
Song Qin melangkah mundur setelah berhasil menangkis ketiga Pisau tersebut “Apa ini jurus andalanmu..?”
“Tentu saja tidak.. aku bahkan belum mengeluarkan seluruh kemampuanku” Houi Fu tersenyum tipis sambil membuang muka
“Cih.. Dasar besar kepala” Song Qin kembali menyerang setelah meluapkan emosinya, saat jarak keduanya hampir dua mencapai dua meter, tiga pisau yang sebelumnya berhasil ia tahan kini kembali melesat cepat ke arahnya
Song Qin mengamati senjata tersebut seakan waktu berhenti berjalan “Serangan dari tiga arah..?” Dengan seksama ia melakukan gerakan memutar sembari mengibaskan selendangnya sebagai bentuk bertahan
Teknik yang Song Qin lakukan berbentuk seperti mangkuk terbalik namun memiliki daya tahan yang kuat, Tiga pisau yang menyerangnya dari tiga arah yaitu samping kanan,kiri dan belakang berbenturan dengan pusaran angin yang ia ciptakan
Beberapa kali senjata tersebut berusaha untuk menerobos pertahanan Song Qin, namun selalu gagal hingga puluhan kali serangan dia terima, sampai akhirnya pisau tersebut terjatuh secara bersamaan, seakan kehilangan kendalil dari penggunanya
Song Qin berhenti melakukan putaran sambil menempelkan jari kanannya di dagu “Nona sepertinya sudah kelelahan.. Lebih baik menyerah saja”
Houi Fu terdiam sejenak, gerakan yang di lakukan oleh lawan membuatnya sulit untuk mengendalikan ketiga tersebut “Aku hanya sedang menguji saudari Song, lalu.. mari kita bermain kasar”
Setelah berkata demikian, muncul aura pembunuh yang semakin terasa di udara, Hu Tao meningkatkan kewaspadaan sambil menyiapkan posisi siaga, jika sewaktu-waktu pertarungan di luar kendali
“Sepertinya Nona mulai bersungguh-sungguh.. baik, kali ini aku juga akan serius” Song Qin mengalirkan seluruh tenaga dalamnya untuk memperkuat selendangnya
Meskipun aura pembunuh di udara membuat wajahnya sedikit pucat, hal itu tidak mengurungkan niatnya untuk menjadi juara
Tak jarang peserta yang mengikuti Turnamen memiliki tujuan untuk mengangkat derajat klan mereka di mata dunia, salah satunya adalah keluarga Song.
Karena pekerjaan keluarga Song sebagai penari, membuatnya sering dijadikan bahan tertawaan bagi bangsawan lain, bahkan tak sedikit yang bilang bahwa marga Song adalah keluarga bordir
Dengan meraih Juara dan memenangkan Turnamen, Song Qin berharap mampu membuktikan pada dunia persilatan bahwa degan Teknik bela diri yang di gabungkan dengan tarian, mampu bersanding dengan Sekte besar lainnya
Dalam beberapa tarikan nafas Song Qin membentuk sebuah pedang menggunakan selendangnya, ini membuat siapapun yang melihatnya menjadi terpukau
Karena selain di gunakan untuk bertahan, kain tersebut mampu di jadikan sebuah senjata dan di gunakan untuk menyerang
“Tarian Iblis Penggoda”
Song Qin mengambil inisiatif untuk menyerang terlebih dahulu karena ia sadar, semakin keduanya menjaga jarak maka hanya akan membuat lawannya lebih leluasa untuk kembali menggerakkan pisau terbangnya
__ADS_1
Houi Fu menyiapkan kuda-kuda lalu mengeluarkan senjata lainnya dari dalam cincin dimensi, dua buah pedang pendek berwarna hitam kini sudah melekat di kedua tangannya
Ia kemudian bergerak maju menanggapi serangan dari lawannya, dua senjata saling bertemu dan membuat siapapun di sekitarnya menjadi lebih waspada, sebab aura yang keluar dari pedang tersebut memancarkan aura kematian
“Pedang Neraka Kembar..!?” Hu Tao berdecak kagum ketika melihat sepasang Pusaka Dunia berada di tangan seorang gadis kecil
“Ternyata selama ini.. nenek peyot itu yang menyembunyikannya..!?” Hu Tao mengepalkan tangannya, dulu ia pernah mendengar bahwa kedua senjata tersebut telah banyak merenggut nyawa
Dengan ukurannya yang berbeda dari pedang biasa pada umumnya, membuat fungsi utamanya menjadi terlihat yaitu membunuh dengan sekali tebasan, bobotnya yang ringan menjadikan sang pemilik lebih leluasa dalam memainkan senjatanya
“Apa dia berniat membunuh..!?” Hu Tao menghentakkan kakinya, tenaga dalam yang ia keluarkan mampu untuk menetralkan aura negatif yang dikeluarkan oleh gadis tersebut
Wajah Song Qin menjadi lebih pucat ketika setiap ayunan selendangnya tidak mampu membuat lawannya terluka “Serangannya.. menjadi lebih berat..!” Gumamnya
Perlahan sebuah sobekan kain berhamburan di udara dan kening Song Qin menjadi lebih berkeringat, ia bisa merasakan organ dalamnya berkecamuk, darah segar mulai mengalir di tepi bibirnya
“Kau hanya bangsawan kelas menengah.. Menyerahkan dan kau tidak akan menyesal” Houi Fu tersenyum lebar sembari terus menyerang
Keduanya bertukar puluhan jurus, namun semuanya sudah tahu siapa yang akan keluar menjadi pemenang, beberapa penonton melontarkan kalimat pedas karena sang wasit belum juga memutuskan untuk mengakhiri pertandingan
“Menyerahlah Nona Song..”
