Ratu Feniks Abadi

Ratu Feniks Abadi
Eps. 22: Realita Menjadi Manusia


__ADS_3

“Direktur Feng, ini adalah laporan keuangan dari Departemen Pemasaran bulan lalu. Penjualan produk untuk serum wajah naik 40% setelah peluncuran pertama. Selain itu, penjualan alat pelangsing tubuh naik 25% dibandingkan bulan sebelumnya. Tercatat ada complain pelanggan sebanyak sekian persen, namun sudah diatasi oleh pihak perusahaan. Rincian lengkapnya ada di dalam berkas ini.”


Jingjing, sekretaris Feng Shang di kantor memberinya sebuah map tebal berisi laporan perusahaan dalam waktu satu bulan ke belakang. Lingjing yang bersaing dengan Fengling bulan kemarin tampaknya menjadi lebih unggul. Dapat dilihat bahwa perusahaan sedikit lebih maju sejak Feng Zheng mengangkat Feng Shang menjadi direktur utama.


Saat menjabat, Feng Shang awalnya mengira kalau posisinya sudah bisa membuatnya bersantai di rumah saja. Namun, sejak Shen Yi mengatakan kalau perusahaan bisa saja bangkrut, Feng Shang mau tidak mau harus bekerja juga.


Ia menyusun ulang diagram pekerja, me-reshuffle posisi dan memecat beberapa karyawan yang performa kerjanya semakin hari semakin buruk.


Bukan hanya itu, ia juga meminta Departemen Keuangan Lingjing untuk memberikan laporan selama beberapa waktu terakhir. Berkat ketelitiannya, Feng Shang menemukan bibit masalah di Perusahaan Lingjing yang sudah lama tidak terkspos.


Rupanya, ada kesalahan penginputan data dan penyalahgunaan dana oleh salah satu direktur, hingga perusahaan pernah merugi ratusan milyar.


Direktur tersebut langsung dipanggil dan diinterogasi. Sayangnya, ia tidak mau mengaku. Feng Shang terpaksa membeberkan kesalahannya di hadapan dewan direksi, hingga direktur itu tidak berkutik.


Bukti penyalahgunaan dananya terpampang dengan jelas, tidak terbantahkan. Dewan direksi lalu sepakat untuk mengeluarkan dia dari perusahaan dan menyita semua asetnya.


Jangan mengira bahwa Feng Shang yang lebih sering berada di rumah, berkultivasi di taman bunga adalah orang yang malas. Ketika ia di kantor, ia adalah singa betina yang sangat galak dan tegas.


Kurang dari dua bulan, sosok Feng Shang menjadi seorang direktur utama yang ditakuti dan disegani. Dia adalah orang yang sangat teliti dan sangat peka, sehingga permasalahan yang disembunyikan dapat tercium olehnya.


“Baiklah. Aku akan memeriksanya nanti,” ucap Feng Shang pada Jingjing.


Saat ini, ia sedang tidak punya selera untuk memeriksa setumpuk dokumen tersebut. Terkadang ia berpikir, ia yang seorang Maharani Langit mengapa harus mengerjakan pekerjaan manusia seperti ini?


Ini semua gara-gara Shen Yi! Jika bukan karena pengajuan syarat itu, Feng Shang tidak mungkin jadi seorang wanita karir yang sangat sibuk sepanjang hari.


Sepulang dari rumah sakit, ia langsung bergegas ke kantor. Percuma jika ia kembali ke taman bunga untuk memulihkan kekuatan, karena Shen Yi pasti akan mengejarnya dan memarahinya setelah sadar.


Lagipula, Feng Shang sedikit bosan dengan suasana rumah yang sangat sepi di siang hari. Rasanya ia seperti burung yang dikurung dalam sangkar.


Jingjing mengangguk patuh. Atasannya yang biasanya bermuka dingin sekarang tampak pucat. Jingjing mulai khawatir, karena sedari tadi Feng Shang hanya duduk di kursi kerjanya. Tumpukan dokumen yang diantar beberapa staff masih tersimpan rapi di meja, belum tersentuh sedikitpun. Kalau pun terlambat diperiksa, juga tidak akan selama ini.

__ADS_1


“Direktur Feng, apa Anda baik-baik saja?”


“Aku baik. Apa ada yang salah?”


“Kulihat wajahmu sangat pucat. Apa pekerjaan akhir-akhir ini begitu berat?” tanya Jingjing.


Bukan, tetapi kekuatan spiritualku habis gara-gara Shen Yi, ucap Feng Shang dalam hati.


“Tidak juga. Aku hanya merasa menjadi manusia ternyata tidak


mudah.”


Benar, memang tidak mudah menjadi manusia. Feng Shang harus bangun pagi setiap hari, mandi, lalu pergi. Ia harus berlomba dengan pengguna jalan lain yang juga hendak pergi bekerja. Belum lagi permasalahan kantor yang semakin lama terasa semakin banyak dan kompleks.


