
Lima ratus tahun telah berlalu sejak Feng Shang memutuskan untuk melupakan kenyataan bahwa dirinya pernah memiliki perasaan untuk Yongheng dan mereka pernah hidup bersama. Walaupun dia memutuskannya, namun bukan berarti dia sepenuhnya melupakannya. Pada pertemuan menteri dewa seperti biasa, dia bersikap seperti Maharani Langit yang penuh martabat dan wibawa, namun saat sendirian di Istana Fengyun atau di area cermin langit, dia sering merenung.
Jujur saja, Feng Shang sama sekali tidak bisa melupakan Yongheng. Kenangannya ketika pria itu sebagai Shen Yi membekas begitu dalam. Feng Shang tidak pernah bisa lupa bagaimana Yongheng memarahinya. Dia tidak pernah lupa ketika dirinya menciptakan begitu banyak masalah untuknya di dunia itu. Saling berdebat, saling memarahi, saling mendiamkan, itu semua meninggalkan jejak yang dalam di hatinya.
Yue Ming sering memergokinya termenung. Menurutnya, Feng Shang terlalu menyiksa diri. Padahal jelas-jelas dia bisa melanjutkannya, dan Yue Ming yakin Dewa Agung Yongheng juga mengingatnya. Jika tidak, dia tidak mungkin menanyakan kabar dan meminta informasi terus menerus perihal kehidupan pemilik Istana Fengyun selama lima ratus tahun ini, meskipun orang itu sendiri tidak pernah datang kembali ke Istana Langit.
Siang ini ketika Feng Shang sedang menikmati waktu dalam kenangannya di taman Istana Fengyun, dia merasakan gejolak dahsyat bergemuruh di dalam dirinya. Awan-awan di atas sana berarak menghitam, lalu menjatuhkan hujan badai yang menyapu Langit Ketiga. Ada gelombang cahaya bercampur kekuatan aneh melintasi Langit Kesembilan, membuat Feng Shang seketika menyadari sesuatu.
"Celaka! Ada masalah di Lembah Shansui!" serunya.
Kemudian, seorang jenderal surgawi datang kepadanya dengan wajah panik. Jenderal surgawi melaporkan bahwa segel Raja Iblis di Lembah Shansui mengalami retakan dan guncangan yang sangat dahsyat. Guncangan itu bahkan telah membuat lima orang jenderal surgawi yang lain mati karena sangat besar dan kekuatannya menyapu keadaan sekitar yang gersang.
Saat Feng Shang memeriksanya, situasi di Lembah Shansui sudah sangat kacau. Lembah itu disulut api merah membara. Feng Shang menggunakan jubah feniksnya untuk melindungi diri, menerobos kobaran api dan bergegas menuju mulut gua tempat Raja Iblis dikurung. Hasilnya, beberapa retakan terlihat dan area sekitar tempat itu longsor. Batu-batu besar ratusan ribu tahun berserakan dan tanahnya masih terasa bergetar.
Feng Shang segera memperbaiki segelnya. Segel itu memang kembali seperti semula, namun ekspresi Feng Shang tidak kembali. Jenderal surgawi menyadarinya lalu bertanya, "Maharani, apa kau mengkhawatirkan sesuatu?"
"Panggil sepuluh ribu jenderal surgawi lain untuk menjaga tempat ini!"
Sepuluh ribu jenderal surgawi kemudian tiba di Lembah Shansui. Setelah api berhasil dipadamkan dan getaran tanah mulai mereda, Feng Shang langsung pergi meninggalkan tempat itu. Melintasi Langit Ketiga, dia melihat kekacauan akibat kejadian aneh itu. Dengan kekuatannya, Feng Shang membantu para dewa di Langit Ketiga mengatasi kekacauan dan memperbaiki kerusakan. Setelah selesai, dia kemudian kembali pergi.
__ADS_1
Feng Shang sampai di perbatasan antara Alam Sembilan Langit dan alam fana tempat manusia berada. Feng Shang meninggalkan sehelai bulu feniksnya di sana, kemudian turun ke dunia manusia. Ada sesuatu yang harus dia kejar. Guncangan dan retakan yang disusul gelombang kekuatan dari Lembah Shansui berasal dari pelepasan setengah bayangan Raja Iblis. Feng Shang mengetahui bahwa setengah bayangan Raja Iblis telah berhasil keluar dan melarikan diri ke dunia manusia.
Feng Shang harus menangkapnya dan mengembalikannya ke Lembah Shansui lalu menyegelnya kembali. Bayangan Raja Iblis adalah sosok lain dari diri Raja Iblis, memiliki setengah kekuatan Raja Iblis. Jika dibiarkan, maka kekacauan di alam fana pasti tidak bisa terhindarkan. Feng Shang tidak bisa membiarkan itu terjadi. Dia akan menangkapnya kembali.
Dia mendarat di sebuah padang rumput yang sangat luas dan subur. Jejak bayangan Raja Iblis menghilang dan tidak tercium lagi. Feng Shang merubah penampilannya, menyembunyikan aura dewinya lalu berubah seperti manusia biasa. Dia berjalan keluar dari padang rumput, menyusuri jalan yang panjang sampai tiba di sebuah kota yang sangat ramai. Di kota itu, ribuan manusia tengah melangsungkan segala aktivitasnya.
