
Alam Sembilan Langit bergemuruh. Genderang perang ditabuh bertalu-talu. Di perbatasan Alam Dewa dan Alam Iblis, puluhan ribu pasukan saling berhadapan lengkap dengan senjata masing-masing. Angin bertiup kencang di daerah itu, menerbangkan debu yang menggulung. Formasi kedua belah pihak begitu kuat.
Raja Iblis sudah tidak memiliki kesabaran lagi.
Ultimatum terakhir yang ia kirimkan ke gerbang Istana Langit tampaknya telah membuat pemimpin dewa menjadi murka dan terpaksa mengambil keputusan. Oh, salah. Seharusnya karena kekacauan yang ia buat untuk memancingnya sudah terlalu banyak. Puluhan dewa mati di tangannya, ratusan nyawa manusia melayang dan ada banyak tempat yang rusak olehnya. Sungguh menyenangkan!
Bendera Alam Iblis berkibar berbarengan dengan bendera Alam Dewa. Perang besar kedua antara Klan Dewa dan Klan Iblis tampaknya tidak bisa terhindarkan lagi.
Berdiri di jajaran paling depan pasukan iblis adalah seorang wanita berjubah hitam. Tubuhnya memancarkan aura kegelapan yang sangat pekat. Begitu tudung hitamnya diturunkan, kepalanya menyembul dan wajahnya mulai tampak. Wanita itu tersenyum remeh setelah memandang ke depan, ke arah pasukan dari para dewa yang bahkan tidak bisa menjangkau jarinya saja.
Sementara itu, orang yang berdiri paling depan memimpin pasukan dewa adalah Feng Shang dan Yongheng, dua Dewa Sejati yang baru-baru ini telah identitasnya terungkap. Membawa semangat para dewa untuk melawan Raja Iblis, kengerian di wajah mereka tidak terkalahkan. Kejutan kecil yang mereka lihat hanya mampu membuat sudut mata mereka sedikit berkedut.
"Feng Ling?" gumam Feng Shang. Yongheng juga melihatnya.
"Tampaknya Raja Iblis membawanya kemari dan mengultivasinya," ucap Yongheng. Feng Shang mengangguk.
Dia kira, wanita itu sudah benar-benar mati di bumi. Saat itu Xiang Sun sendiri yang membunuhnya. Tidak disangka, dia kini berdiri di depannya, bahkan dengan aura kegelapan yang sangat pekat dan menyeramkan. Dibandingkan dengan di bumi, Feng Ling yang kini berdiri di hadapannya itu tidak ubahnya seperti Ratu Iblis, yang bisa membunuh siapapun dengan jarinya.
Feng Ling tersenyum remeh. Temperamen kakak sepupunya tidak berubah sama sekali. Dia pikir, dulu dia akan benar-benar mati. Namun, Xiang Sun yang saat itu telah menjadi Raja Iblis menemukan bahwa di tubuhnya masih tersisa darah suci Maharani, hingga Xiang Sun memutuskan menghidupkannya kembali dengan aura kematian yang melahirkan kegelapan abadi.
__ADS_1
Feng Ling, hidup kembali berkat percampuran itu. Kekuatannya sangat besar. Tidak heran jika dia bahkan bisa membebaskan Raja Iblis dari Lembah Shansui dan membunuh banyak orang. Darah suci Feng Shang di tubuhnya, ditambah dengan aura iblis, benar-benar membuatnya menjadi seseorang yang sangat kuat.
"Kita bertemu lagi, Kakak sepupu," ucap Feng Ling. Lalu, tawanya yang menyeramkan menggema.
"Sayang sekali, si tua Feng Zheng, kakek kita itu tidak bisa menyaksikannya. Dia tidak bisa melihat bagaimana kedua cucunya bertarung sampai mati di lapangan yang tandus ini! Hahaha!"
Feng Shang, tatapannya berubah dari dingin menjadi nyalang. Di matanya seperti ada api yang berkobar. Baginya, Feng Ling bukanlah apa-apa. Dia lahir karena kekuatannya, dan dia hanyalah sebuah variabel kecil yang tidak diduga akan muncul kembali. Meskipun kekuatan Feng Ling besar, namun bukan berarti dia tidak terkalahkan. Feng Shang selalu tahu bahwa setiap orang memiliki celah.
"Hanya dengan kau, ingin membunuhku?" cibir Feng Shang. "Sebuah variabel kecil bahkan tidak pantas menyentuh sehelai rambutku!"
