
Malam di Ibu Kota saat ini sangat berbeda dengan hari sebelumnya, jalanan yang biasanya hanya segelintir orang kini hampir tidak bisa di lewati oleh kereta kuda, karena saking banyaknya para penduduk yang keluar untuk sekedar minum ataupun melepas penat
Fan Cou yang menggiring para muridnya merasakan dejavu, teringat saat waktu ia masih muda dulu “Bahkan kalian mengikuti jejakku” Gumamnya, sambil tersenyum sebelum mengikuti mereka ke salah satu toko
“Hm.. mungkin ini lebih bagus”
“Bukankah warna merah terlalu mencolok..? Bagaimana kalau kuning..?”
Shou Yan serta rekan seperguruannya datang ke toko pakaian untuk memilah baju, entah mengapa hari ini ke-enam Seniornya sangat baik terhadapnya meski Bao Yu hanya berdiri di belakang dan tetap diam
“Senior.. Bukankah lebih baik kita membeli pakaian yang biasa saja..?” Shou Yan memberikan saran, dengan kualitas baju yang di pilih oleh Seniornya mempunyai kualitas terbaik dengan bahan sutera, meski tidak membayar namun ia tidak terbiasa jika harus memakainya
Apalagi di pakai saat menghadapi pertandingan terakhir besok, mungkin itu bisa membuat gerakannya menjadi kaku “Senior..?” Shou Yan ingin menegaskan pikirannya tetapi selalu di acuhkan “Haih.. kalian sibuk dengan urusan sendiri” Batinnya
Bao Yu yang memperhatikan adik seperguruannya sedang di ambang kebingungan, ia memutuskan untuk menariknya keluar dari kerumunan seniornya “Kemari sebentar”
“Senior Bao..?” Shou Yan meninggalkan kelima rekannya yang masih sibuk memilah dan mengikuti Bao Yu
Keduanya berdiri agak jauh sekitar lima meter dari yang lain, melihat siapapun tidak memperhatikannya Bao Yu lalu bertanya pada Shou Yan tentang beberapa hal
“Kau.. bagaimana teknik tapak besi milikmu bisa lebih kuat dari punyaku..?”
“Itu karena aku sudah berlatih sejak kecil” Batinnya, tentu saja Shou Yan ingin mengatakan hal tersebut tetapi hubungannya dengan Kakek Guo sementara tidak boleh tersebar, khawatir jika suatu saat ia akan diperlakukan berbeda dari sebelumnya
Ketua Liu adalah pengecualian karena sejak awal ia bisa bergabung ke dalam Sekte itu berkat dirinya, Shou Yan memutar otaknya sembari memikirkan jawaban yang tepat “Mungkin karena aku suka bersih-bersih..?”
Bao Yu menaikkan kedua alisnya ketika mendapatkan jawaban yang tidak masuk akal, ia sudah menahan rasa malunya agar bisa mengetahui kelemahan dari teknik miliknya “Aku bertanya dengan serius”
“Sebenarnya aku benci melakukan hal ini tapi.. aku mohon, beritahu cara agar bisa menjadi kuat” Bao Yu menundukkan kepalanya sambil berharap bisa mendapatkan jawaban yang memuaskan
Pertandingan tersebut telah menyadarkannya bahwa di atas langit masih ada langit
Shou Yan yang melihat Seniornya memohon dengan sungguh-sungguh membuatnya sedikit iba serta kagum, tak banyak pendekar di luar sana yang rela menundukkan kepalanya demi mendapatkan tujuan
“Sudahlah Senior.. kau membuatku malu” Shou Yan mengajaknya untuk mengakhiri tindakannya. “Baiklah.. akan aku katakan kunci dari Teknik Tapak Besi yang sesungguhnya”
Shou Yan membisikkan sesuatu di telinga Bao Yu, namun setelah berucap ia di kagetkan oleh para seniornya yang lain karena ikut menguping “Kalian sedang membicarakan apa..?”
“Haih.. kau membuatku kaget saja” Ujarnya sambil mengelus pelan dadanya
__ADS_1
“Ayolah adik.. kau memberitahukannya pada Senior Bao, tapi tidak pada kami..!? Adik macam apa kau ini”
“Sudahlah lupakan.. kalian tidak akan bisa melakukannya” Ujar Bao Yu sambil memalingkan wajahnya, berharap pada rekannya agar tidak bertanya lebih jauh pada Shou Yan atau mungkin mereka akan menyesalinya
Kelima murid yang lain mengacuhkan pendapat dari Bao Yu, jika memang bisa membuat mereka menyesal seharusnya pembicaraannya dengan Shou Yan tidak akan seserius itu
“Cepat katakan”
“Benar, beritahu kami rahasianya”
“Iya.. iya.. dengarkan baik-baik” Shou Yan memberitahukan hal yang sama seperti ia membisikkannya pada Bao Yu dan menyuruh mereka untuk lebih merapat
Kelima rekannya yang penasaran mengikuti arah dari Shou Yan lalu menajamkan pendengaran, selepas melakukan hal tersebut mereka kaget secara bersamaan
Bao Yu ikut menguping meski sudah tahu akan hasilnya. Dan benar saja, siapapun yang ada di sekitar Shou Yan merasa seperti sedang di permainkan
“Apa..!?”
