Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 63. Pembunuh Bersaudara


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan malam, rombongan Fan Cou beristirahat di lantai dua, saat semuanya sudah terlelap, Shou Yan mencium bau amis yang menyengat


Semenjak ia menguasai kitab sembilan Yin, ke-enam inderanya menjadi lebih peka “Apa mungkin..!?”


Shou Yan keluar untuk memastikan aroma yang dia rasakan sebelumnya, tanpa sepengetahuan murid yang lain ia pergi ke atap penginapan untuk bisa melihat lebih jelas


“Tempat ini kurang tinggi” Shou Yan melangkah pergi degan meloncati satu rumah ke rumah yang lain, bau amis tersebut semakin dekat sampai ia menemukan empat pendekar yang tergeletak di dalam sebuah gang sempit


Untuk memastikannya Shou Yan menghampiri dan mengecek denyut nadi di lehernya, saat Ia membalikkan jasad tersebut, keluar darah segar yang mengalir di perutnya


Ketika di sentuh darah tersebut terasa sangat “Sepertinya.. baru saja saja terjadi” Gumamnya


Saat hendak melangkah, ia merasa ada seseorang yang memegang kakinya. Ketika di lihat ternyata masih ada satu orang yang masih hidup


“Tu-tuan pendekar.. to-tolonglah Tuan kami” Sosok pengawal tersebut berbicara dengan nada terpatah-patah sambil menunjuk ke arah Utara


“Apa yang bisa kulakukan Paman..? Paman..!?” Shou Yan ingin bertanya lebih lanjut namun pengawal tersebut telah menghembuskan nafas terakhirnya


Tanpa menunggu lama, Shou Yan melesat pergi ke arah yang di tunjukkan oleh pengawal tadi, untuk mempercepat waktu ia menggunakan langkah angin


Bangunan rumah yang Shou Yan lewati menjadi berantakan, karena ia menggunakan tenaga yang cukup besar untuk menggunakan tekniknya


***


Di tengah makam, terdapat seorang pria sepuh dengan perut buncit sedang terduduk sambil memeluk anak kecil yang masih berumur empat tahun-an


“Aku mohon,, tolong biarkan anakku pergi Tuan”


“Tidak usah khawatir,, kami akan membuatnya cepat agar tidak merasakan sakit”


“Hari ini adalah nasib sialmu.. karena telah berani berhianat”


Salah satu pria dengan golok di punggungnya memutuskan untuk segera mengakhirinya sebelum menimbulkan banyak perhatian


Ketika senjata yang di ayunkan hendak mengenai pria buncit tersebut, melesat sebuah batu kerikil yang mengenai ujung goloknya


“Dasar orang yang tidak tahu sopan santun..!”


Kedua pembunuh tersebut melihat ke belakang dan menemukan seorang pemuda yang muncul dari gelapnya malam


***

__ADS_1


Shou Yan berlari sambil melihat sekitar dan tidak menemukan satu orang pun, saat ingin kembali ia mendengar seseorang sedang memohon ampunan, tanpa menunggu lama Shou Yan menuju ke sumber suara


Dari kejauhan terdapat sebuah makam, ia menyipitkan mata dan menemukan pria dengan golok di tangannya hendak membunuh orang tua yang sedang melindungi anaknya


Sambil berlari ia mengambil batu di tepi jalan dan melemparnya tepat di ujung golok tersebut “Dasar orang yang tidak tahu sopan santun” Shou Yan muncul bersamaan dengan terangnya bulan


“Ohh... Ada bocah ingusan ternyata, pergilah dan main kepahlawanan bersama ibumu” Pria dengan tubuh kekar meminta Shou Yan untuk pergi dan tidak ikut campur


Pria dengan tubuh kurus namun lebih tinggi dari rekannya mengamati Shou Yan dan menemukan fakta yang mencengangkan “Tunggu adik.. bukankah dia yang berada di penginapan..?”


“Benarkah..?”


“Haih.. dasar kau..! Punya badan besar tapi tidak memakai ota-“


Saat hendak menyelesaikan kalimatnya, Shou Yan tiba-tiba berada tepat di belakangnyaa dan memukul keduanya dengan keras


Namun dengan cepat pria tersebut menangkisnya dengan bilah goloknya sedangkan rekannya lambat menyadari pukulan Shou Yan


Meski keduanya terdorong mundur beberapa langkah, pukulan yang di berikan Shou Yan tidak membuat mereka terluka, setelah mengambil keseimbangannya barulah pria kurus tersebut tersenyum mengejek “Ada yang tidak sayang nyawa rupanya”


“Tentu saja sayang nyawa Paman, tapi aku tidak bisa membiarkan kalian begitu saja” Saat Shou Yan mencoba mengalihkan perhatian, ia membisikkan sesuatu pada pria sepuh di belakangnya “Maaf Tuan, bisakah kalian pergi dari sini..?”


