
“Hentikan..!”
Suara menggema di udara dan membuat semua mata tertuju pada seorang pria dengan tombak pedang di sebelah tangan serta puluhan prajurit yang terlihat menggunakan senjata lengkap
Semakin jelas sosok tersebut membuat para penduduk memberikan hormat, ia datang dari arah pusat kota dan menghampiri Yodo serta Bao Yu untuk segera mengakhiri pertikaian
“Jendral Guan” Ke-enam murid dari Sekte Pedang Bulan menyarungkan kembali pedangnya serta memberikan hormat “Maaf Jendral, dia telah menyerang teman kami dan ini hanyalah tindakan untuk membela diri” Ucap salah seorang murid
Guan Ju menghentakkan tongkat pedangnya ke tanah sebagai tanda dari jawaban tersebut “Apapun alasan kalian, peraturan tetaplah peraturan” Ketika hendak memberikan penjelasan lebih lanjut ia di datangi oleh Guru Yodo
“Mohon Jendral memaafkan mereka”
“Benar jendral, sebagai anak muda tentu mereka mempunyai semangat yang tinggi”
Melihat Fei Gu yang mencoba mendinginkan situasi, Fan Cou juga ikut menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi pada Jendral sebab, setengah dari kejadian ini adalah kesalahannya
Guan Ju berfikir sambil mengelus janggutnya namun perhatiannya terbelah ketika melihat sosok pemuda yang berada tepat di belakang mereka “Anak ini.. sepertinya aku pernah melihatnya.. tapi di mana..?” Batinnya
“Jendral..?”
Lamunannya tersadar saat salah satu prajurit memanggilnya, ia batuk pelan dan mengabaikan keributan yang mereka timbulkan
Ia sedikit menoleh dan memberikan perintah pada para prajuritnya “Tunjukkan mereka jalan”
“Baik Jendral” Puluhan prajurit sigap berdiri di pinggir jalan dengan posisi saling berhadapan
Rombongan Fei Gu berjalan terlebih dahulu dengan Yodo berjalan di samping serta ke-enam murid lainnya berada di belakang
Fan Cou terdiam sejenak setelah melihat murid lainnya datang secara tiba-tiba “Darimana datangnya mereka..?” Batinnya
Berbeda dengan Tetua Fan, Shou Yan merasakan ada angin yang dengan cepat berhembus melewati tubuhnya bersamaan dengan kedatangan mereka “Mereka akan menjadi lawan yang tangguh” Batinnya
Shou Yan ikut melangkah setelah Fan Cou menyuruh para muridnya untuk segera bergegas, melihat Jendral Guan yang tidak ingat dengannya, ia lebih memilih untuk diam sambil tersenyum tipis
“Anak ini.. kenapa jalannya terlihat berat..?” Gumam Guan Ju setelah ia membubarkan keramaian lalu memandangi Shou Yan dari kejauhan
Tak berselang lama, rombongan Shou Yan memasuki Bangunan tinggi yang berbentuk lingkaran dengan arena berada di tengahnya
Di tempat tersebut sudah tersedia ratusan ribu bangku yang mengelilingi dengan podium Utama yang dimana nantinya akan di isi oleh petinggi kerajaan serta bangsawan yang ikut mensponsori acara
__ADS_1
“Anggap pertandingan ini sebagai pengalaman baru untuk kalian, ini adalah waktu yang tepat untuk bisa melihat betapa luasnya Dunia Persilatan dari berbagai aliran” Fan Cou memberikan sebuah motivasi kepada tujuh muridnya
“Berdiri di depan untuk menjadi pemenang bukan sebagai pecundang” Ucap Shou Yan dengan lantang setelah mendapatkan semangat dari Tetua Fan
Keenam rekannya ikut bersemangat kecuali Bao Yu yang menjawabnya dengan nada datar sambil memalingkan muka
Fan Cou mengangguk pelan dengan senyuman menghiasi wajahnya, dengan dorongan semangat yang di lakukan oleh Shou Yan membuatnya lebih mudah. Sebab, ia tidak akan pusing untuk memikirkan kata-kata bijak
“Maju dan kalahkan semuanya..!”
“Baik Tetua Fan..!”
