Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 44. Pertemuan Sekte Hitam


__ADS_3

Informasi tentang munculnya Kitab sembilan Yin telah menimbulkan kegaduhan, banyak Sekte yang mulai mencarinya terutama Sekte Hitam dari aliran Tengkorak Merah


Di tengah hutan yang penuh dengan hewan buas terdapat sebuah bangunan tua yang sudah lama di tinggalkan namun kini menjadi tempat berkumpulnya Sekte Hitam


Bangunan tersebut mempunyai dua lantai yang mana di lantai pertama terdapat banyak meja dan kursi, kemungkinan dulu telah di gunakan untuk ruang makan


Sedangkan di lantai dua terdapat meja bundar namun panjangnya hampir dua meter dengan banyak kursi di sekelilingnya


Di depan pintu utama terdapat dua penjaga dengan pakaian serba hitam serta memakai topeng besi yang bertugas mengawasi dan sekaligus memeriksa setiap orang yang datang


“Hei,, apa kau telah mendengar kabar tentang kitab sembilan Yin..?”


‘’Tentu saja.. dari yang kudengar, kau dapat menguasai dunia bila memepelajari isi dari kitab itu”


Keduanya saling berbisik sebelum akhirnya di kejutkan oleh kereta kuda dengan lambang Tengkorak “Itu kan.. Xuan Tong..!?” Salah satu topeng besi dapat mengenalinya


“Bukankah dia dari Sekte Tengkorak Merah..? apa yang ia lakukan di tempat ini..?” jawab rekannya


Xuan Tong turun dari kereta kudanya dan tak lupa memegang tombak hitam dengan lambang ular merah yang melilit di bagian tengahnya


Dengan umur sekitar empat puluh-an tahun serta memiliki tubuh kekar membuat siapapun yang melihatnya akan merasakan ketakutan


Xuan Tong hendak masuk ke dalam bangunan tersebut tetapi di hentikan oleh kedua penjaga bertopeng besi “Maaf Tuan, siapapun yang hendak masuk kedalam harus mempunyai lencana ke anggotaan”


“Siapapun yang berani menghalangiku, akan aku bunuh..!” jawab Xuan Tong sambil menghentakkan tongkatnya


Hentakan tersebut membuat tanah yang di pijaknya menjadi bergetar beberapa detik sampai seseorang menyapanya dari dalam


“Maaf Tuan Tong, mereka adalah anggota baru dan hanya menjalankan tugasnya, bagaimana kalau menunjukkan lencana milik Tuan..?”


Xuan Tong melihat seseorang yang tidak asing baginya “Chai Pai..!? sudah kubilang untuk tidak memperkerjakan anggota baru..!” Suara lantangnya telah menjadi ciri khasnya sebelum akhirnya menunjukkan lencana ke anggotaan


Setiap anggota sangat di wajibkan untuk membawa lencana berbentuk koin besar berwarna hitam dengan tulisan Ning “Aku tidak percaya harus menuruti pria bodoh itu” ucapnya dengan nada datar


Chai Pai mempersilahkannya masuk setelah Xuan Tong menunjukkan lencana miliknya “Sudahlah Tuan Tong, mau bagaimanapun Yang Mulia telah mengirimkan banyak sumber daya untuk Sekte Tuan”


“Iya.. aku tau itu”

__ADS_1


“Silahkan Tuan,, Yang Mulia sudah menunggu kehadiran Tuan” Chai Pai memberikan hormatnya sebelum melihat Xuan Tong naik ke lantai dua


Sesampainya di atas, Xuan Tong melihat beberapa orang yang telah menunggu kehadirannya


“Kau lama sekali otak kekar” jawab Lu Kang, Patriak dari Oraganisasi Bayangan Hitam


“Diam kau muka rata..!” Xuan Tong duduk tepat di sebelahnya “Aku penasaran dengan wajah burukmu itu” imbuhnya


“Jika kau penasaran dengan wajah dari balik topeng emasku, lebih baik urungkan niatmu atau nyawamu taruhannya” Ucapnya, sambil menyilangkan kedua tangannya


“Apa kau bilang..!”


