
Seorang wanita berjubah hitam, yang telah membebaskan Raja Iblis dari pengurungannya berjalan di atas tumpukan mayat pasukan suku siluman di perbatasan Langit Ketiga dan suku iblis di dekat Neraka Terdalam. Kakinya melangkah seperti seorang penari, menjajal tanah yang dilumuri darah. Ia tampak sangat gembira.
Ketika ada seseorang yang masih hidup, wanita itu akan langsung menghabisinya dengan kejam. Perbatasan tersebut berubah menjadi lautan darah tatkala wanita tersebut menghancurkan setiap orang yang dipijakinya.
Betapa mengerikannya itu. Wanita tersebut memiliki kekuatan yang sangat mengerikan karena mampu membebaskan Raja Iblis dari formasi ribuan lapis tanpa meninggalkan jejak. Kekuatan yang ada di dalam dirinya mampu menghancurkan Tiga Alam dalam sekali tepukan.
"Menyenangkan sekali!" ucapnya sambil melompat-lompat di atas tumpukan mayat. Raja Iblis yang ada di dekatnya tertawa puas karena wanita yang dididiknya itu ternyata sangat berguna. Tidak sia-sia dia menghidupkannya kembali setelah membunuhnya di dunia itu.
"Kau akan melihat pemandangan yang lebih spektakuler dari ini," ujar Raja Iblis.
"Tentu saja. Aku sangat ingin memporak porandakan Istana Langit dan membantai dewa-dewi bodoh itu!"
Semakin wanita itu bersemangat, semakin senang pula Raja Iblis. Dendam ratusan ribu tahun yang terpendam harus dibayar tuntas. Tiga Alam harus dikacaukan, dan dia sangat ingin memenggal kepala Dewa Agung Yongheng dengan tangannya sendiri. Raja Iblis juga ingin semua makhluk abadi di Tiga Alam ini tunduk kepadanya.
Keinginannya sejak masa kuno itu tidak pernah hilang. Siapa suruh suku dewa begitu arogan dan egois. Mereka merasa dirinya lebih mulia, sampai meremehkan suku lain di Tiga Alam. Padahal sebenarnya mereka sama saja.
"Jadi, kapan kau akan memulainya? Aku sangat ingin mencabik-cabik wajah wanita itu! Dia membuatku lumpuh dan tampak seperti wanita paling malang sedunia!" cerca wanita tersebut.
Raja Iblis memegang sebuah bola kristal di tangannya. Benda itu merupakan esensi Empat Lautan yang didapatkan setelah sekian lama. Begitu bebas, Raja Iblis langsung pergi ke Laut Terdalam di Empat Lautan, menyerap energinya dan membentuknya menjadi kristal. Kekuatan di dalam benda itu tidak main-main. Jika dia menggunakannya, kekacauan yang besar akan terjadi.
"Semakin kacau, semakin menarik. Aku belum puas bersenang-senang dengan ini."
Raja Iblis memiliki ingatan saat dirinya menjadi manusia di dunia itu. Mengingat bagaimana penolakan yang ia terima, dia menjadi marah. Selain merutuki diri sendiri karena bodoh dan ceroboh, Raja Iblis juga membenci wanita itu setelah tahu identitasnya yang sebenarnya.
__ADS_1
Raja Iblis dan wanita tersebut kemudian pergi ke tempat suku rubah berada, lalu mengacau di sana. Mereka membunuh rakyat suku rubah di mana-mana, menjadikan mereka seperti mainan. Berita pembantain itu sampai ke telinga Dewa Tinggi Bai Jian, pemimpin suku rubah. Namun, dia tidak mendapati pelakunya di manapun.
Raja Iblis yang telah lebih dulu pergi lantas melanjutkan aksinya. Mereka pergi ke Gunung Qianlong, tempat tinggal suku harimau berada. Pada zaman kuno, suku harimau adalah yang paling bersemangat untuk menghabisinya.
Dewa Su Jun, penguasa Gunung Qianlong dihadapkan pada pertarungan yang sulit. Dia tidak menduga kalau Raja Iblis telah keluar dari Lembah Shansui, dan datang kepadanya untuk menuntut balas dendam. Kekuatan sukunya tidak sebesar kekuatan Raja Iblis, ditambah dengan kekuatan wanita misterius itu. Dalam beberapa saat, mereka semua tewas.
Raja Iblis kemudian pergi ke berbagai tempat lain dan melakukan pembantaian di mana-mana. Aksinya sungguh sangat rapi. Ketika selesai, dia langsung pergi sebelum ada dewa yang datang, dan menjadikannya seorang pembunuh misterius.
