Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 28: Tidak Akan Menyerah


__ADS_3

Xiang Sun kembali mendatangi kantor Lingjing hari ini. Ia membawa serta setumpuk hadiah untuk diberikan kepada pemilik perusahaan ini. Hadiah-hadiah itu menumpuk di lobi kantor.


"Presdir Xiang, Direktur Feng tidak ada di kantor. Tolong Anda bawa kembali semua hadiah-hadiah ini," ucap Jingjing pasrah.


Ini adalah hadiah kesekian yang dikirimkan oleh Xiang Sun selama beberapa hari ini. Gosip sudah menyebar ke seluruh kantor Lingjing, bahwa Presdir Xiang dari Perusahaan Xiang menyukai sepupu kekasihnya sendiri.


Berbagai pembicaraan yang berubah menjadi rumor bertebaran di sana-sini. Karyawan-karyawan Lingjing menjadikannya topik hangat perbincangan ketika jam istirahat, menambahi sedikit bumbu dan berbicara berlebihan. Itu membuat rumor seolah-olah terasa sangat nyata.


Jingjing kesulitan meredam rumor. Ia terpaksa memanggil petugas keamanan untuk membantu mengembalikan hadiah-hadiah itu kembali ke Xiang Sun, atau mengusir kurir yang ditugaskan mengirim benda-benda itu. Jika tidak, lobi kantor Lingjing pasti sudah berubah menjadi pusat sortir barang.


Bukan hanya rumor terkait Xiang Sun yang menyukai Feng Shang, beberapa hari lalu juga mencuat kabar terkait hubungan antara Feng Shang dengan presdir dari Xize, Shen Yi. Entah siapa yang memulai perbincangan itu, namun semuanya berubah menjadi gosip dan mereka menyebutnya skandal sekarang.


Skandal hubungan Feng Shang dengan Shen Yi, juga perilaku Xiang Sun yang menjemukan membuat Jingjing sebagai sekretaris Feng Shang kerepotan. Di samping meredam rumor dan menjaga nama baik atasannya, ia masih harus mengerjakan pekerjaan kantor yang menumpuk karena atasannya tidak datang beberapa hari ini.


"Dia tidak datang lagi?"


"Ya. Tolong Presdir Xiang membawa kembali semua hadiahnya."


Xiang Sun melipat kedua tangannya di dada. Ia kira Feng Shang akan datang. Ia tahu kalau wanita itu pasti akan menolaknya, tapi Xiang Sun tidak akan menyerah. Ia sudah bersumpah pada dirinya sendiri untuk mendapatkan kedua cucu keturunan Klan Feng, tidak peduli bagaimanapun caranya.


Xiang Sun memilih jalan ini adalah untuk membuat wanita itu tersentuh. Berdasarkan pengalamannya, jika hati wanita sudah tersentuh, maka akan mudah dikendalikan. Feng Shang adalah wanita dengan tantangan besar untuknya. Tidak heran, karena wanita itu istimewa.


"Xiang Sun brengsek!" teriak seorang wanita dari arah luar.


Feng Ling berjalan cepat, melepas high-heelsnya kemudian melemparkannya ke arah Xiang Sun. Pria itu menghindar sampai sepatu tinggi tersebut membentur tiang lobi.


Beberapa karyawan yang melihat langsung menyingkir. Perang dunia akan berlangsung beberapa saat lagi. Mereka tidak ingin terkena imbasnya, jadi harus menjaga jarak aman. Sepasang kekasih tidak normal ini sebentar lagi pasti ribut.

__ADS_1


"Kau benar-benar melakukannya?" tanya Feng Ling marah.


"Bukankah aku sudah bilang? Kau sendiri yang tidak mau membantuku," jawab Xiang Sun.


Feng Ling benar-benar kehabisan kesabaran. Pria yang tidak bisa ia lepaskan ini benar-benar mengincar kakak sepupunya sendiri. Jika di dunia ini ada orang yang tak tahu malu, maka Xiang Sun adalah orangnya.


Xiang Sun tidak heran melihat kemarahan kekasihnya yang menjadi-jadi. Baginya, Feng Ling sama pentingnya dengan Feng Shang, ia tidak akan perhitungan dengannya. Karena kekasihnya menolak membantunya, Xiang Sun hanya bisa bertindak sendiri.


"Pria tidak tahu malu! Satpam, cepat singkirkan semua hadiah-hadiah ini!" perintah Feng Ling pada petugas keamanan gedung. Dua orang satpam lalu mengangkut hadiah-hadiah Xiang Sun satu demi satu, meletakannya di dekat tong sampah.


"Xiang Sun kuberitahu kau! Aku menjamin kau tidak akan pernah mendapatkan kakakku! Sampai aku mati, kau tidak akan pernah mendapatkannya!"


"Ling'er, kau tidak mau membantu kekasihmu ini?"


Pertengkaran itu berlangsung di depan orang banyak. Lobi kantor Lingjing jadi ribut. Petugas keamanan mencoba menghentikan, tapi tidak bisa karena yang bertengkar adalah cucu Ketua Feng dan presdir perusahaan Xiang.


"Jangan bermimpi!"


Xiang Sun dengan wajah tengilnya terus menerus memprovokasi Feng Ling, memaksanya membantunya agar ia bisa mendekati Feng Shang. Sumpah serapah yang sangat kasar dan tidak enak didengar keluar dari mulut Feng Ling, memaki Xiang Sun habis-habisan.


Jingjing menyerah. Ia meninggalkan lobi, lalu kembali ke ruang kerjanya yang bersebelahan dengan ruangan Feng Shang. Sesekali ia melihat arlojinya, mencoba menunggu atasannya. Namun, Feng Shang tetap tidak menunjukkan batang hidungnya.


