
Sejak pagi, Feng Shang sudah sibuk.
Dua pelayan modern yang bekerja di rumahnya membangunkannya lebih awal dan memintanya bersiap. Katanya, hari ini adalah hari penting. Feng Shang disuruh memilih beberapa potong pakaian bagus untuk dipakai di hari yang penting ini. Dia tidak tahu pakaian apa yang cocok karena saat masih di Alam Sembilan Langit, Feng Shang tidak pernah pilih-pilih dalam hal pakaian.
Jadi, dia menyerahkannya pada kedua pelayan itu.
Feng Shang kemudian menyuruh kedua pelayan itu keluar dari kamarnya. Saat tidak ada orang, dia menggunakan kekuatannya, mengeluarkan sihir pembersihan untuk membersihkan dirinya. Ini lebih praktis ketimbang harus mandi berjam-jam lamanya.
“Jika bukan karena Shen Yi si bodoh itu, aku tidak mau melakukan ini!” gerutunya saat selesai berpakaian.
Betapa tidak, gara-gara kesepakatan itu, Feng Shang harus menanggung semuanya. Feng Zheng baru menyetujui permintaannya dengan syarat Feng Shang harus mau menerima jabatan barunya sebagai pewaris sah di Keluarga Feng. Bukan hanya itu, dia juga harus menerima posisi sebagai ketua grup Perusahaan Lingjing menggantikan Feng Zheng.
Singkatnya, dia menjadi pemilik baru Perusahaan Lingjing.
Tanpa melepaskan pengawasan, Feng Zheng berhasil membujuk cucunya. Di hadapan anggota Keluarga Feng, dia mendeklarasikan bahwa mulai hari ini, Perusahaan Lingjing akan dipimpin oleh Feng Shang.
Feng Ling dan Feng Rouchen sempat menentang dengan alasan Feng Shang masih hilang ingatan, tetapi ditolak mentah-mentah oleh Feng Zheng. Katanya, ingatan bisa pulih nanti.
“Nona Besar, Tuan Besar sudah menunggu Anda di mobil,” ucap si pelayan.
Feng Zheng membawa Feng Shang ke kantor utama Lingjing, yang letaknya berada di tengah Kota Cheng, yakni di kawasan industri perkantoran elit. Karena Lingjing adalah sebuah perusahaan besar, Lingjing punya gedung sendiri dengan lantai berjumlah 120. Kantor utama pemilik perusahaan berada di lantai 100, yang membutuhkan waktu beberapa menit menggunakan lift.
Selama di dalam lift, Feng Shang hanya terdiam. Untung saja kemarin malam dia melihat lagi ingatan Feng Zheng sampai dia tidak terlalu asing dengan semua ini. Lift ini khusus digunakan untuk petinggi perusahaan. Jadi, Feng Shang dan Feng Zheng yang bisa menggunakannya. Express.
“Cucuku, nanti kau tidak usah banyak bicara. Biar kakekmu ini yang memperkenalkanmu pada mereka,” ucap Feng Zheng sebelum mereka memasuki ruang rapat dewan direksi.
__ADS_1
“Mengapa?”
“Aiya, ingatanmu belum pulih. Aku khawatir mereka akan menertawakan cucu kesayanganku dan menentangnya.”
Hati Feng Shang merasakan sesuatu yang belum pernah dirasakan. Sekarang ia tahu kalau Feng Zheng ini sangat menyayangi cucunya. Kakek tua itu bahkan rela menyerahkan perusahaan dan memenuhi permintaannya. Jika dibandingkan, ini rasanya terlalu berlebihan. Terlalu banyak yang sudah Feng Zheng berikan.
Jajaran dewan direksi Perusahaan Lingjing menyambut kedatangan Feng Zheng dan Feng Shang. Di ruang rapat yang modern dan luas, Feng Zheng langsung mengumumkan kalau Feng Shang akan menggantikannya mulai hari ini. Feng Shang mengangguk saja ketika diperkenalkan. Sesuai permintaan Feng Zheng, dia tidak banyak bicara.
Kemudian, Feng Zheng memperkenalkan para direktur padanya satu persatu. Ada Direktur Du, Direktur Mo, Direktu Qiao, Direktur Su, dan juga direktur lainnya yang sudah dicatat oleh Feng Shang dalam ingatannya. Feng Shang juga diperkenalkan pada seluruh staff yang ada di gedung itu, yang membuatnya kebosanan karena memakan waktu hingga berjam-jam.
Dia berpikir, “Kapan aku bisa pindah ke rumah Shen Yi?”
“Ketua Feng menunjuk cucunya sebagai pewaris. Apa ini tidak terlalu mendadak?” tanya seorang karyawan ketika jam istirahat tiba.
