Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 7: Tanda Identitas Bagian II


__ADS_3

Shen Yi memarkirkan mobilnya di depan sebuah apotek. Dengan langkah tergesa, dia keluar dari sana dan bergegas masuk. Feng Shang yang masih berada di dalam mobil menatap heran pada pria itu, mengapa seorang Shen Yi yang bahkan tadi pagi hanya bicara satu kalimat dengannya bisa tiba-tiba merubah sikapnya secara drastis seperti ini.


Dilihat dari dalam, apotek tersebut sepertinya sedang penuh. Feng Shang yang matanya sudah tidak sakit memilih keluar dari mobil, berjalan menuju sebuah kedai makanan yang menarik perhatiannya sejak mobil Shen Yi berhenti di sini. Matanya berbinar melihat aneka makanan yang tengah berada di atas panggangan dan menguarkan aroma wangi.


Pegawai kedai melihat kalau Feng Shang adalah orang kaya. Segera setelah Feng Shang tiba, pegawai tersebut langsung menyuruh Feng Shang duduk di tempat yang tersedia dan memintanya menunggu beberapa saat. Feng Shang yang polos di dunia ini menurut saja, berpikir bahwa pegawai ini begitu baik hingga mau memberinya makanan enak.


Satu porsi sosis bakar besar ditaburi saus dan mayonais terhidang lengkap dengan kentang goreng dan saus tomat. Pegawai itu juga memberinya segelas teh lemon yang segar dan dingin, yang langsung meluncur ke kerongkongan Feng Shang. Perempuan itu menikmati makanannya dengan santai sampai menghabiskan beberapa porsi.


Di sisi lain, Shen Yi yang baru kembali setelah membeli obat tetes mata justru kebingungan saat sosok Feng Shang tidak ada di dalam mobil.


Mengabaikan mesin mobilnya yang sudah menyala, dia mencari Feng Shang ke sana kemari. Lalu, dia mendengar suara orang ribut beberapa meter di depannya.


"Nona, kalau kau tidak mampu membayar, jangan makan di sini!" ucap pegawai kedai dengan begitu kasar.


Feng Shang mengerutkan kening dan balik memarahi pegawai itu. Sifat keras kepala dan tidak mau kalahnya kumat, membuat dia beradu mulut cukup lama dengan pegawai, melupakan prinsipnya bahwa dia tidak akan berdebat dengan semut.


"Siapa yang menyuruhmu memberiku makan tanpa bertanya?" Feng Shang membalik kata-kata si pegawai.


"Baik. Nona harus ikut dengan saya, saya akan melaporkan ini pada pemilik kedai!" Si pegawai hendak menarik tangan Feng Shang sebelum wanita itu menepisnya dengan keras.


"Siapa yang bersalah di sini?" tanyanya, membuat si pegawai semakin marah.


Shen Yi menyaksikan perdebatan itu beberapa meter dari kedai. Pria itu ingin melihat trik apa yang akan digunakan Feng Shang untuk berdalih dan melawan pegawai kedai yang ceroboh.


Sebelum pegawai itu membawa dan melaporkannya, Feng Shang terlanjut jengah dan lelah. Dengan kekuatan sihirnya, dia mengeluarkan beberapa kepingan perak yang biasa digunakan sebagai alat transaksi di dunia fana ketika di Tiga Alam, memberikannya pada si pegawai. Mata nyalang si pegawai langsung terbelalak, mengambil kepingan perak dengan terburu-buru dan menelitinya.

__ADS_1


Kejadian itu membuat Shen Yi ikut terkejut. Bagaimana bisa perempuan bodoh itu memiliki kepingan perak?


"Ini..."


"Apa masih kurang?"


Si pegawai kedai langsung menggeleng. "Tidak, ini sangat cukup."


Feng Shang hendak pergi, namun Shen Yi tiba-tiba muncul. Shen Yi terlalu memandang tinggi Feng Shang, perempuan itu tetap bodoh. Kepingan perak itu setidaknya bernilai puluhan juta, sangat tidak sebanding dengan beberapa porsi sosis bakar dan kentang goreng.


Ditipu orang pun masih tidak sadar, dasar Feng Shang!


"Perempuan bodoh, mengapa kau masih tetap bodoh?"


"Apa maksudmu?"


"Harga makanan itu hanya bernilai puluhan Yuan. Pegawai kecil, kau ingin menipu wanita ini?" serang Shen Yi pada si pegawai. Mendapat serangan seperti itu, muka si pegawai langsung memerah.


