Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 11: Perempuan Bodoh Itu Ada di Rumahku!


__ADS_3

Jika saja malam ini seperti malam-malam sebelumnya, Shen Yi dengan senang hati pulang ke rumah membawa kemenangan. Dua kali gagal mendapatkan kesepakatan kontrak dalam satu bulan adalah prestasi terburuk di sepanjang karirnya. Berkali-kali Shen Yi memukul-mukulkan kepalanya ke dinding kaca, berkali-kali pula Zhang Bi terkena marah.


Semua rencana yang dia susun untuk mendapatkan Perusahaan Lingjing tidak berjalan seperti sedia kala. Shen Yi ingin memarahi dewan direksi yang tidak becus bekerja dan lalai hingga kehilangan perusahaan yang berpotensi seperti Lingjing. Shen Yi akan mendisiplinkan mereka pada rapat dewan direksi nanti, agar mereka tahu kalau dia bukanlah presdir dengan kesabaran yang tinggi.


Mobil Shen Yi melambat ketika memasuki sebuah komplek perumahan mewah di jalan itu. Lima ratus meter kemudian, mobil itu benar-benar berhenti di depan gerbang rumahnya.


Shen Yi yang biasanya diantar Zhang Bi kini memilih berkendara sendiri dengan alasan tidak ingin melihat wajah Zhang Bi. Wajah sekretarisnya terlalu menyebalkan karena membuatnya mengingat prestasi buruk perusahaannya.


Shen Yi benar-benar terkejut. Pagar rumah mewahnya terbuka. Di salah satu sisinya terdapat bekas pukulan dan sensor kuncinya rusak. Tidak salah lagi, pikiran Shen Yi langsung tertuju pada pencuri misterius yang sempat memberantakkan isi rumahnya. Haruskah ia membayar mahal tukang untuk memperbaikinya lagi?


Ternyata bukan hanya pagar, sensor pintu rumahnya juga rusak. Anehnya, kali ini isi rumahnya tetap rapi seperti semula. Shen Yi langsung memeriksa lantai atas, yang ia gunakan untuk menyimpan beberapa dokumen penting.


Semuanya masih utuh dan tersimpan rapi. Shen Yi terdiam sejenak, lalu memeriksa kamera pengawas yang terhubung dengan ponselnya. Lagi-lagi kejadiannya tidak terekam kamera.


Suara gemerisik seperti pergesekan sesuatu dengan dedaunan mengusik pendengarannya. Shen Yi bergegas menuju lantai bawah, lalu berbelok ke arah taman bunga.


Di bawah cahaya lampu taman yang tidak terlalu terang, Shen Yi melihat sosok seorang wanita tengah menari dengan menyentuhkan jarinya di atas dedaunan bunga yang mekar.


“Feng Shang?” tanyanya tak percaya.


Sosok wanita itu menghentikan tariannya. Sinar mata birunya memudar lalu hilang. Saat berbalik, sosok Shen Yi tengah menatapnya dengan aneh.


Apa dia melihat sesuatu yang tidak seharusnya dilihat? Jika ya, Feng Shang akan membuat Shen Yi mengalami hal yang sama seperti Feng Ling: Pingsan selama tiga hari!


“Sedang apa kau di sini?” tanya pria itu lagi.


“Bermain,” jawabnya singkat.


Shen Yi mana mungkin percaya. Perempuan bodoh itu apakah otaknya benar-benar sudah rusak dan tidak berfungsi? Malam-malam begini, dia menari di taman yang suhu udaranya lumayan dingin. Hanya orang yang tidak waras yang akan melakukannya. Selain itu, kenapa Feng Shang tiba-tiba ada di rumahnya?

__ADS_1


“Kau yang merusak pagar dan pintu rumahku?”


“Ah, mereka tidak mau terbuka. Aku terpaksa membongkarnya dengan paksa.”


Shen Yi menghembuskan napas kasar. Sejak tadi suasana hatinya sudah buruk. Perempuan ini malah datang dan membuatnya semakin kesal.


“Kau tahu berapa harga untuk memperbaiki pintu itu?”


Feng Shang mengedikkan bahu. Lagipula, siapa yang menyuruh Shen Yi mengunci pintu rumahnya dengan sensor suara yang membuat Feng Shang kesal dan marah.


Saat dia baru tiba, pintu itu tertutup dan rumahnya sepi. Dengan sedikit sihir, Feng Shang merusaknya dan berhasil masuk. Dia tidur di taman bunga yang dipenuhi aura spiritual, menyegarkan tubuhnya setelah beberapa hari tidak berkultivasi.


Tarian yang ia lakukan adalah tarian langit pemanggil roh. Feng Shang melakukannya untuk membangkitkan roh spiritual yang ada pada kelopak setiap bunga di taman itu, karena di musim ini bunga-bunga yang mekar memiliki aura spiritual yang magis. Jika rohnya keluar, maka akan berubah menjadi kekuatan spiritual yang berfungsi menyembuhkan luka dalam tubuh.