Setelah merasa puas, Raja Iblis kemudian kembali ke Alam Iblis, membunuh beberapa orang dan melenyapkan Kaisar Iblis yang saat itu tengah bertahta. Dia menggunakan darah mereka untuk menjadi lebih kuat karena esensi kekuatan suku iblis adalah energi terkuatnya.
Istana Alam Iblis menjadi seperti lautan mayat. Raja Iblis yang baru kembali setelah ratusan ribu tahun sengaja menyingkirkan mereka karena mereka bodoh dan tidak berguna. Selama ini, mereka hidup bak orang buangan yang menanti belas kasihan, tidak punya keberanian untuk menuntut balas kepada klan dewa atas apa yang terjadi kepada mereka.
"Kau membantai sukumu sendiri. Raja Iblis, kau lebih menarik dari yang kukira," ucap wanita misterius setelah melihat betapa bersemangatnya Raja Iblis saat sedang membunuh orang.
Raja Iblis lantas menduduki takhta yang telah lama ia tinggalkan. Sesungguhnya, balas dendamnya sudah mulai sekarang. Raja Iblis bersumpah akan menghancurkan klan dewa dan menjadikan mereka budak.
...***...
"Dewi Yue Ming, kami ingin menemui Maharani Feng!"
Yue Ming terkejut ketika ia didatangi banyak dewa saat dirinya tengah meminum teh di halaman Istana Fengyun. Penjaga surgawi yang datang memberitahunya bahwa dewa-dewa tersebut meminta izin untuk menemui Maharani Feng atas permasalahan yang mendesak.
Yue Ming bingung harus bagaimana, karena saat ini Feng Shang sedang tidak ada di Istana Langit. Yue Ming mendapat kabar kalau maharaninya itu pergi ke alam fana untuk menyelesaikan urusan selama beberapa hari. Yue Ming sempat kesal karena Feng Shang pergi tanpa memberitahunya lagi, tapi itu bukan masalah yang penting sekarang.
__ADS_1
"Dewi Yue Ming, biarkan kami menemui Maharani Feng!" seru Dewa Gu Yu.
Yue Ming tidak mungkin mengatakan kalau Feng Shang pergi ke alam fana, karena itu akan membuat para dewa ini kecewa. Yue Ming tidak tahu apa yang membuat para dewa ini datang berbondong-bondong menyambangi Istana Fengyun, tapi firasatnya mengatakan kalau ini tidak baik.
"Dewi Yue Ming? Apa kau mendengar kami?"
"Ah, kalian ingin bertemu Maharani Feng? Bisa saja. Tapi, aku harus memberi kabar tidak enak untuk kalian. Maharani Feng baru saja pulih setelah melawan bayangan Raja Iblis. Dia tidak bisa ditemui selama masa pemulihannya," Yue Ming berusaha membuat alasan yang masuk akal.
"Jika ada yang ingin dikatakan, kalian katakan saja. Aku akan menyampaikannya kepada Maharani Feng."
Yue Ming yang mengelak seolah berusaha menghindar membuat dewa-dewa itu curiga. Mereka yakin Yue Ming sedang berbohong. Mana mungkin Maharani Feng tidak bisa ditemui. Sebelumnya bahkan dia menghadiri pengadilan dewa saat terluka parah. Maharani Feng bukan tipe orang lemah yang mengeluh tidak bisa melakukan apa-apa ketika sakit.
"Kami hanya ingin bertemu dan bicara langsung dengan Maharani Feng!"
"Tidak bisa. Kalian tidak bisa masuk Istana Fengyun dengan paksa!" cegah Yue Ming. Namun, para dewa yang keras kepala itu sudah merangsek ingin menerobos gerbang dan masih tertahan karena penjaga surgawi mengacungkan tombak mereka.
"Baik, kalau begitu jangan salahkan kami jika kami bersikap kasar!"
Dewa Gu Yu sudah siap bertarung dengan Yue Ming. Yue Ming juga sudah siap melawannya. Dia harus mencegah pada dewa ini masuk sampai Feng Shang kembali. Lupakan soal hukuman yang harus dia dapatkan setelah ini. Menjaga intergritas Feng Shang lebih penting saat ini.
"Aku tidak akan membiarkan kalian menerobos Istana Fengyun! Ini adalah istana milik Maharani Feng, kalian tidak bisa memasukinya sesuka hati!"
Dewa Gu Yu sudah siap mengayunkan kekuatannya untuk menyerang, namun sebuah suara kemudian menginterupsinya.
__ADS_1
"Apa yang membuat kalian begitu percaya diri sampai datang menerobos istanaku dan menyerang orang-orangku?"