
"Kalian keluarlah."
Yue Ming dan Si Ming keluar dari kamar tidur Feng Shang dan membiarkan pria itu menunggui Feng Shang sendirian. Mereka sama-sama mengerti kalau Dewa Agung Yongheng sebenarnya juga sangat sedih atas kondisi Maharani Langit.
Feng Shang tidak sadarkan diri berhari-hari. Itu lebih menakutkan ketimbang saat dirinya dikirim ke dunia fana untuk memulihkan diri. Yue Ming khawatir, tapi Yongheng mungkin lebih khawatir.
"Maharani Feng akan baik-baik saja. Dia punya nasib yang baik dan jalan takdir yang berbeda dari pola takdir dewa kebanyakan," Si Ming berusaha menenangkan Yue Ming.
"Kuharap begitu."
Yongheng yang ada di dalam kamar memperhatikan Feng Shang dengan intens. Rambut hitam wanita itu tergerai dan tubuhnya terbaring seperti mayat. Bibirnya yang kecil terlihat sedikit pucat dari biasanya. Yongheng menyentuh bibir itu dengan jari lentiknya, lalu mengusapnya perlahan.
"Bibir ini hanya pernah sekali kucium. Haruskah aku melakukannya lagi?" gumamnya. Dia mengenang masa ketika dia mencium Feng Shang di depan Xiang Sun kala itu.
"Kalau dipikirkan lagi, takdir kita sungguh lucu. Kita dipertemukan di dunia asing dan bersama, lalu terpisah dan kembali bertemu di dunia yang lain. Xiao Shang, hubungan kita ini apa? Mengapa kita terus menerus saling menjerat seperti ini?"
Permainan takdir ini terlalu rumit. Yongheng hampir tidak bisa mengimbanginya. Dia dan Feng Shang tak banyak berkomunikasi, namun hatinya dan hati Feng Shang ternyata terhubung dan terjalin lebih erat dari hati siapapun di dunia. Mereka saling menyakiti, lalu saling membangkitkan satu sama lain.
Tidak ada kata cinta yang terucap dari bibir keduanya. Ketika bertemu, mereka hanya saling mengucapkan umpatan kasar dan saling menyindir. Tetapi, orang memandangnya sebagai bahasa cinta. Lima ratus tahun terpisah, namun kembali dipersatukan oleh situasi yang rumit.
"Aku tidak akan membiarkanmu mati, Xiao Shang. Kau harus hidup."
Yongheng kemudian memposisikan dirinya dengan benar di hadapan Feng Shang. Dia memejamkan mata, lalu mulai membelah diri. Rasanya menyakitkan, tapi ini tidak ada apa-apanya ketimbang rasa sakit yang harus diterimanya jika kehilangan Feng Shang.
Diri Yongheng yang terbelah menjadi dua kini duduk bersisian. Satu dirinya mengeluarkan kekuatannya, lalu memberikannya kepada Feng Shang. Itu sama artinya dengan menyerahkan separuh hidupnya. Yongheng rela menyerahkannya.
__ADS_1
Dia menyerahkan setengah dari kehidupannya. Yongheng menyerahkan separuh hati, jantung, dan kultivasinya untuk menyembuhkan Feng Shang. Darah dari mulutnya keluar, dan perlahan belahan dirinya menghilang. Sebagian rambutnya yang hitam juga berubah menjadi putih.
Sebagai Dewa Agung, dia tahu menyerahkan setengah hidup untuk seorang wanita tidak diperbolehkan. Namun, itu menjadi berbeda karena Feng Shang punya identitas yang istimewa. Feng Shang bukan hanya wanita, tetapi Maharani Langit dan juga kekasih yang belum sempat dikencani.
"Kumohon, bangunlah."
Saat itulah percikan darah di mulut Yongheng jatuh mengenai jubah putihnya. Feng Shang kini baik-baik saja meskipun pohon perasaannya tumbuh. Kekuatannya akan pulih seiring waktu, karena di tubuhnya mengalir kekuatan Yongheng.
