Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 46: Balasan Pertama


__ADS_3

Kejadian yang menimpa pemilik Lingjing menjadi trending topik di kanal informasi berita bisnis. Kabar tersebut menyebar cepat layaknya virus, cepat menular dan menjadi perbincangan hangat. Banyak media menayangkan hasil rekaman kamera pengawas di kantor Lingjing, yang entah didapat dari mana. Apa yang semula tidak boleh dibicarakan justru malah menjadi sesuatu yang dibesar-besarkan.


Feng Shang dibuat marah dengan media. Ada orang yang sengaja menyebarkannya terang-terangan, ingin mengganggu ketenangannya. Gara-gara kejadian itu, ia kerap dikerubungi awak media setiap kali keluar dari Lingjing atau ketika ia mau masuk ke kantornya. Tidak jarang pula ia dibuntuti hingga ke rumah.


Ia yakin jika ia tidak banyak bicara, semuanya bisa tetap aman. Tetapi, siapa yang menyangka kalau media justru menggali lebih dalam. Tidak dapat informasi langsung, mereka malah meminta informasi dari karyawan lain dan sedikit membumbui laporan, melebih-lebihkan dan memanipulasi kejadian sebenarnya.


Ada yang bilang kalau kejadian itu didasari oleh konflik internal Keluarga Feng. Katanya, cucu kedua Ketua Feng sengaja menyakiti kakak sepupunya karena sakit hati, ada juga yang bilang karena Feng Shang terlalu angkuh dan sombong hingga mengundang niat jahat orang lain. Anehnya, Feng Ling justru sama sekali tidak disorot.


Ini membuatnya semakin marah. Feng Shang berhasil menemukan keberadaan Feng Ling setelah perempuan muda itu melarikan diri dan bersembunyi. Tentu saja, siapa yang bisa mengelabui Maharani Langit dengan kekuatan tertinggi? Bahkan jika ia bersembunyi di lubang semut pun, Feng Shang tetap bisa menemukannya.


Dengan langkah tegas, ia berjalan memasuki sebuah hotel mewah di kawasan utara Kota Cheng. Resepsionis menanyakan keperluan apa yang membuat Feng Shang datang ke hotel itu. Lalu, ia mengatakan kalau ia sedang mencari sampah kecil yang menganggu hidupnya. Resepsionis itu terkejut. Ketika Feng Shang menanyakan di mana kamar Feng Ling, resepsionis tersebut gugup.


Ia sudah disuap agar tidak memberitahu keberadaan Feng Ling, terutama kepada Feng Shang. Saat ini, resepsionis sedang dalam kebingungan. Ia ketakutan melihat aura membunuh yang terpancar dari Feng Shang.


"Kau tidak ingin mengatakannya?"


"Maaf Direktur Feng, saya tidak bisa memberitahu informasi tentang tamu hotel. Tolong jangan mempersulit saya," ucap si resepsionis. Wajahnya sedikit pias.


"Begitukah? Kau ingin berkata jujur atau aku yang harus turun tangan?" tanya Feng Shang.


Resepsionis tidak bisa menjawab. Orang-orang di sekitar memperhatikan mereka, namun tidak berani mendekat karena sangat tahu siapa dan sosok seperti apa perempuan berjas formal yang sedang ribut di bagian resepsionis tersebut. Mereka tak mau ambil resiko menyinggung seorang direktur Lingjing yang terkenal begitu hebat dan sangat tegas.


Karena tak kunjung mendapat jawaban, Feng Shang meninggalkan bagian resepsionis. Tidak peduli petugas keamanan sudah mengejarnya, tubuhnya hilang di balik lift. Tanpa harus bertanya pun, sebenarnya ia tahu di mana lokasi Feng Ling. Feng Shang hanya ingin menguji apakah di bumi ini manusia memiliki sifat yang sama dengan manusia fana di Tiga Alam.


Feng Shang naik ke lantai lima puluh. Ketika lift berdenting dan pintunya terbuka, ia segera keluar. Feng Shang mendobrak sebuah pintu kamar tempat Feng Ling berada, tetapi sayangnya yang ia cari tidak ada di tempat. Tampaknya, resepsionis tadi langsung menghubungi dan memberitahu kalau ia menuju ke sana. Feng Shang menyunggingkan senyum misterius, lalu naik kembali ke dalam lift menuju lantai paling atas hotel tersebut.

__ADS_1


Feng Ling yang sedang berada di rooftop tidak pernah berpikir kalau Feng Shang mampu menyusulnya. Ia terkejut setengah mati saat sosok Feng Shang muncul di balik pintu, berjalan menuju kepadanya. Feng Ling menekan ponselnya, berusaha menghubungi seseorang. Namun, ia harus kecewa karena orang yang ia hubungi tidak menjawabnya.


"Sial! Sudah kuduga pria brengsek itu tidak akan membantuku!" umpat Feng Ling. Ia menyesal telah mengikuti saran Xiang Sun dalam hal menyinggung Feng Shang. Sekarang, ia ada di jalan buntu.