Setelah wasit mengumumkan bahwa acara telah di mulai, para peserta keluar dari ruang tunggu dan berbaris rapi di atas lapangan pertandingan. Ada puluhan peserta yang mengikuti Turnamen dari berbagai Sekte Besar, Menengah ataupun kecil bahkan Sekte Netral sekalipun
Para penonton mulai memadati kursi, semuanya bersorak gembira ketika melihat para generasi muda yang dimana kelak di harapkan mampu membawa kedamaian di kerajaan Sun
Hanya ada tiga peserta yang akan mendapatkan hadiah Utama dan akan di berikan jaminan untuk mengabadikan diri sebagai pejabat Negara, tentu setelah mereka mencapai usia dewasa
Sedangkan untuk juara ke-empat sampai dengan sepuluh, mereka juga akan mendapatkan tawaran namun tidak dengan hadiah utama
Tidak sedikit yang menginginkan hadiah Utama tersebut, maka dari itu setiap Sekte mengirimkan murid terbaik mereka untuk di ikut sertakan
Tidak hanya keuntungan dari para murid namun juga Sekte akan mendapatkan dukungan penuh dari istana sebagai tanda hubungan baik berupa sumber daya dan kepingan emas
Kegembiraan mereka mereda setelah datang beberapa orang dari arah podium utama, mereka adalah tamu terhormat serta penguasa di kerajaan ini
“Hwa’er,, bisakah kau hentikan amarahmu dan ikut duduk di sebelah ayah..?”
“Itu benar anakku, sebagai pemimpin dari Negeri ini.. kehadian kita sangat di butuhkan”
Terlihat Sun Qian serta Mei Yueyin sedang membujuk putri mereka agar mau hadir dan duduk di podium Utama, hampir lima belas menit para penonton menahan diri hanya untuk melihat Kehadiran mereka
Mei Hwa sempat menolak untuk menaiki podium dan duduk bersama namun keputusan itupun ia terima meski langkah kakinya terasa berat
“Mari kita sambut.. Pemimpin yang bijaksana, Yang Mulia Sun Qian..!” Sang wasit berkomentar dengan penuh semangat
Kemeriahan kembali menghiasi arena setelah kehadiran mereka di ikuti oleh para menteri dan perwakilan dari Asosiasi Wangjin
“Hwa'er.. cepat lambaikan tanganmu” Sun Qian menegur Putrinya ketika tidak mau memberikan salam pada penduduknya. “Lebih bertenaga lagi..” imbuhnya
__ADS_1
“Iya ayah..” Jawab Mei Hwa dengan nada datar
Shou Yan tersenyum ketika melihat gadis kecil yang dulunya selalu merengek padanya, kini telah tumbuh menjadi putri yang menawan “Tapi.. kenapa wajahnya terlihat murung..?” Batinnya
Pandangan Shou Yan teralihkan saat melihat Yue Ying ikut berdiri di di atas podium utama “Apa sponsor yang wasit maksud adalah Nona Ying..?” Gumamnya
Dengan kekuatan serta kekayaan yang di miliki oleh Asosiasi Wangjin, sangat memungkinkan untuk mendapatkan perlakuan yang istimewa terutama ketika asosiasi ikut mendanai
“Haih.. aku harus membayar hutangku..!” Tegas dalam hati Shou Yan untuk memenangkan hadiah utama sebab salah satu alasannya bersedia mengikuti Turnamen adalah uang
Tak berselang lama, sambutan berakhir dan wasit memperkenalkan diri sebagai penengah sekaligus menjadi pembawa acara selama pertandingan berlangsung
“Hei.. bukankah itu Hu Tao..!?”
“Itu benar, kenapa dia menjadi wasit..? Apa Sekte Palu Langit sedang kekurangan orang..?”
“Haiyo.. apa kau tidak mendengar..? Bahwa Yang Mulia memintanya secara langsung untuk menjadi wasit, tentu saja tidak bisa menolaknya” Beberapa Pendekar yang tidak ikut dalam Turnamen mengenali sosok tersebut dan saling berkomentar di bangku penonton
Fan Cou yang duduk di bangku peserta menyadari bahwa yang menjadi wasit bukanlah orang sembarangan “Yang Mulia memikirkannya sampai sejauh ini.. apa mungkin karena pergerakan baru-baru ini..?” Gumamnya sambil memandang tajam ke arah Hu Tao
“Silahkan ambil satu benda di dalam sini” Hu Tao memberikan sebuah guci besar dimana setiap peserta akan mengambil satu bola kecil dengan angka melingkarinya
“Baiklah, kita akan memulai dengan angka satu, selain itu.. silahkan untuk kembali duduk di tempat kalian masing-masing” Ucap Shou Yan
Sekarang ds atas arena hanya tersisa tiga orang, Hu Tao dengan dua peserta yang saling menatap
“Yodo.. dari Sekte Palu Langit”
“Zi Ji.. Sekte Kumbang Hitam”
Hu Tao memberitahukan peraturan yang harus mereka patuhi dan setelahnya ia mengucapkan sebuah kalimat
“Pertandingan di mulai”
°°//°°
Kami ucapkan Terima Kasih pada para pembaca karena bersedia menunggu,membaca dan memberikan kritik serta saran
Kami akan selalu berusaha memperbaiki kesalahan atau kekurangan dari jalannya cerita, jika masih belum sempurna mohon untuk di maklumi
__ADS_1
jangan lupa berikan pendapat kalian di kolom komentar ya
#Arigatou :-)