Di lobi, pertengkaran masih berlanjut.


Feng Ling baru berhenti saat ia merasa bosan. Ditinggalkannya Xiang Sun, bahkan ia tak menoleh lagi. Menurutnya, berada di kantor ini membuatnya gerah setengah mati. Gedung ini membuatnya mengingat ketidakadilan yang ia terima dari Feng Zheng dan rasa tidak sukanya pada Feng Shang.


Semua orang tahu, Feng Zheng sangat menyayangi Feng Shang. Bukan rahasia lagi ketika orang-orang membicarakan kalau bos mereka pilih kasih. Jika Feng Ling terus berada di sini, tidak menutup kemungkinan pembicaraan perihal pertengkarannya akan merembet hingga masalah itu.

__ADS_1


Kebencian di hatinya kian menjadi. Feng Ling tidak rela jika semua miliknya menjadi milik Feng Shang. Bahkan seburuk apapun dan sebenci apapun ia pada Xiang Sun, pria itu adalah miliknya. Tidak akan ia biarkan Feng Shang tersentuh dan menaruh hati pada kekasihnya.


Sembari berjalan meninggalkan gedung, Feng Ling terus menggerutu. Menurutnya semua orang di dunia ini begitu menyebalkan. Tidak ada satu hal pun yang membuatnya tenang. Tidak permasalahan keluarga, tidak urusan asmara, semuanya membuat kepalanya serasa ingin meledak.


Seandainya saja dia bisa melawan, dia pasti akan menjadi wanita yang hebat. Feng Ling tidak perlu hidup di bawah perlindungan ayah dan ibunya yang pengecut, tidak perlu tertekan akibat perlakuan kekasihnya, juga tidak perlu merasa takut apapun.


Ia akui, ia memang pengecut. Feng Ling merasa dirinya memang bodoh, tidak mampu bertindak cepat dan tanggap. Seandainya saja ia pintar, ia pasti tidak akan membiarkan kakak sepupunya kembali dengan selamat.


Tidak ada yang tahu kalau ia adalah penyebab kecelakaan kapal yang membuat Feng Shang terdampar di Pulau Yonghe. Tidak ada yang tahu kalau orang yang mencelakai Feng Shang adalah adik sepupunya sendiri.


Saat itu, Feng Ling sangat marah mendengar Feng Shangyue akan kembali ke Kota Cheng. Feng Ling hidup seperti putri mahkota yang tidak dianggap selama ini, tentu ingin menikmati segalanya sendiri. Walaupun Feng Zheng kerap memarahinya, tetapi semua kemewahan dan fasilitas di Keluarga Feng tetap bisa ia nikmati dan ia ingin memilikinya sendiri.


Jika kakak sepupunya kembali, semua itu akan lenyap. Feng Zheng pasti akan memberikan semua kemewahan itu kepadanya, dan Feng Ling otomatis akan dilupakan. Orang tuanya yang pengecut yang tidak mampu melawan itu tidak bisa ia andalkan. Hanya menunggu waktu sampai mereka benar-benar ditendang dari Keluarga Feng.


Kebetulan, ia mengetahui rute perjalanan Feng Shang. Kakak sepupunya akan melalui jalur air, melintasi lautan dan tiba di pelabuan Kota Cheng. Feng Ling menyuruh seseorang untuk mencelakainya, membuat kapal itu terbalik dan membuatnya seolah-olah hanya sebuah kecelakaan biasa.


Tapi siapa yang menyangka kalau Feng Shang ternyata begitu beruntung. Tidak hanya berhasil selamat, bahkan juga bisa kembali ke Kota Cheng dan Keluarga Cheng. Selain itu, kakak sepupunya itu langsung mewarisi perusahaan dan berhubungan baik dengan Presdir Shen dari Xize. Untung saja ia berhasil menyingkirkan orang-orang yang saat itu terlibat dan membersihkan tangannya.


Feng Ling tidak puas. Untuk saat ini, ia memang belum bertindak apapun pada kakak sepupunya. Feng Ling masih berusaha menenangkan diri, mengatur strategi yang bagus untuk merebut semuanya kembali. Di samping itu, ia tengah mempersiapkan beberapa hal untuk memperlancar aksinya.


Ia sedang mencari celah untuk menemukan kelemahan Feng Shang. Kakak sepupunya memang hilang ingatan, tetapi kemampuannya dalam bekerja begitu luar biasa. Hanya dalam beberapa bulan saja citranya di perusahaan ini melejit dan mendapat pujian banyak orang. Feng Ling justru merasa ini aneh, bagaimana mungkin seseorang yang amnesia bisa melakukan pekerjaan sebaik ini. Feng Ling curiga kalau apa yang ia lihat di mimpinya adalah sebuah kenyataan, bahwa Feng Shang yang ini bukanlah kakak sepupunya.


"Apa Nona Jiang sudah sampai?" tanya Feng Ling pada pelayan restoran ketika ia sudah sampai di tujuannya. Pelayan itu mengangguk, lalu menunjuk lantai atas.


"Nona Jiang sudah menunggu di meja nomor lima, Nona Feng," ucap si pelayan dengan hormat.


Feng Ling tersenyum licik. Ia akan memulai aksinya dari sini.

__ADS_1


...***...


...Ohhh ternyata yang bikin Feng Shang terdampar itu Feng Ling. Hmm, ada yang mau ikut Otor labrak perempuan itu nggak? Kalau ada, ayo Otor tunggu di perempatan jalan ya!...


__ADS_2