Malam harinya ia masih harus melatih diri dan mengumpulkan kekuatan sambil terus diselimuti penasaran akan misteri yang ia temukan akhir-akhir ini.


Lebih baik menjadi Maharani Langit. Setiap hari, ada orang yang melayani. Pekerjaannya yang mengatur dan mengurus tiga dunia sama sekali tidak berat. Dia bisa menggunakan kekuatannya untuk melindungi Tiga Alam. Ada ribuan dewa yang menghormati dan tunduk padanya. Ia bisa terbang dengan bebas tanpa harus berebut jalur dengan dewa lain.


Feng Shang juga bebas menentukan hukuman sesuai peraturan, bisa mengeksekusi di tempat. Tidak seperti di bumi ini yang harus mempertimbangkan latar belakang dan banyak hal ketika ingin menghukum seseorang.


Jingjing mengerutkan kening mendengar perkataan atasannya. Tidak ia sangka atasan yang galak ini juga dapat mengeluh. Jika dipikir, ini pertama kalinya Jingjing mendengar Feng Shang mengeluh sampai segitunya.


Jingjing makin khawatir, takut terjadi sesuatu pada atasannya. Apa ia harus menghubungi Feng Zheng? Tidak, itu tidak boleh dilakukan. Ketua Feng sedang menikmati hari-hari pensiunnya. Masalah sekecil ini tidak perlu dilaporkan.


“Apa Direktur Feng kelelahan? Kalau begitu, mengapa tidak mengistirahatkan diri saja? Misalnya, pergi liburan atau menyenangkan diri,” saran Jingjing.


“Memangnya bisa?” tanya Feng Shang.


“Tentu saja. Anda adalah direktur utama. Jika Direktur Feng ingin berlibur, tentu sangat bisa.”


“Ada hal seperti ini rupanya.”

__ADS_1


“Bagaimana dengan Maladewa? Atau pergi ke Grand Canyon? Ah, menurut saya, Perancis dan Australia juga menarik. Tetapi, jika Direktur Feng ingin menikmati nuansa pantai, Bali atau Lombok juga rekomendasi yang bagus,” ujar Jingjing. Dia seperti sales pariwisata saja.


Tempat-tempat yang disebutkan Jingjing asing di telinga Feng Shang. Tetapi, itu sepertinya cukup menarik. Sudah lama pula ia terkurung di tempat bernama bumi ini.


Tidak baik menyia-nyiakan kesempatan menikmati seberapa luas dan seberapa indahnya dunia yang misterius ini. Kalau ia seorang direktur, selain uang yang banyak, dia juga punya hak istimewa untuk mengatur hidupnya sendiri. Feng Shang rasa, saran Jingjing bisa dicoba.


Beberapa saat kemudian, Feng Shang kembali murung. Jingjing menjadi khawatir kembali dengan perubahan suasana hati yang begitu cepat. Di dalam pikirannya, Feng Shang ingat kalau saat ini kekuatannya sedang melemah.


Ia juga perlu mencari bahan untuk membuat cermin Baihuang agar ia bisa segera mengetahui identitas Shen Yi yang sebenarnya dan apa hubungannya dengan dirinya.


"Tidak, tidak. Terlalu jauh. Jingjing, apa kau tahu di mana aku bisa mendapatkan benda-benda berbau mistis?" tanya Feng Shang.


"Direktur Feng, Anda mempercayai hal-hal seperti ini?" tanya Jingjing tak percaya.


"Bukan. Aku hanya tertarik," elak Feng Shang.


"Kalau Direktur Feng tertarik, hari ini ada pameran barang antik di barat Kota Cheng. Kebetulan, penyelenggaranya adalah Tuan Meng. Dia salah satu mitra Ketua Feng."


Feng Shang bagai mendapat pencerahan. Jika di dunia ini tidak ada benda yang bisa digunakan untuk membuat cermin Baihuang, benda-benda kuno yang berusia ratusan tahun juga bisa.


Jika Feng Shang bisa mendapatkan beberapa, itu akan sangat baik. Kesempatan yang bagus ini tidak bisa dilewatkan begitu saja.


"Baik. Kita pergi sekarang juga!"


Jingjing lantas meminta Feng Shang menunggu beberapa menit. Setelah lima puluh menit, sekretarisnya datang memberitahu bahwa mereka sudah siap berangkat.


Jingjing membawa Feng Shang ke atap gedung Perusahaan Lingjing, yang difungsikan sebagai sebuah landasan kecil. Di sana, sebuah helikopter pribadi sudah siap mengantarkan Feng Shang ke tempat tujuan.


Ini kali kedua Feng Shang melihat benda yang ia kira sebagai hewan spiritual yang berisik. Selain Shen Yi, dia ternyata juga punya helikopter pribadi. Feng Shang tersenyum kecul, lalu masuk ke dalamnya. Tidak lama kemudian, helikopter itu lepas landas dan terbang menuju bagian barat Kota Cheng.


...***...

__ADS_1


__ADS_2