Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 71: Terbangun


__ADS_3

Kabut putih yang menyelimuti Istana Fengyun beberapa waktu ini sirna tatkala sebuah serbuk biru yang bersinar terbang memasuki bangunan megahnya. Burung-burung surgawi kembali melintas di atasnya, menaburkan serbuk spiritual yang bisa menambah pelatihan kultivasi sepuluh tahun. Serbuk bercahaya yang memasuki istana kemudian masuk ke dalam tubuh sang Maharani Langit yang tengah berbaring di peraduannya.


Yue Ming langsung gembira tatkala ia merasakan kehadiran kembali sang dewi penguasa surgawi. Dia benar-benar terlonjak ketika kelopak mata lentik sang dewi perlahan bergerak dan membuka. Yue Ming langsung menghambur ke pelukannya, sembari sedikit menangis. Namun, yang dipeluknya justru tampak linglung.


"Maharani, akhirnya kau kembali," ucap Yue Ming dipenuhi haru. Akhirnya, sang maharani terbangun setelah tertidur panjang.


"Berapa lama aku tertidur?"


"Hanya satu bulan, Maharani."


Feng Shang memijat kepalanya. Dia menatap dekorasi kamarnya, dan itu masihlah detail yang sama dengan yang dilihatnya sebelum tertidur. Satu-satunya yang berbeda adalah perasaannya. Feng Shang meraba tubuhnya, dan mendapati luka akibat perbaikan segel terakhir kali telah sembuh. Kekuatannya juga kembali, sementara tanda kedewaan di dahinya muncul kembali.


"Satu bulan? Mengapa rasanya aku tertidur sangat lama?" tanya Feng Shang. Yue Ming menghitung tak yakin, tapi durasi tidur maharani dalam pemulihan dirinya memang satu bulan. Jumlah itu lebih singkat dibandingkan waktu yang dibutuhkan dewa lain dalam menjalani pelatihannya di alam fana.


"Apa kau mengingat sesuatu?"


Feng Shang menggeleng. Ingatannya terhenti sampai saat dirinya pulang ke Istana Fengyun, lalu tertidur. Tapi, rasanya ia telah berpetualang ke dunia lain, namun ingatan itu sama sekali samar. Feng Shang bahkan tidak yakin apakah itu benar-benar ingatannya atau hanya halusinasi dari pemikirannya saja. Seorang dewa yang menjalani pelatihan atau pemulihan kekuatan dengan menjadi manusia di alam fana memang tidak akan mengingat kehidupannya selama di dunia tersebut.


Melihat Feng Shang linglung, Yue Ming jadi khawatir. Dia segera meminta seseorang untuk memanggil Si Ming agar dia bisa menanyainya tentang kejadian apa saja yang telah dialami maharani. Feng Shang seperti seseorang yang telah melewati kehidupan panjang dan melalui banyak hal, tapi hal-hal tersebut sangat berat sampai membuat fisik dan mentalnya lelah.


"Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa kau bisa terluka sampai Si Ming harus mengirimmu ke alam fana?" tanya Yue Ming.


"Ada yang aneh dengan segel itu. Ketika aku mencoba memperbaikinya, ada gelombang kekuatan yang berbalik memantulkannya," jawab Feng Shang sambil mencoba mengingat kembali kejadian hari itu.


Pada saat itu, di Lembah Shansui, dia jelas-jelas menggunakan kekuatan murninya untuk memperbaiki segel yang rusak. Entah mengapa gelombang kekuatan spiritual dari dalam segel datang dan memantulkan kekuatannya. Feng Shang kemudian mencoba memperbaikinya kembali, lalu gelombang itu datang kembali. Setelah mencoba berkali-kali, segelnya berhasil diperbaiki namun dia terluka akibat pantulan dari gelombang tersebut.


"Padahal Raja Iblis telah tersegel selama ratusan ribu tahun. Mengapa itu bisa terjadi?" Yue Ming menambah pertanyaannya.

__ADS_1


"Raja Iblis pada awalnya adalah dewa sejati. Kekuatannya tentu sangat besar karena ia juga memiliki kekuatan inti dari alam. Apa ada pergerakan dari Lembah Shansui selama aku tertidur?"


Yue Ming menggelengkan kepala. Tidak lama kemudian, Si Ming datang bersama seorang pelayan peri yang memanggilnya. Dewi Bintang Takdir tersenyum lega saat melihat maharani sudah terbangun, meski keadaannya sepertinya tidak sepenuhnya baik. Si Ming menghampiri Feng Shang, lalu menunduk memberi hormat kepadanya.


"Apa kau benar-benar mengirimku ke alam fana?" tanya Feng Shang pada Si Ming.


"Maharani terluka begitu parah. Yue Ming mendesakku untuk menyembuhkanmu. Aku kebingungan karena takdirmu tidak tertulis di buku takdir manapun. Bahkan setelah aku mengirimmu, buku takdir yang kutulis untukmu semuanya hancur. Mungkinkah Maharani memiliki suatu firasat?"


"Entahlah."


"Tapi, Maharani, ada yang aneh dengan takdirmu. Setelah setengah bulan, dan buku takdir buatan sudah hancur ratusan kali, aku pada akhirnya bisa menuliskan takdirmu dan bukunya tidak terbakar. Sampai sekarang, aku tidak mengetahui alasannya," tutur Si Ming.