Terlatih menjadi manusia, Feng Shang membaur dalam kehidupan itu. Keyakinannya mengatakan bahwa bayangan Raja Iblis ada pada salah satu di antara mereka. Namun, bayangan dengan setengah kekuatan besar pastilah pintar. Bayangan itu pasti menyamar dengan baik dan menyembunyikan auranya sedalam mungkin sampai Feng Shang kesulitan menemukannya. Ia rasa, perjalanannya kali ini akan panjang dan cukup melelahkan.
Sementara itu, Yongheng yang juga merasakan keanehan langsung bergegas menuju Lembah Shansui. Ada sepuluh ribu jenderal surgawi berjaga di lembah itu, dan semuanya adalah yang paling kuat. Yongheng menghampiri tempat penyegelan Raja Iblis dan menemukan bekas retakan yang telah diperbaiki. Segel itu dibuat atas inti jiwanya, jadi dia bisa merasakan segala keanehannya jika terjadi sesuatu.
Yongheng tersenyum kecil, mengagumi kecepatan dan daya tangkap Maharani Langit yang tidak terduga. Wanita itu sudah berhasil mengatasi kekacauannya dalam waktu singkat, bahkan sebelum dirinya sampai di sini. Yongheng kemudian menyusuri jejak Feng Shang sampai ke perbatasan Alam Sembilan Langit dengan alam fana. Ia menemukan sehelai bulu feniks api biru milik Feng Shang tergeletak di atas rerumputan surga.
Mendarat di padang rumput yang sama dengan Feng Shang, Yongheng kemudian menyamarkan kedewaannya dan mengubah penampilannya seperti manusia biasa. Dalam sekejap, Yongheng menjadi seorang tuan muda yang sangat tampan dan berwibawa, apalagi pakaiannya berwarna putih. Tali pengikat rambutnya juga menjuntai panjang, dan dia tidak jauh berbeda dengan tuan muda di dunia manusia. Begitu rupawan dan sangat menawan.
Yongheng kemudian menggunakan nama Shen Yi untuk identitasnya. Selama lima ratus tahun ini, perlahan Yongheng mulai menyadari kalau dia adalah Shen Yi di dunia bernama bumi itu, dan dia adalah seseorang yang begitu dekat dengan Feng Shang. Yongheng sudah mendapatkan kembali ingatannya, bahkan ingatan sebagai Shen Yi juga sudah kembali padanya. Namun, dia tidak memberitahukannya pada siapapun, karena dia yakin Feng Shang juga sudah mengingatnya. Keduanya memilih menyembunyikannya, sama-sama bersikap semau sendiri.
"Si Yun, jangan memanggilku dewa. Kita adalah manusia di tempat ini," ucap Yongheng pada Si Yun.
"Baik, Tuan Muda. Aku akan memanggilmu seperti itu. Lantas, apa yang mau dilakukan oleh Tuan Muda pertama kali?"
__ADS_1
"Mencari gadis. Dia juga ada di sini," ucap Yongheng.
Keduanya lalu menyusuri jalan dan tiba di pusat kota yang sama dengan Feng Shang. Hanya saja mereka datang lebih lambat dan kerumunan manusia tidak seramai tadi. Saat itu, hari sudah sore dan matahari hampir saja tenggelam di ufuk barat. Si Yun mencarikan sebuah penginapan, lalu mendapatkan dua kamar fasilitas lumayan di dunia manusia untuk beristirahat selama beberapa malam sebelum menemukan apa yang mereka cari.
Malam itu, Yongheng tidak berada di tempat tidurnya. Dia menyusuri keramaian kota di malam hari seorang diri. Karena parasnya yang rupawan, dia menarik banyak perhatian para gadis muda. Katanya, dia seperti dewa yang turun ke bumi. Yongheng tidak menanggapi dan asyik berjalan-jalan sendiri. Di kota ini sedang ada festival perayaan tahun baru, karena itulah malam ini dipenuhi dengan pesta kembang api.
Yongheng melihat seorang gadis berpakaian biru muda tengah berdiri di antara kerumunan, mencoba keluar dari desakan manusia. Gadis itu sedikit kesulitan karena tubuhnya kecil sampai mudah tersenggol. Dapat dilihat wajahnya sangat kesal dan masam. Yongheng tersenyum kecil, lalu menghampiri kerumunan itu. Tangannya menyelip di antara kerumunan, lalu menarik tangan gadis itu keluar dari sana. Begitu keluar, gadis itu langsung menoleh dan terkejut. Dia memperhatikan Yongheng dari ujung kepala hingga kaki tanpa kecuali.
"Maharani, petunjuk yang kau tinggalkan sangat membantuku," ucap Yongheng sambil terkekeh menggoda. Feng Shang mendelik.
"Untuk apa kau kemari?"
"Mengejar istri."
"Oh. Ternyata Dewa Agung Yongheng jatuh cinta pada manusia."
"Ya. Aku jatuh cinta pada gadis bernama Feng Shangyue."
Feng Shang seketika tertegun.
__ADS_1
"Kau bilang apa barusan?"