
Pria berbadan buncit yang di tolong oleh Shou Yan sebelumnya, telah kembali dengan membawa bantuan bersama dua pengawalnya
Setibanya di sana, ia tidak melihat Pembunuh Bersaudara kecuali seorang bocah yang menata sebuah batu di atas gundukan tanah
“Tuan Pendekar..?”
“Meski mereka penjahat, tetap saja seorang manusia” Ucap Shou Yan, lalu memberikan doa sebelum berdiri dan melihat kebelakang
“Hati-hati Tuan..!” Dua pengawalnya menghunuskan pedang ke arah Shou Yan karena mereka merasakan aura hitam pekat menyelimuti tubuhnya
“Apa yang kalian lakukan..!? Dia adalah pemuda yang ku maksud” Pria tersebut memukul kepala dua pengawalnya, dengan sikap yang mereka tunjukkan sempat membuatnya malu “Maaf Tuan Pendekar” Imbuhnya sambil memberikan hormat
“Tidak mengapa Paman” Shou Yan merasa wajar dengan sikap yang di tunjukkan oleh dua pengawalnya, siapapun pasti akan menaruh waspada jika melihat seorang anak muda yang berdiri dengan berlumuran darah dari baju hingga bilah pedangnya
Pria tersebut menyuruh pengawalnya agar menyarungkan kembali pedangnya dan menawarkan tempat untuk Shou Yan
Dengan kondisi sekarang, ia tidak dapat kembali ke penginapan untuk sementara waktu. Shou Yan menerima tawaran tersebut lalu mengikutinya ke tengah makam
Kedua pengawal tersebut memutar dua batu nisan yang terjejer di samping kanan dan kiri secara bersamaan, betapa terkejutnya Shou Yan ketika terdapat sebuah jalan di dalamnya
“Silahkan Tuan Pendekar”
Shou Yan melangkah masuk dengan pria buncit berada di sampingnya, sedangkan kedua pengawalnya berjaga di luar
Sebelumnya kedua pengawal tersebut berjaga di dalam, namun itu tidak di lakukan lagi karena musuh yang mereka takuti telah terbunuh di tangan Shou Yan
Hampir dua puluh meter Shou Yan berjalan bersama dengan pria buncit, sesampainya di ujung terowongan terdapat sembilan orang yang terdiri dari empat pria berbaju rapi dan lima pengawal
Shou Yan di sambut hangat oleh ke empat pria yang sebelumnya duduk, kini berdiri dan memberikan hormatnya
“Haih.. aku tidak percaya, seorang pendekar yang Tuan ceritakan ternyata masih muda”
“Benar.. aku sampai terkejut saat melihatnya”
Tanpa sebuah keraguan mereka memuji Shou Yan secara terang-terangan dan itu membuatnya sedikit muak” Maaf Paman, sebenarnya ini..”
“Ahh.. maaf Tuan Pendekar, perkenalkan.. namaku adalah Ouyang” Sambil memberikan hormat dan mengenalkan empat rekannya
__ADS_1
“Jadi.. apa tujuan Paman membawaku kemari..?” Meski sebentar, Shou Yan bisa menebak alasan mereka membawanya kemari bukanlah memberikan pujian semata
Ouyang tersenyum kecut sebelum mempersilahkan Shou Yan untuk duduk. “Maaf Paman, lebih baik aku berdiri saja” Ucapnya sambil menunjukkan jubahnya yang penuh dengan noda darah
“Baiklah jika Tuan Pendekar berfikir demikian”
Sebutan yang formal membuatnya sedikit geram “Berhenti memanggilku dengan sebutan Tuan, Namaku adalah Shou Yan murid dari Sekte Pedang Bulan”
“Murid..!?” Ucap semuanya secara bersamaan, termasuk Ouyang yang masih mematung sambil memandangi Shou Yan dari atas sampai bawah
Ouyang sendiri berfikir bahwa pemuda di hadapannya adalah seorang pendekar kelas tinggi yang mempunyai tubuh muda namun tebakannya menjadi sirna dengan ucapan yang di keluarkan Shou Yan
Suasana menjadi hening sejenak, sebelum Shou Yan bertanya lebih lanjut “Apakah umur sangat penting bagi kalian..?”
“Maaf Tu-.. nak Shou” Ouyang ingin menjelaskan bahwa rencana yang telah ia rencanakan tidak boleh mengikut sertakan anak di bawah umur “Jika boleh tahu, berapa umur nak Shou..?”
