Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 70: Bukan Akhir


__ADS_3

"Maharani, tepatilah janji kita," ucap Yongheng. Feng Shang menghentikan penguatan formasi, hendak berlari untuk mencegah Yongheng. Namun, pria itu mengurungnya dalam formasi yang berasal dari inti jiwanya. Feng Shang terkurung dan hanya dapat menyaksikan kejadian di depannya.


Pertarungan itu bukan lagi pertarungan biasa. Yongheng membentuk formasi pelepas roh, lalu mengeluarkan inti jiwanya dari tubuhnya. Sebuah benda seperti pil emas bercahaya keluar dari tubuh Yongheng. Dia menggenggamnya, kemudian menghancurkannya. Aura spiritual dewa agung menguar di mana-mana, menyebar ke seluruh penjuru Kota Cheng.


"Tidak!" teriak Feng Shang.


Bagaimana mungkin dia menerimanya! Yongheng telah menggunakan formasi pelepas roh untuk mengeluarkan sihir terkuatnya. Pria itu telah memilih jalan memenuhi takdirnya, mengulang kembali apa yang dia lakukan ratusan ribu tahun lalu. Yongheng menghancurkan dirinya sendiri! Dia memilih mengorbankan dirinya kembali untuk melawan iblis yang kedua kalinya!


Feng Shang berteriak marah. Semburat cahaya itu melesat seperti kilat, menghancurkan hawa iblis yang sangat pekat. Suasana di Kota Cheng kembali damai, namun bukan sepenuhnya situasi dalam kendali. Masih ada bahaya lain yang belum dihadapi. Feng Shang melihat Yongheng yang sudah hampir kehilangan kesadaran, perlahan tubuhnya melebur menjadi serpihan cahaya emas di udara.


Feng Shang mengancurkan formasi yang dibuat Yongheng untuknya, lalu berlari menangkap pria itu. Di pangkuannya, dia meraih kepala Yongheng dan menyandarkannya dengan lembut sambil menatap jauh. Yongheng masih bisa membuka mata, namun yang dilihat justru samar-samar. Ia mengenali wajah yang meraihnya, itu wajah maharani.


"Maharani, aku akan mengembalikan Shen Yi kepadamu," ucap Yongheng lemah.


"Bodoh. Kau adalah dia, kalau kau mati, maka dia juga mati," ucap Feng Shang sambil menahan sesuatu yang menyalak di dadanya. Sakit, rasanya sakit.


"Maharani, tugasku selesai, tapi tugasmu belum selesai. Masih ada dunia yang harus kau selamatkan. Jika...Jika aku masih bisa kembali, aku akan mengunjungi Alam Sembilan Langit dan menemuimu."


"Berhenti bicara!"


Yongheng menyunggingkan senyumnya sebelum semua kekuatannya menghilang. Tidak lama setelah itu, seluruh kesadarannya lenyap dan dia sepenuhnya berubah menjadi serpihan cahaya, melebur ke udara tanpa sisa. Feng Shang meneteskan air mata tanpa sadar, matanya memerah dan menatap Xiang Sun yang sedang membangkitkan kekuatan dengan marah.

__ADS_1


Setelah tubuh Yongheng menghilang, sebuah benda mirip sisik naga berwarna emas jatuh di telapak tangan Feng Shang bersama sebuah kelopak terarai. Feng Shang berteriak sangat keras, marah dan emosi. Teriakannya menyebabkan bara api feniks biru keluar dan bayangan sosoknya muncul. Dia telah kehilangan  Yongheng, dia telah kehilangan sosok dewa agung yang ia bangkitkan sendiri dengan mengorbankan kesadaran Shen Yi.


Melihat bara api feniks telah menyala, Xiang Sun agak keteteran. Maharani adalah dewi terkuat, dia tidak akan melepaskannya dengan mudah. Namun, ia sudah bersumpah tidak akan menyerah. Dendam ratusan ribu tahun tidak akan pernah berakhir sebelum semua suku dewa mati. Xiang Sun tertawa, ia menertawakan Yongheng. Musuhnya itu ternyata membuat pilihan yang sama.


"Apa kau sudah puas tertawa?"


"Tidak. Semua dewa belum mati, tawa ini tidak akan pernah berhenti."


Feng Shang yang dikuasai kesedihan dan amarah lantas merubah dirinya ke bentuk aslinya. Feniks api biru raksasa terbang di udara, lalu mengepakkan sayapnya. Feng Shang menyerang Xiang Sun bertubi-tubi. Perlahan, kekuatan Xiang Sun mulai melemah karena tidak ada energi hidup yang mampu membentuk kekuatan baru. Dia hanya bisa menghindari serangan sang maharani.


Kekuatan yang dihasilkan dari kepakkan sayapnya mampu menghancurkan setiap peledak yang ada di Kota Cheng. Kini hanya tersisa Xiang Sun yang harus dimusnahkan segera. Karena pria itu adalah Raja Iblis, membunuhnya bukan perkara mudah. Setelah kekuatannya melemah pun, Xiang Sun masih bisa bertahan dan tertawa.


