Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch 10. Kondisi Istana


__ADS_3

***


Beberapa Hari telah berlalu sejak Mei Hwa pergi untuk memenuhi undangan makan malam dari salah satu bangsawan di kerajaan Sun, namun sampai saat ini kondisi istana berubah menjadi gaduh dengan isu meninggalnya Putri Mei Hwa dalam perjalan kembali ke istana.


Di dalam sebuah Isatana terdapat seorang pria berusia 30-an tahun dan seorang perempuan di sisinya yang berusia 27-an tahun, keduanya duduk di kursi mewah yang dimana hanya sorang Raja dan Ratu yang di ijinkan menempati kursi tersebut.


Seorang perempuan dengan rambut panjang serta mempunyai warna kulit yang putih bersih, ia adalah Ratu dari kerajaan Sun bernama Mei Yueyin.


“Suamiku,, apakah sudah ada kabar tentang putri kita?” terakhir kali ia mendapat kabar saat putrinya hendak kembali ke istana setelah menghadiri undangan makan malam, namun sampai saat ini belum ada informasi lebih lanjut tentang kondisi putri kecilnya


“Tenanglah istriku, aku yakin Putri kita akan baik-baik saja” Seorang pria dengan mahkota di atas kepalanya mencoba meyakinkan istrinya, ia tidak lain adalah Sun Qian Raja dari kerajaan Sun.


Kerajaan Sun memiliki jenderal hebat yang terbagi menjadi dua, diantaranya adalah jenderal kanan Quan Cong dan jenderal kiri Guan Ju, keduanya menjadi orang kepercayaan Sun Qian. Dengan adanya jendral Guan Ju yang menjaga Mei Hwa, ia yakin akan keselamatan putrinya.


“Yang Mulia,, Bagaimana kalau kita mengirimkan pasukan ke kota Changnan untuk menyelidiki kebenaran isu ini” Salah satu menteri merah di kerajaan Sun memberikan pendapat.


Selain memiliki dua jendral hebat, kerajaan Sun memiliki menteri merah berjumlah 20 orang dan menteri hitam berjumlah 19 orang. Jabatan seorang bangsawan di istana adalah menteri, yang bertugas mengurus beberapa wilayah di kerajaan Sun.


Sun Qian berfikir dengan mengirim beberapa pasukan tambahan ke kota Changnan yang di mana menjadi tempat Mei Hwa berkunjung bukanlah hal yang buruk, namun itu akan membuat kepercayaannya terhadap Guan Ju akan menjadi goyah.


“Itu terlalu berlebihan menteri Bu Zhi, kita tunggu dua hari lagi jika memang isu ini benar maka,,” Menteri hitam ikut memberikan pendapat.


“Maka kita baru akan mengirim pasukan? Itu terlalu beresiko menteri Xu Shu” Menteri Bu Zhi membantahnya.


“Kalau begitu kita akan diam saja,,”


“Kita harus cepat jika tidak,,”


Sun Qian memijat keningnya karena melihat para menteri merah di sisi kanannya dan menteri hitam di sisi kiri, saling berdebat di hadapan Sun Qian seperti tidak mempedulikan kehadirannya “Sudah,, cukup!?”


“Maaf Yang Mulia” Semua menteri tersadar akan kemarahan Sun Qian dan memberikan hormat


“Aku akan kirimkan Pasukan khusus Raja ke kota Changnan,,”


Sun Qian berencana mengirimkan Pasukan khusus yang bertugas melindungi anggota kerajaan, Pasukan khusus ini tidak akan bergerak tanpa perintah langsung dari Rajanya. Satu prajurit khusus penjaga Raja setara dengan


sepuluh prajurit biasa


Sun Qian hendak berdiri dan menyiapkan lencana Raja untuk menggerakkan pasukan khusus Raja namun niatnya terhenti saat ada seseorang masuk menemui dirinya dan memberikan informasi.


“Lapor Yang Mulia, ada surat dari Jendral Guan Ju” seorang prajuit menghadap Sun Qian dengan hormat dan membawa surat gulungan di tangannya.


