
“Mulai..!”
Keduanya menyerang secara bersamaan setelah wasit mengumumkan di mulainya pertandingan pertama
Zi Ji menghindari tapak milik Yodo namun tidak mengurangi kecepatannya, saat wajah keduanya saling dekat ia berbisik “Aku ingin lihat, bagaimana kekuatan Sekte Palu Langit yang sebenarnya”
Yodo tersenyum tipis ketika mendengar ucapan dari sosok yang akan segera dia kalahkan “kau tidak pantas untuk melihatnya..!”
Shou Yan melihat pertarungan dari bangku peserta, ia merasa bingung ketika Yodo tidak mengeluarkan kemampuan terbaiknya
Meski hanya bertukar beberapa jurus, Shou Yan bisa menduga bahwa murid dari Sekte Palu Langit tersebut mempunyai kemampuan di ranah Menengah “Mungkin pertarungan tadi telah membuatnya lelah”
“Dia tidaklah kelelahan, tetapi lawannya tidak mampu untuk mengeluarkan batas kemampuannya” Fan Cou dapat mengenali kemampuan dari salah satu murid 3 Sekte Besar
Pengalamannya bertarung dengan Fei Gu mengajarkan sesuatu yang berharga yaitu untuk tidak meremehkan lawan
“Kenapa Tetua Fan bisa berfikir seperti itu..?” Tanya Shou Yan sambil melihatnya dengan heran
Sebatas yang Fan Cou tahu, Fei Gu mempunyai kemampuan yang mustahil untuk bisa di patahkan terutama dalam hal kecepatan
Jika lawan tandingnya dulu sudah menjadi Guru di dalam Sekte, seharusnya kemapuan tersebut akan di ajarkan oleh setiap anak muridnya, Itu terbukti dengan Sekte Palu langit yang mampu menjadi pilar penjaga Asosiasi Wangjin
“Kecepatan..?” Shou Yan teringat ketika Yodo mampu mengimbangi jurus langkah anginnya
“Perhatikan dan pelajari” Ujar Fan Cou
Lamunan keduanya tersadar ketika wasit mengomentari pakaikan Zi Ji yang sudah terkoyak akibat terkena serang dari lawan
“Bagaimana mungkin..? Dia tidak menggunakan senjata apapun” Batin Zi Ji, ia merasa telah menghindari setiap serangan namun tetap saja menimbulkan bekas goresan
Dia mengamati Yodo dari atas sampai bawah dan menemukan keanehan di tangan kanannya “Aku harus memastikannya” imbuhnya
Ia kembali menyerang namun kini menggunakan pedang yang telah di aliri tenaga dalam “Tebasan Kematian” Zi Ji berputar dan menebas di mana leher Yodo berada
__ADS_1
Ia tersenyum lebar saat berfikir telah memenggal ieher lawannya, Zi Ji tertawa pelan sebelum melihat ke arah Hu Tao “Wasit.. pertarungan telah selesai dan akulah pemenangnya”
Senyuman tersebut menghilang setelah Hu Tao memejamkan mata sambil mengelus janggutnya, merasa ada yang aneh dengan tingkahnya, ia melihat jasad Yodo namun tidak menemukannya “Ini..!?”
