Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 48: Menjelajah Mimpi


__ADS_3

Shen Yi menatap takjub pada cahaya biru layaknya bubuk kristal yang kini memenuhi area taman bunga. Cahaya itu berputar mengitari tubuhnya, kemudian terbang ke udara. Entah itu cahaya apa, yang ia rasakan kini adalah ketidakepercayaan yang berubah menjadi rasa takjub yang begitu besar.


"Cahaya apa ini?"


"Ini adalah energi spiritual."


"Apa bisa disentuh?"


Shen Yi mencoba menangkap dan menyentuh kristal-kristal cahaya tersebut. Feng Shang tertawa melihat Shen Yi yang kini tampak seperti seorang anak kecil di taman hiburan. Tadinya Feng Shang menduga pria itu akan kembali menganggapnya gila dan berhalusinasi, sama sekali tidak menyangka kalau Shen Yi akan takjub seperti ini. Mungkin karena pria itu sudah memutuskan untuk percahaya padanya.


"Energi spiritual itu tidak bisa disentuh, tapi bisa diserap ke dalam tubuh," ucap Feng Shang.


"Diserap ke dalam tubuh? Untuk apa?"


"Bodoh! Tentu saja untuk meningkatkan kekuatan!"


Feng Shang kemudian memperlihatkan formasi bintang feniks raksasa yang melingkupi bagian atas rumahnya. Warnanya juga biru. Dari atap kaca, formasi itu terlihat begitu dekat. Shen Yi melihat ke atas, kepada cahaya biru lain yang tak kalah menakjubkan.


"Lalu, yang berputar itu apa? Mengapa sangat besar?" tanya Shen Yi.


"Itu adalah formasi bintang feniks biru. Energi-energi spiritual ini dikumpulkan oleh formasi, lalu disimpan di tempat ini," jawab Feng Shang.


"Sejak kapan kau memasangnya?"


"Sejak awal-awal aku tinggal di sini. Aku merasakan energi spiritual berputar di taman bunga ini. Jadi, aku menggunakan formasi untuk memperkuatnya. Aku tidak tahu mengapa kau bisa punya rumah yang salah satu tempatnya merupakan sumber energi spiritual."


Shen Yi mengangguk. Binar matanya secerah bulan di langit. Ah, apakah itu alasan mengapa perempuan ini begitu ingin tinggal di rumahnya? Ternyata karena sejak awal dia sudah menemukan sumber energi untuk membangkitkan kekuatannya. Tidak heran mengapa perempuan itu begitu suka berdiam diri lama-lama di taman ini.

__ADS_1


Sekarang Shen Yi sudah tahu alasan mengapa Feng Shang selalu ingin pulang setiap kali terluka. Kejadian terakhir kali juga ia merengek pulang meski darah dari mulutnya keluar begitu banyak. Kini Shen Yi tidak lagi penasaran dengan tubuh ajaib Feng Shang yang bisa sembuh tanpa pergi ke rumah sakit. Ternyata karena sumber energi penyembuhannya ada di sini.


"Pantas saja kau menolak pergi ke rumah sakit. Tunggu dulu, Xiao Shang, apa jangan-jangan kau takut jarum suntik?" tanya Shen Yi curiga. Feng Shang terkesiap.


"Aku paling membenci jarum. Mungkin, itu berkaitan dengan masa laluku," jawabnya.


"Memangnya bagaimana masa lalumu?"


"Kau ingin tahu?"


Shen Yi mengangguk antusias.


Feng Shang kemudian menceritakan kisah hidupnya sebelum dinobatkan menjadi Maharani Langit. Ia yang seorang pelayan peri dan kerap ditindas telah terbang menjadi feniks legendaris yang duduk di takhta tertinggi alam dewa, memimpin ribuan dewa dan mendamaikan Tiga Alam. Secuil kisah hidup yang memuat memori tentang jarum juga ia ceritakan.


Shen Yi menatap perempuan itu dengan dalam, mencoba menyelami kemisteriusan takdir yang membawanya bertemu dan hidup bersama dengan Feng Shang. Sungguh ia tidak menyangka kalau perempuan yang tampak bodoh di matanya adalah seorang wanita perkasa yang menanggung tanggungjawab begitu besar. Dirinya saja bahkan tidak yakin bisa sekuat Feng Shang.


Pantas pula perempuan itu sering berbuat onar dan membuatnya kesal seribu kali lipat daripada orang lain. Feng Shang datang ke dunia modern tanpa tahu apa-apa. Semua yang asing itu menjadikan dia seperti orang bodoh tanpa kemampuan. Merusakkan mobil, mengubur laptop dan lain-lain, semata-mata terjadi karena ia memang tidak tahu apa-apa tentang benda-benda itu.


