Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 72: Gosip Hangat Para Dewi


__ADS_3

Sejak terbangun, Feng Shang kembali menjalani kebiasaannya seperti dahulu. Saat ia tidak ada kerjaan, ia akan memanjat pohon dan berdiam di atas cabangnya. Terkadang ia sampai tertidur di sana, membuat Yue Ming kesusahan mencarinya ke mana-mana. Feng Shang biasa melakukan itu untuk mengusir kebosanannya.


Alam Langit yang begitu indah ini bisa dinikmati siapapun yang mampu menjangkau dan melihatnya. Feng Shang menjadikan tangannya sebagai bantalan kepala. sementara tubuhnya telentang menghadap angkasa yang cerah. Di pohon ini, dia menikmati keindahan itu sendirian, berbalut perasaan aneh yang menghantuinya akhir-akhir ini.


Entah mengapa sejak terbangun, hatinya terasa kosong. Ada sesuatu yang hilang darinya, dan itu adalah hal penting. Akan tetapi dia tidak bisa mengingatnya. Mungkinkah ada suatu kejadian di luar rencana takdir yang terjadi kepadanya ketika di alam fana? Lalu, mengapa ia merasa kalau dunia yang disambanginya bukanlah alam fana di Tiga Alam?


Feng Shang memejamkan matanya untuk berpikir. Tidak lama kemudian, terdengah suara langkah kaki beriringan menuju arah bawah pohon. Jumlahnya sekitar tiga orang. Saat orang-orang itu tiba di bawah pohon tempat Feng Shang bersantai, mereka berhenti. Satu di antara mereka mulai memancing omongan, diikuti antusiasme yang besar dari yang lain.


"Kau dengar itu? Katanya, Maharani pergi ke Lembah Shansui setelah satu bulan tidak keluar dari Istana Fengyun. Menurutmu, apa terjadi sesuatu pada Raja Iblis?"


"Maharani pergi ke sana itu sudah wajar. Dia adalah pemimpin yang terhormat, tentu harus memastikan keselamatan Tiga Alam dan mengawasi pergerakan Raja Iblis. Jika tidak, mungkin saja Raja Iblis sudah bebas dan kembali mengacaukan dunia," timpa yang lain.


"Sebenarnya, yang ditakutkan oleh Maharani itu bukan kembangkitan Raja Iblis yang akan mengacaukan dunia. Maharani takut ketika Raja Iblis bebas, yang pertama kali diserang adalah Alam Sembilan Langit. Dendam selama ratusan ribu tahun itu tentu tidak akan mudah dilupakan begitu saja," ucap yang lain.


Mendengar perkataan itu, Feng Shang mengernyitkan dahi. Kalau dia ada di hadapan mereka, dia yakin sekumpulan dewi itu tidak akan berani membicarakannya. Hatinya agak tercubit saat mendengar perkataan terakhir dewi itu, yang mengatakan bahwa ia hanya takut Raja Iblis menghancurkan Alam Sembilan Langit terlebih dahulu.


Dewa-dewi di sini hanya tahu dia Maharani Langit yang ditakdirkan, namun tidak tahu sebesar apa usaha dan pengorbanan yang dia lakukan untuk dunia ini. Jika Feng Shang egois karena takut pembalasan Raja Iblis yang pertama adalah Alam Sembilan Langit dan takut mencelakai dirinya sendiri, itu salah besar. Dia tidak perlu sampai terluka, cukup tinggalkan saja Alam Sembilan Langit dan hidup bersembunyi seperti leluhurnya sampai punah.


Mereka tidak tahu separah apa luka yang dialaminya sampai harus turun ke dunia fana untuk memulihkan diri. Puluhan ribu tahun ini Feng Shang berusaha menjadi maharani terbaik, melindungi keselamatan dan kedamaian Tiga Alam. Mereka seharusnya bisa berpikir dan merasakan, setidaknya sebagai sesama wanita. Feng Shang mencoba mendengarkan kembali pembicaraan mereka untuk mengetahui sampai mana mereka akan membicarakannya dengan hal-hal yang tidak masuk akal.


"Menurutku tidak juga. Maharani adalah orang yang sangat logis dan objektif, ketegasan dan kemampuannya mengatur Tiga Alam sangat baik. Selama puluhan ribu tahun ini, Tiga Alam damai dan Alam Sembilan Langit menjadi tempat paling ingin dikunjungi oleh orang lain. Maharani Feng menikmati kemuliaan seluruh dunia, aku yakin hatinya tidak akan seegois itu."

