
Shou Yan menjadi gugup saat di hadapkan dengan soal yang ia dapatkan, berbeda dengan Ma Liang yang dapat mengatasinya dengan senyum lebarnya.
Ujian pertama ini berlangsung selama satu jam, selepasnya Shou Yan dan Ma Liang menunggu hasil nilai yang akan keluar di papan pengumuman dekat arena “Senior Ma, kenapa kau sangat tenang di saat kondisi seperti ini..?”
Ma Liang menanggapi pertanyaan Shou Yan sambil memainkan kipas kayu kesayangannya “Tenanglah Junior Shou semua sudah selesai” menurutnya jika di bandingkan dengan hitungan rugi dan untung, semua soal itu bukanlah hal yang sulit
Shou Yan menghela nafas pelan sebelum melihat ke arah papan pengumuman “Mungkin hasilnya sudah keluar” ia mengajak Ma Liang untuk melihatnya bersama
Ma Liang mengangguk pelan sebelum mengikuti Shou Yan di belakangnya, meski terdapat banyak kerumunan keduanya berdesakan untuk dapat melihat dari dekat
Keduanya mencari nama yang tertera sampai Shou Yan menemukannya terlebih dahulu “Sho- Yan..!? Senior Ma,, apa kau menemukan namamu..?” ia melihat Ma Liang sebelum kembali mencari nama di papan pengumunan
Shou Yan menyipitkan mata dan melihat nama Ma di urutan atas “Kau peringkat satu..!?” ia yang terkejut lalu melihat Ma Liang yang sedang tersenyum bangga di samping
“Ini adalah bukti jika aku memang hebat” Ma Liang masih larut dalam kegembiraannya dengan kedua tangan di pinggang dan kepala menghadap keatas “Haha..”
Shou Yan menyipitkan mata saat melihat tingkah laku Ma Liang, terkadang ia berfikir jika Ma Liang adalah orang yang ceroboh namun kini Shou Yan terbuka pikirannya karena melihat kepintaran pemuda di sampingnya
Kebahagiaan Ma Liang menjadi lenyap saat datang kehadiran Jiang Qe “ Berhenti tertawa dan dengarkan penjelaskanku”
Jiang Qe naik keatas podium lalu kembali mengupulkan peserta yang lolos dan memberitahukan ujian kedua “Kalian akan di tempatkan di Gunung Fengdu..”
“Apa..? kita akan ke Gunung Fengdu..?”
“Senior Jiang pasti sedang beranda..”
“Aku tidak mau menyiakan nyawaku hanya untuk masuk ke sekte”
Para peserta saling bergumam seakan tidak menginginkan ujian kedua ini, Shou Yan yang belum mengetahui tentang Gunung Fengdu mencoba untuk menanyakan pada Ma Liang. Meski ia seorang yang haus akan kepingan emas namun memiliki pengetahuan yang luas
__ADS_1
Shou Yan percaya diri saat akan mendapatkan informasi yang akan di sampaikan oleh Ma Liang tentang ujian kedua ini namun pandangannya berubah saat melihat tubuh pemuda di sampingnya bergetar dengan keringat membasahi keningnya “Senior Ma..?”
“Gu-gunung Fengdu..? Ha-hantu.. Kematian..” Ma Liang menutup kedua telinganya seakan menolak kenyataan tentang ujian kedua ini
Shou Yan berhenti berharap saat melihat kaki Ma Liang sedang menggigil “Haih.. mungkin aku harus mendapatkan informasi sendiri” batinnya
“Diam semuanya..!” Jiang Qe dapat mengerti saat para anak muda di hadapannya sedang meragukan ujian kedua kali ini
Melihat para peserta menatapnya dengan gugup, Jiang Qe mempersilahkan seseorang untuk berdiri di sampingnya “Untuk ujian kedua ini, kalian akan di temani oleh..”
“Ketua Liu..”
