Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 19: Formasi Pembuka Jiwa


__ADS_3

Shen Yi tidak pernah mengira dengan membiarkan Feng Shang tinggal di rumahnya ternyata membawa banyak masalah. Selain sebal karena mimpi-mimpi aneh, tingkah lugu dan tidak terduga Feng Shang seperti sebuah pintu yang membawanya menuju dunia lain, menebak-nebak apakah perempuan yang satu ini benar-benar bodoh atau sengaja mempermainkannya saja.


Saat ini, ia duduk memandangi perempuan itu yang tubuhnya sudah terbalut kain selimut. Keduanya masih berada di dalam kamar Shen Yi. Shen Yi tidak tahu mengapa Feng Shang menerobos kamarnya dan malah menumpang mandi di sana alih-alih menggunakan kamar mandi yang ada di kamarnya sendiri. Selain itu, Feng Shang juga seperti tidak bisa membaca, padahal jelas-jelas tulisan di botol shampo itu adalah untuk laki-laki, bukan untuk perempuan.


Alhasil, Shen Yi melihat rambutnya yang basah seperti mengeras dan kasar. Itu adalah shampo khusus yang sengaja ia gunakan agar Shen Yi mudah mengatur rambutnya, tetapi perempuan ini malah menghabiskan satu tutup botol yang setara dengan penggunaan sebanyak lima kali. Sungguh membuat Shen Yi sedikit frustasi ketika mengingatnya kembali.


"Kau benar-benar tidak tahu cara menggunakan shower?" tanya Shen Yi. Feng Shang menggelengkan kepalanya.


Terdengar helaan napas pria itu yang begitu berat. Gara-gara Feng Shang, Shen Yi melupakan pertanyaan yang akan ia lontarkan ketika bertemu perempuan itu, terkait mengapa Xiang Sun bisa bersamanya.


Tetapi tampaknya pertanyaan itu harus ditunda terlebih dahulu, karena Shen Yi harus mengajari perempuan ini banyak hal agar tidak menimbulkan masalah lagi.


"Aku tidak tahu dosa apa yang telah dilakukan Ketua Feng hingga punya cucu seperti ini," gumamnya pelan.


Feng Shang yang tubuhnya belum memakai pakaian melengos saja. Toh, bukan salah dia. Dia adalah Maharani Langit yang biasa dilayani, kini harus melakukan segalanya sendiri. Tentu saja, dia belum terbiasa. Apalagi di dunia barunya yang serba misterius ini. Kalau Shen Yi tahu dirinya yang sebenarnya, mungkin pria itu akan menangis darah memohon ampun padanya.


Perihal shampo satu tutup botol itu masalah mudah. Feng Shang bisa memberi Shen Yi ganti rugi, tidak perlu sampai semarah ini. Sungguh, dia benar-benar tidak sengaja melakukannya.


Membuat Shen Yi tercebur bersamanya juga bukan keinginannya. Itu murni semata-mata karena matanya perih dan pria itu sendiri berjalan miring seperti kepiting.


"Keluar," ucap Shen Yi.


"Keluar? Ke mana?"

__ADS_1


"Tentu saja ke kamarmu! Apa kau ingin aku melihat tubuhmu sekali lagi?"


Oh, benar. Dia masih menggunakan selimut pria itu untuk menutupi tubuhnya. Belitan selimut membuat langkah Feng Shang terasa sulit. Beberapa kali ia tersandung, beruntung tidak jatuh ke lantai.


Lama-lama tubuhnya kepanasan juga. Feng Shang mempercepat langkahnya, meninggalkan Shen Yi yang pakaiannya masih belum diganti dan basah kuyup akibat perbuatannya.


Shen Yi segera membuka bajunya. Karena ia berhadapan dengan sebuah cermin besar setinggi tubuhnya, ia bisa melihat bentuk tubuhnya yang atletis nan bagus itu.


Ada aroma shampo bercampur aroma lain yang sangat wangi tertinggal di kemeja basah itu. Entah sabun apa yang digunakan Feng Shang, tetapi aromanya membuat syaraf Shen Yi terasa rileks sesaat. Shen Yi tidak menyadari bahwa tanda lahir indah di punggungnya berkilat sesaat ketika ia melihat ke arah yang lain.


Di dalam kamarnya, Feng Shang segera memilih pakaian yang ia inginkan. Sambil berpakaian, ia memikirkan lagi kemunculan tanda teratai emas di dahi Shen Yi. Itu sudah yang kedua kalinya.


Namun, sepertinya kali ini berbeda karena Feng Shang tidak melihat pria itu meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya. Dia sendiri juga tidak merasakan sakit di dadanya dan tanda feniks api birunya tidak bercahaya.


