Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 94: Pertarungan dan Pertemuan Kembali


__ADS_3

Ji Nuo segera mempersiapkan segalanya ketika Feng Shang dan Yongheng memberitahu rencana mereka. Sejak sore, pelayan sibuk mempersiapkan banyak hal di Istana Permaisuri. Ji Nuo tidak setuju dengan keinginan Feng Shang, dia juga kesal karena Yongheng tidak menghalanginya. Tapi, apa boleh buat. Kedua makhluk abadi itu sudah membuat keputusan dan Ji Nuo hanya mengikutinya saja.


Di dalam istana, Feng Shang sudah didandani dengan baik. Rencananya, ia akan menyusup ke istana kaisar dan menjadi gadis yang dipersembahkan. Gadis sebelumnya diberi uang dan disuruh kembali ke kampung halamannya. Malam ini, Feng Shang berencana menjebak bayangan Raja Iblis dan menangkap basah lalu membawanya kembali ke Lembah Shansui. Sementara itu, Yongheng dan Ji Nuo berjaga di luar istana, dan akan masuk ketika Feng Shang memberi sinyal.


Tidak lama kemudian, tandu pengantar sudah tiba untuk menjemput Feng Shang. Feng Shang masih memakai cadar, ia berjalan pelan ke dalam tandu diikuti Yongheng. Setelah siap, para pengawal manusia mengantarkan mereka ke istana kaisar. Kebetulan, hari sudah cukup malam dan waktunya sudah datang. Feng Shang tidak banyak bicara, Yongheng juga tidak bisa menebak isi pikiran Feng Shang. Ia ingin menghentikan rencana ini, tetapi Feng Shang tidak akan menyetujuinya.


"Aku akan menunggu di luar. Berjanjilah padaku kau akan baik-baik saja," ucap Yongheng setengah memohon. Feng Shang mengangguk, "Aku berjanji."


Tandu sudah tiba di depan istana kaisar. Karena orang-orang di sini adalah bawahan permaisuri, mereka tidak bicara saat Feng Shang datang bersama Yongheng. Biasanya gadis yang akan melayani kaisar selalu diantar sendirian. Namun, mereka tahu bahwa ini adalah rencana permaisuri mereka.


Feng Shang melangkah keluar dari tandu, lalu berjalan perlahan menuju aula istana kaisar. Yongheng tidak rela, ia ingin wanita itu kembali sekarang juga. Yongheng tiba-tiba merasa putus asa dan menyesal karena sudah mengizinkan Feng Shang melakukan ini.


Di dalam istana, Feng Shang melihat sang kaisar manusia tengah berbaring di ranjangnya. Entah mengapa ia gugup, bukan karena ia akan menangkap iblis ini, tetapi karena Feng Shang mengingat apa yang ia saksikan bersama Yongheng malam itu. Mengabaikan perasaan itu, perlahan Feng Shang mendekat.


"Yang Mulia," panggilnya. Kaisar manusia tampak menggeliat. Matanya langsung terbuka saat melihat gadis bercadar.


"Bukankah kau saudarinya Permaisuri?"


"Benar."


"Apa yang kau lakukan di sini?"


"Menemanimu. Yang Mulia, tidakkah kau penasaran?"


Kaisar sebenarnya waspada. Permaisurinya sudah lama ingin membunuhnya saking kesalnya. Mencarikannya gadis untuk ditiduri sudah hampir membuat kepala Permaisuri pecah. Kini tiba-tiba mengirimkan saudarinya sendiri ke kamar ini, rasanya tidak masuk akal. Kaisar berpikir ini pasti jebakan, namun ia tidak bisa menahan godaan karena sesuatu di dalam tubuhnya terus mendesak agar ia segera melakukannya.

__ADS_1


"Jangan menyalahkan saudariku. Aku datang sendiri padamu."


Kaisar tergugah. Dia setengah bangkit, lalu menarik tangan Feng Shang. Feng Shang mempermainkannya dengan menarik tangannya kembali dan beringsut menjauh. Ia bahkan menjauh dari ranjang dan duduk di kursi, lalu memainkan poci teh yang masih hangat. Kaisar menyusulnya, lalu memegang pundaknya dari belakang. Kepala kaisar bersandar di bahu Feng Shang, menghirup aroma yang tersisa di tubuh itu.


Feng Shang jijik, lalu menyingkir sampai pegangan kaisar manusia terlepas. Kaisar manusia semakin penasaran, ia jadi lebih bersemangat. Menurutnya gadis ini berbeda. Kaisar jadi tertarik ingin mengetahui wajah di balik cadar ini. Gerakan Feng Shang cepat, sampai ia lolos beberapa kali. Terjadi tarik ulur di ruangan itu.


Melihat kaisar manusia yang semakin bersemangat, Feng Shang tambah jijik. Ia mana mau disentuh oleh pria semacam itu. Yang ada, dia justru ingin memusnahkannya. Kaisar manusia menanggalkan jubahnya hingga hanya tersisa baju dalam berwarna emas. Karena waktunya mendesak, Feng Shang membiarkan kaisar manusia menangkapnya dan membawanya ke tempat tidur. Tangan kaisar bergerak menurunkan cadar di wajah Feng Shang, kemudian tangan Feng Shang menahannya.