"Sampah kecil, kau mau kabur?" tanya Feng Shang diiringi seringaian mengerikan.


"Kau! Untuk apa kau kemari, siluman?"


"Tentu saja untuk menagih utang!" seru Feng Shang.


"Berhenti! Kau tidak bisa menyakitiku. Ini bukan duniamu! Kau ingin membongkar rahasiamu sendiri?"


"Begitu, ya? Kau begitu senang bermain-main. Kalau begitu, aku akan menemanimu. Aku juga harus memberitahumu, aku tidak takut apapun!"


Tubuh Feng Ling bergetar. Kakinya refleks berjalan mundur saat Feng Shang semakin mendekat. Langkah itu membawanya ke tepi gedung, punggungnya berbenturan dengan pembatas. Feng Ling berbalik, kemudian melihat pemandangan di bawah. Jalan raya yang begitu ramai, juga penutup kaca di bagian depan gedung, merupakan tempat terbaik untuk mati.


Feng Ling naik ke tembok pembatas, kemudian meloncat turun. Tubuhnya terjun dari rooftop. Feng Shang berdecak. Ia menjentikkan jari, seketika waktu berhenti. Tangannya melambai, tidak lama kemudian tubuh Feng Ling melayang di udara. Perempuan itu tidak terkena aliran waktu yang terhenti karena Feng Shang mengecualikannya.


"Kau! Lepaskan aku, siluman!" Feng Ling meronta saat kekuatan cahaya biru melingkupi tubuhnya dan membuatnya melayang.


"Kau ingin mati? Tidak semudah itu, sampah kecil!" ujar Feng Shang disertai tawa mengerikan. Sungguh, ia benar-benar menakutkan.


Ia mengarahkan tubuh Feng Ling kembali ke rooftop sambil terus melayangkannya seperti layangan. Kemarahannya sudah di ambang puncak. Feng Shang tidak akan pernah melepaskan orang yang telah menyinggungnya sampai mati, juga tidak akan membiarkan orang itu hidup dengan tenang. Itu adalah konsekuensi dari menyinggung seorang penguasa dunia lain.


"Ayo, panggil kekasihmu kemari! Bukankah dia yang menyuruhmu memberiku hawa iblis itu?"

__ADS_1


"Aku tidak tahu apa maksudmu!" elak Feng Ling. Feng Shang tertawa.


"Kau benar-benar bodoh! Kau bahkan tidak tahu seperti apa kekasihmu yang sebenarnya! Feng Ling, apa kau tahu kalau kekasihmu itu juga bukan manusia?"


Feng Ling menatap tak percaya. Tidak, Xiang Sun hanyalah manusia yang punya kelebihan. Dia pasti bukan seorang siluman seperti Feng Shang! Perempuan itu pasti sedang berbohong!


"Pembohong! Kau pikir aku akan percaya pada perkataanmu? Siluman, kau bahkan membohongi kakekku!"


"Memang keras kepala! Kau pikir dari mana dia mendapatkan hawa iblis itu jika bukan dari tubuhnya sendiri? Kau sungguh tidak tahu kalau isi botol itu adalah aura iblis yang mematikan!"


Tanda feniks di dadanya menyala. Waktu masih terhenti. Tubuh Feng Ling masih melayang di udara. Ia melihat perubahan warna pada bola mata Feng Shang, yang semula hitam menjadi biru. Sekarang ia benar-benar yakin kalau Feng Shang bukan manusia!


"Cepat atau lambat kau pasti akan ketahuan! Identitasmu pasti akan terbongkar!" seru Feng Ling.


Feng Shang berdecak. Sampai seperti ini pun, perempuan itu masih belum menyerah. Feng Shang tidak peduli kalau identitasnya terbongkar suatu saat. Sekarang ia hanya perlu membalas dendam dengan memberi pelajaran pada perempuan muda yang tidak tahu diri itu.


Feng Shang mengurangi tingkat kekuatannya, kemudian menurunkan Feng Ling. Namun, bukan berarti perempuan itu sudah aman dan mendarat dengan selamat. Feng Shang langsung menariknya, mencengkeram leher Feng Ling dengan jemari tangannya. Mata birunya masih menyala. Saat itu, aliran waktu kembali berputar seperti biasanya.


Feng Ling terbatuk. Cengkraman Feng Shang di lehernya begitu kuat. Ia kesulitan bernapas. Sudah yang kedua kalinya ia dicekik seperti ini. Feng Ling meronta, memukul lengan Feng Shang namun sia-sia.


"Xiao Shang! Hentikan!"


Mata biru Feng Shang langsung berubah hitam ketika seseorang meninterupsinya dari belakang. Ia menoleh, melihat seorang pria berlari ke arahnya.


...***...

__ADS_1


^^^Ekhem... Ada yang bisa nebak siapa pria itu? ^^^


__ADS_2