
“Ka-kau..? bagaimana bisa..?” Tubuh Ling Dong bergetar hebat saat Naga yang keluar dari tubuh pemuda di hadapannya, melahap energi ular ciptaannya “Tidaaakk”
“Aarrgghhh”
Naga milik Shou Yan menelan seluruh energi Ling Dong beserta tubuhnya, Naga tersebut mengelilingi tubuh Shou Yan sebelum akhirnya kembali memasuki raganya
Tubuh Shou Yan yang tadinya di selimuti aura ke-emasan serta kedua matanya menjadi meredup, tenaga Shou Yan mulai menghilang dari tubuh kecilnya “Ahh, aku lupa caranya mendarat” sebelum akhirnya memejamkan mata dan terjatuh
“Yan’gege..!”
Xiao Lung menyipitkan matanya dan melihat kearah yang sama dengan Mei Hwa ”ituu.. Tuan Shou..!?” ia tidak percaya jika firasat dari gadis kecil di sampingnya ternyata benar
“Kita harus bagaimana..? apa yang harus kulakukan..? bagaimana kalau..”
“Tuan Putri..! tenangkan pikiranmu, kita harus mengambil selimut atau kain apapun untuk menahan jatuhnya Tuan Shou” Xiao Lung mulai geram saat melihat Mei Hwa berputar-putar sambil menggarung kepalanya seakan ketenangan yang ia lakukan menjadi hilang karena melihat jatuhnya Shou Yan
“Itu benar,, Tuan Fa..!? apa yang kau lakukan..?” Mei Hwa baru menyadari jika di sebelahnya terdapat bangsawan Fa Zheng yang sudah siap menunggu perintah dengan pakaian perangnya
“Saya siap bertempur Tuan Putri” Fa Zheng memberikan hormatnya
“Kalau begitu, cepat kumpulkan kain yang paling besar dan bawa kemari” Mei Hwa meyakini jika para bangsawan pasti mempunyai banyak kain
“Tuan putri, itu..” Fa Zheng tak habis pikir jika perintah yang ia dapatkan adalah untuk mengumpulkan sebuah kain
“Lakukan dan cepatlah..!” Mei Hwa mulai meninggikan nada karena melihat Fa Zheng enggan untuk menerima perintah
“Ba-baik Tuan Putri” Meski tidak seperti yang di harapkannya, ia tetap melakukan perintah walaupun itu menyakiti harga dirinya sebagai bangsawan, niat hati Fa Zheng ingin menunjukkan kelebihannya sehingga bisa mendapatkan hati Mei Hwa dan menjodohkannya dengan putra satu-satunya
__ADS_1
“Tuan Putri..”
Mei Hwa yang masih di landa kepanikan mendengar suara yang tak asing di kepalanya dan melihat seorang pria dengan tombak pedang sedang menghampirinya “Jendral Guan,,!?” ia baru menyadari kemana perginya jendral Guan Ju selama ini
Guan Ju menghampiri dan memberikan hormat “Maaf Tuan Putri, saya datang terlambat” Guan Ju menceritakan jika sebelum memasuki Kota, ia menyelidiki tempat terjadinya pertempuran mereka pertama kali dan ia datang dengan membawa bantuan dari Ibu kota
“Sudahlah Jendral Guan, kita harus cepat menolong Yan’gege” Mei Hwa memotong penjelasan Guan Ju karena ia mengira itu semua tidaklah penting dan sudah tugasnya untuk mempercayai jendralnya
“Tuan Putri, saya sudah mendapatkan apa yang Tuan Putri pinta” Fa Zheng membawa setumpuk kain di pundaknya dengan nafas yang terpatah-patah
“Bawa kain itu Tuan Fa dan cepat ikuti aku” Mei Hwa mengabaikan orang di sekitarnya dan mengarah ke tempat jatuhnya Shou Yan
Fa Zheng yang berpapasan dan melihat jendral Guan Ju merasa jantungnya akan copot, ia berfikir jika Mei Hwa mengucapkan satu kata tentang hal buruknya maka “Kepalaku bisa di penggal” batinnya, Xiao Lung dan Guan Ju saling menatap sebelum akhirnya mengikuti Mei Hwa di belakangnya.