“Berikan padaku”


“Baik Yang Mulia” Prajurit tersebut memberikan surat gulungan kepada Sun Qian.


Ekspresi wajah Sun Qian berubah saat melihat isi surat gulungan tersebut “Apa..? bagaimana bisa,,!?” keyakinannya berubah menjadi kekhawatiran

__ADS_1


Mei Yueyin yang melihat kekhawatiran suaminya menjadi ikut cemas “Apa yang terjadi..? Bagaimana dengan Hwa’er..?” firasat dari seorang ibu memang tidak pernah berbohong


“Rombongan Hwa’er telah di serang oleh Organisasi Bayangan Hitam” Sun Qian melipat surat gulungan tersebut sambil menyembunyikan rasa cemasnya. “Organisasi ini,, bangkit kembali” gumam Sun Qian


“Apa?”


“ini tidak mungkin”


“Bukankah Organisasi itu sudah di musnahkan”


Mendengar nama organisasi tersebut membuat para menteri berfikir cemas, sebagian berfikir untuk cepat memusnahkan organisasi ini dan sebagian lagi berfikir untuk memperkuat kediaman mereka masing-masing.


“Hwa’er,,” Mei Yueyin berbicara lemas akan keselamatan putrinya membuat tubuhnya tidak bertenaga sehingga jatuh kelantai dan hampir pingsan


“Yueyin..?” Sun Qian yang melihat istrinya hampir tak sadarkan diri berusaha menolong dan membawanya ke kamar untuk istirahat. Sun Qian membawa Mei Yueyin ke kamar tanpa mempedulikan para menteri yang sibuk memikirkan diri mereka sendiri.


***


Halaman rumah Guo An sudah menjadi tempat latihan Shou Yan, dengan kualitas tulangnya ia cukup cepat dengan latihan fisiknya. Di bawah bimbingan Guo An, ia melatih Shou Yan tanpa menggunakan sumber daya.


“Ingat Yan’er,, berlatih dengan bergantung menggunakan sumber daya hanya akan membuat pondasimu lemah”


“Sumber Daya..?” Shou Yan memiringkan kepalanya yang sedang bingung.


“Sumber daya itu..” Guo An menjelaskan dari jenis akar gingseng bisa membuat tenaga dalam bertambah sepuluh ring, rumput akar dewa yang konon dapat membuat penggunanya naik satu ranah jika di konsumsi secara teratur selama satu tahun penuh, Guo An menjelaskan semua yang ia tahu tentang sumber daya.


Seorang Pendekar akan lebih cepat naik ke ranah selanjutnya dengan bantuan sumber daya dan itu sudah menjadi hal yang di butuhkan bagi para Pendekar, bahkan sumber daya akan lebih berharga di bandingkan kepingan emas.


“Sudah kek” Shou Yan mengangguk pelan, ia sendiri tidak tau mengapa saat Guo An menjelaskan muncul sebuah kalimat yang menari-nari di dalam otak kecilnya.


Melihat Shou Yan yang dapat berkembang tanpa bantuan sumber daya, membuat ia percaya bahwa Langit sudah mengutus anak yang di ramalkan dan akan membawa kedamaian dunia.


“Tapi kek, aku punya pertanyaan..?” Melihat Guo An tersenyum lembut membuat ia yakin bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk bertanya.


“Apa itu Yan’er..?” Guo An mempersilahkan bertanya, jika pengetahuan yang ia miliki  bisa membantu perkembangannya.


“Mungkin ini aneh jika aku bertanya tapi,, bagaimana caranya membaca?” Shou Yan bertanya dengan wajah polosnya.


Guo An menepuk jidat dengan pertanyaan Shou Yan, jika di pikir lebih dalam ia lupa bahwa belum pernah mengajarkan Shou Yan membaca “kalau begitu,, coba baca ini?” Guo An menulis nama Shou Yan di atas tanah


dengan sebatang kayu.


“ini,, Shou Yan..?” Shou Yan menunjuk kalimat yang di tuliskan Guo An.


“kalau ini,,” Guo An menghapus kalimat sebelumnya dan menggantinya dengan kalimat baru.


