Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 40: Diberi Amanah


__ADS_3

Selama beberapa hari setelah kecelakaan, Shen Yi sedikit mengurangi interaksi dengan Feng Shang. Pria itu hanya sesekali bercakap, itu pun begitu singkat. Semua urusan pekerjaan yang berkaitan dengan Linjing ia serahkan kepada Zhang Bi dan Jiang Li, menyuruh mereka untuk mengerjakannya.


Bukannya tidak mau bertemu, Shen Yi hanya ingin menenangkan diri sejenak. Semua perkataan Feng Shang yang menyatakan dirinya adalah Maharani Langit disertai bayangan alam lain membuatnya kebingungan. Apakah ia harus percaya atau menganggapnya sebagai candaan?


Baginya, perkataan perempuan itu tidak masuk akal. Mana ada dunia khayangan seperti yang ada di dalam mimpinya itu! Itu semua pasti hanya halusinasinya saja karena terlalu lelah!


Hari ini, ia sengaja memperlambat jam pulangnya dari kantor. Shen Yi ingin ketika ia pulang, Feng Shang sudah tidur agar ia tidak perlu menyapanya. Melihat perempuan itu sama saja mengingatkannya pada kejadian-kejadian aneh yang ia alami.


Tadi pagi, ia dihubungi oleh pihak yang memperbaiki mobilnya. Mereka bilang kerusakannya begitu parah dan memerlukan waktu yang cukup lama, mengingat komponen mobilnya tidak tersedia dalam negeri. Biayanya juga mahal.


Selain itu, mereka bilang Shen Yi sangat beruntung. Kebanyakan korban yang mengalami kecelakaan dengan kondisi mobil yang parah seperti itu tidak selamat, atau jatuh koma. Shen Yi tidak terluka, bahkan memar pun tidak ada. Kulitnya juga tidak terkena goresan aspal dan pecahan kaca.


"Apa aku benar-benar harus berkonsultasi dengan psikiater?"


Shen Yi melajukan mobilnya dengan kecepatan standar. Untung saja jalan cukup lengang hingga ia bisa leluasa. Biarpun mobilnya mengalami kerusakan, ia masih punya banyak mobil mewah lain yang disimpan di basement rumahnya. Kebanyakan dari mereka adalah mobil listrik.


Ia berencana menemui seorang psikiater kenalannya. Shen Yi sudah membuat janji temu hari ini. Ia ingin menanyakan permasalahan yang ia hadapi, apakah benar-benar nyata atau hanya ilusi. Juga, apakah ada yang salah dengan mentalnya atau tidak.


Di tengah perjalanan, Shen Yi mendapat panggilan telepon dari Feng Zheng yang memintanya bertemu saat itu juga. Secara otomatis, ia memutar arah dan menuju tempat yang disebutkan Feng Zheng. Entah ada keperluan apa kakek perempuan itu mengajaknya berbicara secara tiba-tiba.


Feng Zheng sudah menunggunya di sebuah restoran mewah sejak lima belas menit yang lalu. Setelah Shen Yi datang, ia langsung mempersilakannya untuk duduk di seberangnya.


"Ketua Feng, apa ada sesuatu yang ingin kau bicarakan denganku?" tanya Shen Yi.


"Aku ingin memintamu menjaga Shang'er. Beberapa hari ini, Xiang Sun terus mencoba mendekatinya. Aku khawatir orang itu akan mencelakainya. Presdir Shen, hanya kau yang bisa mengendalikan cucuku," jawab Feng Zheng pada intinya.

__ADS_1


"Ketua Feng ingin aku melindunginya? Kenapa?"


"Karena hanya kau yang dia percaya. Aku tidak peduli rumor apa yang beredar tentang hubungan kalian berdua. Aku hanya memintamu menjaganya. Kuharap kau memenuhi permintaanku."


Feng Zheng ingin Shen Yi menjaga cucu kesayangannya dari Xiang Sun. Selama beberapa waktu, ia terus memperhatikan dan memantau perlakuan dan usaha Xiang Sun yang ingin mendekatinya. Walaupun Feng Shang selalu menolak dan mengacuhkannya, ia takut akan berpengaruh buruk pada reputasi dan masa depan Feng Shang jika Xiang Sun terus menerus melakukan hal yang memalukan.


Satu-satunya orang yang bisa ia andalkan hanyalah Shen Yi. Pria itu selalu ada di sisi Feng Shang, menjadi satu-satunya orang yang dipercaya olehnya. Shen Yi mungkin tidak menyadarinya, namun sebagai seorang kakek, Feng Zheng sangat tahu


"Mengapa harus aku?"