“Cukup..! hentikan ocehan kalian” Ding Feng. Patriak dari sekte Matahari, seorang pria dengan kedua mata yang tertutup kain hitam serta kepalanya yang licin tanpa sehelai rambutpun


“Humff, lelaki memang makhluk yang suka berkelahi” Chai Wenji. Matriak dari sekte Mawar Hitam, seorang gadis cantik seperti umur tiga puluh-an tahun dengan berambut hitam serta berpakaian merah darah


“Kau sendiri juga begitu kan..? Nenek..!?” Taishi Ci dari Sekte Serigala Merah, dengan umur yang sudah sepuh


namun sebanding dengan kekuatannya yang berada di Ranah Suci


“Apa katamu..!? bilang sekali lagi dan akan ku jadikan kau makan malamku” Chai Wenji sangat sensitif jika ada


Semua yang hadir di ruangan saling bertengkar kecuali seorang pria dengan mahkota di kepalanya yang dari awal


hanya duduk sambil melihat para jagoannya bertengkar satu sama lain


“Haih,, bisakah kita mulai pertemuannya..?” tanya pria itu dengan nada Lesu


“Ahh.. maaf Yang Mulia Ning, adik tidak bermaksud untuk membuat masalah” jawab Chai Wenji dengan sedikit nada manja


Butuh waktu sekitar lima menit untuk membuat para tokoh terkenal dari sekte Hitam menjadi tenang.


“Baiklah,, kita mulai pertemuannya” Jun Ning memulai pertemuannya untuk membahas tentang menjadikannya Kaisar di daratan tengah


“Bagaimana dengan perjanjian kita..?” Xuan Tong mencoba mengingatkan agar Jun Ning tidak lupa untuk mengirimkan sumber daya tiap bulannya


“Tentu saja Tuan Tong, aku tidak pernah lupa akan kebaikan kalian semua” Sebelum Jun Ning membahas lebih jauh,ia bertanya tentang tiga hal penting yang harus di waspadai

__ADS_1


Hal yang pertama Jun Ning sampaikan ialah pasukan yang ia kirim ke kerajaan Sun tidak ada satupun  yang kembali


Dan menurut informasi dari pasukan topeng besi yang dia kirim, mereka juga kembali dengan tangan kosong “Bagaimana kau menjelaskan tentang itu Tuan Kang” ucap Jun Ning


“Mereka melakukan apa yang seharusnya di lakukan” Jawab Lu Kang


Mendengar jawaban yang tidak sesuai Jun Ning lebih memilih untuk membiarkannya


Bahkan seribu prajurit cadangan yang berhasil aku susupkan ke kerajaan Sun semuanya telah terbunuh “Jika tebakanku benar, di kerajaan Sun terdapat pendekar pilih tanding atau..?” Jun Ning merenung sejenak sebelum melanjutkan kalimatnya “Ada Pendekar Naga di sana”


“Ha..ha..ha”


Xuan Tong tertawa keras di antara yang lain, menurutnya Pendekar Naga itu hanyalah bualan dari gadis cenayang


yang pernah Jun Ning Bunuh waktu lalu “Jangan katakan jika Raja ganas sepertimu percaya akan dongeng”


“Jika Tebakan Yang Mulia memang benar adanya maka..” Taishi Ci berfikir jika tebakan Jun Ning yang pertama


adalah hal yang masuk akal “ Orang tua itu pasti merasa senang karena menemukan lawan yang sepadan”


“Apa yang kau maksud adalah Ling Tong..?” tanya Ding Feng


Saat mengingat nama tersebut membuat darah Xuan Tong naik sambil memukul meja dengan keras “Cih.. aku tidak


percaya jika kakakku akan tewas di sana”


“Sungguh memalukan untuk orang tua licik seperti dia” Ucap Chai Wenji tanpa melihat ke arah Xuan Tong


“Apa kau bilang..!?” Darah Xuan Tong menjadi mendidih ketika saudaranya di hina, meski ia sendiri tidak menyukai


dengan tindakan Ling Tong yang suka menculik bocah namun ia tetap satu darah dengannya


“Haih,, keluarkan emosi kalian saat bertemu musuh di medan pedang” jawab Lu Kang untuk menengahi pertengkaran


“Aku tahu kematian Ling Tong membawa dampak besar di sektemu namun kita sampingkan dulu masalah itu” Jun Ning mengeluarkan sebuah kertas lusuh dari cincin dimensi miliknya


“Aku tahu kalian pasti sudah mendengar tentang ini..” Ucap Jun Ning sambil menyodorkan kertas tersebut di atas meja

__ADS_1


“Itu.. Kitab sembilan Yin..!? darimana kau mendapatkannya..!?” Thai Ci yang pertama kali bereaksi, mengingat


kakeknya dulu pernah memberitahunya tentang kehebatan kitab sembilan Yin sebelum akhirnya terbunuh di tangan kaisar Ming


__ADS_2