Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 87: Mengenali Seseorang


__ADS_3

Feng Shang dan Yongheng berhasil keluar dari istana kekaisaran manusia setelah mengelabui mereka dengan sihir. Hanya saja ketika mereka sampai di depan gerbang, beberapa jenderal surgawi datang dan bertanya. Rupanya dugaan Feng Shang benar, kekuatan mereka telah menggetarkan pelindung surgawi yang menutupi istana ini. Untung saja para jenderal surgawi itu langsung mengenali Feng Shang dan membiarkan mereka pergi.


"Baiklah. Berhenti bermain-main dan pikirkan cara menemukan bayangan Raja Iblis," ucap Feng Shang keesokan harinya. Dia menyuruh Yongheng dan Si Yun duduk, mendengarkan semua rencananya.


"Menurutku, bedebah sialan itu pasti bersembunyi di istana manusia," ujar Yongheng. Feng Shang juga berpikir demikian. Di dunia ini tidak ada tempat yang bisa menyembunyikan aura jahat itu, kecuali jika tempat bersembunyinya dilindungi oleh kekuatan dari langit. Maka mungkin saja bisa tersamarkan.


"Kau mau apa?" tanya Feng Shang curiga. Ia yakin Yongheng akan melakukan sesuatu yang konyol.


"Masuk istana. Kita memerlukan identitas untuk menyelidikinya."


"Tidak. Aku tidak mau repot bekerja denganmu. Kau pengacau."


"Kau! Maharani Langit begitu ketus, bagaimana jika kau sudah punya suami nanti?"


"Aku tidak akan menikah."


"Kalau begitu, aku saja yang menikahimu."


"Bicara yang serius!"


Saat ini, mereka mendiskusikan hal misterius itu di ruangan terbuka yang banyak orangnya. Orang-orang itu seketika menoleh dan menatap mereka dengan aneh. Suara Feng Shang terlalu keras sampai orang-orang merasa terganggu. Feng Shang menutup mulutnya, namun Yongheng malah menertawakannya. Kipasnya sampai jatuh ke tanah.


"Aku harus segera kembali ke Istana Langit setelah menemukan bayangan Raja Iblis. Kau bisa mengembalikannya ke Lembah Shansui," tutur Feng Shang. Dia memang harus segera kembali karena Alam Sembilan Langit tidak boleh ditinggal terlalu lama. Yue Ming mungkin kewalahan mengurus urusan Istana Langit dan pasti marah jika ia tidak segera kembali.


Yongheng mulai berpikir. Saat ini, mereka belum punya identitas resmi sebagai manusia. Penyamaran mereka harus sempurna agar bayangan Raja Iblis yang kabur tidak mengenali mereka. Di alam fana, satu-satunya tempat yang bisa menyembunyikan aura makhluk abadi hanyalah Istana Kekaisaran. Yongheng memikirkan cara agar dia bisa menyelidiki lebih lanjut namun dengan terang-terangan.


Riuh suasana di kedai itu mulai terdengar kala beberapa pemuda datang setelah belajar dari akademi. Wajah polos nan putih mereka tertimpa cahaya mentari, menyilaukan mata setiap gadis yang memandang mereka dengan penuh puja. Para pemuda terpelajar itu duduk tepat di belakang tempat Feng Shang dan Yongheng, suara mereka membuat Feng Shang agak risih.

__ADS_1


"Di sini terlalu ramai," ujar Feng Shang. Dia hendak pergi, akan tetapi Yongheng menahannya.


"Tunggu sebentar. Kau bisa mendapat informasi jika menunggu beberapa detik lagi."


Feng Shang terpaksa duduk kembali. Beberapa menit kemudian, telinganya tak sengaja mendengar percakapan para pemuda perihal istana yang baru-baru ini menjadi topik perbincangan. Katanya, belakangan ini kaisar mereka tergila-gila dengan wanita. Semua gadis bangsawan tingkat atas di kota kekaisaran ini sudah diangkut semua ke istana dan dijadikan selir. Haremnya sudah penuh dengan wanita cantik, tapi dahaga kaisar mereka sepertinya tidak pernah menemui akhir.


Bahkan dia memerintahkan bawahannya untuk mencari gadis bangsawan muda di kota yang lain. Anehnya, para gadis itu dibiarkan begitu saja setelah lewat satu malam. Divisi Istana Dalam yang mengurusnya kewalahan karena pengeluaran yang membengkak dan harem menjadi kacau, karena para wanita itu seringkali bertengkar. Katanya, permaisurinya sampai dibuat pusing dan sakit kepala.


Ini aneh, pikir Feng Shang. Seberapa bernafsu pun manusia, tidak sampai begitu. Feng Shang tiba-tiba merasakan bahwa dia telah menemui titik terang. Mungkin saja bayangan Raja Iblis merasuki tubuh kaisar manusia itu dan bersemayam di sana. Bisa saja bedebah itu memanfaatkan kekuasaan dan kemuliaan yang dimiliki kaisar manusia untuk bersenang-senang. Yah, dia telah terkurung selama ratusan ribu tahun, pasti merindukan kenikmatan dunia juga.


Jika benar, maka permasalahan serius ini harus segera diatasi. Manusia yang dirasuki bayangan Raja Iblis lama kelamaan bisa berubah menjadi iblis yang sesungguhnya. Jiwa aslinya perlahan mati dan diganti dengan jiwa baru, dan semua kekuatan spiritual akan mulai menyebar. Kasusnya sama seperti yang dialami Xiang Sun di bumi kala itu. Mengingat nama ini, Feng Shang jadi teringat kembali semua kenangannya bersama Shen Yi yang kini telah kembali menjadi Yongheng.


"Menurutmu, kita harus benar-benar masuk istana?" tanya Feng Shang.


