Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 69: Misi Penyelamatan Dunia


__ADS_3

Malam harinya, Feng Shang dan Yongheng pergi ke gedung Lingjing. Keduanya berada di atap gedung. Dari sini, mereka bisa melihat seluruh Kota Cheng dengan jelas. Feng Shang sengaja memilih tempat ini sebagai titik awal. Ia berencana membentuk formasi raksasa untuk melindungi Kota Cheng sekaligus mencegah hawa iblis menyebar ke kota yang lain. Formasi itu dinamakan formasi Fongming, sebuah formasi kuno yang sebenarnya sangat mengerikan.


Dikatakan mengerikan karena pembentukannya membutuhkan kekuatan spiritual yang sangat besar. Kalau dewa atau dewi yang membentuknya tidak punya cukup kemampuan, yang ada mereka malah mati. Pembuat formasi ini awalnya adalah suku feniks api biru, leluhur Feng Shang. Kemudian, formasi ini menghilang bersama dengan lenyapnya suku feniks api biru ratusan ribu tahun lalu. Entah mengapa Feng Shang justru bisa menggunakannya tanpa mempelajarinya.


"Dewa Agung Yongheng, apa kau sudah siap?" tanya Feng Shang pada Yongheng. Yongheng mengangguk sambil menjawab, "Ya."


Keduanya berbagi tugas. Feng Shang akan membentuk formasi pelindung, sementara Yongheng akan memurnikan hawa iblis yang bersembunyi di Kota Cheng. Di bawa cahaya bulan, kedua orang itu bekerja sama untuk mengembalikan situasi dunia. Cahaya biru dan emas berbaur, melayang-layang di langit Kota Cheng lalu menyebar ke segala penjuru.


Sebelumnya, Feng Shang menggunakan sihir tidur untuk menidurkan seluruh penduduk Kota Cheng. Itu bertujuan agar semua orang tidak menyadari keanehan yang terjadi, dan akan menganggapnya sebagai mimpi jika mereka terbangun esok hari. Bagaimanapun, malam ini Feng Shang dan Yongheng harus berhasil membalikkan situasi. Karena semakin lama dibiarkan, dunia akan semakin kacau.


Formasi Fongming mulai terbentuk. Mata formasinya ada di tengah, tepat di tempat Feng Shang berdiri. Perlahan, Kota Cheng mulai diselimuti sebuah tudung raksasa yang melengkung seperti tutup sebuah mangkuk. Di samping itu, Yongheng mengeluarkan kekuatan spiritual miliknya dan menyebarkannya, membuat hawa iblis yang berwarna hitam keluar dan dimurnikan.


Formasi Fongming belum sepenuhnya sempurna ketika terdengar suara tawa membahana. Feng Shang dan Yongheng yang tengah fokus menolehkan kepala ke asal suara. Di sudut atap gedung Lingjing, Xiang Sun berdiri dengan wajah iblisnya, menatap Feng Shang dan Yongheng dengan remeh. Dia membawa seseorang di tangannya.


"Maharani dan Dewa Agung sungguh sangat kompak. Kalian begitu ingin mengalahkanku, ya?"


"Raja Iblis, akhirnya kau menunjukkan batang hidungmu!" seru Yongheng.


"Jangan terlalu bersemangat. Lihat, siapa yang kubawa kali ini," ucap Xiang Sun. Yongheng dan Feng Shang agak terkejut. Xiang Sun ternyata membawa Feng Ling sebagai sandera.


"Maharani dan Dewa Agung penuh kasih. Tentu tidak akan membiarkan gadis ini mati tanpa alasan di depan kalian, bukan?"


Meski Feng Ling sekarang tidak ada kaitannya dengan Feng Shang, tapi wanita itu adalah salah satu manusia yang telah menyimpan darah suci Feng Shang selama ini. Secara tidak langsung, Feng Ling telah membantu menjaganya sampai kembali kepada pemilik aslinya. Feng Shang sejak awal tidak berniat melenyapkannya, dan hanya memberinya pelajaran. Feng Ling tidak bisa mati karena itu bukan keinginannya.