“Guo An,, eemm.. kakek tua?” Shou Yan memegang keningnya sebelum menjawab

__ADS_1


“Dasar bodoh,, ini di baca Guo An si raja tampan” Guo An menjawab dengan sedikit rasa percaya diri. “Meski belum belajar membaca namun ia dapat memahami sebuah kalimat, hanya saja tidak sampai tiga kata” batin Guo An.


“jika ingin belajar membaca maka,,” Guo An menoleh ke belakang dan melihat seorang gadis kecil mencoba meniru latihan Shou Yan


“Hwa’er,,?” Shou Yan menoleh tempat yang sama.


Guo An bisa mengajarinya membaca namun dengan mata yang sudah tua akan memakan waktu yang lama berbeda dengan anak seorang bangsawan, mereka telah di latih cara membaca bahkan cara menjadi seorang bangsawan sejak umur 4 tahun.


“Baiklah kek,, Ini mungkin waktu yang tepat untuk berbaikan denganya” batin Shou Yan


Melihat Shou Yan menghampirinya, Mei Hwa mencoba untuk menghindar namun Shou Yan menangkap maksudnya dan mencoba memegang tangan mungilnya ”Tunggu Hwa’er”


“lepaskan tanganku..!” Mei Hwa meronta tanpa melihat mata Shou Yan


“Aku ingin minta maaf tentang kemarin,,” Shou Yan mencoba meyakinkannya


“Benarkah,,?”


“ hhmm” Shou Yan mengangguk pelan dengan sedikit senyuman di bibirnya


“Kalau begitu,, ucapkan aku suka makananmu seratus kali” Mei Hwa melepaskan genggaman Shou Yan dan menyilangkan kedua tangannya di dada.


“Apa,,? Kau ingin aku kehabisan suara?” Meski ini syarat untuk mendapatkan maaf darinya tetap saja ini bagaikan sebuah hukuman


“Tidak mau? Ya sudah.. aku tidak akan mengajarkanmu membaca”


“Bagaimana kau tau..? Ta-tapi,,” Shou Yan merasa bahwa ia sedang di kerjain karena kesalahan yang tidak sengaja ia ucapkan waktu lalu, untuk mendapatkan maafnya Shou Yan memutuskan untuk melakukannya “Aku suka


makananmu,, aku suka makanmu, aku suka,,”


Guo An menggelengkan kepala saat melihat cucu laki-lakinya tidak berdaya di hadapan perempuan” haih,,itu salah satu cobaan hidupmu Yan’er..”


“Baiklah, aku sudah mengucapkan seratus kali, jadi maafkan aku” Shou Yan merasa ingin sakit tenggorokan saat selesai dengan syarat yang di berikan.


“Baiklah aku maafkan”


“Kalau begitu, bisakah Hwa’er mengajarkanku membaca?”


“Maaf Yan’gege,, aku juga belum belajar membaca” Mei Hwa mengedipkan sebelah matanya dengan senyuman manisnya.


“Apa..!? tadi Hwa’er bilang akan mengajarkanku membaca” firasat bahwa Mei Hwa mengerjainya ternyata memang benar.


“Aku akan mengajarkanmu membaca, tapi aku tidak bilang bahwa aku bisa membaca” Sebenarnya ia sudah bisa membaca sebelum mencapai umur 5 tahun, namun akan lebih menarik jika ia belajar bersama dengan Shou Yan


“Ka-u,, haih,,” Shou Yan menunduk tanpa semangat


“Tapi jika Yan’gege ingin bisa membaca, aku punya seseorang yang bisa menjadi guru kita” Mei Hwa Melihat Guan Ju yang sedang merawat tombak pedangnya.

__ADS_1


Selepas Guan Ju mengirimkan surat ke istana, ia kembali untuk melindunngi Mei Hwa dengan membawa senjata baru yang di beli dari kota Changnan.


“Paman Guan?” Shou Yan tersadar bahwa ada Guan Ju yang bisa mengajarkannya, jika ia tahu dari awal ia tidak akan membuat suaranya hampir hilang. “haih,, lain kali aku akan lebih hati-hati terhadap wanita” batin Shou Yan


__ADS_2