Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 100: Tanda Kekacauan


__ADS_3

Feng Shang muncul di belakang para dewa dan membuat mereka langsung mengembalikan posisi mereka seperti semula. Untunglah, dia datang di saat yang tepat. Jika tidak, mungkin Yue Ming akan kerepotan menghadapi mereka semua.


Akan tetapi, Feng Shang tidak sendiri. Di belakangnya masih ada orang lain yang juga menyusulnya kemari setelah beberapa detik.


"Kenapa? Kalian kemari untuk membicarakan pembantaian-pembantaian itu, bukan?" todong Feng Shang.


"Maharani...."


Para dewa seketika memberi hormat. Feng Shang langsung mengarahkan mereka ke Istana Fuyao untuk melanjutkan pembicaraan. Sebelum pergi, Feng Shang menyuruh Yue Ming menjaga baik-baik Istana Fengyun dan tidak boleh ada siapapun yang masuk tanpa seizinnya.


Para dewa sudah berkumpul di Aula Fuyao. Feng Shang duduk di singgasananya, lalu memulai pembicaraan. Dia memastikan kalau tujuan mereka datang kemari adalah untuk masalah pembantaian berbagai suku di berbagai tempat yang misterius.


"Aku sudah mendengarnya. Dewa Gunung Qianlong juga tewas akibat pembantaian itu," ucap Feng Shang.


"Siapa yang telah begitu kejam membunuh banyak orang?" tanya yang lain.


Semua prasangka mengarah ke Lembah Shansui. Namun karena Maharani Langit tidak membicarakannya, itu artinya tidak terjadi apa-apa pada segel tersebut. Mereka mulai berpikir dan menebak siapakah pelakunya.


Feng Shang sendiri tidak yakin. Kecurigaannya memang mengarah pada Lembah Shansui. Akan tetapi, tidak ada getaran yang menandakan bahwa telah terjadi sesuatu di tempat itu. Seolah-olah, semuanya baik-baik saja.


Feng Shang yang saat itu tengah berada di alam fana mendengar kabar ini dari seekor burung surgawi. Ia langsung bergegas terbang ke langit dan memastikan kalau kabar itu benar. Sebelum pergi, dia sepakat untuk bersama-sama mengatasinya dengan Yongheng.


"Aku ragu. Tapi, kita memang harus memastikannya," ujar Feng Shang.


"Bagaimana jika kita pergi bersama-sama?" tanya Dewa Gu Yu.


"Tidak. Lembah Shansui terlalu berbahaya."


Yongheng yang sejak tadi terdiam angkat suara. Menurutnya, para dewa harus bekerja sama dan berbagi tugas. Mereka yang punya wilayah harus menjaga wilayah mereka, sementara sisanya membereskan kekacauan dan mencari tahu petunjuk.


Perihal Lembah Shansui, dia mengajukan diri untuk memeriksanya sendirian. Feng Shang keberatan, namun Yongheng berhasil membujuknya. Akhirnya, dia membiarkan Yongheng pergi ke tempat mengerikan itu.


Yongheng langsung pergi. Sesampainya di sana, dia mendapati para jenderal surgawi seperti mayat hidup. Tatapan mereka kosong dan wajah pucat seperti tanpa jiwa. Lalu, Yongheng menyadari kalau sesuatu telah membuat mereka seperti ini.


Ada mantra sihir yang mengikat jiwa mereka. Setelah membebaskannya, para jenderal surgawi langsung tidak sadarkan diri. Yongheng semakin yakin telah terjadi sesuatu di sini. Langkahnya langsung menuju tempat penyegelan.


Walaupun segelnya tampak utuh, tapi sebagai orang yang membuatnya dia jelas tahu kalau itu hanya ilusi. Setelah menggunakan kekuatan, Yongheng sudah bisa memastikan dugaannya. Segel itu palsu, dan segel asli sebenarnya telah lama rusak.

__ADS_1


Dia masuk ke dalam, ke tempat Raja Iblis dikurung. Benar saja, ikatan benang surgawi yang mengikatnya semuanya putus dan formasinya pecah. Raja Iblis berhasil meloloskan diri. Ada jejak misterius yang tertinggal, yang membuat Yongheng semakin penasaran.


Dia segera kembali ke Alam Sembilan Langit untuk melaporkan temuannya. Feng Shang masih berada di Aula Fuyao, duduk di singgasana dengan ekspresi yang sulit ditebak.


"Apa dugaanku benar?" tanya Feng Shang. Yongheng dengan berat hati mengangguk.


"Dia kabur. Seseorang telah membantunya," jawab Yongheng.


"Orang itu tidak bisa diremehkan. Dia bisa menerobos dan menghancurkan formasi tanpa menggetarkan tandanya."


Feng Shang dan Yongheng dilanda kebingungan yang luar biasa. Kini sudah dipastikan bahwa Raja Iblis telah bebas dan tidak diketahui di mana keberadaannya. Tapi satu hal yang pasti ialah: pelakunya adalah dia.


Raja Iblis pasti sedang menuntut balas pada musuhnya satu persatu. Kini tinggal menunggu giliran Istana Langit sebelum iblis itu benar-benar datang. Feng Shang geram, karena pada akhirnya dia tidak bisa membendung ancaman kekacauan terbesar itu.


"Xiao Shang, berjanjilah untuk tidak bertindak sendiri," ucap Yongheng.


"Aku janji. Kita sudah sepakat untuk hidup dan mati bersama."


"Raja Iblis pasti ada di Alam Iblis. Aku menemukan jejak pertempuran saat melintas di atas Alam Iblis."


Feng Shang dan Yongheng langsung menghampirinya.