“Katanya, dia hanya gadis yang kehilangan ingatan. Bagaimana mungkin Ketua Feng menyerahkan perusahaan kepada orang yang bahkan keluarganya saja tidak tahu.”
“Kulihat Direktur Feng ini hanya akan jadi boneka Direktur Feng Rouchen dan Nona Feng Ling.”
“Ya. Aku rasa mereka berdua lebih berkualifikasi daripada Nona Besar yang kehilangan ingatan itu. Memangnya kenapa jika dia cucu kesayangan Ketua Feng? Memangnya kenapa jika dia sekolah bisnis di luar negeri? Ketua Feng seharusnya tidak mempertaruhkan kita dengan menyerahkan perusahaan ini kepadanya.”
Bisik-bisik tetangga di belakang telinga Feng Shang terdengar begitu heboh. Rupanya, para karyawan itu hanya bersikap patuh di hadapan Feng Zheng saja. Sepeninggal Feng Zheng, mereka membicarakan dirinya sesuka hati, bahkan menjelekkan dan membanding-bandingkan dia dengan si gadis muda yang bodoh Feng Ling dan ayahnya yang pengecut.
Satu catatan yang tidak mereka tahu: Feng Shang tidak suka dibanding-bandingkan dengan orang lain. Feng Shang bukan orang yang mudah ditindas lagi.
Sejak menjadi Maharani Langit, dia berada di posisi tertinggi, membuat semua orang di Tiga Alam menunduk padanya dan tidak berani lancang. Saat itu Feng Shang menghukum mereka yang pernah menindasnya, lalu mencabut status kedewaan mereka.
__ADS_1
Itu juga berlaku di sini
“Sekumpulan semut yang cari mati!” gumam Feng Shang.
Feng Shang mengambil dua cangkir kopi di meja, lalu berjalan tanpa suara ke arah sekumpulan karyawan yang sedang membicarakannya. Karyawan lain yang melihat tidak berani bersuara. Feng Shang langsung menuangkan dua cangkir kopi itu ke kepala para karyawan satu persatu, membuat mereka terkejut dan refleks mengumpat kasar.
“Orang gila mana yang berani-”
Tidak dilanjutkan. Karyawan itu mematung ketika melihat Feng Shang berdiri dengan ekspresi dingin dengan tangan terlipat di dada, menatap tajam seperti elang hendak memburu mangsa. Aura dingin yang terpancar itu membuat seisi ruangan yang semula terasa panas menjadi sedingin kulkas, hening seperti waktu telah berhenti saat itu juga.
“Kenapa? Lidahmu patah karena disiram kopi?” tanya Feng Shang menohok.
“Ma..Maaf Direktur Feng.”
Feng Shang berdecih. Seperti inikah cara manusia bumi bertindak? Menghina dan mengolok-olok terlebih dahulu kemudian meminta maaf di akhir? Lelucon yang luar biasa, pikir Feng Shang. Bahkan makhluk paling hina di Tiga Alam pun tidak semunafik ini.
“Tulis surat pengunduran diri kalian sekarang juga,” tegas Feng Shang.
Meskipun dia tidak terlalu peduli pada perusahaan ini, tetapi karena Lingjing terhubung dengan kelangsungan hidupnya di rumah Shen Yi, Feng Shang terpaksa bertindak. Sama seperti di Alam Sembilan Langit, dia tidak membutuhkan orang yang tidak berguna seperti ini.
Deep, pikir karyawan yang melihat aksi Feng Shang saat itu. Suaranya, perawakannya, pembawaannya, tampak seperti seorang direktur muda yang berwibawa dan tegas namun memesona. Dengan aksi sederhana dan beberapa kata, Feng Shang telah berhasil membuat karyawan-karyawan tidak tahu diri itu mati kutu. Nasib mereka juga sudah ditentukan hari ini.
Direktur baru mereka ternyata sama tegasnya dengan Ketua Feng. Tanpa basa-basi tetapi langsung menindak secara nyata. Pasangan kakek dan cucu ini ternyata memiliki sifat yang sama. Hari-hari ke depan mungkin akan lebih sulit dari biasanya, pikir mereka.
Feng Shang kembali ke ruangannya setelah mengatasi sekumpulan orang bodoh itu. Kini ia mengerti cara main di perusahaan ini. Feng Shang menghela napas sejenak, meredakan setitik api kemarahan di hatinya. Ia mengambil sebuah dokumen asing di meja, membacanya selama beberapa saat. Setelah bosan, dia melemparnya kembali ke atas meja.
__ADS_1
“Lingjing, Xize, Xiang, aku tidak peduli dengan itu. Aku hanya ingin tinggal di rumah Shen Yi si bodoh itu dan mengumpulkan kekuatan! Mengapa begitu sulit?” racau Feng Shang. Untung saja ruangan itu kedap suara. Jika tidak, karyawan lain akan menyebutnya gila.
...***...