Feng Shang menarik lengan baju Shen Yi. Itu hanya beberapa keping perak saja, tidak begitu berguna untuknya. Feng Shang hanya mementingkan kekuatan spiritual, kepingan perak hanya beban untuknya saja. Feng Shang berkata, "Biarkan saja. Aku masih punya banyak kepingan perak."


Mau tidak mau Shen Yi terkejut. Tidak, dia tidak percaya. Shen Yi sendiri yang menemukan Feng Shang terdampar di Pulau Yonghe sendirian tanpa apa-apa. Feng Shang tidak mungkin memiliki kepingan perak seperti yang dia katakan.


"Ayo pergi!" ucap Feng Shang sambil menarik lengan baju Shen Yi. Tenaganya yang berasal dari sihir besar, membuat Shen Yi hanya menurut ditarik seperti itu.


Sesampainya di rumah, Feng Shang langsung melengang pergi ke taman bunga untuk memulihkan kembali energinya. Shen Yi tidak akan curiga padanya, karena di mata manusia sepertinya taman itu hanyalah sebuah taman bunga biasa. Paling-paling Shen Yi hanya akan mengatainya aneh saja.

__ADS_1


Sementara itu, Shen Yi langsung menelepon Zhang Bi dan menyuruh sekretarisnya itu agar segera menemukan informasi tentang Feng Shang. Beberapa keanehan yang muncul belakangan ini mungkin saja berasal darinya.


Sejak Shen Yi membawa Feng Shang pergi dari Pulau Yonghe, sejak Feng Shang mendorongnya untuk mengindari peluru, Shen Yi mengalami berbagai kejadian aneh.


Pada malam hari, dia sering bermimpi berada di hutan yang dipenuhi pepohonan rindang berdaun lebat. Di sana, bunga-bunga dan rerumputan yang ada bisa berbicara layaknya manusia.


Shen Yi berpakaian aneh, putih dan panjang serta membawa sebuah tombak berbentuk bintang, yang terasa ringan dan terbuat dari perak murni. Tidak hanya itu, Shen Yi juga sering bermimpi terbang di atas sebuah cahaya keemasan, lalu terbangun dengan penuh tanda tanya di pagi harinya.


Shen Yi juga menyadari keanehan pada diri Feng Shang. Sikap dingin dan kaku perempuan itu tidak seperti wanita kebanyakan. Ketika kebetulan terbangun di malam hari, Shen Yi kerap melihat cahaya biru samar-samar bersinar dari dalam kamar tempat Feng Shang berada.


Awalnya dia menganggap itu sebagai mimpi dan halusinasi, tetapi bagaimana mungkin itu terjadi berulang kali?


Apalagi tadi dia menyaksikan sendiri bagaimana perempuan itu tiba-tiba memiliki kepingan perak yang berharga. Ini semakin membuatnya penasaran akan siapa sebenarnya sosok Feng Shang.


Identitasnya mungkin seorang pewaris keluarga terkaya atau ternama, atau bisa juga seorang jutawan yang tidak banyak diketahui orang. Atau mungkin bisa saja Feng Shang adalah pemilik salah satu perusahaan besar yang kebetulan hilang ingatan.


Tengah malam, Shen Yi mendapat sebuah panggilan dari Zhang Bi. Dengan kesal dia mengangkat panggilan tersebut, lalu memarahi sebentar bawahannya itu. Sudah diperingatkan berkali-kali agar tidak menelepon tengah malam, nyatanya Zhang Bi tetap melakukannya. Shen Yi mendengus kesal karena biasanya setelah ini dia akan kesulitan bangun pagi.


Zhang Bi kemudian membeberkan laporan yang dia terima terkait informasi mengenai Feng Shang, yang selama beberapa hari ini ia cari dengan susah payah. Informasi yang diberikan Zhang Bi berasal dari yang terpercaya, serta telah ia validasi sendiri kebenarannya. Keterangan yang diberikan Zhang Bi membuat kedua mata Shen Yi membola seketika.


"Apa informasi yang kau sampaikan benar?"


"Ya, Tuan. Saya sudah memastikannya."


Shen Yi menutup teleponnya, lalu bergeming sesaat. Sungguh tidak disangka, Feng Shang ternyata memiliki identitas seperti itu.

__ADS_1


...***...


...Wah, kira-kira apa ya informasi yang didapat oleh Shen Yi? Siapa sebenarnya Feng Shang di dunia itu? Yuk stay tune terus, sampai jumpa di episode berikutnya! ...


__ADS_2