“Itu ketua Sekte Pedang Bulan”
Mendengar Liu Shan yang akan menjamin keamanan para peserta membuat semuanya menjadi semangat “Aku.. Ketua Sekte Pedang Bulan, akan menjamin keamanan kalian” ia lalu mengibaskan tangannya yang menandakan di mulainya Ujian kedua
“Cih,, dasar orang tua” Jiang Qe memang mempersilahkan untuk berdiri di sampingnya dan mengumumkan bahwa ia akan menjadi pengawas di ujian keduan ini “Seharusnya aku yang memulai ujian kedua ini”
“Sudahlah Senior Jiang” Liu Shan menepuk punggung pendekar di sampingnya dengan sedikit tersenyum “Biarkan orang tua ini mengambil peranmu sejenak”
Jiang Qe ingin mengumpat dalam hati namun tidak dipungkiri jika yang di lakukan oleh Liu Shan memang sangat membantu
“Diam semuanya..!” jiang Qe mencoba untuk menenangkan para peserta yang masih dalam keadaan gembira, melihat semuanya sudah menjadi tenang, Jiang Qe batuk pelan sebelum mengarahkan mereka ke tempat tujuan “Kalian akan di antar oleh kereta kuda dan..”
Dengan bantuan dana dari Ibu Kota membuat ekonomi kota Changnan perlahan menjadi pulih termasuk Sekte Pedang bulan, bisa di katakan bantuan yang di dapatkan oleh sekte cabang karena bantuan dana dari Sekete Utama
Saat Pasukan Zirah Baja hendak kembali ke ibu kota, mereka memberikan kantong yang berisikan banyak emas atas perintah Sun Qian
“Lagi-lagi Sekte Utama, cih..” Batin Jiang Qe dengan sedikit menunduk
__ADS_1
Liu Shan dapat melihat kebencian Jiang Qe terhadap Sekte Utama mengingat perintah yang di berikan pada Yie ji “Senior Jiang, tenanglah..”
“ah,, Maaf Ketua Liu..” Jiang Qe tersadar dari lamunannya dan memberikan hormatnya
Liu Shan dapat mengerti perasaan Jiang Qe namun saat ini ia harus konsentrasi terhadap apa yang ada di depannya, Liu Shan menunjuk para pemuda pemudi yang sedang menunggu arahan selanjutnya
Jiang Qe batuk pelan sebelum meneruskan arah pembicaraannya “ Dan kalian akan di antar ke Gunung Fengdu, sesampainya di sana bersiap dan tunggu arahan selanjutnya dari Ketua Liu”
“Baik” Para peserta memberikan hormat sebelum bergegas untuk naik ke dalam kereta kuda
Sambil melihat para peserta naik kedalam kereta kuda, ia mencoba untuk berbicara sejenak “Senior jiang, aku tahu perasaanmu dan aku tau rasa sakit kehilangan seorang sahabat tapi..”Liu Shan menjelaskan untuk tidak bertindak gegabah terutama hal yang menyangkut Sekte Utama
Menurut Liu Shan alangkah baiknya jika mereka berpura-pura untuk tidak mengetahui gerakan aneh di Sekte Utama mengingat kekuatan Sekte cabang yang masih lemah
“Tapi..” Jiang Qe melihat tatapan serius dari Liu Shan sebelum memutuskan untuk tetap menahan diri “Baiklah Ketua Liu” Jiang Qe memberikan hormat sebelum kembali ke dalam ruangan
Liu Shan mengangguk pelan dan melihat Jiang Qe masuk kedalam ruangan “Eh,, hari masih cerah tetapi..” Liu Shan menaikkan alisnya saat Jiang Qe mengeluarkan satu gentong arak dari cincing dimensinya
“Berapa banyak yang dia punya..?” Liu Shan berfikir jika cincin dimensi di manfaatkan untuk menyimpan alat berharga daripada menyimpan arak
“Sekitar 300 orang..” Batinnya, Liu Shan menghela nafas panjang sebelum melihat barisan kereta kuda yang bersiap untuk berangkat “Baiklah,, sekarang tugas dari orang tua ini”
“Apa kau yakin jika di sana adalah tempatnya..?” Jiang Qe menuangkan arak di gelas kosongnya sambil berbicara pada seseorang yang sedang mengamati situasi di atap bangunannya
“Entahlah,, aku hanya bisa berharap”
Jiang Qe tersedak araknya sendiri saat mendengar jawaban dari Guo An “ Kau mengirim cucumu sendiri ke sana tanpa tahu akan resikonya..?”
Guo An tertawa pelan sambil mengelus janggutnya “Kita lihat saja, kejuatan dari anak ini” Ia berfikir jika Shou Yan benar utusan Langit, maka ia akan berhasil mendapatkan kitab tersebut
__ADS_1