"Apa yang terjadi?" tanya Yongheng.


"Dewa Agung, Kaisar Siluman datang dan mengacau di depan gerbang Istana Langit," jawab prajurit surgawi.


"Kaisar Siluman? Mengapa dia datang kemari?" Kini giliran Feng Shang yang bertanya-tanya.


"Raja Iblis pasti telah membantai pasukan siluman di perbatasan. Kaisar Siluman tampaknya belum mengetahui akar masalahnya."


Segera saja Feng Shang dan Yongheng bergegas ke gerbang Istana Langit. Benar saja, Kaisar Siluman membawa ribuan pasukan dan bersiap untuk menggempur Istana Langit. Kemarahan di matanya tidak dapat disembunyikan.


"Maharani Langit, kalian sekumpulan dewa munafik! Kalian telah mengkhianati kami!" seru Kaisar Siluman.


"Aku akan menuntut balas atas nyawa rakyatku! Memangnya mengapa jika kalian adalah penguasa Sembilan Langit? Kami suku siluman bahkan jika mati pun tidak akan pernah menyerah!" lanjutnya.


Kaisar Siluman mengayunkan senjata legendarisnya.

__ADS_1


"Tunggu! Apa kau benar-benar sudah mengetahui dengan jelas siapa dalang di balik pembunuhan sukumu?" tanya Feng Shang sebelum Kaisar Siluman benar-benar menghempaskan kekuatan senjatanya.


"Klan Dewa telah membebaskan suku siluman lima ratus tahun yang lalu. Jika menginginkan perang, untuk apa menunggu selama ini?"


Kaisar Siluman menurunkan senjatanya dan berpikir. Maharani telah membebaskan Alam Siluman lima ratus tahun lalu, dan tidak masuk akal jika kini memulai perang. Klan Dewa tidak selicik itu, pikirnya. Dia memerintahkan pasukannya untuk menahan serangan, lalu berdialog secara terbuka dengan Feng Shang dan Yongheng.


"Lantas, siapakah yang telah membantai sukuku?" tanya Kaisar Siluman.


"Raja Iblis," jawab Yongheng. Kaisar Siluman terkejut. "Raja Iblis? Dia sudah bebas?"


"Ya. Dia juga mengacau di beberapa tempat."


Kaisar Siluman marah. Sungguh, Raja Iblis sangat kejam. Dia membantai sukunya tanpa alasan, lalu membantai klan lain di tempat yang berbeda. Kaisar Siluman tidak bisa membiarkan ini. Selain memusnahkan suku, dia juga telah membuatnya salah paham terhadap Feng Shang. Feng Shang dan Yongheng menghela napas. Mungkin, bencana besar benar-benar akan terjadi sebentar lagi.


"Maharani, aku akan menghadapinya!"


"Tidak! Kau harus tetap bersama sukumu yang masih tersisa jika tidak ingin sukumu benar-benar habis!" cegah Feng Shang. Masuk akal juga, pikir Kaisar Siluman.


"Kembalilah ke Alam Siluman. Aku dan Dewa Agung Yongheng akan memikirkan cara untuk menghentikannya."


Kaisar Siluman menurut. Setelah meminta maaf karena telah salah paham, dia memohon diri. Kaisar Siluman membawa semua pasukannya kembali ke Alam Siluman. Sementara itu, bekas kekacauan yang dibuatnya segera dibereskan oleh prajurit surgawi lain yang masih tersisa.


***


Raja Iblis duduk di singgasananya dengan penuh tawa. Hari ini, dia telah memusnahkan sisa klan feniks merah setelah lama mencarinya. Tangannya masih berlumur darah, namun wajahnya jelas sangat sumringah. Wanita misterius di depannya ikut tertawa, puas dengan cara kerja Raja Iblis yang membalas dendamnya secara perlahan.


"Kurasa kita harus segera mengirimkan undangan terbuka untuk Klan Dewa. Raja Iblis, bagaimana menurutmu?"


"Memang sudah waktunya. Kau kirimkan undangannya. Pastikan Feng Shang menerima dengan tangannya sendiri."


Wanita misterius tersebut kemudian pergi. Dia bergerak menuju Alam Fana, lalu membunuh banyak manusia di sana dan menyerap energi hidupnya. Mayat-mayat manusia itu langsung mengering, persis seperti saat di bumi. Wanita misterius kemudian membakar beberapa tempat, menciptakan kepanikan yang luar biasa. Dia juga menebar racun pada beberapa tempat sampai manusia yang ada di sekitarnya sengsara.


Setelah puas, wanita itu kemudian kembali ke Alam Iblis, menyerahkan beberapa mayat manusia kepada Raja Iblis. Raja Iblis senang, lalu menyuruhnya segera pergi ke Istana Langit. Wanita misterius menurutinya. Mayat-mayat manusia tersebut dibawa pergi.


Dia dihadang prajurit surgawi ketika memasuki batas Alam Sembilan Langit. Dengan kekuatannya itu, para prajurit surgawi dapat dilumpuhkan hanya dalam beberapa detik. Pada lapis langit selanjutnya, dia juga dihadang. Namun, sama seperti sebelumnya, mereka yang menghalanginya berakhir seperti prajurit surgawi yang pertama.


Ketika ia sudah sampai di gerbang Istana Langit, wanita itu lalu melemparkan mayat-mayat manusia ke dalam istana, sampai prajurit surgawi di sana terkejut dan langsung melihat siapakah pelaku itu. Wanita itu tersenyum miring, lalu melukai para prajurit surgawi. Dia menyisakan satu yang masih hidup, lalu segera pergi.

__ADS_1


__ADS_2