"Sudahlah. Yang terpenting sekarang Maharani sudah pulih dan sudah kembali. Buku takdir yang Dewi sebutkan sebaiknya disimpan di tempat rahasia untuk menghindari kecurigaan dewa yang lain," potong Yue Ming. Ia tidak ingin ada pembahasan lebih lanjut karena baginya yang terpenting maharani sudah pulang.


"Aku sudah menyembunyikan buku takdirnya di suatu tempat. Tidak ada makhluk abadi yang mengetahuinya selain aku sendiri."


"Aku harus memeriksa segelnya," ujar Feng Shang.


"Tapi, kau baru saja bangkit!" sergah Yue Ming.


"Keselamatan Tiga Alam lebih penting."


Feng Shang kemudian memanggil hewan spiritualnya. Tunggangannya adalah seekor feniks surgawi berwarna emas, yang merupakan sebuah hewan spiritual langka. Hewan itu lahir bersamaan dengan ditemukannya identitas asli dari diri Feng Shang. Mereka kemudian terbang menyusuri langit kesembilan, lalu turun ke langit tingkat ketiga, tempat suku siluman berada.


Melihat Maharani Langit melintas di atas langit mereka, suku siluman memberi hormat. Feng Shang kemudian melanjutkan perjalanannya hingga ke Lembah Shansui, lembah tempat Raja Iblis disegel. Aura spiritual yang kental menyelimuti lembah itu. Sekelilingnya tandus, hanya ada pepohonan yang meranggas dan tulang belulang hewan spiritual yang mati.


Feng Shang melangkahkan kakinya, menapaki tanah tandus tersebut menuju sebuah tempat yang dipenuhi formasi. Tepat di tempatnya berdiri saat itu, Feng Shang melihat seorang dewa tengah berdiri menatap pintu masuk ke gua tempat Raja Iblis disegel. Dari perawakan dan auranya, dewa itu sepertinya bukan dewa gunung biasa. Feng Shang melihat jejak kedewaan yang agung, juga teratai emas di dahinya yang sepertinya pernah ia lihat.

__ADS_1


"Siapa kau?" tanya Feng Shang. Dewa tersebut lalu menoleh. Ada suasana familiar yang dirasakan ketika mata mereka bertemu. Sayang sekali, Feng Shang tidak ingat kalau dia pernah mengenalnya.


"Aku justru ingin bertanya padamu. Siapa kau?"


"Itu tidak penting. Apa yang kau lakukan di sini?"


"Apa hubungannya denganmu?"


"Ini adalah tanah terlarang yang tidak bisa dimasuki sembarang orang. Apa kau bahkan tidak tahu aturan tersebut?" ucap Feng Shang. Ia masih sama dengan Feng Shang yang dulu, dingin dan mendominasi.


"Lalu bagaimana denganmu? Kau juga menginjakkan kakimu di sini."


"Di manapun aku menginjakkan kaki, itu tidak ada hubungannya denganmu!"


Dewa itu mendelik. Siapa sebenarnya sosok dewi ini? Mengapa rasanya ia pernah mengenalnya?


"Dewi sepertinya begitu waspada. Apa kau takut aku membebaskan Raja Iblis?"


"Apapun alasanmu, jika kau berani menyentuh formasinya, aku akan membunuhmu!"


Dewa itu tertawa. Kemudian, dalam sekali kedipan mata dia sudah terbang ke angkasa dan pergi begitu saja. Feng Shang tidak mempedulikannya, ia memeriksa formasi penyegel untuk mengetahui keadaannya. Formasinya masih kuat dan segelnya masih utuh. Aneh, padahal sebelumnya segelnya tidak sekuat ini. Ada kekuatan lain yang berbaur bersama dengan kekuatannya.


Feng Shang menatap angkasa, melihat awan-awan berarak. Mungkinkah dewa yang tadi itu telah memperbaikinya? Jika benar, itu berarti dia memang bukan dewa biasa. Orang yang bisa memperbaiki segel ini bisa dihitung dengan jari, dan mereka adalah para dewa agung dari zaman dewa kuno dan kebanyakan sudah berevolusi. Orang keduanya adalah para pemimpin surga, para Kaisar dan Maharani Langit.


Dia penasaran, namun percuma karena dewa itu sudah menghilang. Karena keadaan di sini baik-baik saja, dia memutuskan untuk pulang ke Istana Langit. Sialnya, feniks emas tunggangannya malah memutar jalan melewati Laut Timur. Di atas langit Laut Timur, suasana hati Feng Shang perlahan berubah. Mengapa ia harus melewati tempat buruk ini?


Sebuah ide terlintas di pikirannya. Feng Shang menaburkan bubuk spiritual, lalu Laut Timur tiba-tiba bergejolak. Ada ombak yang sangat besar datang, lalu menyapu pulau tak berpenghuni yang ada di tengahnya. Terdengar suara ribut dari para penduduk Laut Timur. Feng Shang tertawa kecil, kemudian kembali terbang ke langit kesembilan.

__ADS_1


Siapa yang tahu kalau Maharani Langit adalah orang yang sangat jahil.


__ADS_2