu kaki, yang berdiri tegap menantang matahari. Wanita itu kemudian terbang merendah sampai mendarat di antara pasukan yang tengah berperang.
"Siapa kau?" tanya Feng Ling marah.
"Saudara asli Maharani Langit," lalu Ji Nuo tertawa.
Kebanyakan pasukan dewa tidak mengenal siapa wanita yang baru saja menekan Feng Ling. Tetapi ketika mereka melihat kekuatannya, mereka baru tahu bahwa wanita itu adalah Feng Ji Nuo, feniks api merah yang selama ini hilang dari Tiga Alam.
"Kalau begitu, matilah bersama saudarimu!"
Lantas, Ji Nuo dan Feng Ling bertarung. Mereka sama-sama kuat meskipun seorang wanita. Ji Nuo datang dan menunjukkan diri setelah ribuan tahun karena dia tidak lagi punya pekerjaan. Dinasti yang dipimpin oleh kaisar manusia itu sudah runtuh dan diganti dengan dinasti baru.
Ji Nuo baru saja selesai menstabilkan situasi setelah perang saudara dan menyelamatkan beberapa makhluk dari kekacauan. Tidak ia sangka Raja Iblis sudah tidak sabar dan mendeklarasikan perang. Kebetulan saja kekuatannya sudah tersimpan sangat lama, dan sayang sekali jika tidak digunakan.
Dengan bantuan Ji Nuo, pasukan dewa mulai bisa mengendalikan situasi. Pasukan iblis dipukul mundur sejauh lima ratus mil ke Lembah Puhe, lembah tempat tumbuhnya tanaman paling beracun di Tiga Alam. Banyak pasukan iblis yang terjatuh dan jiwa mereka menjadi debu ketika tumbuhan beracun menyentuh tubuh mereka.
"Hanya mengandalkan kekuatan dari sisa darah suci saudariku, kau sudah besar kepala? Mari kuajari kau bagaimana caranya menjadi kuat!" seru Ji Nuo. Dia membentangkan sayap feniks merahnya ke udara.
Ada yang terpana ketika menyaksikan Ji Nuo membentangkan sayapnya. Selama ribuan tahun ini, suku feniks telah musnah dan penduduk Tiga Alam tidak lagi melihat sayap feniks yang begitu agung. Mungkin, ini akan menjadi momen sekali dalam seumur hidup mereka.
Feng Ling mulai memusatkan energinya. Dia tahu lawannya tidak kalah kuat dengan Feng Shang. Maka dari itu, dia menggunakan sihir formasi terlarang yang bisa memberinya kekuatan sangat besar, namun bisa menghancurkan dirinya sendiri ketika selesai digunakan. Asalkan bisa menyingkirkan feniks sialan ini, Feng Ling tidak akan menyesal.
Ji Nuo mengepakkan sayapnya dan seketika api membakar habis pasukan iblis yang berada dalam radius lima ratus meter. Udara panas berhembus menghanguskan setiap objek yang dilaluinya. Kemudian pada beberapa menit kemudian, dua kekuatan besar saling bertabrakan di udara.
Cahaya merah dan hitam berkumpul pada satu titik. Ji Nuo dan Feng Ling sama-sama tidak ingin menyerah. Mereka terus memusatkan kekuatan mereka, bahkan sampai harus mengeluarkan inti paling kuat dalam diri mereka. Pasukan iblis dan pasukan dewa lantas terhempas dan sama-sama terluka.
__ADS_1
Kemudian, sebuah ledakan besar terjadi. Padang peperangan itu seketika berubah menjadi lautan pasir. Pasukan iblis hangus tak bersisa. Karena dilindungi oleh kekuatan Maharani Langit, pasukan dewa tidak terkena imbas. Mereka selamat dan langsung menyerbu sisa pasukan iblis di beberapa daerah lain.
Ji Nuo masih berada di udara, menatap datar pada sosok Feng Ling yang mulai kehilangan tubuhnya. Dia mulai melebur dan perlahan menjadi debu. Ekspresinya tidak percaya. Dia kalah? Mana mungkin! Dia tidak bisa kalah semudah itu!
Feng Ling hendak menyegel inti jiwanya, namun Ji Nuo dengan cepat melesatkan anak panahnya dan inti jiwa itu hancur. Feng Ling menatap marah, namun ia tak lagi mempunyai tubuh.
Sementara itu, Feng Shang dan Yongheng bertarung hidup dan mati di Lembah Shansui. Mereka berhasil memancing Raja Iblis Xiang Sun menjauh dan membuatnya menyusul mereka. Dengan kekuatan yang agung, Yongheng dan Feng Shang lantas menyegel Lembah Shansui dengan sebuah formasi yang tidak dapat ditembus selain oleh mereka sendiri.
Merasa telah tertipu, kemarahan Raja Iblis naik seribu kali lipat. Dia menyerang keduanya dengan brutal dan kekuatannya sangat besar. Luka-luka di tubuh ketiganya mulai berdarah dan menetes ke tanah lembah yang tandus. Raja Iblis Xiang Sun tidak dapat menerima jika dirinya harus kembali kalah dan kembali tersegel di dalam sini.