"Aku jadi berpikir apakah pelaku yang pernah menghancurkan isi rumah ini adalah kau?"


"Mungkin. Aku tidak ingat," ucap Feng Shang ragu.


"Ternyata kau! Xiao Shang, hebat sekali kau! Aku harus memperbaiki isi rumah dan kau membuatku mengeluarkan banyak uang untuk mengganti peralatannya!" cercah Shen Yi. Kini ia tahu pelaku penghancuran isi rumah. Bukan pencuri, tetapi seorang maharani.


"Jangan bahas itu. Kau bisa menuntut ganti rugi kapan saja. Jika si tua Feng tidak mampu membayarnya, aku bisa memberimu kompensasi."


"Dengan apa?" tanya Shen Yi. Setelah mengatakan itu, ia terdiam. Ia lupa kalau perempuan ini memiliki kekuatan ajaib, yang memungkinkan ia mengambil kembali kepingan-kepingan perak bernilai ratusan juta untuk mengganti rugi.

__ADS_1


Feng Shang menggelengkan kepala heran. Kemudian, ia menjentikkan jarinya, membuat kristal-kristal cahaya biru di taman bunga itu bergerak kepadanya. Lantas, dengan kekuatannya yang ajaib, ia membuat replika feniks api biru dengan kristal cahaya tersebut, menerbangkannya ke udara. Shen Yi kembali menatap takjub.


Replika feniks yang hidup tersebut mengitari tubuh Shen Yi. Feng Shang tersenyum manis melihat reaksi Shen Yi. Shen Yi mencoba menyentuhnya, namun replika itu malah terbang ke atas dan mengitari ruang taman bunga. Kepalanya menjulur, mendekati Feng Shang.


"Feniks? Apa burung feniks biru hari itu juga adalah kau?"


"Ya. Kau memanggilku Xiao Shang, sama dengan kau memanggil burung feniks biru saat itu. Wujud asli dari tubuh dewaku adalah feniks api biru. Jadi, aku bukan ayam seperti yang kau sangka kala itu," ungkap Feng Shang.


"Pantas saja burung itu begitu pemarah. Ternyata karena dia memang adalah kau. Tapi, mengapa kau bisa berubah wujud ke bentuk aslimu?"


"Sebenarnya seberapa besar rasa penasaranmu ini?"


"Jawab saja aku. Aku ingin mendengarnya!"


"Karena aku salah merapal mantra."


Shen Yi tertawa terbahak-bahak. Lucu sekali! Ternyata seorang Maharani Langit bisa salah merapal mantra juga! Kesalahan itu tidak hanya terletak di manusia saja, tetapi makhluk abadi juga. Shen Yi kemudian mengingat burung feniks itu yang tiba-tiba hilang setelah ditemukan. Kini semuanya menjadi masuk akal setelah Feng Shang menjelaskan semuanya.


"Yah, aku hanya melindungi diri. Siapa suruh manusia kecil itu menggangguku dan mencoba menjualku," ucap Feng Shang kala ia mengingat ia hampir saja dijual oleh perempuan yang mengejar-ngejar Shen Yi karena cemburu.


"Tidak apa-apa. Kau bisa melakukan pembalasan dalam bentuk apapun kepada orang yang mengganggu ketenanganmu. Xiao Shang, aku hanya ingin kau berhati-hati. Dunia ini tidak seperti yang kau bayangkan," seloroh Shen Yi.


Feng Shang tidak peduli. Lagipula ia sudah terlanjur datang dan mengetahui apa yang harus ia lakukan. Kelak ketika ia sudah siap, ia akan membuat Shen Yi mengingat jati dirinya dan membawanya kembali ke Alam Sembilan Langit.


Sebelum itu, dia harus membereskan hawa iblis terlebih dahulu. Bisa dibilang ia hanya singgah di sini, tetapi manusia di sini sedikit banyak telah memberikan kesan yang tidak terlalu buruk padanya. Masih memiliki tanggungjawab sebagai Maharani Langit, Feng Shang harus melindungi setiap dunia yang ia pijaki.


Shen Yi dan Feng Shang baru berhenti berbincang saat malam sudah mencapai puncaknya. Keduanya kembali ke kamar masing-masing dengan suasana hati yang sangat baik, lebih baik daripada waktu-waktu yang sudah berlalu.

__ADS_1


__ADS_2