Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 107. Babak Utama


__ADS_3

Shou Yan bangun dari tidurnya sebelum matahari terbit, namun kali ada ada yang berbeda dari sebelumnya “Kemana mereka pergi...?” ia melihat di sekitarnya dan tidak menemukan siapapun kecuali tempat tidur yang kosong


Mengetahui para Seniornya sudah tidak ada di tempat, Shou Yan bergegas keluar rumah karena berfikir mereka telah di tangkap oleh para prajurit kerajaan “Tunggu Senior, aku akan menyelamatkan kalian..!”


Saat membuka pintu ia di sambut pemandangan yang tidak biasa oleh para seniornya “Em.. Apa yang sedang kalian lakukan..?” Shou Yan menatap keenam rekannya secara bergantian


“Sedang apa..? Tentu saja membersihkan halaman”


“Lanjutkan saja tidurmu dan biarkan kami membersihkannya”


“Benar.. simpan saja tenagaku untuk hari ini”


Semua murid kompak untuk membiarkan Shou Yan beristirahat sejenak dengan alasan pertandingan, bisa di katakan mereka melakukan hal tersebut karena teringat akan ucapan Shou Yan tadi malam tentang kunci menjadi kuat, dan bahkan mengusir pelayan yang hendak melakukan tugasnya


Melihat para Seniornya membulatkan tekad, Shou Yan menerima saran tersebut dan mengamati mereka sambil duduk di dekat meja makan


Beberapa saat kemudian, muncul Fan Cou yang ikut duduk bersama Shou Yan “Kau memiliki kebiasaan untuk buruk”


“Ah.. Tetua Fan” Ucap Shou Yan sambil memberikan hormatnya, selepas itu Shou Yan menanggapi ucapan dari Fan Cou “Aku hanya mengatakan hal yang biasa kulakukan”


“Benarkah..? Apa kau melakukannya juga sewaktu di Sekte..?”


“Benar Tetua Fan.. Bahkan murid sudah melakukannya semenjak kecil”


“Ho.. ternyata kau mempunyai orang tua yang tegas”


Keduanya terlibat pembicaraan hingga Shou Yan terdiam sejenak sebelum akhirnya menjawab dengan nada datar “Murid tidak mempunyai orang tua”


Mendengar kalimat tersebut terucap dari lisan Shou Yan, Fan Cou merasa bersalah karena sebenarnya ia juga tidak tahu akan jati dirinya dan berkata seperti sudah mengenal Shou Yan lama “Maaf Shou.. sudah bertanya tentang hal itu”


“Tidak mengapa Tetua” Shou Yan bisa memakluminya, sebab Fan Cou memang tidak sengaja mengungkit masa lalunya, Bahkan Guo An tidak tahu dimana kedua orang tuanya, dan hanya memberikan beberapa petunjuk tentang keberadaan mereka


Suasana menjadi canggung sebelum Fan Cou melihat dua pelayan istana datang membawakan makanan “Akhirnya mereka tiba juga”

__ADS_1


Kedua pelayan tersebut memberikan hormat sebelum Fan Cou mengijinkan mereka untuk masuk dan menaruh makanan yang mereka bawa di atas meja


Menghirup aroma yang sedap ke-enam murid yang lain bergegas meninggalkan halaman dan bergabung bersama Shou Yan serta Tetua Fan


“Whoaaa... Aromanya harum sekali”


“Kelihatannya... Makanan hari ini terasa sangat enak”


Menyadari bahwa makanan yang di bawa tidak seperti biasanya, salah satu pelayan memberitahukan alasan istana menyiapkan hidangan mewah


“Ini semua berkat Tuan Muda Shou, karena telah berhasil ke babak Utama.. jadi Istana mengeluarkan hidangan terbaik agar mampu memberikan tenaga yang cukup”


“Aku..?”


“Benar Tuan Muda..” Ujar salah satu pelayan istana sebelum akhirnya meminta ijin untuk kembali bertugas dan Fan Cou mempersilahkannya


Melihat para muridnya menelan ludahnya sendiri sambil menatap hidangan tersebut, Fan Cou mempersilahkan untuk segera memakannya dan tanpa ragu mereka langsung saja menyantap makanan dengan lahap


Hampir sepuluh menit mereka sarapan dan Matahari semakin tinggi menyinari pepohonan serta bangunan tinggi di Ibu Kota


“Siap Tetua Fan..!”


