
“Kenapa aku tidak bisa tidur..?” Shou Yan membuka kedua matanya, ia mencoba memejamkan mata beberapa kali namun tetap tidak bisa terlelap. Untuk meredakan rasa haus Shou Yan bangun dari tempat tidurnya dan mengambil segelas air putih di dapur
Sebelum kembali ke tempat tidurnya, Shou Yan berfikir untuk mencari keringat, berhubung rasa lelah dapat membuatnya mengantuk
“Heemm...apa Tetua Fan belum kembali..?” Shou Yan membuka pintu dan menemukannya masih tidak terkunci. “Untunglah ini di Ibu Kota, jika tidak.. mungkin bisa ada maling” Shou Yan bergumam pelan sebelum kembali menutup pintu dan berjalan menyusuri jalan sendirian
Shou Yan berjalan tanpa arah, ia bahkan lupa bahwa tempatnya saat ini bukanlah seperti di kampung halamannya “Dimana ini..?” Dia berhenti sejenak sambil melihat tiga jalan cabang di hadapannya
Tanpa mengambil pusing Shou Yan menggunakan langkah angin untuk naik ke salah satu atap rumah, niat hati ingin mencari tempat berlatih namun malah di hadapkan dengan situasi dimana ia harus mencari jalan keluar
Sesampainya di tempat yang paling tinggi, Shou Yan menemukan sebuah tanah lapang yang terlihat lebih luas dari arena pertandingan “Mungkin aku bisa berlatih di sana”
Shou Yan melompati atap demi atap untuk bisa sampai lebih cepat, sepanjang jalan ia hanya bisa melihat bangunan rumah yang amat saling berdekatan, mungkin ini salah satu hal yang membuatnya kesusahan mencari tempat berlatih
Shou Yan turun dari atas dan setibanya di sana, pandangannya di penuhi dengan rasa penasaran “Kenapa banyak senjata di sini..?”
Di sekitarnya terdapat beberapa tombak yang berjejer rapi di pinggir lapang, bahkan terdapat senjata lainnya yang serupa. Shou Yan menduga tempat ini telah lama menjadi arena latihan untuk para prajurit Istana
Tidak sopan jika menggunakan tempat orang lain tanpa izin, namun Shou Yan tidak punya pilihan lain selain menggunakanannya “Jika hanya sebentar.. mungkin tidak masalah”
Shou Yan memainkan pedangnya dengan pelan sebelum menambah kecepatan pedangnya seiring dengan panas tubuhnya “Teknik kelima... Kilatan Pedang Petir”
Setiap ayunan pedang yang Shou Yan lakukan menciptakan suara nyaring di udara, belasan bahkan puluhan jurus ia keluarkan untuk mengeluarkan seluruh keringat yang ada dalam tubuhnya
Shou Yan mengingat perasaan yang sama saat peserta terakhir menguji kemampuannya dan itu membuat darahnya menjadi lebih panas, ia berfikir untuk menggabungkan Tapak Naga dengan Teknik Pembelah Langit secara bersamaan
Berhubung berada di tempat yang luas, Shou Yan menyiapkan kuda-kuda dan mengatur pernafasannya sebelum menggunakan dua jurus secara bersamaan
Dia memejamkan mata sembari menghirup nafas panjang “Tapak Naga Menyesal” Jurus tersebut ia arahkan ke langit sebelum di susul dengan teknik satunya “Pembelah Langit”
Sosok Naga Putih menerjang di udara sebelum pecah menjadi gumpalan energi tenaga dalam di sertai tebasan angin Pembelah Langit milik Shou Yan
Shou Yan bernafas lega sambil tersenyum lebar ketika teknik barunya mampu memberikan hasil yang memuaskan, namun kebanggaan tersebut tidak berlangsung lama setelah ia mendengar suara langkah kaki yang semakin mendekat
“A-ada apa ini..?” Kepala Shou Yan menjadi pusing setelah melihat ratusan prajurit mengepung dan mengarahkan ujung tombak kepadanya
__ADS_1
“Menyerahlah penyusup..! Kau tidak akan bisa pergi kemanapun”
“Penyusup..? Siapa..?”
“Jangan berpura-pura kau, tangkap dia..!?” Seorang Kolonel memerintahkan pada prajuritnya untuk menangkap sosok yang dia curigai sebagai mata-mata
“Tu-tunggu... Aku bukan penyusup.. aku hanya sedang lat-“
“Jelaskan semuanya nanti di pengadilan Militer”
Tanpa memikirkan nama,usia ataupun statusnya. Shou Yan di bawa paksa oleh dua prajurit dengan ratusan penjaga mengiring di belakangnya
“Beritahu Jendral Guan tentang kejadian malam ini” Kolonel memerintahkan pada salah satu pengawalnya untuk menceritakan hasil tangkapannya
“Baik Kolonel”
***
“Bagaimana...?”