Itu membuat Feng Shang semakin murka. Formasi Fongming bergetar hebat, lalu seluruh kekuatan spiritual dari segala penjuru berkumpul dan masuk ke tubuh Feng Shang. Maharani menerima gejolak kekuatan spiritual yang dahysat, lalu menyemburkan api yang sangat panas. Sebagian gedung Lingjing terbakar, namun itu tidak akan berdampak pada keselamatan manusia.


Walau hawa iblis sudah hilang dan peledak sudah hancur, namun sumber dari itu semua belum. Xiang Sun masih bisa menahan serangannya dengan mudah meski sudah melemah. Sihirnya yang jahat membentuk kekuatan lain di dalam tubuhnya. Di udara, Feng Shang merapal mantra. Mungkin, ia juga harus melakukan hal yang sama.


"Apa yang kau lakukan?" teriak Xiang Sun saat merasakan gejolak besar yang menggetarkan dunia. Tidak, wanita itu tidak boleh melakukannya!


"Menurutmu?"


"Apa kau benar-benar ingin mati bersamaku? Maharani Feng, bagaimana dengan Alam Sembilan Langit yang menunggumu?"

__ADS_1


"Melihatmu mati adalah tujuan hidupku. Jika aku memenuhi takdirku, mati pun aku sudah puas!" seru Feng Shang.


Xiang Sun mencoba memprovokasi dan menggoda Feng Shang agar dia tidak melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan Yongheng. Kalau maharani melakukannya, maka dirinya akan benar-benar musnah. Tidak akan ada kemungkinan untuk bangkit kembali.


Seberapa keras pun bujukan Xiang Sun, Feng Shang sama sekali tidak tergoda. Sama seperti saat ia memutuskan membangkitkan Yongheng, semua konsekuensi akan ditanggung sendiri olehnya. Tekadnya selalu bulat dan keputusannya selalu tidak bisa diganggu gugat. Sekali telah memutuskan, maka itulah yang akan terjadi.


Feng Shang mengeluarkan inti jiwanya, lalu menggunakan formasi pelepas roh dan menghancurkannya. Sebuah ledakan cahaya yang sangat besar terjadi di Kota Cheng, di bawah lindungan formasi Fongming yang melengkung. Ledakan itu mirip seperti ledakan planet di galaksi, namun tidak berdampak apa-apa.


Setelah ledakan cahaya terjadi, perlahan tubuh Xiang Sun mulai rapuh. Kulitnya mengelupas dan berubah menjadi serpihan cahaya, terbang melebur bersama udara.


"Tidak! Aku tidak akan menghilang seperti ini! Maharani, cepat segel aku!" pintanya pada Feng Shang.


Jangankan menyegel, tubuh Feng Shang juga melayang di udara. Ia kembali ke bentuk manusianya. Tubuhnya juga perlahan menghilang dan melebur. Ada raut dan senyum puas tersungging di wajah dan bibirnya. Tekadnya untuk musnah bersama Raja Iblis berhasil menyelamatkan Kota Cheng.


Formasi Fongming yang melindungi Kota Cheng perlahan hilang. Selain formasi Fongming, formasi bintang feniks biru yang berputar di rumah Shen Yi juga lenyap dan aura spiritual di tempat itu sirna. Bunga-bunga yang semula layu karena hawa iblis kembali mekar tatkala serpihan bubuk biru hinggap di permukaan daun-daunnya. Sisa kekuatan Feng Shang mengembalikan kehidupan yang tersegel hawa iblis.


"Tidak! Ini bukan akhir! Maharani, aku tidak akan mati semudah itu! Aku pasti akan kembali!" teriak Xiang Sun. Kemudian, tubuhnya lenyap bersamaan dengan hilangnya tubuh Feng Shang beserta seluruh kesadaran dewanya.


Sementara itu, di tempat Feng Zheng bersembunyi bersama keluarganya, suasana haru bercampur sedih menyelimuti semua orang. Walau sebagian besar anggota keluarga Feng Zheng dalam kondisi tertidur, mereka meneteskan air mata. Feng Zheng yang masih sadar menatap ke arah gedung Lingjing, lalu tersenyum. Tanpa sadar ada yang menetes dari matanya.


"Cucuku, kembalilah dengan tenang. Jika takdir masih terjalin, kita akan bertemu lagi," gumamnya. Kemudian, Feng Zheng memberikan penghormatan terakhir pada sang maharani dengan sebuah sujud penghormatan. Perlahan, ingatan akan sosok Feng Shang dan Shen Yi menghilang pada semua orang.

__ADS_1


...***...


...Pssttt... Ini bukan episode akhir kok. Masih ada kehidupan lain yang akan dijalani Feng Shang dan Shen Yi, tapi di dunia yang berbeda. Ayo, kita siap-siap mengemas barang. Kereta menuju alam kahyangan sebentar lagi berangkat. Jangan sampai ketinggalan, ya!...


__ADS_2