Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch 11. Tapak Besi vs Tapak Besi


__ADS_3

Kekuatan yang tinggi terkadang membuat seseorang hebat, akan tetapi tanpa bekal ilmu yang cukup semua hanyalah hiasan. Shou Yan memulai belajar di bawah bimbingan Guan Ju dengan Mei Hwa sebagai teman satu bangku.


Tak jarang Shou Yan mendapatkan benjolan di kepalanya karena sering salah saat menjawab pertanyaan dari Guan Ju, sempat berfikir Guan Ju tidak berani memukul Mei Hwa dengan statusnya sebagai putri namun semuanya


menjadi terbenarkan saat pembelajaran sudah selesai


“Apa,,? Kau sudah bisa membaca..?”  Shou Yan tidak habis pikir bahwa Mei Hwa sudah bisa membaca tetapi masih ikut dalam pembelajaran.


“Tentu saja,,” Mei Hwa menjawab dengan membusungkan dadanya


Shou Yan berfikir bahwa gadis kecil ini sudah mempermainkannya, ia juga merasa aneh saat Mei Hwa sudah bisa membaca namun masih ikut belajar. Melihat senyuman di wajah Mei Hwa, Shou Yan menepis pikirannya dan memilih untuk tidak mempertanyakannya.


Saat keduanya tengah berbincang di depan rumah, Shou Yan memutuskan untuk melanjutkan latihan fisik dan olah pernafasan, sedangkan Mei Hwa hanya duduk melihatnya latihan.


“Bolehkah saya duduk di sebelah Tuan Putri,,” Guan Ju yang melihat Mei dari kejauhan menghampirinya


“ah,, Jendral Guan” Mei Hwa mempersilahkan untuk duduk disampingnya


“Terima Kasih jendral Guan sudah membantuku”


“Tidak mengapa Tuan Putri, itu sudah menjadi tugas saya” Guan Ju menangkap maksud Mei Hwa yang berterima kasih karena sudah bersedia menjadi guru belajar dari Shou Yan, selepas berbicara keduanya melihat latihan anak kecil yang berada di hadapan mereka


Guo An yang memperhatikan dari atas pohon sakura dengan kendi arak di tangannya, berfikir untuk menguji hasil dari latihan Shou Yan “Yan’er,, bersiaplah” Guo An turun dari pohon dan melesat kearah Shou Yan “Tapak Besi”


Shou Yan yang melihat pria sepuh itu menghampirinya, ia menyiapkan kuda-kuda dan mengatur nafas “Tapak Besi”


Kedua Tapak tersebut saling bertemu dan menimbulkan gelombang angin di sekitarnya. Guo An menguji Shou Yan dengan mengeluarkan setengah dari kekuatannya, sampai akhirnya Guo An terpukul mundur beberapa meter.


Shou Yan melihat kedua telapak tangannya yang seakan tidak percaya dengan apa yang ia lakukan, bahkan sempat berfikir ingin mencubit pipinya jika semua ini hanyalah mimpi. Guan Ju yang melihat dari kejauhan hanya


mematung dengan mulutnya yang terbuka.


“Kakek,, apa yang sebenarnya terjadi?” Shou Yan menyadarkan lamunannya dengan bertanya pada Guo An


“ini adalah hasil dari latihanmu Yan’er” Guo An menghampiri Shou Yan dengan tangan di belakang punggungnya

__ADS_1


“ini kah,, kekuatanku..!?” Shou Yan masih ingin tidak percaya bahwa semua latihan berat yang ia lakukan akan mebuahkan hasil


Guo An sedikit tersenyum melihat cucu satu-satunya tersenyum bahagia “aku tadi hanya mengeluarkan seperempat kekuatanku”


“Apa,,?” Senyuman di wajah Shou Yan menghilang saat tahu kakeknya hanya mengeluarkan sedikit dari kekuatannya


“JIka Yan'er ingin menjadi seorang Pendekar, jangan malas untuk tetap latihan” Guo An berusaha menghibur anak kecil di depannya


“Baiklah kek,, Aku akan menjadi Pendekar nomor satu di dunia” Shou Yan bertekad dengan mengepalkan tangan kanannya ke atas.


Guan Ju yang melihat keduanya mengeluarkan Teknik yang sama namun ia menyadari ada sesuatu yang aneh pada Guo An “Dasar kakek tua,,”


Mei Hwa yang melihat reaksi Guan Ju membuatnya penasaran” Ada apa Jendral Guan?”


