
“Kakek, apa kakek tidak mendengar rumor aneh belakangan ini?” tanya Feng Ling pada Feng Zheng.
“Rumor apa?”
“Katanya, kakak sepupu punya hubungan gelap dengan Presdir Shen. Itulah sebabnya dia bersikeras tinggal di rumah Presdir Shen.”
Feng Zheng meletakkan surat kabar yang dibacanya di meja. Rumor hanya rumor. Feng Zheng bukan orang rendahan yang suka mendengarkan gossip. Kakek tua itu menatap cucu keduanya dengan tajam, seperti hendak memakannya hidup-hidup. Dia bertanya apa lagi yang akan dilakukan rubah betina yang satu ini.
Feng Zheng tahu betul bagaimana sifat cucu keduanya. Selain manja dan boros, Feng Ling juga suka iri. Di matanya, Feng Ling hanya seorang cucu yang tidak istimewa, memberinya kekayaan dan akses kebebasan selama ini sudah lebih dari cukup. Feng Ling seharusnya tahu diri, tahu di mana tempatnya berada.
“Sejak kapan Keluarga Feng suka mendengarkan gossip?” Feng Zheng membalas pernyataan Feng Ling dengan pertanyaan. Wanita muda tersebut agak terkejut.
“Kakek, aku hanya tidak ingin nama kakak tercoreng dan keluarga kita tercemar.”
“Berbicara tentang nama baik, mengapa kau tidak mengajarkan kekasihmu agar dia tidak berbuat onar saja? Kulihat semakin hari dia semakin keterlaluan.”
Wajah Feng Ling memerah. Kabar pertengkarannya dengan Xiang Sun sudah sampai ke telinga Feng Zheng beberapa hari lalu. Kakeknya pasti sudah tahu kalau akar dari pertengkaran itu adalah karena Xiang Sun, yang mengirimkan banyak hadiah dan mengotori lobi gedung Lingjing. Berdasarkan temperamen kakeknya ini, Feng Ling mungkin akan disalahkan atas peristiwa itu.
Feng Zheng menatap dingin cucunya. Sampai kapan pun, ia tidak akan pernah mempercayai rumor. Baginya, rumor-rumor yang beredar hanyalah sebuah kabar yang sengaja disiarkan untuk merusak citra seseorang. Orang yang menyebarkan dan yang mempercayainya adalah orang yang kurang kerjaan.
Rumor mengenai Feng Shang bukannya ia tak tahu. Rumor yang menyebar lebih cepat daripada angin tersebut sudah sampai ke telinganya sebelum Feng Ling memberitahunya hari ini. Feng Zheng tidak percaya, karena selama ini cucu kesayangannya tidak pernah berbuat macam-macam.
Meskipun Feng Shang tidak pernah mengatakan alasan mengapa ia ingin tinggal di rumah Shen Yi, Feng Zheng percaya kalau cucunya tidak memiliki hubungan khusus. Mungkin, cucunya merasa nyaman tinggal di sana karena rumah itulah yang ia tinggali pertama kali sejak kembali dari luar negeri. Bisa saja Feng Shang merasa kurang nyaman dengan rumah utama Keluarga Feng, makannya ia memilih tinggal di rumah orang lain.
“Kakek, A-Sun hanya sedang linglung. Dia dibutakan oleh kecantikan kakak sepupu sampai dia berbuat demikian,” bela Feng Ling. Feng Zheng tertawa hambar.
“Kekasihmu yang brengsek dan tidak tahu malu! Kau malah menyalahkan kakakmu?”
__ADS_1
Feng Zheng mulai terpancing emosi. Sejak awal, dia kurang setuju dengan hubungan Feng Ling dan Xiang Sun. Sebagai orang tua yang sudah merasakan asam dan garam kehidupan, Feng Zheng punya pandangannya sendiri. Di matanya, Xiang Sun bukan pria yang baik. Pria itu hanya ingin memanfaatkan Feng Ling, menggunakannya untuk mendekati Lingjing.