“Kunci dari Tapak Besi adalah menyapu halaman..!?”
“Kau pasti bercanda”
Menyadari di permainkan oleh Shou Yan, mereka juga ikut mengacuhkannya dan memilih untuk membalasnya dengan menghampiri pemilik toko dan membeli pakaian yang tidak sesuai dengan ukuran tubuhnya “Berapa harganya paman..?”
“Dua keping emas”
Meski harganya tergolong cukup mahal bagi anak seusia mereka, namun sudah menjadi keputusan bersama untuk membelikannya
Pemilik Toko melihat beberapa bocah sedang mengumpulkan uang dan di jadikan satu, lalu dengan bangga hati ia menurunkan harganya “Mau membelikannya untuk teman kalian..?”
“Benar Paman..” Ucap mereka secara bersamaan
“Haiyo.. masih muda namun mempunyai rasa persaudaraan, baiklah kalau begitu” Pemilik toko lalu menunjukkan salah satu jarinya “Cukul 1 keping emas saja”
“Benarkah..? Terima kasih paman” Ujar kelima murid secara bersamaan
Shou Yan menunggu mereka sambil berdiri di dekat Bao Yu, melihat rekannya datang membawakan sebuah pakaian baru ia merasa senang namun itu tak berlangsung lama “Ini..?”
“Pakailah.. kami sudah membelikannya untukmu”
“Benar, terima dengan ikhlas.. kami rela mengeluarkan lima keping emas untuk baju itu”
__ADS_1
“Lima..? Perasaan hanya satu” Batinnya, dengan indera pendengarannya yang semakin tajam Shou Yan mampu mendengarkan ucapan dari pemilik toko yang jaraknya hanya sekitar lima meter
“Terima Kasih Senior.. tapi..” Kebahagiaannya sirna ketika Shou Yan membuka bungkus pakaian tersebut dan melihat ukurannya lebih besar dari yang ia pakai sebelumnya
“Itu pembalasan untukmu..!”
“Benar.. kau berniat mengerjai kami, padahal kita semua sudah baik padamu”
Fan Cou yang mengamati tidak jauh dari mereka mencoba untuk menengahi dan mencairkan suasana “Kalian berhentilah meributkan hal kecil” Ucapnya sambil mendekati para muridnya “Dan Shou.. terima kebaikan mereka” Imbuhnya
“Baik Tetua” Dengan setengah hati Shou Yan menerimanya lalu menyimpannya di cincin dimensi
Melihat apa yang di lakukan oleh Shou Yan, mereka terkejut ketika melihat suatu benda yang bisa menghilang di udara, namun bukan itu yang menjadi pusat perhatian mereka
Merasa di tatap oleh banyak mata, Shou mengamati para seniornya dan melihat mereka terus memandangnya dengan tajam
“Kau punya cincin dimensi..!?” Ucap salah satu di antara mereka
“Te-tentu punya” Dengan gugup Shou Yan mencoba menjawab setiap pertanyaan yang mereka lontarkan
“Coba lihat..” Salah seorang rekannya memegang tangan kiri Shou Yan sambil mengamati cincin dimensinya dengan seksama “Ukurannya sedikit kecil dan juga warnanya sudah memudar”
“Kenapa kau tidak menunjukkan ini dari awal..?”
Shou Yan sengaja tidak memberitahukannya pada siapapun, karena baginya itu tidak perlu, terlebih dia tidak mempunyai apapun untuk di simpan di dalam cincin dimensi kecuali dua keping perak di baju Sektenya
Ia melepaskan tangan Shou Yan lalu bertanya di mana tempat mendapatkannya, Shou Yan menjawabnya dengan tenang “Ini pemberian dari Seseorang”
Mendengar jawaban yang tidak memuaskan, salah satu rekannya mengejek Shou Yan karena selama ini telah menyembunyikannya dari para Seniornya
Fan Cou terdiam sambil melirik cincin yang Shou Yan pakai “Bukankah itu cincin yang sangat langka..? Darimana dia mendapatkannya..?” Batinnya
Melihat dari jawaban yang di berikan, Fan Cou menganggap bahwa Shou Yan menolak untuk memberitahukan asal muasal ia mendapatkan cincin tersebut
Melihat malam hampir larut, Fan Cou mengajak para muridnya untuk makan di sebuah restoran dengan hidangan terbaik “Apa kita bisa makan sekarang..?”
Semua murid saling memandang sebelum akhirnya mengikuti Fan Cou dengan bersemangat
__ADS_1