Terlalu banyak omong kosong. Genderang perang ditabuh semakin nyaring. Lalu dalam hitungan beberapa detik, dua pasukan yang jika dijumlahkan setara dengan penduduk sembilan kota itu bertempur di alam tandus tersebut. Pedang dan tombak beradu, panah dan tameng saling bertolak belakang. Pasukan iblis menggunakan aura iblis mereka untuk mempengaruhi pasukan dewa, namun sering gagal karena mereka telah menelan pil hati pencegah aura gelap terlebih dahulu.
Feng Shang membentangkan panah feniks legendarisnya. Talinya bisa dibentangkan hingga puluhan ribu mil, dan anak panah yang dilesatkannya bisa menembus empat puluh lapisan formasi. Dengan gerakan jarinya, dia menarik tali busur, menariknya sejauh beberapa senti dan mengalirkan kekuatan ke dalamnya. Lalu, sebuah anak panah api berwarna biru melesat dengan cepat, membelah kelompok pasukan iblis dan meledak dengan kekuatan yang dahsyat.Puluhan ribu pasukan iblis musnah menjadi abu.
Yongheng yang berada tak jauh darinya menghempaskan tombak dewanya ke tanah, dan sebuah gelombang badai yang besar telah menerbangkan puluhan ribu pasukan dalam sekejap. Ketika tubuh mereka mendarat di tanah yang tandus, gelombang badai lain berisi kekuatan dewa agung menghantam dan memusnahkan tubuh dan jiwa mereka.
Kedua Dewa Sejati tersebut bertarung habis-habisan. Kedua belah pihak telah kehilangan sebagian besar pasukan mereka. Feng Shang membentangkan busurnya lagi, namun ketika anak panahnya melesat, sebuah kekuatan besar menghentikannya dan menghancurkannya.
"Jadi, inikah kekuatan Maharani Langit yang sebenarnya?" ucap seseorang. Lantas, seorang pria berjubah hitam namun tampak sangat mahal dan elegan muncul di tengah peperangan.
__ADS_1
"Tidak. Kau hanya melihat seujung kukuku!" seru Feng Shang. Dia menatap sengit Raja Iblis.
"Lama tidak berjumpa, Feng Shang, Yongheng."
Hanya orang gila yang akan senang mendengar perkataan itu. Yongheng menatap tak kalah sengit. Biang masalah, si penghancur dunia benar-benar berani menampakkan diri di hadapannya. Apa dia tidak malu? Ratusan ribu tahun lalu, Yongheng pernah membuatnya menjadi sebuah tubuh tak berdaya dan hampir menjadi abu. Tidakkah dia berpikir kalau Yongheng bisa membuatnya benar-benar menjadi abu?
Baik rupa maupun suara, semuanya masih sama. Raja Iblis Xiang Sun memiliki penampilan yang serupa dengan saat dia berada di bumi bersama Feng Shang dan Yongheng. Hanya saja seluruh kekuatannya sudah pulih dan setara dengan kekuatan kedua dewa agung. Raja Iblis Xiang Sun datang untuk meratakan Alam Sembilan Langit, membalas dendam ratusan ribu tahun dan membunuh semua klan dewa sampai tidak bersisa.
"Kembalilah ke Lembah Shansui jika kau masih bermimpi untuk menghancurkan dunia!" sengit Feng Shang.
Raja Iblis Xiang Sun tertawa.
"Kalau begitu, mari kita lihat berapa lama kalian berdua bisa bertahan!" ucapnya.
Lantas, pertarungan antara Raja Iblis dan keduanya berlangsung. Raja Iblis sangat ingin melenyapkan kedua orang itu. Mereka selalu muncul dan mengacaukan seluruh rencananya. Mereka bahkan bisa menemukan dan menyingkirkan bayangannya yang kabur dengan mudah. Kali ini, dia tidak akan membiarkan Feng Shang dan Yongheng lolos darinya.
Menghadapi lawan yang tidak mudah ditaklukkan, Feng Shang dan Yongheng sudah sepakat menyusun strategi. Mereka bertukar kode dengan isyarat mata, lalu melesat terbang di angkasa. Dua orang Dewa Sejati menyatukan telapak tangan mereka, menciptakan sebuah formasi raksasa yang sangat kuat. Sebuah cahaya keemasan lantas menutupi area peperangan, sampai langit tak lagi bergemuruh.
Feng Shang dan Yongheng kemudian terbang ke suatu tempat.
__ADS_1
"Jika kau benar-benar mampu, maka ikutlah dengan kami!" seru Yongheng. Raja Iblis Xiang Sun yang merasa diremehkan kemudian terpancing. Dia terbang menyusul Feng Shang dan Yongheng. Benar-benar bodoh!