"Terserah."


...***...


Malam harinya, Feng Shang bersandar di ayunan taman bunga. Tubuhnya benar-benar terasa sangat lelah. Berkali-kali ia mengumpati Shen Yi sebagai bentuk kekesalan karena ia tidak bisa melampiaskannya secara langsung.


Bagaimana tidak, Shen Yi membuatnya mempelajari benda-benda yang digunakan di bumi, seperti televisi, kompor, lemari pendingin, microwave, pemanggang roti, penanak nasi, mesin cuci, juga penyedot debu.


Shen Yi juga mengajarinya cara menggunakan shower dan toilet duduk. Lalu, ia melanjutkan dengan mengajari Feng Shang cara menggunakan komputer. Otak Maharani Langit-nya yang sangat cerdas memang mampu menangkap semua studinya dalam waktu singkat, tetapi tidak dengan tubuhnya. Karena ini adalah tubuh manusia setengah dewa, Feng Shang jadi mudah kelelahan.

__ADS_1


Untung saja formasi yang ia buat di atas rumah ini telah mengumpulkan banyak kekuatan spiritual. Feng Shang mengisi energinya dengan bermeditasi selama dua jam penuh, mengabaikan suara hewan malam yang sudah bernyanyi di taman itu.


Cahaya biru berputar di tubuhnya, energi spiritual yang dikumpulkan formasi semuanya masuk ke dalam tubuhnya. Tanda feniks di dadanya samar-samar bercahaya, pertanda bahwa energi spiritualnya sedang berputar mengaliri tubuh.


Tengah malam, ia baru beranjak dari taman bunga. Bulan di atas sana sedang bersinar, membiaskan cahaya pada langit di sekitarnya. Feng Shang meninggalkan taman bunga yang seperti rumah kaca tersebut, lalu naik ke lantai atas. Tujuannya bukan ingin tidur, tetapi menemui Shen Yi.


Feng Shang kembali menyelinap ke dalam kamar pria itu, lalu menggunakan sihir tidur untuk membuatnya terlelap lebih lama. Feng Shang sangat dibuat penasaran dengan kemunculan tanda teratai emas dan cahaya keemasan yang selalu menyelubungi tubuh pria itu di malam hari. Dengan konsentrasi tinggi, ia membentuk sebuah formasi pembuka jiwa dengan jarinya untuk membuka kehidupan masa lalu Shen Yi.


Formasinya memang terbentuk, namun Feng Shang tidak bisa melihat dengan jelas kilasan kehidupan yang tergambar di sana. Gambarnya begitu runyam dan suaranya berantakan.


Namun, dari gambar yang sangat runyam dan suara kehidupan yang begitu berantakan, satu-satunya hal yang bisa membuatnya yakin ialah bahwa pria ini bukan manusia biasa. Ada sebuah karma dari takdir yang tergambar melalui ingatan runyam itu.


Ternyata, menggunakan formasi pembuka jiwa di dunia ini cukup sulit, kekuatannya tidak cukup kuat untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya. Feng Shang hanya bisa menerka-nerka pada akhirnya. Feng Shang tampaknya benar-benar harus menggunakan cermin Baihuang untuk melihat kehidupan lampau itu.


"Ternyata benar, kau bukan manusia biasa, Shen Yi," gumam Feng Shang sambil menatap wajah yang lelap itu.


Kekuatan yang baru ia dapatkan seakan habis. Pembuatan formasi pembuka jiwa memerlukan energi spiritual yang tinggi. Kekuatan Feng Shang yang pulih hanya mencapai 40% tingkat dasar, tidak mampu bertahan lama untuk digunakan dalam pembuatan formasi seperti ini. Ketika formasi itu sudah hilang, Feng Shang tiba-tiba mengantuk. Seluruh tubuhnya seperti kehilangan tenaga dan tidak mampu digerakkan.


Feng Shang langsung roboh di samping ranjang Shen Yi. Tanda feniks birunya bercahaya lemah, diiringi kilatan cahaya emas yang keluar dari tubuh Shen Yi.


...***...


...Halooo! Hehe, Author kembali lagi! Kemarin Author nggak update lagi, ada satu dan lain hal yang tidak bisa ditinggalkan. Tapi eh tapi, jangan lupakan dulu ceritanya ya! Kenapa? Karena ini adalah kisah dua dunia. Jadi, kalau mereka udah selesai di bumi, akan ada dunia baru yang harus mereka hadapi. So, stay tune terus ya! Sampai jumpa di episode berikutnya! ...

__ADS_1


__ADS_2