
“Yang Mulia.. apa kita harus membangunkan mereka berdua..?”
Setelah matahari terbit, Sun Qian beserta Jendral Guan mencari Mei Hwa yang semenjak tadi malam belum kembali ke istana dan menemukannya tertidur bersama seorang lelaki di bawah pohon sakura
“Sebentar Jendral, aku masih memikirkan hukuman apa yang pantas untuk pemuda ini.. gantung,pancung, atau kita tenggelamkan dia di dasar laut”
“Itu..” Jendral Guan hanya terdiam ketika pemimpin Negeri itu sedang bergumam sambil memikirkan hukuman yang pantas untuk Shou Yan, karena aturan istana siapapun tidak boleh menyentuh Putri Raja kecuali orang tuanya, wanita dan para bangsawan besar
“Bagaimana kalau kita menunggu sejenak sambil Yang Mulia memutuskan hukuman yang tepat bagi anak muda ini” Di hadapannya, Jendral Guan tidak bisa berbuat banyak, ia hanya bisa membantu Shou Yan dengan mengulur waktu sebelum Raja Sun menentukan sebuah hukuman
“Hm..” Sun Qian memejamkan mata sambil mengelus janggutnya, ia terus memutar otaknya sebelum akhirnya mendengar suara yang tidak asing
“Yan'gege.. kenapa tadi malam kau galak sekali”
Alis Sun Qian bergetar hebat ketika mendengar Putrinya sedang mengigau “Beraninya dia berbuat seperti itu..!”
Teriakan keras membuat Shou Yan terbangun, saat kedua matanya terbuka ia di kejutkan oleh seseorang yang tidak biasa berada tepat di hadapannya “Jendral Guan..!? Dan..? Eem.. Raja..?”
Sekilas Shou Yan mengenali Jendral Guan dengan seklai lihat karena ciri khasnya yang berpakaian serba militer dengan tongkat golok yang selalu dia bawa
Sedangkan berada tepat di sebelahnya terdapat seorang pria dengan memakai mahkota emas serta pakaian yang serba mewah berbalut sutra emas
“Tuan Shou... Panggil beliau Yang Mulia” Jendral Guan berbicara pelan namun bisikannya di selimuti tenaga dalam dan hanya Shou Yan yang bisa mendengarnya
Shou Yan menangkap suara tersebut lalu mengikuti arahan dari Jendral Guan “Yang Mulia” ia menundukkan kepalanya
Jendral Guan menepuk jidatnya, apa yang Shou Yan lakukan sudah benar hanya saja ia memanggil sebutan hormat sambil tetap duduk bersila dengan Mei Hwa masih bersandar di pundaknya
“Yan'gege..” Keadaan menjadi lebih besar ketika Mei Hwa kembali mengigau sambil memeluk erat tangan Shou Yan
“Hwa’er.. bangun.. Hwa'errrr” Shou Yan mencoba membangunkan Mei Hwa dengan nada pelan
“Kau..!?” Sun Qian mengibaskan jubahnya sebelum pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun, meninggalkan keduanya.
“Yang Mulia..?” Jendral Guan hendak mengikuti Sun Qian untuk menjaganya, namun sebelum itu ia menyuruh dua prajurit terbaiknya untuk tinggal bersama Shou Yan “Kalian.. jaga Tuan Putri”
“Baik Jendral” Dua prajurit memberikan hormat sebelum berdiri tegak di antara keduanya
“Yan’gege..?” Setelah beberapa kali memanggilnya, akhirnya Mei Hwa terbangun dan ia juga terkejut ketika sudah ada dua prajurit yang berjaga di dekatnya “Kalian kenapa ada di sini..?”
__ADS_1
“Yan’gege.. ada apa ini..? Apa yang sebenarnya terjadi..?” Mei Hwa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tidak menyangka bahwa masalah telah menunggu mereka
Shou Yan menceritakan tentang kejadian yang baru saja terjadi, dari Ayahnya yang datang dengan membawa prajurit lengkap serta ucapan yang keluar dari mulutnya Mei Hwa ketika masih tertidur
“Apa..? Aku mengatakan itu..!? Menjauh dariku.. Yan'gege tidak boleh melihatku..!?” Hal yang mengejutkannya bukanlah karena kehadiran ayahnya, melainkan kalimat yang secara tidak sengaja keluar dari mulutnya “Bahkan dalam mimpi.. Yan'gege selalu ada untukku” Batinnya
“Kenapa..? Uuggghh” Leher Shou Yan serasa patah ketika tangan Mei Hwa memaksanya untuk menoleh, sedangkan tangan satunya ia gunakan untuk menutupi wajahnya yang memerah
***
“Di mana dia..?”
