
Saat Yue Ying mengatakan pengawalnya hanya berjumlah 10 orang, Shou Yan teringat akan sesuatu yang tidak beres dan mendengar suara percikan pedang yang menggema di luar kamar “ Hati-hati Nona...”
“Serahkan nyawa kalian, dan kami akan membuatnya cepat..!”
Shou Yan melihat sosok pengawal yang tadinya sedang berjaga di lorong ruangan telah mendobrak pintu kamar
Pandangan Shou Yan teralihkan saat terdapat darah segar menetes di ujung golok pria tersebut
Jika perkiraannya benar pengawal yang lainnya pasti telah terbunuh dan pertarungan terjadi ketika ia sedang makan bersama dengan Yue Ying
“Maaf Tuan,, kami tidak bisa” Shou Yan mencoba untuk tetap tenang sambil mengamati situasi sekitar
Dalam pengamatannya terdapat sebuah jendela di belakang mereka, itu akan menjadi jalan keluar jika sesuatu telah terjadi di luar kemampuannya
“Aku akan membunuhmu bocah, setelah itu.. aku akan bermain dengan gadis cantik ini” Sosok pengawal tersebut tersenyum lebar sambil menjilat bibirnya sendiri
Yue Ying merasa merinding saat pria di hadapannya sedang menatapnya dengan penuh nafsu “Dasar menjijikkan” ucapnya sambil menyilangkan kedua tangannya di dada
Aura pembunuh yang di keluarkan pria itu tidak membuat Shou Yan mundur selangkah pun “Jika hanya satu orang mungkin aku.. akan mampu mengatasinya” Gumamnya
Saat Shou Yan menyiapkan posisi menyerang, terdapat beberapa orang yang masuk melewati pengawal tersebut seakan mengetahui niat Shou Yan
“Aku sarankan untuk tidak bertindak bodoh”
Shou Yan menyuruh Yue Ying untuk memanggil pengawal pribadi miliknya yang sempat bersembunyi di rumah lelang namun gadis itu hanya menggelengkan kepala
“Apa..? Nona menyuruhnya untuk menyelidiki seseorang..?” Bisik Shou Yan. Ia sendiri tak habis pikir jika apa yang di lakukannya bisa menyebabkan nyawanya terancam
“Nona Ying jika ku beri aba-aba.. segeralah lompat dari jendela” Ucap Shou Yan dengan nada pelan
“Itu tidak mungkin”
“Ayolah Nona.. Bukankah Nona juga seorang pendekar juga..?” Shou Yan menyimpulkan jika Yue Ying adalah seorang pendekar yang menyembunyikan bakatnya mengingat ia bisa mengetahu usia seseorang dari denyut nadi
“Aku bukan seorang pendekar, tapi hanya orang yang sedikit tahu tentang pengobatan dan juga.. aku takut ketinggian” Gumam Yue Ying dengan wajah menunduk
“Tidak apa Nona aku aka-“
Suara Shou Yan terhenti saat ia melihat pria di hadapannya sedang mengarahkan goloknya tepat di leher Shou Yan.
Dengan kewaspadaan yang tinggi ia berhasil menangkis dan sempat memberikan tendangan pada pria tersebut
__ADS_1
Pria tersebut terdorong mundur “Cih... Licin juga kau bocah” imbuhnya
Shou Yan mengamati jumlah musuh di hadapannya dan memperkirakan kekuatan mereka “Ada lima orang berada di ranah bumi, sedangkan dia berada di ranah langit” Shou Yan menebak jika pria yang tadi menyerangnya adalah pimpinan dari kolompok ini
Shou Yan masih kekurangan informasi tentang situasi saat ini namun waktunya tidaklah banyak. Ia menyarungkan pedangnya dan menyiapkan kuda-kuda
Shou Yan mengalirkan sedikit tenang dalam di telapak tangannya dan menghentakkan ke lantai “Tapak Besi”
Seketika isi ruangan di penuhi debu dan serpihan kayu lantai yang bertebaran
Pria tersebut mengibaskan tangannya dan tidak melihat siapapun di hadapannya kecuali jendela yang sudah terbuka lebar, dengan cepat ia menyuruh lima anak buahnya untuk mengejarnya “Jangan biarkan mereka lolos”
Meski ia memiliki keahlian membunuh yang terampil namun akan sangat merepotkan jika mereka meminta bantuan pada sekte aliran putih di kota ini
“Aku seharusnya tidak memberinya banyak waktu untuk bertindak” Selepas berbicara, pria tersebut menyusul Shou Yan dengan berjalan di atap rumah
“Nona Ying,, siapa mereka dan siapa Nona Ying sebenarnya..?” Shou Yan berlari sambil menggendong Yue Ying, untungnya ia mempunyai kualitas tulang yang bagus sehingga mampu membawa seseorang yang lebih dewasa darinya
“Mereka mungkin,, Gagak pembunuh yang di kirim oleh seorang bangsawan di kerajaan Wei”
“Gagak pembunuh..?” Shou Yan tidak menyangka jika banyak sekali yang menyalah gunakan kekuatan hanya demi kepingan emas salah satunya adalah organisasi bayangan hitam
Meski keluarga Ying cukup besar namun mereka harus mempunyai alasan yang kuat untuk menggerakkan kekuatan yang ada
“A-aku tidak percaya Nona mempunyai banyak musuh”
“Jangan kau pikir seseorang yang hidup mewah selalu bisa makan enak”
Shou Yan hanya tersenyum tipis “Kebaikan Nona.. aku akan membalasnya” batinnya.