Kalau benar pria itu mencintai cucunya, tidak mungkin beredar kabar tidak mengenakkan, yang selalu menjadi topik hangat di mana-mana. Perihal Xiang Sun yang serakah akan kekuasaan, perihal Xiang Sun yang suka memarahi dan bertengkar dengan Feng Ling, juga perihal Xiang Sun yang suka bermain wanita.
Jika benar pria itu mencintai Feng Ling, maka perbuatannya yang menjijikan itu tidak akan pernah dilakukan. Feng Zheng membenci pria brengsek yang tidak setia. Seumur hidupnya, ia tidak akan pernah meladeni atau membiarkan orang brengsek masuk ke keluarganya.
Kontrak kerja sama hari itu juga ditandatangani karena terpaksa. Saat itu Feng Zheng sedang terburu-buru mencari Feng Shang, sampai ia menandatanganinya dengan asal. Syukurlah Feng Shang ditemukan. Feng Zheng menemukan jalan ketika cucu kesayangannya ingin Lingjing bekerja sama dengan Xize, hingga Feng Zheng bisa membatalkan kontrak kerja sama dengan Xiang.
“Jika kau masih menganggapku sebagai kakekmu, akhiri hubunganmu dengan Xiang Sun dan pergilah ke luar negeri! Belajarlah dengan benar sampai kau tidak bodoh lagi!” seru Feng Zheng dengan sangat tegas.
“Dia memang brengsek! Tapi, meskipun dia menyukai kakak, aku tidak akan pernah membiarkan dia mendapatkan keinginannya! Aku tidak akan pernah melepaskan dia!”
Feng Ling sudah bersumpah tidak akan melepaskan Xiang Sun sampai kapanpun. Bahkan jika ia mati, ia akan membawa pria brengsek itu dikubur bersamanya. Kebencian Feng Ling sudah sangat besar, berubah menjadi obsesi yang sangat kuat. Kebencian itu membuat Feng Ling ingin menjerat Xiang Sun seumur hidup, tidak akan membiarkan dia hidup dengan damai.
“Kulihat kau yang sudah buta! Ling’er, obsesimu benar-benar mengerikan!”
Feng Zheng tidak habis pikir pada cucu keduanya. Kebencian sebesar itu seharusnya sudah bisa membuatnya melepaskan pria brengsek itu, lalu memulihkan diri. Namun Feng Ling sangat tidak ingin melepasnya. Feng Zheng benar-benar tidak memahami jalan pikiran cucu keduanya.
Orang mungkin berkata kalau Feng Zheng memang pilih kasih. Ia tidak menyangkalnya. Tetapi, di dunia ini, tidak ada yang tahu kalau hatinya tidak demikian. Feng Zheng juga menyayangi Feng Ling, hanya saja caranya berbeda. Jika ia menunjukkan ia menyayangi Feng Shang terang-terangan, maka Feng Zheng akan melakukan hal sebaliknya pada Feng Ling.
Tetapi, cucu keduanya itu malah tidak pernah berpikir sama sekali. Dua puluh tahun hidupnya dihabiskan untuk membenci dan menumbuhkan rasa iri pada kakak sepupunya sendiri. Feng Zheng semakin kesal, ia jadi sering memarahi Feng Ling dan anggota keluarganya yang lain. Itu berlangsung selama bertahun-tahun.
Jika ia kejam, ia sudah lama mengusir Feng Ling dan orang tuanya keluar dari rumah ini. Kekayaan yang mereka miliki sebenarnya sudah cukup untuk merintis usaha sendiri dan membangun rumah sendiri. Feng Zheng bisa saja fokus membesarkan dan mendidik Feng Shang seorang. Namun, ia tidak melakukan semua itu.
“Memangnya kenapa kalau aku punya obsesi? Kau memberikan segalanya pada kakak sepupu, tetapi kau bahkan melarangku memiliki obsesiku sendiri? Kakek, kau benar-benar orang tua yang kejam!” Feng Ling menaikkan nada bicaranya.