“Ayo kita berangkat”


Fan Cou dan ketujuh muridnya melangkah menuju ke tempat pertandingan, para muridnya saling berbisik ketika melihat jalan yang asing kecuali Shou Yan


“Ini kan..? Jalan menuju ke arena latihan..?” Batin Shou Yan sambil terus berjalan tanpa bertanya lebih jauh, dan benar saja. Setibanya mereka di sana, sudah banyak lautan manusia yang memasuki gerbang


Untungnya, peserta dan para penonton memiliki pintu masuk yang berbeda hingga tidak membuat para calon juara saling berdesakan. Fan Cou serta murid lainnya berpisah dengan Shou Yan karena selain peserta di larang untuk memasuki pintu di sebelah timur


“Shou.. jangan ragu untuk menggunakan seluruh kemampuanmu, tapi kau juga harus ingat untuk tidak berlebihan.. karena ini adalah pertandingan persahabatan, bukan tempat untuk saling membunuh”


“Baik Tetua Fan”

__ADS_1


Selepas Fan Cou kini para Seniornya yang memberikan semangat, bahkan ada salah satu di antara mereka yang menjanjikan Shou Yan untuk makan di sebuah restoran mewah jika berhasil menjadi juara


Hingga tiba giliran Bao Yu yang mengucapkan sepatah dua patah “Gunakanlah.. kau lebih membutuhkannya”


“Tapi Senior..?” Shou Yan merasa tidak enak hati karena telah banyak merepotkan para Seniornya, bahkan Bao Yu merelakan pedang kesayangannya untuk ia gunakan di pertandingan


“Dari dulu aku tidak pernah mengakuimu dan aku juga tahu kau merasakan hal yang sama, namun.. Untuk Sekte Pedang Bulan, Kau harus menang..!”


Shou Yan tidak menyangka Bao Yu akan mengatakan hal tersebut tepat di hadapannya, bahkan tidak ragu untuk mengungkapkan rasa kebenciannya. Namun di sisi lain ia juga mengagumi akan kesetiaannya terhadap Sekte yang menyampingkan egonya demi satu tujuan yang sama


Shou Yan mengangguk dengan penuh semangat “Aku berjanji.. akan memenangkan Turnamen” Ujarnya dengan lantang


Shou Yan mengarahkan kepalan tangannya pada Bao Yu, menandakan janji seorang pria. Menanggapi hal itu Bao Yu ikut mengepalkan tangannya lalu di ikuti oleh rekan seperguruannya yang lain


Fan Cou tersenyum lebar ketika melihat sesama murid saling mendukung satu sama lain, bahkan hendak meneteskan air mata namun ia menahannya


Setelah beberapa saat, Shou Yan melangkah ke pintu masuk seorang diri, membawa tanggung jawab di pundaknya “Tunggu kemenanganku” Batinnya


Sedangkan Fan Cou dan sisa muridnya menuju ke gerbang lainnya yaitu pintu masuk untuk para penonton


“Para Hadirin sekalian.. untuk beberapa alasan kami menggunakan tempat ini untuk menggantikan arena pertandingan sebelumnya..”


Wasit memberikan informasi mengenai perubahan peraturan yang secara mendadak, lalu setelah berkata demikian, ke-empat peserta menaiki lapangan pertandingan dan berjejer rapi di tengah arena


“Hm... Dimana Tuan Hu Tao?” Alih-alih mendengarkan kata sambutan, Shou Yan malah memikirkan alasan dari pihak panitia yang mengganti wasit dengan tiba-tiba


“Apa mungkin...? Karena pembunuh bertopeng..? Atau karena pemberontakan prajurit..?” Batinnya


Lamunannya terpecah ketika sang wasit selesai memberikan kata sambutan lalu menyuruh Yodo dan  Shou Yan untuk tetap di atas arena, sedangkan dua sisa peserta lainnya di minta agar meninggalkan lapangan pertandingan


Shou Yan dan Yodo saling berhadapan, keduanya sama-sama mempunyai keinginan yang sama yaitu memenangkan pertandingan


“Akhirnya tiba saatnya.. dimana ada seseorang yang pantas untuk menghadapiku”

__ADS_1


“Saudara Yodo terlalu banyak memuji.. bahkan kekuatanku jauh di bawah anda”


Keduanya saling menatap tajam sebelum akhirnya memberikan hormat dan memperkenalkan diri. Wasitpun mengangkat tangannya sebagai tanda di mulainya pertandingan “Babak Utama... Di mulai..!”


__ADS_2