__ADS_1


"Siapa yang tahu? Kalau Raja Iblis berhasil bebas, Maharani Feng mungkin tidak bisa menandinginya. Saat itu Dewa Agung sampai mengorbankan dirinya baru bisa menyegel Raja Iblis. Tapi, sekarang ini tidak banyak dewa dari zaman kuno yang tersisa. Suku dewa kuno hanya tinggal beberapa, itu pun kekuatannya belum bisa dipastikan. Maharani Feng bukan Dewa Sejati, aku ragu dia bisa mengalahkan Raja Iblis jika benar-benar terbebas," Dewi yang tadi berbicara tidak sedap kembali meragukan Feng Shang. Feng Shang masih mencoba bersabar.


Bahkan jika aku harus mati pun, aku tetap bisa mengalahkan Raja Iblis, ucap Feng Shang dalam hati. Dia kembali memasang telinganya baik-baik.


"Apa maksudmu? Apa kau tidak mendengar kabar kalau ada seorang Dewa Agung dari Laut Timur yang bagkit beberapa hari yang lalu?" ucap salah seorang dewi.


"Dewa Agung dari Laut Timur? Bukankah itu berarti Dewa Agung Yongheng?"


Salah seorang di antara mereka menyuruh mereka mengecilkan suara.


"Ssttt.... Jangan membicarakan Laut Timur di sini," ucapnya.


"Mengapa?"


Salah seorang yang lainnya lalu menghela napas berat seolah semua beban Tiga Alam ada di pundaknya.


"Tapi, beberapa hari lagi adalah perjamuan langit. Bagaimanapun, itu akan terjadi. Sebesar apapun ketidakinginan Maharani Feng mendengar tentang Laut Timur, dia tetap harus memberi muka pada dewa-dewa yang datang dari sana, bukan?"


Feng Shang  harus berterima kasih pada mereka yang telah mengingatkannya akan pelaksanaan perjamuan langit beberapa hari lagi. Itu adalah perjamuan para dewa dari Tiga Alam, sebagai bentuk pertemuan rutin yang diadakan setiap seratus tahun sekali. Para dewa dari sembilan langit dan empat lautan akan berkumpul di Istana Langit, termasuk Laut Timur.


Feng Shang hampir melupakannya karena dia baru saja terbangun. Saat hendak turun, Yue Ming tiba-tiba datang dan berteriak memanggilnya. Alhasil, para dewi yang bergosip di bawah pohon tempat Feng Shang tiduran langsung panik. Wajah mereka penuh rasa bersalah dan ketakutan, mereka salah tingkah. Tidak disangka orang yang mereka bicarakan ada di atas mereka.

__ADS_1


Kalau begitu, bukankah maharani telah mendengar semuanya?


"Sudah berapa ribu kali kubilang, kau tidak boleh tertidur di cabang pohon. Maharani, tidak bisakah kau sedikit lebih anggun?" tanya Yue Ming sambil menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan kelakuan maharaninya. Feng Shang melompat turun, tepat di samping ketiga dewi yang bergosip. Kepala mereka seketika menunduk, persis seperti pelayan istana yang kedapatan menggosipkan majikan.


"Ada apa?" tanyanya pada Yue Ming.


"Dewa-dewa dari Laut Timur sudah tiba di Istana Langit lebih awal untuk menghadiri perjamuan langit. Kau ingin bagaimana mengaturnya?"


"Terserah padamu," jawab Feng Shang singkat. Yue Ming menghela napas.


"Oh. Dewa Agung Yongheng yang baru bangkit juga ikut serta," tambah Yue Ming.


"Lalu?"


"Ah, sudahlah. Tidak ada gunanya memberitahumu," keluh Yue Ming.


Feng Shang hendak pergi. Sebelum itu, dia menepuk pundak salah seorang dewi yang meragukannya tadi sembari berkata, "Aku sudah mengingat kritikanmu terhadapku. Jika kau ingin mengomentariku lagi, jangan lupa hubungi aku."


Dewi tersebut bergetar ketakutan.


***

__ADS_1


...Wah, detik-detik pertemuan kedua Feng Shang & Shen Yi setelah kembali ke alam dewa nih. Bagaimana reaksi keduanya ketika kembali bertemu? Ayo, yang mau nonton konser pertemuan Feng Shang & Shen Yi di kahyangan tiketnya tinggal ambil pake kolom komentar ya! ...


__ADS_2