Pria bodoh itu malah menganggunya dan membuat semua roh bunga kabur dan berpencar!


“Minta ganti rugi pada si tua Feng saja. Aku yakin dia bersedia membayar kerugian untukku,” ucap Feng Shang ringan.


“Sudah kukatakan kalau aku tidak bodoh,” tukas Feng Shang.


Baiklah, pikir Shen Yi. Pria itu menjejakkan kakinya di taman bunga, mempersempit ruang Feng Shang dan mengikis jarak di antara mereka. Tatapan dingin Feng Shang yang terpancar di matanya yang hitam rasanya menusuk hingga ke jantung. Shen Yi sedikit terpengaruh, dia belum pernah mendapat atau melihat tatapan sedingin ini.


“Mengapa kau menerobos masuk rumahku?” Shen Yi berusaha mengatasi pengaruh dinginnya mata Feng Shang dengan mengajukan pertanyaan.


Mendapatkan pertanyaan seperti itu, tatapan dingin Feng Shang perlahan memudar.


“Aku ingin tinggal di sini,” jawabnya.


Shen Yi refleks menjawab, “Tidak bisa!”

__ADS_1


“Aku bisa tinggal di manapun yang aku mau!”


“Tapi tidak dengan rumahku!”


Shen Yi dan Feng Shang bertengkar lewat tatapan. Shen Yi tidak mungkin membiarkan Feng Shang tinggal di rumahnya lagi. Lambat laun perempuan ini pasti akan menyebabkan masalah untuknya. Ditambah lagi, Shen Yi tidak mau mimpi buruknya yang aneh semakin menjadi jika perempuan bodoh ini kembali tinggal di sisinya.


Lain lagi dengan Feng Shang. Bagaimanapun caranya, dia harus tinggal di sini. Tidak peduli jika sampai harus menghabiskan seluruh uang milik Feng Zheng, atau bahkan mengubah Shen Yi menjadi bentuk lain yang tidak banyak bertingkah, Feng Shang tetap akan melakukannya. Dengan tinggal di sini, dia bisa mengumpulkan kekuatan spiritual dan menyelidiki kebenaran perihal jati diri Shen Yi dan jati dirinya yang asli di dunia ini.


“Apa maumu?”


Shen Yi menduga perempuan bodoh ini hendak menyuapnya dengan uang. Oh, tidak bisa! Ini bukan perihal uang, tetapi perihal rasa nyaman dan harga diri. Selama ini Shen Yi selalu nyaman tinggal sendiri.


Membiarkan Feng Shang tinggal di rumahnya beberapa hari lalu hanya sementara dan dipaksa keadaan karena perempuan itu sudah menyelamatkannya dan belum diketahui siapa keluarganya.


Feng Shang yakin pria ini tidak akan setuju dengan mudah. Feng Shang hendak menggunakan sihir untuk menghipnotisnya, namun tiba-tiba Feng Shang mengingat kembali perihal cahaya keemasan yang tempo hari merasuk ke dalam tubuh pria itu, juga perihal tatapan mata indahnya yang membuat mata Feng Shang terasa sakit. Jika Shen Yi bisa menyakitinya hanya dengan tatapan matanya, maka sihir yang digunakan Feng Shang untuknya mungkin sia-sia saja.


“Katakan apa yang kau inginkan! Aku akan memenuhi keinginanmu selama kau membiarkanku tinggal di sini!” seru Feng Shang sekali lagi.


Lama kelamaan Shen Yi bosan juga. Baru kali ini dia dipermainkan dan didebat seorang wanita hingga seperti ini. Ingin sekali Shen Yi mengusir keluar Feng Shang sekarang juga, tetapi hari sudah sangat larut dan dia tahu perempuan itu pasti tidak tahu jalan pulang. Jangan sampai dia kerepotan mengurus perempuan itu saat terjadi apa-apa padanya.


“Malam ini kau boleh tinggal. Besok, kau harus pulang ke Keluarga Feng!” tukas Shen Yi.


“Pikirkan baik-baik selagi aku punya kesabaran. Shen Yi, kau tidak akan mendapat kesempatan kedua!”


Shen Yi melambaikan tangannya sambil meninggalkan Feng Shang. Ya, dia memang harus berpikir baik-baik, memilih untuk membiarkan perempuan itu tinggal atau tidak.


Shen Yi tahu betul kalau perempuan bodoh itu pasti akan tetap datang ke rumahnya jika dia menolaknya, merusak pintu rumahnya dan membuatnya mengeluarkan biaya berjuta-juta untuk memperbaikinya.


Kalau begini terus, dia bisa mati darah tinggi!

__ADS_1


...***...


__ADS_2