Untuk menghindari nyawa yang tidak bersalah ikut menjadi korban, Shou Yan sengaja melewati gang sempit namun ia tersadar jika tindakannya ternyata salah
Di tengah perjalanan ia di kejutkan oleh seseorang yang turun dari atap rumah tepat di hadapannya, bersamaan dengan itu Shou Yan menghentikan langkahnya
“Kita sudahi permainan petak umpetnya bocah,, dan serahkan gadis itu..!”
Melihat pria dengan tubuh kekar serta dua golok di tangannya membuat Shou Yan tidak punya pilihan lain selain berbalik arah
“Apa..!?” Shou Yan menoleh dan melihat dua rekannya telah menutupi jalan keluarnya, ia berfikir untuk melewati atap rumah namun lagi-lagi telah di hadang oleh tiga rekannya yang lain
Shou Yan tidak ingin menimbulkan keributan di tengah kota namun situasi memaksanya untuk menghadapi mereka
__ADS_1
Ia menurunkan Yue Ying serta menyuruhnya berdiam diri di belakangnya “Nona tidak perlu khawatir.. aku akan melindungimu” ucapnya tanpa menoleh ke belakang
“Me-melindungiku..? Ba-baiklah” ujar Yue Ying sambil menunduk dengan wajah yang sedikit memerah
Mendengar jawaban Yue Ying membuatnya sedikit memiringkan kepalanya “ Kenapa bicara Nona Ying menjadi gagap..? Mungkin karena dia ketakutan” batinnya
“Baiklah.. siapa di antara kalian yang mau mengantarkan nyawa pertama kali..!?”
“Jangan sombong kau bocah...!” Teriak salah satu pria yang tadinya menutup jalan keluarnya
Pria itu melangkah maju dan di susul oleh rekan sebelahnya, keduanya bergerak secara zig-zag sambil memutarkan kedua golong mereka
“Gerakan macam apa itu..!?” Batin Shou Yan, ini pertama kalinya ia menemui seseorang yang bergerak secara teratur sambil bergerak maju
“Tuan Shou..!? Jangan remehkan mereka” Ucap Yue Ying yang masih berdiri di belakang Shou Yan
“Aku tahu Nona” Gumamnya. Shou Yan melihat ke arah pimpinan kelompok gagak ini lalu berganti ke atas “Sepertinya mereka ingin mengujiku”
Melihat rekan yang lain tidak menyerangnya secara bersamaan itu menandakan kalau mereka hanya ingin mengukur kekuatannya
Shou Yan tidak menyia-nyiakan kesempatan ini sebelum akhirnya menghampiri dua pria yang sebelumnya telah mengarah padanya “Akan aku layani kalian..!”
“Dasar bocah tengik..”
Kedua golok tersebut mengarah ke arah depan Shou Yan sedangkan rekan satunya lagi bergerak ke belakangnya dan berniat menebas punggung Shou Yan
“Serangan dua arah..!?”
“Mati kau bocah..!!”
Kedua golok berhasil di tangkis oleh Shou Yan sedangkan sarung pedang miliknya memukul tangan pria yang berada di belakangnya “ Jangan harap mempunyai banyak senjata bisa melukaiku”
Alis pria di hadapan Shou Yan menjadi terangkat, tanpa membuang kesempatan ia memutarkan kedua goloknya dengan ujung pedang lalu menggunakan langkah angin untuk menebas leher pria tersebut
“Adik..!?”
Pria yang tadinya di belakang Shou Yan kini menjadi marah setelah adiknya telah tewas di hadapannya, dengan penuh amarah ia melupakan tekniknya dan menyerang membabi buta
Shou Yan mengatur nafasnya agar selalu tetap tenang sambil bergerak mundur, setelah ia melihat sebuah celah. Shou Yan bergerak cepat sambil menangkis dua golok yang terarah padanya
Dalam sekejap ia sudah berada di belakang pria tersebut sambil menyarungkan pedangnya, saat pria itu hendak menebas Shou Yan ia tersadar dengan adanya darah hangat yang keluar dari perutnya “kau..!? ibl..i..s”
__ADS_1
Kalimat tersebut menjadi akhir dari hidupnya sebelum akhirnya terjatuh dengan mata yang masih terbuka
“Lalu.. siapa lagi..?” Ucap Shou Yan sambil mengibaskan pedangnya yang masih berlumuran darah segar