“Maaf Wakil Ketua.. kita belum mendapatkan informasi dari kelompok satu”
Rencana yang ia maksud adalah menculik Putri dari kerjaan Sun kemudian berlari memutar ke arah salah satu kediaman para peserta, dengan begitu gerakan mereka akan lebih terasa halus karena mungkin istana akan berfikir bahwa salah satu Sekte dari golongan putih bekerja sama dengan Sekte hitam
“Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui” Gumam Topeng Hijau
Seharusnya Kelompok Topeng Merah sudah terlebih dahulu sampai di salah satu penginapan peserta, namun entah mengapa dia belum mendapatkan arahan apapun, dengan informasi yang minim ia tetap menjalankan rencana sesuai dengan perintah Raja Ning
Topeng besi yang sebelumnya mendapatkan perintah untuk menculik Mei Hwa kini berjalan cepat di atas atap tanpa menimbulkan suara sekecil apapun dengan pakaian yang serba hitam, tak jarang ia harus berhenti ketika mendapati beberapa prajurit yang sedang patroli
“Aku harus cari jalan lain”
Sosok tersebut memutuskan untuk mencari jalan memutar ketika kediaman dayang ataupun kediaman para menteri sedang di jaga ketat, sampai ia menemukan arena latihan yang sepi tanpa penjagaan
“Kalian melewatkan yang satu ini” Topeng Besi tersebut tertawa pelan sebelum melanjutkan langkahnya
__ADS_1
Dengan kosongnya penjagaan di sekitar arena latihan para prajurit, membuatnya bergerak bebas tanpa di ketahui oleh siapapun kecuali suara anak kecil yang berbicara pelan namun seperti jelas di telinganya
“Siapa dia..? Kenapa ada seorang bocah di sini..!?” Topeng Besi tersebut melihat dari balik bangunan di sekitar arena latihan
Dengan percaya diri sosok tersebut mengabaikan Shou Yan yang tengah berlatih sendirian, namun langkahnya berhenti saat mendengar suatu kalimat yang menarik perhatiannya
“Tapak Naga..? Pembelah Langit..? Anak ini memiliki perkataan yang lucu” Topeng Besi hendak meneruskan langkah kakinya namun tiba-tiba bulu kudunya seketika merinding, ia merasa seperti ada sosok menyeramkan dari arah belakang
Merasa ada sesuatu yang aneh, dia berdiam diri sejenak sambil bersembunyi dari balik bangunan dengan mengamati pergerakan yang akan di tunjukkan oleh Shou Yan
Kedua matanya serasa akan copot dari tempatnya ketika melihat anak kecil mampu menciptakan sosok Naga bahkan membuat langit mampu terbelah menjadi dua “A-anak ini..”
Seketika kekagumannya hampir membuatnya kehilangan nyawa ketika salah satu prajurit meneriakinya bersamaan dengan cahaya yang Shou Yan ciptakan
“Penyus-..!” Salah seorang prajurit berteriak sebelum akhirnya terbunuh karena pisau telah menancap tepat di lehernya
“Aku harus segera pergi dari sini..!” Topeng Besi bergerak menjauh dari tempat kejadian, meski ilmu bela dirinya berada di tahap langit akhir, ia tetap akan kesulitan jika harus berhadapan dengan ratusan prajurit bersenjataan lengkap
Dengan pengalaman menyusup yang dia miliki tidak perlu memakan waktu lama untuk sampai di pasukan utama dan bertemu dengan Topeng Hijau “Maaf Wakil Ketua, aku ketahuan”
“Dasar bodoh..!? Menculik satu anak saja kau tidak bis-“
Belum puas memarahi anak buahnya, mereka mendengar suara lonceng berbunyi tiga kali yang menandakan telah terjadi sesuatu di Dalam Kota dan itu membuat rencananya menjadi berantakan
“Cih.. kita mundur..!”
“Baik”
°°\°°
Ni Hao ma..
Maaf Author baru bisa up karena sakit yang saya tahan berubah menjadi demam tinggi, bahkan mau berobat takut karena nanti di sangka kena Corona..
__ADS_1
#tetepstaydirumahyaguys
#jagakesehatan