
“Biarkan aku mencobanya anak muda” Sosok pria berumur sekitar 30-an turun dari atap rumah bersamaan dengan suara lantang tersebut, di ikuti oleh dua rekannya
“Dia bukan bocah sembarangan”
“Apa kau bercanda..? Dia hanya anak ingusan yang baru memasuki dunia persilatan”
Kedua rekannya saling memberikan komentarnya setelah melihat keahlian yang di tunjukkan oleh Shou Yan, gerakan yang di tunjukkan serta tebasan yang Shou Yan lakukan memang seperti bukan pertama kalinya membunuh
“Mohon Senior memberikan petunjuk” Shou Yan mendekati ketiganya lalu memberikan hormat
“Haih,, anak yang baik tapi.. semua telah terlambat bocah..!” Pria dengan tinggi badan melebihi rekannya menyerang Shou Yan dengan tiba-tiba menggunakan satu golok di tangan kanannya
Serangan tersebut terarah pada perut Shou Yan sampai ia harus bergerak mundur beberapa langkah, Shou Yan tersenyum tipis sambil mendapatkan keseimbangan kembali
“Ayolah Nak.. hati-hati kalau berdiri”
Shou Yan menghela nafas panjang saat mengetahui tebasan pria tersebut hanya merobek pakaian nya “Junior pikir.. pandangan Senior sudah sedikit rabun”
“Apa kau bilang..!” Pria tersebut memerintahkan kedua rekannya untuk mengikutinya di belakang ketika mendengar aba-aba darinya “Serang..!”
Shou Yan kembali menggunakan kemampuan dua tangan dengan sarung pedang sebagai senjata di tangan kiri “ Teknik ini belum sempurna di ajarkan oleh Nona Lung, tapi.. patut di coba”
Shou Yan bergerak secara bersamaan dengan musuh namun tangan kirinya di sembunyikan di balik tubuhnya sehingga bisa membuat bingung lawan
Shou Yan berhadapan dengan pria paling tinggi sedangkan kedua rekannya menyerang dari belakang serta di atasnya, gerakan ini sering di sebut sebagai burung dalam sangkar
Dengan lingkungan yang sempit seperti halnya di gang bangunan seperti ini sangat menguntungkan untuk menggunakan teknik burung dalam sangkar
Jika sebelumnya teknik ini memerlukan lima orang namun keuntungan berpihak pada kelompok pembunuh karena Shou Yan memutuskan untuk bertarung di tempat yang tidak terlalu luas
“Golok Pembelah Langit..!”
Pedang Shou Yan bertemu dengan golok pembunuh namun kali ini pria tersebut telah salah memperhitungkan. Salah satu rekannya yang menyerang dari belakang dan mendapatkan tendangan dari Shou Yan
Sedangkan rekannya yang lain menyerang dari atas membuat Shou Yan lebih mudah untuk menyerang menggunakan sarung pedangnya, sebelum pria itu menyadari gerakan Shou Yan sudah ada sarung pedang yang tepat mengenai lehernya
__ADS_1
Secara bersamaan, ketiganya terpental mundur ketika Shou Yan menambahkan tenaga dalam di sekitarnya dan menimbulkan gelombang angin yang kuat
“Cih,, kita terlalu meremehkan bocah ini” Batin pria yang terdorong mundur karena tendangan Shou Yan
“Siapa kau sebenarnya..? Kenapa kau mempunyai sebuah pusaka..!?” Pria yang mempunyai tinggi di antara yang lain mencoba untuk mencari tahu senjata yang di pakai Shou Yan
“Pusaka..?” Alis Shou Yan terangkat sebelah saat ia mendengar kalimat pusaka “Ahh, maksud senior pedang ini..?” Ucap Shou Yan sambil menunjukkan senjatanya
Dengan cermat Shou Yan memanfaatkan ketidaktahuan pria tersebut dengan mengangguk pelan “Tentu saja ini adalah Pusaka Dunia.. bagaimana senior..? Ingin melanjutkan bermainnya..?”
Pria tersebut hampir tidak mempercayai ucapan Shou Yan karena mengatakannya dengan sangat mudah sebelum ia di kejutkan oleh jasad yang terjatuh dari atas tepat di sebelahnya
Pria itu menyadari jika jasad tersebut adalah rekannya mengingat pakaian yang sama dengannya, namun yang membuatnya terkejut adalah bekas tebasan benda tumpul tepat di lehernya “Kau menggunakan sarung pedangmu..?”
