
“Perasaanku saja atau memang stadium ini menjadi lebih sesak..?”
Shou Yan merasa jumlah penonton hari ini semakin padat daripada kemarin, membuat lokasi tersebut menjadi sesak, di hadapannya terdapat lautan manusia yang dengan sabar menunggu pertandingan di mulai, seolah seluruh penduduk di kerajaan Sun hadir dan berkumpul di tempat yang sama
“Mungkin di hari pertama mereka banyak yang tidak menonton dan memutuskan untuk melihat pertandingan di babak kedua ini” Fan Cou memberikan pendapatnya
Untuk menonton secara langsung tentu tidak gratis terutama tempat duduk paling depan sungguh membuat isi kantong kering “Pendapat dari Tetua Fan ada benarnya juga” Batin Shou Yan
Shou Yan menoleh ke kanan dan ke kiri tapi tidak menemukan murid lain kecuali Bao Yu dan Fan Cou “Kemana Senior lainnya..?”
“Apa kau tidak membaca peraturannya..?”
“Peraturan yang mana..?”
“Haih..” Bao Yu mendengus kesal saat Juniornya tidak mengetahui hal apapun, bisa di bilang Shou Yan tidak ikut dalam diskusi yang mereka lakukan sebelumnya di penginapan “Inilah akibatnya kalau kau lama mandi.. bahkan se-ekor ayam terlalu lama jika di bandingkan denganmu”
“Terutama saat makan..”
“Ma-maaf Senior” Shou Yan bukannya bermalasan ketika di dalam kamar mandi, hanya saja kebiasaan untuk menjaga kebersihan sudah melekat di dalam pembuluh darahnya, jika bukan karena para dayang bangun lebih awal maka halaman di penginapan sudah terlebih dahulu dia kerjakan
“lalu.. kemana para murid lainnya Senior Bao..?”
Bao Yu menunjuk ke satu tempat di arena dan menemukan lima rekan seperguruannya sedang melambaikan tangan ke arahnya “Itu mereka”
Alis Shou Yan terangkat sebelah saat melihat para Seniornya duduk di barisan paling ujung “Kenapa mereka ada di sana...?”
Bao Yu melirik ke arah Tetua Fan tanpa mengucapkan sepatah katapun lalu kembali melihat ke arah arena, Fan Cou menyadari tindakan dari muridnya dan hanya merespon dengan batuk pelan
“Ahh.. itu” Shou Yan yang sebelumnya ikut melirik ke arah yang sama dengan Bao Yu, kini mengangguk pelan dan tidak menanyakannya lebih jauh, sebab ia juga sadar bahwa Tetua Fan akan menjadi perhitungan jika segala sesuatunya berhubungan dengan uang
“Para hadirin semuanya.. terima kasih telah hadir di acara paling fenomenal di tahun ini..” Hu Tao naik ke atas arena dan membuka acara sambutan sebelum akhirnya mengumumkan peserta yang akan tampil pertama kali di babak kedua ini
“...Mari kita sambut peserta pertama kita.. Yodo melawan Bao Yu”
“Guru.. murid meminta ijin untuk bertarung”
“Hm.. ingat untuk selalu waspada terhadap apapun”
“Baik Guru” Yodo memberikan hormat sebelum berjalan ke tengah arena, ia sebenarnya tidak tertarik untuk melawan Bao Yu sebab bukan dia yang menjadi target utamanya
__ADS_1
Mengenai siapa lawannya tentu bukanlah dia yang mengatur melainkan pihak panitia “Terpaksa harus melawannya”, Yodo naik ke atas arena dan menghunuskan pedangnya “Kemari kau”
“Cih..” Bao Yu mendengus kesal, ia merasa di remehkan meski kemampuannya tidak jauh berbeda dari lawannya “Tetua Fan..” Ia memberikan hormatnya
“Berhati-hatilah dengan jari kanannya”
“Baik Tetua” Yodo berjalan ke arena, setiap langkahnya di penuhi amarah “Akan aku tunjukkan siapa aku sebenarnya” Gumamnya
“Kedua peserta di ijinkan untuk mengenalkan diri” Hu Tao mengarahkan keduanya untuk mendekat dan saling memperkenalkan diri
“Yodo.. dari Sekte Palu Langit”
“Bao Yu.. dari Sekte Pedang Bulan”
Setelah keduanya melakukan hal tersebut barulah sang wasit memberikan aba-aba sebagai tanda di mulainya pertandingan
Bersamaan dengan itu Yodo menggunakan kecepatannya sehingga Bao Yu berada dalam jangkauan pedangnya
“Kau..!?” Bao Yu menghindari tebasan yang terarah di lehernya, kemudian ia membalas serangan menggunakan jurus andalannya “Kilatan Pedang”