"Maharani, siapa perempuan itu?" tanya Yongheng.


"Pemelihara darah suciku. Jangan biarkan dia membunuhnya," jawab Feng Shang.


"Maharani, fokuslah membentuk formasi. Aku akan menghadapinya!" seru Yongheng.

__ADS_1


Yongheng meleburkan kekuatan pemurniannya. Ia beralih kepada Xiang Sun yang sedang menahan seorang perempuan bernama Feng Ling. Yongheng merasa akrab, tapi tidak bisa mengingat dengan jelas. Ia rasa perempuan itu pernah berinteraksi dengan Shen Yi sebelumnya. Karena Feng Shang berkata tidak boleh dibunuh, maka perempuan bernama Feng Ling itu harus selamat.


Meski ada kebencian yang begitu besar dirasakan oleh Yongheng, pasti ada alasan sendiri mengapa maharani bertindak begitu. Perempuan bernama Feng Ling itu cacat, tidak bisa bicara dan tidak bisa berdiri. Raja Iblis Xiang Sun menyeretnya sampai beberapa bagian tubuhnya terluka. Selain itu, dia juga sempat mencekiknya sampai ada bekas jari memerah di lehernya.


Semakin Yongheng mendekat, Xiang Sun semakin keras tertawa. Feng Ling yang masih sadarkan diri berontak, hatinya berteriak minta dilepaskan dan mengumpati Xiang Sun dengan kata-kata kasar. Ternyata, orang yang selama ini dipertahankan olehnya bukan manusia, tetapi iblis paling jahat sedunia. Tidak salah jika Feng Shang selalu membencinya.


"Raja Iblis, kau pengecut!" seru Yongheng.


"Aku bukan pengecut! Aku hanya ingin melihat seperti apa bentuk kasih sayang seorang Maharani Langit, yang katanya begitu dingin dan kejam!"


"Berhenti mengacau!" teriak seseorang diiringi sebuah suara tembakan. Timah panas menembus tangan Xiang Sun, membuatnya seketika melepaskan cekalannya pada Feng Ling. Semua orang menoleh pada asal suara.


Di pintu masuk atap gedung, seorang kakek tua berdiri memegang senjata api. Ujungnya mengeluarkan asap tanda baru saja digunakan. Feng Shang mengerutkan dari sambil terus memperkuat formasi. Sama sekali tidak ia bayangkan kalau sosok itu ternyata tidak terpengaruh sihir tidur dan datang untuk membantunya.


"Feng Zheng?" ucap Feng Shang.


"Sejak awal aku sudah menebak kalau cucuku bukan manusia bisa. Kau juga, Shen Yi," ucap Feng Zheng.


"Maharani Feng, siapa kakek tua itu?"


"Tidak tepat menceritakannya sekarang. Selamatkan perempuan itu dulu!"


Feng Zheng kembali melancarkan tembakan kepada Xiang Sun. Siang tadi, rumahnya diporak-porandakan Xiang Sun dan Feng Ling diculik. Feng Zheng mengejar kemari karena merasakan sesuatu yang tidak beres. Entah mengapa dia tidak terpengaruh sihir tidur, seolah-olah dia mempunyai sesuatu yang membuatnya tidak mempan terhadap sihir dewa semacam itu. Tembakannya meleset, namun sukses membuat Xiang Sun lengah.


Pada saat itu, Yongheng langsung merebut Feng Ling dan menyerahkannya kepada Feng Zheng. Xiang Sun marah, dia mengeluarkan segenap kekuatannya. Sekarang, dia tidak akan sungkan lagi. Bahkan jika dunia ini hancur, dia tidak peduli. Semua orang yang ada di sini harus mati.


