Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 65: Tipu Daya


__ADS_3

Sesampainya di kantor Lingjing, Feng Shang mendapati banyak karyawannya yang jatuh pingsan. Tubuh mereka terbaring di lantai, persis seperti ikan yang terdampar di bibir pantai ketika hendak terjadi tsunami. Beberapa petugas keamanan tampak kewalahan mengangkut orang yang belum diselamatkan.


Saat Feng Shang naik ke lantai seratus, semua karyawannya sudah tidak ada yang sadar. Lantai kantor menjadi tempat pembaringan. Kertas-kertas berserakan. Tempat ini tak ubahnya kubangan tempat mayat hidup.


"Direktur Feng, akhirnya Anda tiba!" teriak Jingjing. Feng Shang melihat tubuh sekretarisnya dibasahi peluh. Namun, ada yang aneh dengan auranya.


"Kau sudah bekerja keras. Pulanglah, jangan kembali sampai situasinya terkendali," ucap Feng Shang.


"Tidak. Kita harus bekerja sama untuk membereskan kekacauan ini dan mengetahui penyebabnya."


"Apa beberapa saat yang lalu kalian melihat kepulan asap hitam melingkupi atap gedung?" tanya Feng Shang.


"Benar. Setengah jam yang lalu memang ada awan hitam di atas gedung, tapi kemudian sirna. Direktur Feng, untuk apa Anda menanyakan itu?"


"Tidak apa-apa. Kalau kau tidak ingin pulang, bantulah mereka. Panggilkan petugas medis tambahan."


Feng Shang menggunakan ponsel Shen Yi untuk memanggil bantuan. Kebetulan, pria itu dulu punya saham besar di beberapa rumah sakit. Itu memungkinkan ia memanggil petugas medis sebanyak mungkin atas nama Shen Yi.


Feng Shang membantu mengobati mereka. Ia menyentuh kening mereka, mengeluarkan kekuatan dan memberi mereka sedikit energi spiritual. Dalam beberapa detik, mereka yang pingsan mulai siuman satu persatu dalam keadaan linglung.


Kasusnya aneh. Awan hitam itu juga melintas di gedung Xize, tapi tidak berdampak apa-apa. Sebaliknya, malah kantornya yang terkena masalah. Padahal, kejadiannya jelas belum lama. Pasti ada sesuatu yang ia lewatkan hingga ia tidak mengetahui atau menganggapnya biasa.


Petugas medis datang berbondong-bondong ke gedung kantor Lingjing. Peralatan kesehatan langsung digunakan untuk menyadarkan karyawan yang pingsan. Jika mereka sudah sadar, Feng Shang menyuruh mereka untuk beristirahat sejenak.


Hingga dua jam lamanya ia membantu mereka. Setelah semuanya selesai, Feng Shang menyuruh semua karyawannya untuk pulang. Ia berpesan agar mereka tidak keluar rumah selama beberapa hari ini. Soal urusan kantor tidak perlu dikhawatirkan. Apa yang membuatnya khawatir justru perasaan tidak enak yang datang padanya secara tiba-tiba. Feng Shang selalu merasa ini tidak sederhana.


"Direktur Feng, apa Anda juga akan pulang?" tanya Jingjing.


"Masih ada urusan yang harus kuselesaikan. Kau kembalilah lebih dulu."


"Kalau begitu, berhati-harilah, Direktur Feng. Hubungi saya jika Anda memerlukan sesuatu."


Setelah Jingjing dan semua karyawan pulang, dan kantor menjadi sepi, Feng Shang menggunakan kekuatannya secara perlahan. Ia membersihkan sisa hawa iblis yang menempel di gedung, lalu memusnahkannya. Selesai membersihkan hawa iblis, Feng Shang menyusuri area sekitar ruang kerjanya.


Di dekat jendela, ia berhenti. Tangannya terlipat di dada, lalu matanya memandang jauh ke luar sana.


"Keluarlah. Aku tahu ini ulahmu!" ucap Feng Shang entah pada siapa.


Tiba-tiba, Xiang Sun keluar dari kolong meja Feng Shang. Melihat wanita incarannya berdiri membelakanginya, ia menyeringai. Wanita itu ternyata cukup sensitif dan cerdas. Xiang Sun semakin penasaran padanya dan sangat tidak sabar.


Feng Shang berbalik, menatap Xiang Sun dengan tatapan marah bercampur jijik. Keterlaluan, pikirnya. Iblis ini menyakiti orang yang tidak berdosa demi memancingnya keluar. Bahkan sampai melibatkan Nyonya Yin segala. Sayang, perhitungan Xiang Sun salah.

