
Di waktu malam selepas penyerangan di kota Changnan, penduduk lokal melakukan Pesta Malam untuk merayakan kemenangan mereka terhadap serangan dari pasukan Ning yang di pimpin oleh Hao Zhao
Berbeda dengan para penduduk, Liu Shan sedang pusing memikirkan keadaan Sekte yang beberapa saat lalu telah banyak mengalami kerugian atas penyerangan, bahkan ia sangat terpukul saat mengetahui pengianatan di tubuh Sektenya
***
“Ketua Liu, murid sudah membersihkan ruangan” Salah satu murid sekte memberikan laporan
“Terima kasih” Liu Shan mengangguk pelan sebelum memutuskan untuk melihat isi ruangan bekas milik Yie Ji “Haih,, ini mengingatkanku akan masa lalu” Tak jarang ia singgah ke tempat Yie Ji untuk menanyakan beberapa hal terkait dengan kemajuan Sekte
Setelah melihat isi ruangan, ia sampai di tempat tidur milik Yie Ji dan menoba untuk duduk di atas tempat tidur yang terbuat dari kayu “Eemm, kenapa tempat tidurnya seperti ini” Liu Shan merasa aneh saat tempat yang ia duduki berasa seperti ada udara di dalamnya
Liu Shan berdiri dan mengetuk alas tidurnya sampai ia menemukan keanehan di dalamnya, ia lantas melihat bentuk kunci yang sama dengan milik Yie ji yang pernah di berikan pada Liu Shan “Lubang kunci ini,, sama dengan milkku..?”
Sempat berfikir di benaknya jika membuka barang milik orang lain adalah hal yang tabu, namun mengingat rasa penasaran Liu Shan memilih untuk mencoba melihat isinya “Maaf Junior Yie,, mohon jangan hantui aku” Liu Shan mendoakan Yie Ji sebelum membukanya
Mata Liu Shan terbuka lebar saat alas tidur Yie ji yang terbuat dari kayu terbuka dengan sendiriya “Benda apa ini..?” ia melihat sebuah gulungan bambu dan sebuah kotak perhiasan persegi panjang
“Untuk senior Liu dan Jiang, mungkin saat senior membaca ini aku sudah tiada namun..” Liu Shan membaca isi surat gulungan bambu tersebut sampai ia membaca di bagian akhir dengan sedikit meneteskan air mata “Aku harap kita bisa bertemu lagi di kehidupan mendatang.. Yie Ji”
“Kenapa engkau melakukan semua ini junior Yie” Liu Shan merasa jantungnya tertusuk pisau saat mengingat kebenaran yang terjadi, meski bukan ia yang membunuhnya namun tali persahabatan mereka masih melekat di hati bahkan sampai saat ini
Liu Shan mencoba untuk menenangkan hatinya sejenak sebelum melihat dan membuka isi kotak di samping gulungan tersebut, ia menelan ludah sendiri saat menemukan lencana berbentuk matahari dan bergambarkan sebuah tengkorak hitam “Mungkin ini yang di maksud dengan lambang kematian..?”
***
“Jadi itu yang tertulis di dalam isi gulungan tersebut..?” Jiang Qe menghadiri pemakaman Yie Ji dan mencoba untuk minum arak di depan batu nisan yang bertuliskan Yie Ji
“Benar Junior Jiang, dan cobalah untuk menghentikan kebiasaanmu itu” Liu Shan melihat Jiang Qe sangat terpukul dengan kematian sahabatnya, bahkan ia menghabiskan waktu malamnya untuk minum arak
“Malam ini adalah malam pesta Ketua Liu” Jing Qe memang terkenal akan kuatnya minum arak meski semua itu ia lakukan untuk melupakan rasa sakit di hatinya
“Kematian Junior Yie bukanlah kesalahanmu tapi semua karena..“ Liu Shan menghentikan perkataannya karena mengingat ia juga adalah bagian dari Sekte
“Karena Sekte Utama telah memberikan perintah, benar begitu Ketua Liu..?” Jiang Qe meminum seteguk demi seteguk arak miliknya dengan sedikit berbicara jujur
“Junior Jiang..! itu bisa di anggap telah menghianati sekte..?”
“Kalau begitu katakan padaku bahwa junior Yie Ji telah berbohong..?” Jiang Qe menatap mata Lou Shan dengan tajam
__ADS_1
Dari alasan Jiang Qe membenarkan bahwa Sekte Utama telah memberikan perintah kepada Yie Ji secara diam-diam untuk berpura-pura berkhianat dan mencoba untuk masuk kedalam Sekte hitam dengan tujuan mendapatkan informasi dari dalam
“Itu..” Liu Shan tidak membantah ucapan Jiang Qe, karena ia sendiri tahu bahwa Yie ji bukanlah tipe orang yang suka berbohong apalagi saat ia melihat lencana yang Yie Ji dapatkan, itu semua sudah membuktikan betapa seriusnya ia menjalankan perintah
“Haih..” Liu Shan menghela nafas pelan sebelum mengambil arak milik Jiang Qe dari tangannya “Aku harap kau masih punya banyak”
“Cih,, dasar tidak modal” Jiang Qe mengeluarkan segentok besar arak di cincin dimensi miliknya “umur arak ini sudah sekitar dua rastus tahun” ia mendapatkannya sebagai hadiah dari Yie ji karena telah masuk menjadi bagian dari Sekte Pedang Bulan
Liu Shan mengeluarkan 3 gelas kecil dari cincin dimensinya dan menuangkan arak di masing-masing gelasnya
“Untuk junior Yie”
“Untuk junior Yie”
Keduanya bersulang untuk Yie Ji dan menghabiskan arak terbaiknya untuk melupakan sejenak tentang kejadian hari ini
“Guru Lung, maukah berdansa denganku..?”