"Bawa perempuan ini ke tempat yang aman dan jangan keluar sampai situasinya terkendali," ucap Yongheng. Sambil dilindungi olehnya, Feng Zheng berhasil membawa Feng Ling keluar gedung Lingjing dan bersembunyi di tempat yang aman bersama seluruh keluarganya.


Yongheng kembali ke pertarungannya. Dia dan Xiang Sun kembali bertarung seperti kemarin. Formasi pelindung hampir selesai, namun Feng Shang merasakan sesuatu yang ganjil. Tidak mungkin Xiang Sun datang sendirian. Ia selalu merasa kalau iblis itu sudah menyiapkan jebakan dan kehadirannya kemari hanya untuk memancing emosinya saja.

__ADS_1


"Yongheng, hati-hati terhadap jebakan!" teriak Feng Shang.


"Ah, Maharani Feng sangat cerdas! Kau rupanya menyadarinya secepat itu?" ucap Xiang Sun di sela-sela serangannya pada Yongheng.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Yongheng.


"Aku sudah memasang peledak yang sangat banyak di Kota Cheng. Sebentar lagi, kota ini akan menjadi abu! Hahaha!"


Feng Shang sudah menduganya. Sial! Orang licik ini benar-benar keterlaluan. Kalau peledak meledak saat penduduk tertidur, semuanya tidak akan ada yang tersisa. Usahanya akan sia-sia. Apa yang harus dia lakukan? Formasi ini tidak akan ada gunanya jika pada akhirnya manusa di sini harus mati!


Yongheng terpancing amarah. Sebagai dewa agung, ditipu dan dipermainkan seperti ini adalah sebuah penghinaan besar. Dia mengerahkan segenap kekuatannya untuk menyerang Xiang Sun. Untung saja iblis itu sudah terluka akibat peluru, jadi serangannya ada yang mengenai tubuhnya. Pertarungan berlangsung sengit karena keduanya sama-sama kuat.


"Tidak, bukan hanya itu triknya! Yongheng, kau perhatikan baik-baik!" teriak Feng Shang.


Tidak disangka, aura iblis yang begitu kental menyelimuti Kota Cheng. Semua sihir yang digunakan Yongheng untuk memurnikannya tidak cukup. Tampaknya, Xiang Sun sengaja menyembunyikan hawa iblis lain sampai Yongheng dan Feng Shang tidak menyadarinya. Hawa iblis yang kuat akan menjadi racun dan membunuh makhluk hidup, terutama manusia yang tidak memiliki kekuatan spiritual. Celaka!


Yongheng mengeluarkan kemampuan kedewaannya yang paling tinggi. Untuk sementara, hawa iblis itu bisa ditekan. Ia kemudian kembali menyerang Xiang Sun di sana-sini. Tubuh keduanya sudah sama-sama terluka, namun tekadnya masih bulat. Yongheng pantang mundur sebelum mengalahkan musuh ratusan ribu tahunnya ini.


"Maharani, kau akan melihat pertunjukan besar! Lihat dan saksikanlah kehancuran makhluk fana dari dunia yang kau kasihi!" ucap Xiang Sun. Dia mengeluarkan pengendali jarak jauh yang terhubung langsung dengan peledak-peledak yang disembunyika di Kota Cheng.


Yongheng tidak akan bisa menahan semuanya dalam waktu yang bersamaan. Kalau dia menyelamatkan semua orang sekarang, dengan kondisinya saat ini, itu tidak akan sempat. Satu-satunya cara yang tersisa hanyalah itu, namun ia mungkin akan kehilangan segalanya. Tapi jika dibandingkan dengan keselamatan umat manusia, tidak ada jalan lain.


"Maharani, tidak ada cara lain lagi. Tetaplah perkuat formasinya, aku akan melakukan apa yang aku bisa untuk menghentikannya," ucap Yongheng pada Feng Shang.


"Apa yang mau kau lakukan?"


"Mengulang kembali takdir."


"Tidak! Jangan lakukan itu!" Feng Shang berteriak marah. Namun, tekad Yongheng sudah bulat.

__ADS_1


__ADS_2