
Roh langit Feng Shang berada di Alam Ketiadaan. Alam ini adalah alam tempat inti jiwa dewa-dewa kuno yang mati beristirahat sebelum lenyap. Konon, Alam Ketiadaan adalah tempat misterius yang tidak tercatat keberadaannya di Tiga Alam. Lokasi dan cara pergi ke Alam Ketiadaan tidak tercatat di buku manapun.
Banyak kaum abadi yang mencari keberadaan alam tersebut karena penasaran dan ingin mengetahui misteri di baliknya. Namun, kebanyakan dari mereka tidak kembali dengan selamat karena kehabisan kekuatan spiritual dan inti jiwanya hancur. Jika inti jiwa hancur dan tersebar, maka dewa tersebut tidak akan bisa bereinkarnasi. Ia akan hilang selamanya.
Alam Ketiadaan hanya bisa dimasuki oleh mereka yang memiliki jiwa murni dan darah suci dari esensi Tiga Alam. Mereka bisa masuk ke Alam Ketiadaan meskipun mereka belum mati. Ini menunjukkan bahwa pemilik jiwa murni dan darah suci sangatlah istimewa. Namun, selama ratusan ribu tahun ini, tidak ada seorang pun yang memiliki keistimewaan itu.
Feng Shang berjalan memasuki sebuah gerbang istana yang sangat megah dan besar. Kakinya menapaki jalan bebatuan yang didesain dengan indah. Ada banyak inti jiwa melayang di dalam sini. Ketika Feng Shang menyentuhnya, inti jiwa tersebut akan bersinar dan berubah, membentuk bayangan sosok dewa kuno pemilik inti jiwa tersebut.
Kemudian, setelah membentuk sosok dewa pemilik inti jiwa, perubahan terjadi kembali. Bayangan akan lenyap, lalu muncullah sebuah sinar membentuk cermin. Cermin itu menampilkan kehidupan pemilik inti jiwa tersebut sebelum mati. Karena telah berdiam di Alam Ketiadaan selama ratusan ribu tahun, kebanyakan dari mereka telah berambut putih.
Tempat ini dipenuhi kekuatan spiritual. Jika ada kaum abadi yang masuk, maka mereka akan memiliki kekuatan besar. Feng Shang berjalan menuju sebuah bangunan megah yang bercahaya. Bangunan tersebut adalah Istana Ketiadaan, yang kekuatan spiritualnya jauh lebih besar.
Ia tidak menyangka bahwa ialah pemilik jiwa murni dan darah suci. Dulu, ia hanya berpikir kalau ia hanyalah Maharani Langit yang ditakdirkan saja. Feng Shang sama sekali tidak pernah mengira kalau ia bisa memasuki Alam Ketiadaan di saat yang tidak terduga, di saat tubuh dewanya hanya sebuah tubuh manusia setengah dewa yang kekuatannya kerap melemah karena salah memasuki dunia.
Ada sebuah singgasana berkilau di bagian tengah Istana Ketiadaan. Di sana, sosok dewa berambut putih tengah duduk memejamkan mata. Janggutnya panjang dan sudah memutih pula. Sosok tersebut adalah roh langit Dewa Chang Yuan, pemimpin para dewa kuno, yang hidup ratusan ribu tahun lalu sebelum alam fana terbentuk.
Setiap dewa memiliki inti jiwa yang berasal dari esensi Tiga Alam. Inti jiwa ini akan membentuk suatu kesadaran dewa. Dari kesadaran dewa inilah, roh langit bisa terbentuk. Roh langit merupakan perantara yang nantinya akan membentuk tubuh fisik dewa tersebut.
Jika inti jiwa hancur tak bersisa, maka kesadaran dewa akan hancur dan roh langit juga lenyap. Namun, jika inti jiwa tidak hancur, sedang roh langit dan tubuh fisik dewa hancur, maka inti jiwa akan membentuk kesadaran dewa kembali, lalu membangun roh langit yang baru. Bahkan bisa membentuk tubuh fisik dewa yang baru.
Dewa Chang Yuan, meskipun tubuh fisik dewanya sudah hancur ratusan ribu tahun yang lalu, tetapi inti jiwanya masih utuh. Di Alam Ketiadaan ini, ialah pemilik Istana Ketiadaan. Karena Dewa Chang Yuan telah memenuhi takdirnya sebagai pemimpin para dewa di zaman dewa kuno, ia memiliki keistimewaan. Roh langitnya masih tersisa meskipun inti jiwanya tidak lagi hidup layaknya dewa-dewi di Tiga Alam.
“Shang’er, kau sudah datang,” ucap Dewa Chang Yuan.
Feng Shang mengernyitkan dahi. Ia bingung dengan sapaan dewa tua tersebut.
__ADS_1
“Kau mengenalku?”
“Maharani Langit yang ditakdirkan, siapa yang tidak tahu?” Kemudian, Dewa Chang Yuan tergelak, tawanya membahana ke penjuru Istana Ketiadaan.
Perkataan dewa tua menimbulkan tanda tanya di benak Feng Shang. Dari mana dewa ini tahu kalau ia adalah Maharani Langit yang ditakdirkan? Bukankah Feng Shang belum lahir ketika zaman dewa kuno? Kecuali, kecuali kelahirannya memang telah diketahui sejak zaman dewa kuno.