“Apa kau suda buta..!? Membiarkan mereka terus menerus bertarung..!?”
Benar apa yang di katakan oleh para penonton, Shou Yan saja yang baru memasuki dunia persilatan dua tahun lalu, sudah dapat menyimpulkan bahwa sejak awal pertarungan ini telah berat sebelah
“Kenapa wasit belum juga menghentikan mereka..?” Meski tidak sampai merenggut nyawa, Shou Yan tidak bisa membiarkan gadis dari Sekte Makam Kuno terus mempermalukan Song Qin
Perlahan pakaian yang di kenakan Song Qin hanya tersisa beberapa helai, sebab selendang miliknya sudah hancur karena tebasan dari Sepasang Pedang Neraka
Gadis Song tersebut menutupi dadanya menggunakan kedua tangannya sambil tertunduk malu “Aku menyerah..!”
Setelah Song Qin mengambil keputusan, wasit lalu mencoba untuk menghentikan pertarungan namun Houi Fu memberikan tebasan padanya, seketika Hu Tao menghentikan langkahnya dan menahan serangan tersebut
Meski serangan yang ia dapat tidak mampu untuk menghentikan niatnya, namun hanya butuh dua detik untuk membunuh Song Qin, Pendekar dari golongan putih mencoba untuk membantu menghentikan pertandingan
__ADS_1
Namun hanya ada satu orang yang sudah berada di hadapan Song Qin, kedua alisnya terangkat saat melihat seorang pemuda yang begitu tegap berdiri dan menahan sepasang Pusaka Dunia hanya dengan kedua jarinya
“Dia sudah menyerah.. jadi hentikan pertarungan yang tidak berguna ini” Selesai berkata demikian, Shou Yan menggunakan Tapak Besi untuk memberikan perlawanan
Houi Fu menahan tapak tersebut menggunakan kedua pusakanya dan terdorong mundur beberapa meter “Sungguh menarik..” Ujarnya sambil melihat bilah pedangnya yang seketika mengeluarkan asap “Kalau begitu lawan aku..!”
Hu Tao, Fei Gu lalu gadis pencabut nyawa secara bersamaan menahan tubuh Houi Fu agar menghentikan pertarungan
“Di sini aku yang mempunyai wewenang,, hentikan tindakanmu ini atau aku akan mengeluarkanmu dari daftar pemenang”
“Melakukan tindakan yang seharusnya tidak di lakukan.. apa nenek tua itu tidak mengajarkan sesuatu padamu..?”
“Mahkota seorang wanita adalah tubuhnya.. untuk kali ini aku tidak bisa membiarkanmu”
Melihat situasi yang sudah kondusif, Shou Yan melepaskan pakaiannya lalu berbalik dan menutupi tubuh Song Qin yang hampir telanjang dada “Kau tidak apa-apa..?”
“A-ku tidak apa-apa.. Maaf sudah membuatmu terlibat” Ucapnya sambil memegang erat baju yang ia pakai
“Kau bicara apa..? Lelaki sejati tidak akan membiarkan seorang gadis meneteskan air mata” Shou Yan tersenyum lebar sambil menaruh kedua tangannya di pinggang
“A-aku tidak menangis” Ucapnya sambil mengelap air mata yang hendak membasahi pipi
“Di sini berbahaya.. mari kuantar kau ke ruang perawatan”
“Ah.. umm..”
Shou Yan membantu Song Qin berjalan dan meninggalkan arena sambil melirik beberapa pendekar di belakangnya “Tiga pendekar suci..? Ternyata memiliki kemampuan yang luar biasa” Batinnya
__ADS_1