"Karena kau orang yang mampu melindunginya."


Shen Yi tidak percaya. Feng Zheng punya banyak anak buah. Ia bisa memerintah mereka untuk melindungi Feng Shang dari jauh, yang lebih cekatan dan lebih hebat daripada pria seperti dirinya.


Ia melihat Feng Zheng memiliki maksud lain.


Feng Zheng tidak bisa mengelak. Shen Yi terlalu cerdas untuk ia hadapi seorang diri. Mungkin, inilah saatnya ia memberitahu rahasia Keluarga Feng yang tersembunyi di dalam tubuh Feng Shang.


"Karena Shang'er istimewa," ujar Feng Zheng pelan.


"Istimewa?"


"Dia mewarisi darah suci Keluarga Feng. Kau mungkin tidak pernah tahu, tetapi Klan Feng memiliki kemampuan istimewa sejak generasi pertama. Shang'er adalah cucuku yang ditakdirkan mewarisi darah suci Klan Feng."


"Mengapa aku tidak pernah mendengarnya? Lalu, apa untungnya mewarisi sesuatu seperti itu?"

__ADS_1


Feng Zheng melempar tatapannya ke arah yang sangat jauh. Ingatannya terbentang ke tulisan sejarah yang telah tertulis di buku rahasia Klan Feng, yang telah hilang beberapa tahun lalu. Tentang sejarah dan kehebatan Klan Feng di masa lalu, juga tentang keistimewaan anggota keluarga bermarga Feng.


Setiap generasi Keluarga Feng harus percaya. Dan kini, Feng Zheng menyaksikan itu terjadi pada cucunya sendiri. Ia tahu sejak kecelakaan kapal, cucunya yang dulu tidak akan pernah kembali. Ia akan menjadi Feng Shang yang baru, yang berbeda dengan sebelumnya.


"Pewaris darah suci Klan Feng, memiliki takdir yang tidak terbatas. Ia bisa menentukan takdir yang ia kehendaki tanpa sadar. Pewaris ini juga membawa kejayaan dan kemuliaan untuk Klan Feng. Tapi, bagiku, ia tetplah cucuku. Tidak akan berubah. Jadi, kau harus melindunginya baik-baik."


"Mengapa Ketua Feng mengatakannya padaku? Apa kau tidak takut aku mencelakai cucumu?"


"Tidak akan. Aku merasakan adanya ikatan takdir antara kau dan Shang'er."


Ikatan takdir?


Shen Yi hanya menatap kosong ke arah luar. Takdir. Benar, takdir. Takdir yang telah mempertemukan dia dengan Feng Shang di Pulau Yonghe. Takdir yang membuat dia mengambil keputusan untuk membiarkannya tinggal di sisinya sepanjang waktu. Takdir yang membuatnya menjalani hari-hari aneh yang tidak masuk di akal.


Shen Yi tidak pernah tahu perihal buku rahasia Klan Feng. Ia pikir selama ini semua Keluarga Feng di Kota Cheng hanyalah manusia biasa, jajaran pengusaha kaya yang punya banyak anak perusahaan. Ia tak pernah menyangka kalau leluhur Klan Feng adalah sebuah suku ajaib yang masih mempercayai ramalan.


"Apa ini alasanmu begitu menyayangi cucumu?"


"Tidak begitu juga. Kelak, kau akan mengerti."


Ia masih belum bisa mempercayai semuanya. Kepalanya menjadi lebih sering pusing setiap kali memikirkan semua itu. Shen Yi menyeruput kopinya perlahan, memikirkan keputusan apa yang akan ia ambil.


"Baik. Aku akan berusaha semampuku," putus Shen Yi. Lagipula, ia sudah tidak punya jalan mundur. Rasanya ia memang benar-benar terikat dengan perempuan itu.


Feng Zheng akhirnya bernapas lega. Ia percaya sepenuhnya pada Shen Yi, yakin pria itu bisa melakukannya dengan baik. Dengan begitu, ia hanya perlu membereskan beberapa hal kecil di keluarganya, termasuk membereskan persoalan kecemburuan yang terjadi antar anak dan cucunya.

__ADS_1


Feng Zheng menatap kepergian Shen Yi dari restoran dengan senyum kecil. Lamat-lamat ia bergumam, "Shen Yi, kau juga istimewa."


...***...


__ADS_2