__ADS_1


Saat hendak melangkah, kepalanya tiba-tiba pusing. Feng Shang menatap marah kembali pada Xiang Sun. Rupanya, pria itu menggunakan mantra sihir terlarang untuk melumpuhkannya. Mantra sihir itu adalah mantra yang tidak boleh dipakai dan diajarkan di Tiga Alam karena dapat menyakiti roh langit sesama makhluk abadi.


"Kau... Licik!" ucap Feng Shang beberapa detik sebelum dirinya tak sadarkan diri.


"Jika aku tidak licik, maka kau tidak akan pernah kudapatkan, Feng Shangyue," ujar Xiang Sun.


Xiang Sun membawa Feng Shang ke mansion barunya yang tak kalah megah dari rumah sebelumnya. Di sana juga terdapat ruang bawah tanah, tapi lebih luas dan lebih nyaman dibandingkan ruang bawah tanah di mansion terdahulu. Di ruangan itu, dia mengikat Feng Shang di kursi dengan tali yang sudah dimantrai.


Feng Shang mulai tersadar. Sebagai Maharani Langit yang ditakdirkan, efek dari mantra sihir terlarang tidak akan bekerja terlalu lama padanya. Dia mengerjap, lalu menatap sekeliling yang tampak asing. Kemudian, matanya beralih menatap Xiang Sun yang sedang duduk di kursinya dengan santai.


"Xiang Sun, kau iblis!" ucap Feng Shang.


"Bagaimana kau tahu kalau aku ini iblis?" tanya Xiang Sun. Alih-alih marah, pria gila itu malah tertawa dengan sangat keras.


"Kau membunuh banyak orang dan menyerap energi hidup mereka. Kau pikir kau bisa lari dari hukuman langit?"


"Hukuman langit? Hahahaha! Bahkan Raja Neraka sekalipun tidak akan bisa menyentuhku!"


"Kau pikir kau akan berhasil? Jangan pernah bermimpi terlalu tinggi! Semua keinginanmu tidak akan menjadi kenyataan!" seru Feng Shang. Tali sialan itu membuat dirinya kesusahan bergerak.


"Memangnya apa yang kau tahu? Seorang wanita saja begitu arogan! Kau bahkan mempermalukanku dan menolakku berkali-kali!"


Feng Shang mendecih. Xiang Sun ini sebenarnya tidak tahu apa-apa. Kalau dia benar-benar hebat, dia pasti sudah bisa menebak siapa Feng Shang yang sebenarnya. Xiang Sun hanya iblis yang terobsesi namun tidak pernah melihat pada dirinya sendiri.


Pada saat itu, langit di luar bergemuruh dan angin berhembus kencang. Badai tiba-tiba datang menyapu sebagian Kota Cheng. Badai itu memporak-porandakan beberapa bangunan dan membuat panik semua orang. Tapi di ruang bawah tanah, kejadian itu tidak bisa disaksikan.


Xiang Sun mendekat. Seharusnya penyempurnaan itu tidak lama lagi. Dia sudah kehilangan darah suci Feng Ling, tidak akan ia biarkan darah suci Feng Shang hilang juga. Sihir iblis murni mengelilingi Feng Shang, membentuk sebuah formasi.


"Di mana! Di mana darah sucinya?" tanya Xiang Sun saat tidak mendapati darah suci di tubuh Feng Shang.


"Kau ingin tahu? Kalau begitu kau harus mati! Sampai kapan pun, kau tidak akan pernah mendapatkannya!"


Amarah Xiang Sun tidak terbendung. Darah suci itu hilang! Berapa kalipun ia memeriksa, darah suci yang diinginkannya benar-benar tidak ada di tubuh Feng Shang. Ke mana sebenarnya darah suci itu?


Tanpa darah suci, penyempurnaan dirinya akan sia-sia. Selama ribuan tahun dia menantikan momen itu. Tidak, Xiang Sun tidak bisa menerima ini. Dia menekan dagu Feng Shang dan membuatnya menengadah. Mata iblisnya berwarna merah terbakar amarah.


"Katakan! Meski aku tidak tahu mengapa kau mengetahuinya, kau harus memberitahuku di mana darah sucimu! Katakan!" Xiang Sun menekan dagu Feng Shang kuat-kuat.


"Aku tidak akan pernah memberitahumu!" lawan Feng Shang. Meski wajahnya terasa sakit, dia tidak boleh terlihat lemah. Iblis ini bisa semakin menggila jika tahu.