"Berhentilah berpura-pura, Raja Iblis!" seru Feng Shang sambil mendorong jauh kaisar. Kaisar terkejut, lalu segera bangun untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Feng Shang melepas cadar di wajahnya, lalu berdiri di sisi tempat tidur. Matanya menatap tajam kepada sosok itu, yang juga sedang balik menatapnya tak kalah tajamnya.


"Kau!"


Iblis di diri kaisar bangkit. Warna mata kaisar yang semula hitam berubah menjadi biru. Kini, tubuhnya dikelilingi aura iblis yang sangat pekat. Ia menatap marah pada Feng Shang. Raja Iblis tidak menyangka kalau wanita itu berhasil menemukannya, bahkan menjebak dan mempermainkannya.


"Kau pikir kau bisa lolos, Raja Iblis?" ucap Feng Shang sambil tertawa remeh. Sebaik apapun Raja Iblis bersembunyi, ia tetap akan menemukannya.


"Ah, kau mengingatnya dengan jelas. Kalau begitu, kembalilah ke Lembah Shansui dan jangan pernah keluar lagi!"


Terjadi pertarungan di dalam istana. Feng Shang kembali melawan bayangan Raja Iblis setelah lima ratus tahun berlalu. Dia dipertemukan kembali dengan bayangan yang kekuatannya luar biasa. Baik Xiang Sun maupun kaisar manusia, mereka sama-sama kuat. Mungkin saja selama ini Raja Iblis sengaja menimbun kekuatan di dalam penyegelannya.


Langit di luar bergemuruh. Para pengawal manusia yang sedang berjaga menatap heran. Jelas-jelas tadi langitnya dipenuhi bintang, sejak kapan berubah menjadi hitam pekat disertai guntur dan kilat?


Yongheng merasa ada yang tidak beres. Ia segera menerobos masuk. Saat itulah tubuh Feng Shang terpental dan jatuh di hadapannya. Yongheng marah, lalu menatap kaisar manusia yang telah berubah menjadi bayangan Raja Iblis.


Kaisar terkejut, lalu tertawa terbahak-bahak. Tawanya yang membahana memecah keheningan malam, membuat bulu kuduk para penjaga di luar merinding. Mereka telah diberitahu apapun yang terjadi, mereka tidak boleh masuk ke dalam jika masih ingin hidup.

__ADS_1


"Yongheng! Rupanya kau juga di sini!"


"Raja Iblis, berani kau menyakitinya!"


"Ck.. Hubungan kalian benar-benar baik. Menjadi Feng Shangyue dan Shen Yi atau Feng Shang dan Yongheng, tidak akan ada bedanya! Hasil yang kalian peroleh tidak akan jauh berbeda dengan hasil sebelumnya!"


Feng Shang mencoba bangkit kembali. Aneh, kekuatannya seperti berkurang secara perlahan. Serangan Raja Iblis tadi sebenarnya tidak terlalu mematikan. Namun karena terjadi keanehan pada tubuh Feng Shang, wanita itu jadi terpental dan serangan Raja Iblis jadi terasa ganas.


Kemarahan Yongheng mencapai ambang batas. Dia mengabaikan Feng Shang, lalu bertarung melawan bayangan Raja Iblis. Prediksinya benar, makhluk ini tetap kuat meski hanya bayangan. Yongheng seperti tersulut api, dia menyerang musuh lamanya secara membabi buta.


Feng Shang ikut bergabung. Kekuatan mereka berdua berhasil melumpuhkan serangan bayangan Raja Iblis, tetapi belum sepenuhnya dapat ditaklukan. Bayangan Raja Iblis jatuh tersungkur dalam kondisi tengkurap dengan mulut berdarah.


"Kita harus menyegelnya!" seru Yongheng.


"Keluarkan dia dari tubuh itu dahulu!" seru Feng Shang tak kalah kerasnya. Keduanya lalu bekerja sama. Yongheng mengikat orang itu dengan benang surgawi, sementara Feng Shang mencoba mengeluarkan bayangan Raja Iblis dari tubuh kaisar manusia.


Feng Shang yang sudah melemah merasa tubuhnya semakin tidak beres. Dia harus menyelesaikan ini secepat mungkin. Jiwa kaisar manusia perlahan terpisah dari jiwa bayangan Raja Iblis, lalu dengan gerakan cepat Yongheng mengikatnya kembali dengan benang surgawi.


"Xiao Shang, segelnya!"


Feng Shang tidak yakin jika dirinya mampu untuk itu, namun ia tetap memutuskan untuk mencobanya. Feng Shang menggunakan seluruh kekuatan yang dimilikinya untuk membentuk formasi feniks emas, yang merupakan segel seribu lapis untuk mengurung bayangan Raja Iblis.


Saking kuat dan besarnya kekuatan yang dikeluarkan, ditambah tubuhnya yang melemah, Feng Shang hampir tidak sanggup. Yongheng mencoba membantunya dengan mengalirkan kekuatannya. Feng Shang sedikit terbantu, lalu memusatkan kembali kekuatannya.


Darah memercik keluar dari mulutnya ketika formasi itu perlahan mengurung bayangan Raja Iblis. Ketika bayangan Raja Iblis terkurung sepenuhnya, Feng Shang melepaskan kekuatannya dan jatuh. Ia tak sadarkan diri.

__ADS_1


Yongheng langsung menggendongnya dengan panik. Ia tidak tahu apa yang terjadi pada Feng Shang.


"Xiao Shang! Bertahanlah!"


__ADS_2