“Apa maksudmu, Guru akan berdansa denganku”
“Tidak, tapi denganku”
“Haih,,” Xiao Lung menyangga dagunya dengan kedua tangannya, ia mulai muak saat para murid mengajaknya berdansa. Meski ia masih berumur enam tahun Xiao Lung sudah membimbing murid dewasa bahkan tak jarang ia mendapatkan hadiah dari para murid hanya untuk bisa mendapatkan hatinya “Bisakah kalian pergi dari sini”
“Ba-baik..” Beberapa murid mencoba menjauh karena uapan Xiao Lung, meski begitu tak membuat mereka kagum akan kecantikannya
“Lihatlah.. aku barusan mendapat teguran”
“Tidak mungkin, dia tadi melihat kearahku”
“Kalian berdua memang bodoh, dia telah memarahiku”
“Apa..!? kau menantang kami, hah..!?” Ketiga murid tersebut saling berkelahi untuk memperebutkan ucapan dari Xiao Lung
“Kenapa mereka meributkan hal yang tidak penting” batin Xiao Lung sebelum ia menoleh ke arah Shou Yan yang sedang duduk jauh dari letak api unggun, dan melihatnya pergi “Tuan Shou..? mau kemana dia..?
Xiao Lung berhenti di luar gerbang kota “Kenapa tidak ada para penjaga di sini,,?” ia melihat di samping kanan dan kiri gerbang sebelum melihat ke belakang arah pesta malam “ah,, pasti karena itu”
Xiao Lung melanjutkan jalannya untuk mengikuti Shou Yan sampai ia melihat seorang anak mengambil ranting pohon dan membuat api kecil di sampingnya “Apa yang sedang ia lakukan di sini”
__ADS_1
“Siapa..!?” Shou Yan melirik kebelakang dan menemukan seorang gadis dengan paras yang cantik
“Ma-maaf Tuan Shou, ini aku..” Xiao Lung keluar dari balik pohon
“Nona Lung..?” Shou Yan mengangkat alisnya saat tahu dia telah di ikuti, ia lalu mempersilahkan Xiao Lung untuk duduk sebelum memutuskan untuk bertanya “Apa yang Nona Lung lakukan di sini..?”
“Ah tidak, aku hanya ingin melihat bintang” Xiao Lung tidak dapat memberitahukan bahwa ia sedang mengikuti Shou Yan “Kalau Tuan Shou sendiri,,? Tidak ikut berpesta..?” ia menunjuk kota di depannya
“Tentu saja aku ingin tetapi..” Shou Yan sedikit menunduk karena mengingat ia hanyalah rakyat jelata, sudah sepantasnya ia menjauh dari pesta yang mewah
“Mewah..? menurutku itu hanyalah pesta biasa” Batin Xiao Lung saat mendengar alasan Shou Yan
Shou Yan telah tinggal lama di tengah hutan bersama Guo An, sedangkan pesta yang ada malam ini adalah pertama kali baginya dan menurutnya itu sudah hal yang luar biasa
“Tuan Shou mungkin terlalu menutup diri, lihatlah para penduduk yang mengabaikan status dan lebih memilih untuk berdansa bersama” Xiao Lung menunjuk kota Changnan
“Dansa..?” Shou Yan memiringkan kepalanya saat mendengar kata yang asing di telinganya
“Tentu,, apa mungkin Tuan Shou..?” Xiao Lung mulai menebak jika Shou Yan menjauh dari pesta karena ia tidak bisa berdansa
“Maaf Nona Lung, aku memang tidak bisa berdansa” Shou Yan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan sedikit menunduk karena malu
“Apa..!?” Xiao Lung mengangkat alisnya saat mengetahui jika ada orang yang tidak bisa berdansa “Dansa itu sangat mudah” ia berdiri dan mengajak Shou Yan untuk mengikutinya “Pegang tanganku”
Shou Yan berdiri dan memegang tangan Xiao Lung “Mungkin sebaiknya aku melihat saja”
“Tidak boleh, seorang lelaki harus bisa memimpin di saat seperti ini” Xiao Lung meyakinkannya untuk selalu berusaha sampai Shou Yan mulai bergerak dengan lancar mengikuti irama musik
Meski berada di daratan yang agak tinggi dan di luar kota Changnan, suara musik yang mengiringi dansa telah sampai di tempat Shou Yan berada “Ini sungguh menyenangkan” ia mulai menikmatinya
“Benarkan..!?” Xiao Lung mulai bersemangat saat pria di hadapannya mulai mahir berdansa sampai sesuatu terjadi
“Kyaa..” Xiao Lung tersandung batu keil yang membuat tubuhnya tidak seimbang
“Nona Lung awas..” Shou Yan menangkap Xiao Lung sebelum sampai ke tanah bersamaan dengan akhir dari musik dansa
“I-ini terlalu dekat..” Xiao Lung berada di pelukan Shou Yan dengan wajah yang hampir bersentuhan
“Ma-maaf Nona Lung” Shou Yan melepaskan pelukannya sebelum keduanya berbalik dengan wajah yang sama merahnya
__ADS_1