Hawa iblis yang sangat kental memenuhi ruang bawah tanah. Kemarahan Xiang Sun mencapai ambang batas, membuat udara di sekitar menjadi pengap. Aura di tubuh Xiang Sun sangat gelap dan terasa mengerikan.

__ADS_1


Feng Shang memanfaatkan kesempatan itu untuk melepaskan diri. Tali bermantra lepas, dan cahaya biru memancar lalu menghilang dengan cepat. Xiang Sun sempat terpental akibat kuatnya gelombang cahaya itu, lalu menatap tak percaya pada Feng Shang yang kini sudah bebas.


Xiang Sun terkejut saat melihat Feng Shang dengan jelas. Ada tanda langit berwarna perak muncul di dahi Feng Shang beserta bayangan sayap feniks berwarna biru. Wanita itu mengeluarkan aura yang sangat familiar.


"Maharani.... Kau Maharani Langit!"


Butuh beberapa detik baginya untuk mengonfirmasi hal tersebut. Di Alam Dewa, aura seperti ini hanya dimiliki oleh Ratu Penguasa Alam Sembilan Langit. Hanya Maharani Langit yang memilikinya. Xiang Sun mengenalnya karena aura itu juga ikut menyegel tubuh emasnya di sana.


"Sial! Tidak kusangka kau malah hidup di sini! Seharusnya aku membuatmu terluka lebih parah hari itu!"


"Diam! Katakan, mengapa kau bersembunyi di sini dan menyakiti banyak manusia fana?"


Kini, giliran Feng Shang yang marah. Karena sudah terlanjur membongkar identitas, maka sudah saatnya dia menuntaskan tugasnya. Membasmi Raja Iblis adalah satu-satunya cara menyelamatkan manusia bumi dan satu-satunya jalan untuk kembali ke Alam Sembilan Langit.


Xiang Sun malah tertawa.


"Kupikir Maharani Langit adalah orang yang tidak tahu apa-apa! Kau bahkan tidak tahu bagaimana dirimu sendiri bisa sampai di sini? Baiklah, karena kau sudah di sini, tidak akan kubiarkan kau kembali ke Alam Sembilan Langit!"


"Hah, apa yang bisa kau lakukan tanpa tubuh aslimu?"


Kemudian, pertarungan pun terjadi. Feng Shang dan Xiang Sun saling beradu kekuatan. Ruang bawah tanah berubah menjadi medan pertempuran antara dua makhluk abadi yang sama-sama tersesat dipermainkan takdir. Badai di luar sana semakin hebat.


Meskipun Xiang Sun tidak memiliki kekuatan yang cukup besar di sini, dia juga bukan orang yang mudah dikalahkan. Kebangkitannya kali ini ialah untuk melepaskan diri dari segel kuno yang telah memenjarakan tubuh aslinya selama ratusan ribu tahun.


Tidak disangka, dendamnya pada suku langit akan terbayar tuntas di dunia ini. Xiang Sun tidak mempedulikan bagaimana roh primordialnya tiba di sini dan mengalami siklus kehidupan manusia. Dia hanya ingin melenyapkan pemimpin suku langit saat ini.


Namun, mengalahkan Maharani Langit bukan hal yang mudah. Kekuatan di dalam diri itu sangat besar dan seakan tak pernah habis. Perlu sebuah siasat agar maharani lengah dan mudah dilumpuhkan. Xiang Sun memasang formasi iblis, lalu menyerap semua hawa kegelapan di Kota Cheng.


Xiang Sun mengarahkannya pada Feng Shang. Terjadi pergolakan sihir spiritual yang hebat, yang menggetarkan bumi. Akan tetapi, sebelum Xiang Sun berhasil, sebuah kekuatan besar yang entah datang dari mana menyerangnya.


"Kurang ajar! Siapa yang begitu berani mencampuri urusanku?"


Feng Shang menoleh untuk melihat siapakah pengacau yang berani mengganggu momen pertarungannya dengan Xiang Sun. Kemudian, dia mengerutkan keningnya saat melihat orang itu.


"Shen Yi?" gumam Feng Shang.


"Tidak. Dia Yongheng," ralatnya.


Xiang Sun kembali merasakan aura familiar. Sekali lagi, dia dibuat terkejut.


"Yongheng?" ucap Xiang Sun tanpa sadar.

__ADS_1


Shen Yi alias Yongheng menatap dingin pada Xiang Sun. Ratusan ribu tahun telah berlalu sejak pertempuran terakhir mereka. Kini, keduanya dipertemukan kembali.


"Raja Iblis, lama tidak berjumpa."


__ADS_2