“Apa ini melanggar aturan..?” Jawab Shou Yan sambil mengangkat kedua bahunya
“Sombong kau bocah” Ucap pria yang berada di belakang Shou Yan
“Awas Tuan Shou..!” Teriak Yue Ying saat melihat pria menyerang Shou Yan dari belakang
“Kau tidak pernah belajar..!” Shou Yan melemparkan sarung pedangnya ke atas lalu menyiapkan tenaga dalam yang cukup besar di telapak tangannya. Shou Yan berbalik dan menyerang tepat di dada “Tapak Besi”
Terdengar suara retakan keras dari golok miliknya bersamaan dengan tulangnya yang telah patah “Ugghh..” Pria tersebut terpukul beberapa meter sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir
“Tadi kau menyebut teknikmu dengan pembelah langit..?” Ucap Shou Yan sambil kembali melihat pria yang paling tinggi “Akan aku tunjukkan teknik yang sesungguhnya”
Shou Yan mengalirkan tenaga dalam hampir tujuh puluh persen yang mengalir di bilah pedangnya, mendengar teknik yang sama namun mempunyai daya serang yang lemah membuatnya geram, mengingat teknik ini di ajarkan oleh Naga yang pernah membantunya
Seorang pria yang sejak tadi berdiam diri kini menyadari ada aura aneh yang menyelimuti bocah itu dan memutuskan untuk membantu rekannya dengan mengalirkan seluruh tenaga dalam di kedua goloknya
Rekannya yang menyadari hal yang sama ikut menggunakan sisa tenaga dalamnya dengan mengalirkannya ke dua golok miliknya
Kedua pria tersebut mengibaskan golok mereka dan muncul energi berbentuk silang dengan unsur dua lapis mengarah tepat kearah Shou Yan
“Inilah yang dinamakan pembelah langit” Shou Yan menarik nafas dalam-dalam dan menebaskan pedangnya di udara “Pedang Pembelah Langit..!”
__ADS_1
Seketika tebasan tersebut membentuk Energi Pisau yang melesat dengan cepat, energi milik Shou Yan berhadapan dengan energi milik kedua pria tersebut dan menimbulkan gelombang angin di sekitarnya
Energi pisau milik Shou Yan menghancurkan kedua energi lain yang menghalanginya, meski begitu energi tersebut masih bergerak lurus sampai akhirnya membelah kedua pria yang masih mematung
Melihat kekuatan dari bocah yang sempat mereka remehkan membuatnya mengumpat kesal “Ka-kau bukan manusia..” Bersamaan dengan kalimat tersebut menjadi akhir bagi keduanya
“Tentu saja..” Batin Shou Yan, ia tidak bisa mengelak saat lawannya mengatakan dirinya bukan manusia karena memang ada sosok Naga yang mendiami tubuhnya dan itu bukanlah sebuah kebohongan
Shou Yan mengibaskan pedangnya dan mengarahkannya ke atas, seketika sarung pedang miliknya mengarah tepat ke ujung pedangnya
Menggunakan banyak tenaga dalam membuat pandangannya sedikit memudar dan membuat tubuhnya hampir terjatuh
“Aku rasa.. menggunakan teknik ini membutuhkan ketahanan fisik yang cukup” batinnya
“Tuan Shou..!” Yue Ying yang melihat Shou Yan hampir terjatuh membuatnya bergerak cepat untuk menangkap tubuhnya dan menopangnya
Jika ia menggunakan teknik pembelah langit dalam kondisi stamina yang masih kuat maka ini tidak akan terjadi
Namun ini baru pertama kali ia merasakan tubuhnya terasa sangat lemas serta kepalanya yang berat “Ma-maaf Nona Ying..” Ucap Shou Yan dengan pelan
“Tidak apa-apa Tuan Shou.. seharusnya aku yang meminta maaf karena telah membuat Tuan Shou ikut campur dalam urusan ini”
Senyuman Yue Ying memudar saat ia melihat perubahan wajah dari pemuda di hadapannya
“Tuan Shou...!?” Dahi Yue Ying mengerut ketika melihat jarum kecil yang tertancap di perut bagian kiri Shou Yan
“Ini... Racun Kalajengking..!!?”
**//**
Semoga para pembaca sehat selalu dan jangan lupa berikan likenya..
jangan lupa tinggalkan komentar kalian jika ada saran/kritik yang ingin di sampaikan :-)
Xiexie.. :D
__ADS_1