Karena tubuh Yongheng adalah tubuh emas dan dia adalah dewa sejati, maka aliran kekuatan itu akan bertahan sangat lama dan menjadikan penerimanya menjadi kuat seiring waktu. Itulah sebabnya banyak iblis yang mengincar tubuh emas para dewa agung karena sangat berharga.
"Yue Ming, Si Ming, masuklah."
Yue Ming dan Si Ming kemudian masuk. Keduanya sangat terkejut melihat kondisi Yongheng yang seperti akan sekarat.
"Dewa Agung, kau...." lirih Yue Ming.
"Tapi, rambutmu?"
"Tidak apa-apa. Aku sudah tua, ini hanya efek dari pemindahan itu saja."
Si Ming malah menghela napas. Haruskah ia senang atau sedih? Dewa Agung Yongheng, orang terkuat di Tiga Alam menyerahkan separuh hidupnya untuk Maharani Langit. Esok atau lusa, mungkin akan ada banyak masalah yang datang, terutama dari para menteri dewa. Mereka pasti mempermasalahkan keputusan Dewa Agung Yongheng.
"Dewa Agung Yongheng, sebaiknya obati dulu lukamu. Pembelahan diri meninggalkan rasa sakit yang akan datang berulang kali padamu," saran Si Ming. Yongheng menolak. Dia ingin tetap di sini sampai Feng Shang sadar.
...***...
__ADS_1
Lembah Shansui....
Suara ribut mirip sebuah pertarungan menggema di depan gua tempat Raja Iblis dikurung. Puluhan ribu prajurit surgawi menghujamkan tombak mereka pada sesosok makhluk berjubah hitam yang menyelinap kemari.
Sosok berjubah hitam itu memiliki kekuatan yang luar biasa karena bisa menerobos masuk ke Lembah Shansui. Tidak bisa diremehkan, satu orang saja sudah berhasil mengalahkan puluhan ribu orang. Tidak ada yang tahu siapa sosok berjubah hitam itu.
"Kalian tidak akan bisa mengalahkanku!" teriaknya sambil menyerang. Gelombang kekuatan yang besar datang, membuat semua prajurit surgawi tumbang dalam hitungan detik. Dari suaranya, sosok berjubah hitam itu adalah wanita.
Wanita itu kemudian berjalan mendekati mulut gua. Dia tiba-tiba mengulurkan tangannya, lalu formasi ribuan lapis yang menyegel tempat itu seketika pecah seperti kaca. Wanita itu tertawa aneh, lalu mulai berjalan masuk.
Sampai di tengah gua, dia melihat tubuh asli Raja Iblis diikat dengan ratusan benang surgawi. Tanah tempatnya berdiri diberi formasi lain yang cukup rumit kelihatannya. Itu adalah formasi yang terbentuk ketika Yongheng menaklukkan Raja Iblis pada zaman dewa kuno.
Wanita itu kemudian berhasil memecahkannya dalam hitungan detik. Benang-benang surgawi juga putus di tangannya. Tubuh Raja Iblis jatuh ke tangannya. Raja Iblis membuka mata, lalu menatap ganas kepada wanita itu. Bara api di matanya semerah percikan api di Neraka Terdalam. Ada dendam yang menjalar keluar, membuat wanita itu tertawa.
"Lambat sekali!" seru Raja Iblis pada wanita itu.
"Beginikah caramu berterima kasih pada orang yang membebaskanmu?" tanya wanita itu.
"Heh, aku yang menghidupkanmu."
"Jangan lupa, kau juga yang membunuhku."
Raja Iblis dan wanita misterius itu kemudian keluar dari gua. Formasi yang semula pecah kembali terbentuk hanya dalam sekali sentuhan. Raja Iblis menginjak para prajurit surgawi yang terbaring di tanah.
"Sekumpulan semut kecil ini menghalangi jalanku!"
__ADS_1
Raja Iblis dan wanita itu kemudan pergi, dengan kekuatan mengerikan yang dibawanya. Usai Raja Iblis dan wanita misterius pergi, keadaan Lembah Shansui kembali seperti semula. Para prajurit surgawi juga tersadar, namun tidak mengingat apa yang telah terjadi.
Mereka tidak menyadari kalau Raja Iblis telah terlepas dari formasi dan melarikan diri.