“Apa kau mencariku..?” Ucap Yodo yang telah berada di belakangnya cukup lama
Zi Ji kembali berbalik dan hanya menebas sosok bayangan hitam “Berhentilah berlari dan lawan aku dengan sungguh-sungguh” Ujarnya dengan geram
Ini pertama kalinya ia di permainkan oleh lawan yang umurnya hampir sepadan dengannya, dia menghadap kearah Yodo dan memperhatikan ke-empat jarinya telah berbentuk seperti ujung tombak
“Kenapa lama sekali kau mengetahuinya..?” Batin Hu Tao, sejak pertama kali pertandingan di mulai ia berdiri agak jauh dari keduanya namun masih tetap mengamati jalannya pertandingan
Tingkat Ranah Suci membuatnya lebih mudah untuk melihat setiap gerakan yang di lakukan oleh Yodo, bahkan ketika ia menggunakan empat jarinya untuk menyerang lawan
“Butuh fisik yang terlatih serta tenaga dalam yang besar untuk bisa memadatkan Energi ke satu titik” Hu Tao menyilangkan kedua tangannya sambil melirik ke arah salah satu bangku peserta, “Fei Gu.. kau mengajari muridmu dengan baik” Batinnya
Terakhir kali ia berada di Sekte, ia pernah mendengar Bahwa Fei Gu meminta pada Patriak untuk menjadikannya Guru dan keteguhan hatinya membuat permintaan tersebut di kabulkan
Zi Ji menyimpan kembali pedangnya dan berencana untuk bertarung dengan tangan kosong“Tapak Hitam”
Yodo menarik nafas panjang sebelum mengumpulkan tenaga dalam ke ujung jari kanannya “Pisau Jari”
Kedua jurus saling bertemu sehingga menimbulkan gelombang angin di sekitarnya, Yodo tidak terlihat kelelahan bahkan ia tersenyum tipis ketika melihat kaki Zi Ji terdorong mundur secara perlahan
“Ketahuilah tempatmu” Ucap Yodo yang masih tetap mengalirkan tenaga dalam dengan ukuran besar
Hu Tao kembali tersadar dari lamunan dan memperhatikan kembali jalannya pertandingan, ia menyipitkan kedua matanya dan melihat gelombang angin berubah menjadi pisau angin
Meski energi tersebut terbentuk dari udara namun teknik tersebut terlihat sedang mengoyak pakaian serta kulit Zi Ji
Goresan mulai menyelimuti tubuhnya, dengan luka yang seperti ini tidak membuat Zi Ji berkecil hati dan mencoba untuk membalik keadaan
Dengan posisi kuda-kuda, kaki kanannya mulai menjauh dari titik tengah arena dan mengarah ke pinggir lapangan pertandingan
__ADS_1
“Ingin mengeluarkanku..? Jangan harap..!” Zi Ji kembali menghunuskan pedangnya namun kali ini ia menggunakan tangan kirinya untuk menyerang sambil menahan tenaga yang dia keluarkan
Yodo yang mengetahui niatnya, ikut menggunakan pedangnya yang masih tersarung di pinggangnya
Shou Yan menelan ludahnya sendiri ketika melihat pertarungan yang tidak biasa. Menurutnya, menggunakan satu tangan untuk tetap mengalirkan tenaga dalam, sedangkan satunya lagi menyerang menggunakan senjata, itu bukankah hal yang bisa di lakukan oleh siapa saja
Ia sadar akan hal itu, sebab menggunakan teknik dua tangan tentu menguras tenaga, terutama si pengguna harus bisa menyeimbangkan serangan sekaligus bertahan, seperti halnya ketika kita menggambar lingkaran di tangan kanan dan persegi di tangan kiri
“Mereka berdua sungguh hebat” Gumam Shou Yan sambil melihat panasnya pertandingan
“Sudah cukup bermainnya..!” Yodo mengalirkan separuh kekuatannya ke ujung jari kanannya, dengan tambahan tenaga dalam ia mampu menciptakan kumpulan energi lancip yang berbentuk seperti ujung tombak
Tapak Zii Ji yang sebelumnya telah di alirkan tenaga dalam membuatnya harus menderita luka tusuk “kau...!”
“Agggghhh”
Tak selang berapa lama Zi Ji terlempar keluar arena, saat hendak menyentuh tanah ia menancapkan ujung senjata dan berdiri di atas gagang pedangnya, sambil memegang tangan kanannya yang masih mengeluarkan darah segar
Para penonton yang melihat tindakan tersebut saling bergumam yang kebanyakan bertanya mengenai peraturan pertandingan
Hu Tao terdiam sejenak sebelum pada akhirnya ia memberikan penjelasan terhadap peserta “Kenapa kau menatapku...? Lanjutkan saja pertarungannya dan akan ku hentikan jika memang itu perlu”
Yodo menatap Zi Ji sebelum kembali melihat ke arah Hu Tao “Bukankah Peraturan mengatakan bahwa peserta yang menginjakkan kaki di luar arena akan dianggap kalah”
“Tentu saja.. dan apa kau melihatnya menyentuh tanah..?”
“Itu..?” Yodo menatap tajam ke arah Zi Ji yang memanfaatkan situasi untuk memulihkan kembali tenaganya “Kau tikus yang cerdas” imbuhnya
“Dan kau adalah kelinci yang manis”
Mendengar kalimat tersebut, Yodo mengerutkan dahi sambil tersenyum sinis “Jangan Salahkan aku jika kau tidak bisa lagi menjadi pendekar” Gumamnya dengan nada pelan
“Cih.. anak ini ingin bermain dengan nyawa rupanya” Hu Tao dapat mendengarnya dengan jelas dan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ia meningkatkan kewaspadaannya
__ADS_1