“Tujuh tahun Senior”
Mata Ouyang hendak keluar dari tempatnya ketika mendengar ucapan dari pemuda tersebut, ia menyangka umur Shou Yan adalah sepuluh tahun karena memiliki tubuh yang cukup tinggi
“Nak Shou, sebenarnya kami ingin..” Ouyang ingin meminta pertolongan namun sebelum itu ia menjelaskan situasi yang sebenarnya terjadi
Namun setiap kali mengirimkan seorang utusan, selalu mereka gagalkan dengan memblokir gerbang serta jalan menuju kota terdekat
“Bukankah kalian bisa mengirimkan merpati..?”
“Nak Shou, situasinya tidak semudah itu..” Semua usaha telah mereka lakukan termasuk ide yang di berikan olehnya Shou Yan
Sebelum Sekte Hitam ini menguasi kota, mereka telah lebih dahulu membunuh puluhan merpati yang berada di menara kota
Dan sekarang yang menjalankan pemerintahan bukanlah dirinya melainkan Taishan, para prajurit kota tidak tahu akan sosok pemimpin baru mereka karena serangan yang mereka lancarkan begitu cepat dan halus seperti menyerang petinggi kota di tengah malam “Mereka mengaku dari Sekte Kalajengking”
Shou Yan mengerutkan alisnya “Sepertinya.. mereka tidak asing” sambil mengelus dagunya
Ia berjalan memutar sambil memikirkan suatu petunjuk “Kalajengking..? Itu dia..!?” Shou Yan mendekati Ouyang lalu memberikan sebuah Informasi penting “Apa kalian melihat lambang kalajengking di lengan mereka..?”
“Be-benar nak Shou.. aku pernah melihatnya sekilas di lengan kanan mereka”
__ADS_1
Terjawab sudah rasa penasarannya, saat Yue Ying mengantarkannya ke sekte beberapa waktu lalu ia sempat di beritahu bahwa Sekte Gagak hitam mempunyai tanda kalajengking di tubuh mereka dan ia juga di peringatkan agar tidak berurusan dengan kelompok pembunuh ini
“Mereka bukanlah Sekte Kalajengking,, tapi Sekte Gagak Hitam”
“Sekte Gagak Hitam..!?” Ucap semuanya secara bersamaan
Shou Yan mengangguk pelan “Dan mereka berasal dari kerajaan Wei” ia tidak tahu kenapa mereka menggunakan nama sekte palsu untuk melakukan tindak kejahatan mereka
Namun jika tebakannya benar, mereka menggunakan nama sekte palsu untuk mengelabuhi musuhnya “Paman Ouyang..! Ijinkan aku bergabung dalam rencana ini..!”
Ouyang sendiri ragu akan rencananya, apa lagi melihat seorang bocah yang akan bergabung dalam penyerangan malam ini “Ini bukanlah urusanmu lagi nak Shou”
“Aku sangat berterima kasih atas pertolonganmu.. tetapi aku tidak bisa membiarkan pemuda sepertimu ikut campur dalam urusan orang tua”
“Tapi mereka mempunyai hutang yang harus di bayar” Pandangan Shou Yan menjadi lebih tajam sambil memperlihatkan bekas luka di perutnya “Aku pernah berurusan dengan mereka sebelumnya”
“Racun..?”
“Benar Paman, mereka menggunakan racun kalajengking untuk melumpuhkan musuh-musuhnya”
Ouyang memalingkan muka sebelum melihat rekannya secara bergantian lalu kembali memandangi Shou Yan “Pemimpin dari sekte ini bukanlah orang sembarangan”
“Aku tahu Paman.. dan biarkan aku yang melawannya namun dengan satu syarat” Dengan kekuatan yang ia miliki saat ini, sangat tidak mungkin untuk berhadapan langsung dengan ketua Sekte
“Jika keadaan terdesak.. mungkin, aku akan meminta Naga Suci agar membantuku sekali lagi” Batin Shou Yan
“Apa itu nak Shou..?”
Shou Yan menjelaskan bahwa beberapa penduduk sangat kesulitan di atas sana, kota ini menjadi surga bagi para orang kaya namun neraka bagi yang miskin
“Jika Paman sudah mendapatkan kembali tampuh kekuasaan, aku harap Kemiskinan di kota ini segera di atasi”
Ouyang setuju dengan syarat yang di berikan, sempat ragu untuk menerima Shou Yan bergabung dalam rencana ini namun pendekar bersaudara telah membuktikan akan kemampuannya
Setelah lima belas menit menyusun rencana, Shou Yan berjalan lebih dahulu untuk menempati posisi yang sudah di tetapkan
“Nak Shou..!?”
__ADS_1
Shou Yan berhenti sejenak setelah seseorang memanggilnya “Jaga dirimu” Ucap Ouyang dengan mata penuh harap
“Paman tidak usah khawatir, mereka akan binasa malam ini” Ucap Shou Yan sembari tersenyum lebar