Sejenak Bao Yu membalik keadaan dengan membuat Yodo berada di posisi bertahan, beberapa jurus telah ia keluarkan namun tidak ada yang berhasil mengenai lawannya
Yodo ingin segera mengakhiri pertarungan dengan cepat, dia menendang lawannya dan kembali menyarungkan pedangnya
“Sial.. apa yang sedang dia lakukan..!?” Bao Yu terdorong mundur beberapa langkah, meski berhasil menahan tendangan tersebut, ia merasa telah memberikan lawannya waktu untuk berpikir
Bao Yu melapisi tenaga dalam di sekitar pedangnya, bersiap untuk serangan yang sebenarnya. Yodo yang melihat lawannya telah melakukan pencegahan, hanya tersenyum tipis “Percuma saja”
Pembentukan Energi mulai terlihat di telapak tangannya dan berbentuk runcing dengan lima jari sebagai penyangga
Yodo menghela nafas pendek sebelum menghilang dari tempatnya, dengan cepat ia berada di belakang lawannya dan mengayunkan tangannya
“Awas...!” Shou Yan yang melihat gerakan tersebut berteriak dari bangku peserta
Bao Yu berbalik dan melakukan hal yang sama, pedang yang telah di aliri tenaga dalam ternyata mampu menahan pisau jari milik Yodo “Kau terlalu bangga dengan jurusmu”
“Benarkah..?” Yodo melipat ibu jarinya dan pembentukan energinya mengecil namun menjadi lebih runcing, serangan demi serangan ia lakukan
Shou Yan yang mengamati dari pinggir arena hanya bisa berkeringat sambil mengepalkan tangannya, sejauh ini belum ada yang terluka dari pihaknya maupun lawan
__ADS_1
“Senior.. Jangan remehkan lawanmu” Gumamnya, meski hanya sebentar Shou Yan bisa melihat Bao Yu terdorong mundur sambil menahan puluhan serangan. Menurutnya, keduanya sama-sama tidak mengeluarkan seluruh kemampuan
“Dia berencana ingin membuat lawannya kehabisan tenaga” Fan Cou ikut berkomentar saat melihat muridnya merasakan ke-khawatiran terhadap Seniornya
“Dengan kecepatan yang dimiliki oleh Yodo, seharusnya memerlukan stamina yang tinggi serta tenaga yang cukup besar untuk mempertahankan Pisau Jari miliknya, tapi..”
“Tapi..?”
“Dia tidak semudah yang Bao Yu pikirkan” Rencana dari muridnya bisa di bilang bagus, namun ia juga tahu bahwa fisik adalah pondasi utama dari beladiri dan Sekte Palu Langit adalah salah satu pilar penjaga Wangjin, tentu tidak mudah jika ingin menguras staminanya
“Ugghh” Salah satu lutut Bao Yu menyentuh lantai, dengan darah yang mulai keluar dari tepi bibirnya, membuatnya berfikir dua kali untuk menguras stamina lawannya
“Dia sama sekali tidak terlihat kelelahan” Batinnya, Ia berdiri sambil mengelap darahnya
“Menyerahlah.. karena kau sama sekali bukan tandinganku” Yodo menggelengkan kepalanya sambil melirik ke pinggir arena
Melihat hal tersebut, membuat Bao Yu merasa tidak di anggap pantas sebagai lawan tanding dan itu membuat darahnya memuncak “Lawanmu adalah aku..!”
Bao Yu melompat lalu memegang erat senjatanya menggunakan kedua tangan, seketika energi yang menyelimuti pedangnya menjadi lebih panjang dan besar
“Kena kau” Yodo tersenyum tipis sebelum akhirnya menahan serangan tersebut menggunakan empat jarinya yang sudah di aliri tenaga dalam
Ia tahu bahwa lawannya adalah tipe orang yang tidak ingin kalah dan selalu berusaha untuk menjadi yang teratas
Dengan memanfaatkan emosi yang lawannya miliki, maka dengan mudah bisa ia kalahkan “Mengendalikan diri adalah hal penting dalam pertarungan”
“Diam kau..!”
Kedua serangan tersebut menciptakan gelombang angin di sekitarnya, bahkan Hu Tao harus melindungi wajahnya menggunakan lengan bajunya “Kekuatan yang hebat..”
Meski masih muda tapi memiliki bakat bela diri yang luar biasa, Hu Tao menduga bahwa keduanya adalah murid jenius dari masing-masing Sekte
"Aku yakin.. 10 tahun yang akan datang, mereka bisa menjadi pendekar yang mampu mengguncang dunia persilatan”
__ADS_1