Sesampainya di luar kediaman Fa Zheng ia melihat beberapa Pasukan Khusus Raja yang sebagian masih bertarung dan sebagiannya lagi mengikat tangan para prajurit Ning yang sudah menyerah “Jadi,, Ayah mengirim bantuan ke kota ini” Batinnya
“Disini..!” Mei Hwa memperkirakan jatuhnya Shou Yan dengan melihat arah lajunya, ia membuat Jenderal Guan Ju dan Fa Zhen untuk merentangkan kain yang di bawanya. Sementara Mei Hwa berdoa untuk keselamatan Shou Yan sedangkan Xiao Lung memastikan titik jatuhnya sama dengan kain yang sudah di bentangkan
Saat jarak Shou Yan dan tanah sudah mencapai lima meter, Xiao Lung melihat seorang pria sepuh terbang di atasnya dan menangkap Shou Yan di udara “Siapa kau..?”
Mei Hwa yang tersadar akan teriakan Xiao Lung lalu melihat ke atas dan melihat seseorang yang ia kenal “Kekek Guo..!?” wajah Mei Hwa di selimuti kebahagiaan saat melihat Guo An menyelamatkan Shou Yan tepat pada waktunya
“Orang ini,, Pendekar Suci,,?” Guan Ju yang melihat Guo An terbang di udara sembari turun pelan ke tanah membuat nafasnya terhenti sejenak, mengingat ia pernah salah memperkirakan kekuatan Guo An
Fa Zheng merasa kepalanya akan pecah saat melihat beberapa kejadian di luar nalar “arrggghh,, apa yang sebenarnya terjadi…!?”
“Guo An,,? Mungkinkah ia guru dari Tuan Shou..?” Xiao Lung tak berhenti terkejut saat melihat seorang pendekar Suci menyelamatkannya
__ADS_1
Melihat keadaan sudah terkendali, Fa Zheng menyarankan agar Guo An membawa Shou Yan ke rumahnya untuk di rawat mengingat kondisinya yang berlumuran darah
Selain Guan Ju, mereka bergegas kembali ke tempat Fa Zheng mengingat tugasnya yang harus memberikan laporan kepada Pasukan Khusus Raja, meski jabatannya adalah seorang Jenderal tetapi di hadapan Pasukan Kusus Raja ia tetap harus melapor jika terjadi sesuatu yang mengenai Tuan Putri
Sesampainya di rumah Fa Zheng, Guo An menempatkannya di sebuah ruangan dan meminta Fa Zheng untuk menyiapkan resep obat sesegera mungkin “Tuan, di rumah ini terdapat pelayan jadi,,” kalimat yang ia ucapkan menjadi terhenti saat melihat tatapan Guo An “Ah maksudku,, akan aku siapkan Tuan”
Fa Zheng berjalan keluar ruangan dengan sedikit mengumpat “Kenapa harus aku,,? aku adalah seorang bangsawan dan kenapa..” batinnya
Xiao Lung yang dapat melihat ekspresi Fa Zheng hanya tersenyum kecut “Mungkin malam ini dia akan mimpi buruk”
Berbeda dengan Mei Hwa yang acuh saat melihat kemurungan Fa Zheng dan memfokuskan keselamatan Shou Yan “Kakek, apa yang akan terjadi dengan Yan’gege?”
“Entahlah Tuan Putri, akan saya coba sebisa mungkin” Guo An memegang pergelakan Shou Yan
Mei Hwa yang melihat Guo An memejamkan mata sambil mengangguk pelan merasa jengkel “Kakek..! bagaimana keadaan Yan’gege..!?”
“Tenanglah Tuan Putri, luka luarnya dapat tertutup kembali jika di oleskan obat namun,,” Guo An menunduk saat ingin menjelaskan keadaan Shou Yan karena tidak ingin membuat gadis di hadapannya terlalu khawatir
“Katakan saja kek, mungkin aku dapat membantu” Mei Hwa memohon agar Guo An lebih terbuka
Xiao Lung yang melihat tekad Mei Hwa membuat hatinya tersentuh “Benar Tuan, mohon untuk terus terang”
Guo An yang melihat pancaran mata dari kedua gadis di hadapannya membuatnya tidak tega “ Mungkin luka luarnya masih ringan untuk di obati, tetapi tenaga dalamnya telah lenyap seketika dan mungkin..”
“Yan’gege akan mati,,!?” Mata Mei Hwa mulai mengeluarkan air mata, mengingat hubungannya sangat dekat
Xiao Lung yang mendengarnya hanya menggelengkan kepala “Tidak kusangka pertemuan kita akan sesingkat ini”
__ADS_1