Niatnya yang ingin menjatuhkan Feng Shang lewat rumor malah berbalik membuatnya emosi. Feng Ling tidak dapat menahan perasaan marahnya setiap kali kakeknya berusaha melindungi Feng Shang dan menyuruhnya mengakhiri hubungan dengan Xiang Sun. Sampai kapanpun, ia tidak akan pernah menyerah.
__ADS_1
Temperamen kakeknya yang keras kepala dan galak sudah biasa ia hadapi. Feng Ling mencoba mengatur napas, menenangkan emosinya yang sudah mencapai ubun-ubun. Di saat seperti ini, dia tidak boleh meledakkan emosi sampai melupakan tujuan awalnya.
“Kakek, kau terlalu menyayangi kakak sepupu sampai kau mau menutup mata dan telingamu. Kakek bahkan tidak tahu apa saja yang sudah dilakukan kakak di luar sana. Bagaimana jika suatu saat ia membuat malu Keluarga Feng?”
Feng Ling menjeda perkataannya sejenak, menarik napas lalu melanjutkannya.
“Apa kakek mau menunggu dia menghancurkan reputasi Keluarga Feng, mencabik-cabik kehormatan Keluarga Feng, menurunkan martabat dan membuat Keluarga Feng menjadi bahan tertawaan di Kota Cheng baru akan bertindak? Rumor di luar sana sudah menyebar begitu luas, apa kakek pikir itu tidak akan mempengaruhi reputasi Keluarga Feng?” sambung Feng Ling.
Feng Zheng mengusap wajahnya dengan kasar. Cucu keduanya bersikeras memprovokasinya dengan ancaman kehormatan keluarga. Padahal, Feng Zheng bukan orang yang berpikir dan bertindak sembarangan. Cucunya tidak tahu kalau ia sudah tahu maksud dari perkataan itu, apa tujuannya juga Feng Zheng sudah tahu.
Hati perempuan ternyata bisa begitu jahat. Seharusnya, Feng Ling saling melindungi dengan Feng Shang, bukan mencoba menjatuhkannya dengan cara murahan seperti ini. Kehancuran keluarga besar di kota ini kebanyakan akibat salah paham dan aksi saling menjatuhkan antar saudara. Feng Ling seharusnya belajar dari kejadian kejadian itu.
Feng Shang saja tidak pernah berbuat apa-apa pada Feng Ling. Cucu kesayangannya hidup sebagaimana dia ingin hidup, menjalankan pekerjaan dan tidak mencampuri urusan orang lain. Tapi, saudaranya malah sibuk mencari cara untuk menjatuhkannya.
“Cukup! Ling’er, apa kau tidak sadar kalau reputasi Keluarga Feng sudah lama tercoreng karenamu?”
“Apa maksud kakek?”
“Dengan hubunganmu yang gila dengan Xiang Sun serta berbagai pertengkaran dan keributan yang kau ciptakan di luar sana, kau pikir itu tidak membuat reputasi Keluarga Feng jatuh? Kulihat keluarga ini akan hancur di tanganmu tidak lama lagi!”
Ucapan Feng Zheng seketika membuat Feng Ling terdiam. Perkataannya seperti sebuah anak panah yang
menusuk hatinya, menjatuhkannya ke jurang terdalam yang gelap. Feng Ling tidak terima, yang ia lakukan selama ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan keluarganya. Urusan percintaannya dengan Xiang Sun yang dipenuhi konflik adalah urusannya sendiri.
“Kau menyalahkanku?”
Feng Zheng tidak ada niat meladeni cucu keduanya lagi. Emosi yang ditahannya sudah hampir meledak. Feng Zheng meninggalkan Feng Ling tanpa mengatakan apapun, membiarkan cucu keduanya meneriakinya dengan marah disertai sumpah serapah.
__ADS_1
“Feng Ling, kuharap kau cepat bertobat!” gumam Feng Zheng.
...***...