“Entahlah Senior.. kami sudah mencarinya kemana-mana tapi tidak menemukannya”
“Apa dia tidak tahu, sebentar lagi pertandingan akan segera di mulai..!?” Bao Yu bergumam beberapa kali ketika salah satu juniornya tidak kunjung kembali, sempat berfikir di benaknya bahwa Shou Yan tidak mempedulikan Turnamen dan bertindak sesuka hati
“Kalian sudah menemukannya..?”
“Maaf Tetua Fan, kami semua sudah mencarinya kemanapun tetapi belum menemukannya”
Kabar hilangnya salah satu murid tidak boleh tersebar karena itu bisa menimbulkan suatu masalah. Sebab, hanya ada dua peserta yang berhasil masuk ke babak selanjutnya
“Apa jangan-jangan.. dia di culik oleh kelompok tertentu..?” Batin Fan Cou. Jika benar, maka dia sudah terlebih dahulu menemukan kejanggalan di pintu masuk, jika lewat jendela itu tidak mungkin karena sebelumnya ia telah memeriksanya dan hasilnya nihil
Saat Fan Cou terus mencari pentunjuk, munculah sosok anak kecil dengan tingginya sekitar umur 9 tahun-an sedang memasuki penginapan
“A-aku pulang..”
Semua pandangan tertuju pada satu arah “Shou Yan..!?” Ucap semua murid secara bersamaan
“Kau kemana saja..?”
“Apa yang sebenarnya terjadi..? Apa kau di culik..?”
“Dasar bodoh.. penculik mana yang membiarkan korbannya pulang”
“Ah.. benar juga”
Kelima murid langsung mengelilingi Shou Yan dan melontarkan beberapa pertanyaan, saat sedang sibuk menjawabnya ia melihat Tetua Fan masih berdiri di belakang kerumunan dan menunggu penjelasannya
__ADS_1
“Tetua Fan..” Shou Yan memberikan hormat sebelum ia diminta untuk duduk dan menjelaskannya dengan rinci
“Bersihkan diri kalian.. setelah mengisi tenaga, kita akan bergegas ke arena pertandingan”
“Baik Tetua”
Fan Cou meminta pada murid lainnya untuk mempersiapkan diri kecuali Shou Yan, karena ada hal yang harus ia lakukan terlebih dahulu “Jadi.. kau bisa menceritakannya padaku”
“Semua berawal dari...” Shou Yan memberitahukan awal mula dia keluar untuk mencari tempat berlatih, hingga dia di tangkap dengan tuduhan sebagai mata-mata. Untungnya, Mei Hwa membantunya keluar dari penjara karena sebuah rencananya
“Penyerangan..? Topeng Putih..?”
“Benar Tetua.. Ada dua pendekar yang menolong kami waktu itu” Shou Yan berfikir sosok bertopeng putih tersebut adalah penjaga rahasia yang selalu mengikuti Mei Hwa
Dugaan sementara itu Shou Yan dapatkan karena munculnya sosok tersebut bersamaan dengan kehadiran Tuan Putri
“Hm.. sebagian besarnya aku mulai mengerti, tapi.. kenapa kau baru pulang sekarang..?”
“Itu..” Shou Yan terdiam sejenak, ia ragu apakah harus jujur atau berbohong mengenai kejadian yang satu ini
“Kau tertidur..!?” Fan Cou tertawa keras ketika mendengar ucapan dari Shou Yan, ia tidak percaya akan ada orang yang bisa tidur di bawah pohon “Ma-maaf.. aku tidak bermaksud untuk menertawakanmu hanya saja..”
Fan Cou hendak berhenti namun selalu saja gagal tertawa hingga meneteskan air mata, ini pertama kalinya ia tertawa lepas setelah beberapa tahun terakhir
Shou Yan menggaruk pipinya sambil tersenyum kecut, ia mengatakan hal yang sebenarnya namun meninggalkan penjelasan tentang kehadiran Mei Hwa yang sempat tertidur bersamanya
“Sepertinya aku melupakan sesuatu..” Batinnya, Shou Yan mencoba mengingat kembali dan menemukan sesuatu yang tidak terduga “Aku lupa menjelaskannya pada Jendral Guan”
Shou Yan menepuk jidatnya karena pertemuannya dengan jendral Guan telah sia-sia, ia belum membersihkan namanya karena kesalahpahaman yang sebelumnya terjadi
Entah masalah apa yang akan terjadi, namun yang pasti adalah Shou Yan harus siap menghadapi semua kecerobohannya
“Baiklah.. kau juga harus bersiap, karena kehadiranmu di atas arena membawa nama Sekte” Fan Cou menyampingkan masalah pribadi dan mencoba untuk fokus terhadap pertandingan yang akan segera di mulai
“Baik Tetua”
__ADS_1