“Ah,, maaf Tuan Putri jika saya kurang sopan”


“Tidak mengapa Jendral Guan jadi,, apa yang sebenarnya terjadi”


“Anak ini sungguh luar biasa, ia mampu membuatTuan Guo terpukul mundur” Meski pemahaman Guan Ju tergolong cukup namun ia tahu bahwa tangan Guo An terluka akibat terkena tenaga dalam dari Shou Yan “itu bukanlah seperempat, namun setengah dari kekuatanmu” batin Guan Ju terhadap Guo An


“Apakah itu sesuatu hal yang hebat Jendral Guan?” Untuk hal ini Mei Hwa merasa masih jauh dari pemahaman ilmu beladiri


Guan Ju yang berasal dari keluarga militer mengetahui bahwa yang di ajarkan Guo An adalah pondasi untuk menampung tenaga dalam, namun ia masih belum mengetahui cara Shou Yan mendapatkan tenaga dalam yang cukup besar dari hasil latihan yang berat ini, terutama karena umurnya yang masih seorang bocah


“Dunia ini memang luas,, haih,,” Guan Ju menghela nafas panjang, entah apa yang akan terjadi saat Shou Yan muncul di dunia persilatan dengan bekatnya, hanya ada satu di pikirannya "mengerikan"


Mei Hwa tidak tau mengapa Guan Ju berbicara sendiri tetapi yang ia yakini saat ini adalah saat melihat tekad Shou Yan membuat perasaan yang tak asing muncul di dadanya


“Untuk merayakan hasil latihanmu kakek akan mentraktirmu makan sepuasnya di kota” Guo An merasa Shou Yan butuh sebuah hadiah untuk pencapaiannya.


“Makan..? di kota..?” Shou Yan belum pernah pergi ke kota sebelumnya, tidak percaya akan tiba waktunya ia pergi keluar hutan untuk melihat suasana kota “Baiklah kek, aku akan mempersiapkan semuanya” Shou Yan pergi kedalam rumah untuk mempersiapkan segala sesuatunya


Guo An yang melihat tatapan Mei Hwa seakan penuh harap “Haih,, tentu Tuan Putri boleh ikut”


“Ba-baiklah jika kakek memaksa,, aku akan bersiap dulu” Mei Hwa berlari penuh semangat ke dalam kamar, berada di rumah yang cukup lama membuatnya sering frustasi dan melihat isi kota akan dapat menghilangkan

__ADS_1


rasa jenuhnya


Guan Ju yang melihat tingkah dua tingkah anak kecil mengingatkan kembali akan masa lalunya yang hanya punya sedikit waktu untuk bermain, karena hampir seluruh waktunya ia gunakan untuk belajar di bidang militer


“Tidak usah khawatir jendral Guan” Guo An yang menyadari kegelisahan dan menghampirinya


“Maaf Tuan Guo, bukankah sekarang bukan waktu yang tepat untuk pergi ke kota?” Dengan Adanya penyerangan terhadap Mei hwa, bersembunyi sementara waktu sampai bantuan tiba adalah hal yang tepat


“Itu benar jendral Guan, tapi bagaimana jika yang ke kota bukanlah seorang Putri..?”


Guan Ju tidak mengerti dengan apa yang di maksudkan, sampai ada suara mucul dari belakangnya


“Kakek,, aku sudah siap” Shou Yan sudah rapi dengan mengganti baju latihannya menjadi baju biasa yang sering ia pakai sehari-hari,


Shou Yan berjalan penuh semangat menuju kota namun langkahnya terhenti saat Guan Ju dan Guo An tidak melangkah satu jaripun dari tempatnya


Shou Yan yang melihat keduanya tidak bergerak membuatnya bingung “ Apa hadiahku sudah di batalkan..?” Shou Yan melihat Guo An sebelum berganti melihat Guan Ju


“Tentu tidak, kita menunggu seseorang lagi..” Guo An menoleh ke pintu kamar Mei Hwa


Shou Yan mempunyai firasat buruk tentang hal ini “jangan-jangan..”


Setelah menunggu selama hampir setengah jam, Mei Hwa keluar dari balik pintu “Ayo kita belan- maksutku berkunjung ke kota” Senyuman semangat menghiasi wajahnya


“Maaf Tuan Putri, kita ke kota hanya untuk makan malam dan mungkin akan menginap tapi..” Guo An menatap Mei Hwa sebelum berbalik badan


“Demi keselamatan,, mohon Tuan Putri mengganti pakaian biasa” imbuh Guan Ju


“Benar dengan apa yang di katakan Paman Guan, cobalah pakai pakaian biasa’’ Shou Yan menjelaskan dengan menunjuk pakaiannya


“Ini adalah pakaian terbaikku,, tapi kalian malah,,” Mei Hwa ingin mengumpat namun karena ingin menghargai mereka, ia masuk kedalam dan mengganti pakaian dengan yang biasa


Setelah menunggu satu jam Mei Hwa keluar dengan pakaian biasa ”ini sudah hampir petang Hwa’er,, kenapa lama sekali” Shou Yan merasa gadis kecil di depannya membuat waktu menjadi panjang


“Lama,,? Ini semua karena aku memakai baju jelek ini aku,,” Mei Hwa serasa ingin memakan Shou Yan, ia sudah memilih baju biasa dari kesekian koleksinya dan bahkan tidak di puji, malahan hanya mendapat kritikan

__ADS_1


“Maaf Hwa’er,, aku tidak bermaksud untuk,,” Shou Yan merasa melukai Mei Hwa dengan kata-katanya


Guo An dan Guan Ju hanya terdiam menepuk jidat saat keduanya terus bertengkar, namun tidak mengeluh dengan pertengkaran anak kecil bahkan itu menandakan bukti kedekatan mereka


__ADS_2