Mimpi saja! Selama ratusan ribu tahun ini dia telah berjuang keras untuk bebas dan membalaskan dendam. Bagaimanapun caranya Feng Shang dan Yongheng harus mati. Tiga Alam ini harus kacau agar hatinya puas. Baginya, kedamaian hanyalah sebuah penderitaan yang sengaja dibuat!
"Berhentilah, Xiang Sun!" seru Yongheng. Raja Iblis Xiang Sun meledakkan tawanya dan begitu meremehkan Yongheng.
"Benarkah? Kalau begitu, lebih baik kalian menemaniku saja!"
Sudah tidak ada jalan mundur lagi. Raja Iblis menggunakan kekuatan yang tercipta dari semua kebenciannya untuk menciptakan racun paling mematikan di dunia. Racun itu seketika menyebar ke seluruh Lembah Shansui, menjadikan tempat yang semula tandus menjadi dipenuhi kabut hitam.
Untung saja Feng Shang dan Yongheng telah membuat pembatas hingga racun itu tidak menyebar keluar Lembah Shansui. Lalu, keduanya kembali menyerang Raja Iblis dan kembali bertarung dengan sengit. Ketika para dewa datang, mereka melihat sebuah pembatas yang memisahkan Lembah Shansui dan Tiga Alam.
"Maharani dan Dewa Agung mungkin dalam kesulitan! Kita tidak bisa terus berpangku tangan!" seru Dewa Gu Yun. Dia mencoba memasuki formasi, namun tubuhnya terpental hingga menabrak batu.
"Formasi pelindung ini sangat kuat. Hanya Maharani Feng dan Dewa Agung Yongheng yang bisa melepasnya!"
Dalam beberapa saat, mereka tidak menyerah dan terus mencoba menerobos formasi. Lagi-lagi tubuh mereka terpental dan terluka. Mereka kemudian melihat kilatan cahaya yang berasal dari pantulan kekuatan Feng Shang dan Yongheng serta Raja Iblis. Bisa dipastikan, pertarungan di bawah sana sangat sengit.
__ADS_1
"Alih-alih mencoba menerobos, lebih baik pikirkan cara agar racunnya tidak menyebar ke Tiga Alam. Formasi ini tidak akan bertahan jika kalian terus merusaknya!" seru Ji Nuo. Perkataannya membuat para dewa sadar.
Ji Nuo lalu memimpin para dewa untuk membentuk sebuah pelindung lagi. Ketika formasi baru terbentuk, Feng Shang dan Yongheng muncul ke permukaan lembah. Keduanya menatap para dewa dan Ji Nuo, tersenyum sebentar lalu turun lagi. Perasaan Ji Nuo tiba-tiba memburuk.
"Feng Shang, jangan bertindak bodoh!" serunya. Namun, suaranya sudah tidak terdengar oleh Feng Shang dan Yongheng.
"Dewi Ji Nuo, apa yang akan dilakukan oleh Maharani dan Dewa Agung? Kulihat kau begitu panik?" tanya Dewa Gu Yun.
"Mereka berdua bertekad untuk mati bersama!" jawab Ji Nuo.
Para dewa di sana tidak dapat menerima jika Maharani Langit tewas. Di Tiga Alam ini, siapa lagi yang akan memimpin Alam Sembilan Langit dan para dewa jika dia tiada? Sekalipun itu bisa menaklukkan Raja Iblis, tetapi Tiga Alam tetap akan jatuh ke dalam kekacauan besar!
"Apa tidak ada cara untuk menghentikan mereka berdua?"
"Jika ada, aku tidak akan diam seperti ini!"
Di bawah sana, Feng Shang dan Yongheng tidak berhenti. Serangan demi serangan berlanjut dan semakin ganas. Akhir untuk pertarungan ini harus segera ditentukan. Raja Iblis semakin tidak bisa mengontrol kekuatannya dan dia telah berubah menjadi Iblis Asura, ibli paling kuat sepanjang masa.
Tidak ada jalan lain. Feng Shang dan Yongheng lantas menggabungkan kekuatan Maharani dan Dewa Agung yang tersimpan dalam diri mereka. Ini tidak akan cukup. Yongheng dan Feng Shang menatap satu sama lain, menyelam ke dasar hati. Mereka sama-sama sudah sepakat untuk hidup dan mati bersama.
Tiga Alam tidak boleh hancur. Maka dari itu, Feng Shang dan Yongheng mengeluarkan inti jiwa mereka, lalu membuatnya menjadi sebuah inti kekuatan semesta. Beberapa saat kemudian, sebuah ledakan besar terjadi disertai kilatan cahaya yang menyilaukan mata.
Tiga Alam mengalami guncangan besar. Tanah bergetar. Ji Nuo menatap Lembah Shansui yang mulai kehilangan pembatas seiring dengan hilangnya kabut hitam yang menyelimutinya. Lembah tandus itu sudah hancur. Formasi yang sangat kuat yang dibentuk Feng Shang dan Yongheng perlahan memudar.
Pada saat itu, kaki Ji Nuo melemas dan langsung berlutut di tanah. Ada setetes air dari matanya yang jatuh dan terbang terbawa angin.
__ADS_1