"Ya. Tidak akan ada masalah juga. Para jenderal surgawi itu tidak akan menentangmu. Terlebih, mereka juga tidak akan menentangku."


Feng Shang kemudian melihat seorang wanita anggun nan cantik berjubah mewah berjalan memasuki kedai dengan langkah konstan. Wajahnya dihiasi riasan tipis dengan bibir merah menyala dan sudut mata yang tajam. Pandangannya mengedar di antara yang lain, menatap satu persatu manusia yang ada di sana. Di belakangnya, beberapa prajurit berdiri tegap seperti pagar yang membentuk tameng.


"Yang Mulia Permaisuri datang!" seru seseorang. Feng Shang menyimpulkan bahwa wanita itu adalah permaisuri kekaisaran di alam fana yang ini. Pantas saja begitu anggun, tetapi Feng Shang justru merasakan hal lain.


Pandangan tajam permaisuri kian berubah setelah dia bertemu pandang dengan Feng Shang. Entah mengapa, dia tiba-tiba berbalik dan pergi dengan langkah yang cepat. Prajurit mengikutinya, dan permaisuri pergi tanpa mengucapkan sepatah kata. Feng Shang mendongak, lalu ekspresinya berubah.


"Kejar dia!" seru Feng Shang. Yongheng tersedak.


"Kau ingin mengincar permaisuri dunia manusia?"


"Dia bukan manusia! Bodoh, apa kau tidak merasakannya?"

__ADS_1


Yongheng menggunakan kekuatannya untuk merasakan kembali aura itu. Benar kata Feng Shang, wanita yang disebut permaisuri itu bukanlah manusia biasa. Ada jejak kedewaan yang menempel di tubuhnya, dan itu sama persis dengan milik Feng Shang. Wanita tadi juga tampaknya mengetahui bahwa Feng Shang dan Yongheng bukan dari alam fana, karena tidak mungkin dia pergi tanpa alasan. Permaisuri itu sengaja menghindari Feng Shang dan Yongheng.


Feng Shang dan Yongheng mengejarnya. Kereta kuda yang ditumpangi permaisuri manusia itu melaju cepat. Jalannya tidak terhalang karena manusia yang lain seketika menyingkir saat melihat sekumpulan prajurit dan bendera yang mereka bawa berkibar di udara. Feng Shang berlari diikuti Shen Yi. Karena tidak tahan, ia akhirnya menghentikan waktu. Semua aktivitas seketika terhenti dan hanya dia, Yongheng, Si Yun, dan permaisuri di dalam kereta yang tidak terpengaruh sama sekali.


"Sudah kuduga. Kau bukan manusia," ucap Feng Shang saat berhasil menangkap si permaisuri. Permaisuri menghela napas, ingin melarikan diri namun tidak bisa. Penyamarannya mungkin sebentar lagi terbongkar.


"Mengapa makhluk abadi sepertimu ada di sini? Terlebih, kau menikmati hidup sebagai manusia dan menjadi permaisuri. Katakan, apa tujuanmu?" tanya Yongheng.


Sebelum permaisuri itu bersuara, Feng Shang terlebih dahulu mendahuluinya.


"Feniks api merah. Di mana sisa sukumu?" tembak Feng Shang. Permaisuri terkejut.


"Kau tahu identitasku?" Permaisuri itu bertanya balik.


"Jawab pertanyaanku dulu," ucap Feng Shang. Dia melihat bahwa permaisuri manusia, tidak, wanita itu sama sekali tidak takut padanya. Terlebih, Feng Shang sangat penasaran mengapa suku feniks api ada di dunia manusia. Padahal, setahunya suku itu, termasuk sukunya telah lenyap ratusan ribu tahun yang lalu.


"Baiklah. Namaku Feng Ji Nuo. Aku memang feniks api merah yang menyamar. Lalu memangnya kenapa? Suku feniks api telah musnah ratusan ribu tahun yang lalu. Kalau aku mengungkap identitasku dan tinggal di Alam Sembilan Langit, bukankah aku akan ikut mati juga?"


Ramalan itu, ramalan itu telah memusnahkannya! Ji Nuo adalah yatim piatu, telah ditinggalkan keluarganya dan hidup sendirian di dunia yang luas ini selama ratusan ribu tahun. Dia bertahan dengan menyamarkan identitasnya dan menjadi manusia. Ia berpindah dari satu tempat ke tempat lain untuk menghindari kecurigaan karena dirinya tidak pernah tua.


Banyak makhluk abadi yang mengincar sukunya, dan ia hanya bisa menyelamatkan diri dengan menyamar. Siapa yang menyangka kalau ia kini dikenali? Penyamarannya selama ini berakhir sia-sia. Ji Nuo menebak sebentar lagi dua makhluk abadi di depannya akan menangkapnya dan membawanya kembali ke langit.


"Tapi, bicara tentang identitas, aku belum tahu identitasmu. Siapa kau? Mengapa kau datang ke alam fana?" tanya Ji Nuo pada Feng Shang. Yongheng segera mengambil alih karena Feng Shang menatap kosong pada Ji Nuo.


"Dewi Ji Nuo, wanita yang berdiri di hadapanmu adalah Maharani Langit, Maharani Feng, Feng Shang."


Kini, Ji Nuo yang terkejut setengah mati. Ada emosi yang meledak di dalam dadanya, membuncah seperti ombak yang marah karena lautnya diganggu. Ia terlalu asyik berkenala di alam fana sampai tidak memperhatikan keadaan di Alam Sembilan Langit. Jika dihitung, sudah puluhan ribu tahun lamanya dia tidak lagi mendengar kabar tentang Istana Langit.

__ADS_1


"Maharani...Langit? Kalau begitu, kau adalah saudariku!"


__ADS_2