“Apa kau adalah Dewa Chang Yuan, Kaisar Langit pertama Tiga Alam?” tanya Feng Shang. Satu-satunya orang yang mungkin memiliki kemampuan seperti itu hanyalah pemimpin dewa kuno yang pertama.
“Begitu cepat tertebak? Memang benar-benar Maharani Langit yang ditakdirkan.”
“Mengapa aku ada di sini?”
Dewa Chang Yuan mengusap janggut putihnya sambil tersenyum. Penantian selama ratusan ribu tahun akhirnya segera berakhir. Maharani Langit yang ditakdirkan, pemilik jiwa murni dan darah suci telah memasuki Alam Ketiadaan. Itu artinya, kejayaan dunia dewa akan kembali.
“Takdirku telah terjalin?”
“Benar. Kau telah menemukan Dewa Agung Yongheng. Kau harus membawanya kembali ke Alam Sembilan Langit dan mendamaikan dunia.”
Feng Shang dibuat bingung dengan perkataan roh langit Dewa Chang Yuan. Dewa Agung Yongheng? Siapa yang menjadi inkarnasi Dewa Agung Yongheng? Dewa-dewi yang ia temui selama ini hanyalah kaum abadi biasa, tidak satupun dari mereka memiliki kesadaran Dewa Agung Yongheng.
Dewa Agung Yongheng adalah dewa yang berasal dari zaman dewa kuno. Berdasarkan catatan sejarah, ia mengorbankan dirinya untuk keselamatan Tiga Alam. Ratusan ribu tahun lalu, cobaan Tiga Alam datang mengguncang semua wilayah. Dewa Agung Yongheng menggunakan semua kekuatannya untuk menanggung cobaan itu. Kemudian, inti jiwanya hancur dan tersebar.
“Apa itulah alasan mengapa takdirku tidak tertulis di buku takdir Si Ming?” tanya Feng Shang.
Dewa Chang Yuan mengangguk. Feng Shang berpikir sejenak. Takdirnya tidak tertulis di buku takdir manapun. Ia pikir mungkin itulah pengaturan langit untuknya. Namun, ia tidak menyangka kalau alasannya akan seperti ini: takdirnya bukan hanya memimpin Tiga Alam, tetapi juga menemukan Dewa Agung Yongheng dan membawanya kembali ke Alam Sembilan Langit.
__ADS_1
Pantas saja Dewa Chang Yuan mengenalinya. Rupanya, kelahirannya memang sudah diketahui sejak zaman dewa kuno. Pengaturan takdir langit benar-benar mengerikan. Satu misteri takdirnya sudah ia ketahui, tetapi Feng Shang masih memiliki misteri takdir lain terkait dirinya.
“Hanya Dewa Agung Yongheng yang bisa melenyapkan Raja Iblis,” tambah Dewa Chang Yuan.
“Bukankah aku telah mengurungnya di Lembah Shansui?” tanya Feng Shang.
“Kau hanya bisa menahannya untuk sementara. Raja Iblis adalah inkarnasi Dewa Kejahatan Kuno. Ketika saat yang tepat, ia akan bangkit dan menghancurkan Tiga Alam.”
Feng Shang merenung. Usahanya selama ini ternyata hanya mampu menahan Raja Iblis untuk sementara. Feng Shang belum menemukan jalan kembali ke Alam Sembilan Langit, ia masih terjebak di dunia bernama bumi. Feng Shang tidak tahu apa yang akan terjadi jika ia tidak segera pulang ke Alam Sembilan Langit.
“Apa aku bisa kembali ke Alam Sembilan Langit?”
Alih-alih menjawab, Dewa Chang Yuan malah tertawa kembali.
“Shang’er, sudah kubilang, selesaikan dulu tugasmu dan bawa kembali Dewa Agung Yongheng. Terkadang, kau masih tidak menyadarinya walaupun ia berada sangat dekat denganmu.”
Dewa Chang Yuan terus menerus mengatakan Dewa Agung Yongheng. Juga, menyebut-nyebut orang terdekat. Di Alam Sembilan Langit, orang terdekatnya hanyalah Yue Ming dan beberapa dewa lain. Mereka bukan inkarnasi Dewa Agung Yongsheng. Kecuali…. Kecuali inkarnasi Dewa Agung Yongsheng tidak berada di Alam Sembilan Langit. Feng Shang tiba-tiba teringat pada satu orang.
“Maksudmu… Dia adalah-”
Feng Shang belum sempat menyelesaikan perkataannya karena Dewa Chang Yuan tiba-tiba memotongnya, “Setelah keluar dari Alam Ketiadaan ini, kekuatanmu akan pulih. Kau bisa segera menyelesaikan tugas dan takdirmu. Maharani Langit, kembalilah!”
Dewa Chang Yuan melemparkan Feng Shang ke sekumpulan cahaya. Feng Shang seperti melayang, lalu pada detik berikutnya ia langsung terbangun. Ia mendapati pemandangan yang sepertinya pernah ia lihat sebelumnya.
“Shen Yi?”
__ADS_1