Shou Yan tidak berniat untuk mengalahkan mereka namun ia menjelaskan bahwa akan sulit melawan mereka sambil melindungi anak kecil


Pria buncit tersebut menangkap maksudnya dan memilih untuk menuruti apa yang di katakan Shou Yan “Berhatilah-hatilah.. mereka di kenal dengan sebutan Pembunuh bersaudara”


Shou Yan mengangguk pelan, bersamaan dengan itu ia kembali menyerang keduanya “Cepat pergi..!”


“Cih.. jangan remehkan kami bocah..!” Pria dengan tubuh kurus ingin mengejar mereka, namun Shou Yan menahannya dengan beberapa serangan


Sedangkan pria dengan tubuh kekar hanya berdiri sambil melihat pertarungan. “Sudah kuduga, saudaramu mempunyai kualitas tubuh yang bagus tapi tidak sama dengan otaknya” Ucap Shou Yan


“Apa yang kau lakukan..? Cepat kejar mereka..!”


“Ba-baiklah”


“Aku tidak akan membiarkannya” Shou Yan menendang pria di hadapannya lalu mengeluarkan senjata dari sarung pedangnya, bilah golok dan ujung pedang saling bertemu


“Menyingkir dariku atau.. akan ku jadikan makanan kuda” Ucap pria tersebut


Jika saja Shou Yan tidak mengalirkan tenaga dalam pada pedangnya, mungkin ia akan mengeluarkan uang untuk mengganti kerusakannya

__ADS_1


Saat Shou Yan sibuk menyerang pria tubuh kekar, rekannya mulai ikut menyerang dari belakang. Shou Yan merasakan hawa pembunuh yang pekat dan mencoba untuk menahannya sekuat tenaga


Dengan dua musuh yang menyerang dari depan dan belakang, Shou Yan menggunakan teknik dua tangan karena ia berfikir teknik ini lebih efisien


“Ada apa dengan bocah ini..? Kenapa sulit sekali membunuhnya” Batin pria bertubuh kurus


Keduanya di takuti sesisi kota karena kekejamannya membunuh tanpa belas kasihan, tetapi saat ini mereka di hadapkan oleh seorang bocah yang sangat lincah dalam bermain pedang


Pria kurus tersebut mengalirkan tenaga dalam ke telapak kakinya dan barulah Shou Yan terdorong mundur beberapa meter “Adik, kita harus membunuhnya atau kita yang di bunuh oleh ketua..!”


“Ketua..?” Shou Yan berfikir untuk menangkap mereka hidup-hidup agar mendapatkan informasi yang mereka miliki


Keduanya menggabungkan aura membunuh dan tenaga dalam sebelum akhirnya menyerang Shou Yan secara bersamaan


Shou Yan menangkisnya sambil bergerak mundur, ia merasa jika tubuhnya menjadi lebih berat


“Ada apa bocah..? Gerakanmu lebih lambat dari sebelumnya..!?”


Beberapa tebasan mulai terlihat di baju Shou Yan, namun itu hanya sementara. Setelah ia mengunakan Chi ke emasan dalam tubuhnya, barulah kecepatannya mulai kembali


“Tarian Burung Bangau” Shou Yan menambahkan kecepatan berpedangnya sambil menggabungkan dua aliran Chi miliknya


Pedang Shou Yan memberikan sebuah goresan pada setiap senjata yang mengenainya, pria dengan tubuh kurus mencoba untuk menebas leher Shou Yan ketika ada kesempatan


Saat ia berfikir telah menebasnya, senyuman telah menghiasi wajahnya namun tanpa di sadari keluar darah segar dari tenggorokannya “Ka-kau.. ib-lis”


Melihat Saudaranya terbunuh membuat serangan pria bertubuh kekar menjadi tidak beraturan, beberapa tebasan mendarat di tubuh Shou Yan


Berbeda dengan sebelumnya, setiap kali Shou Yan memberikan tebasan ke daerah vital tetap saja pria tersebut masih menyerangnya secara brutal


Shou Yan berfikir untuk tidak menggunakannya namun keadaan telah memaksanya “Pembelah Langit”


Pria bertubuh kekar menangkis dengan golok kesayangannya, dengan gabungan aura membunuh serta tenaga dalam yang di keluarkan mampu menahan tebasan Shou Yan


Golok tersebut menjadi serpihan besi karena tidak mampu menahan tenaga yang di alirkan pria bertubuh kekar serta tebasan yang Shou Yan ciptakan membantunya hancur lebih cepat sampai akhirnya tubuhnya terbelah menjadi dua


Shou Yan menarik nafas panjang, ia tidak menyangka melawan dua pembunuh akan sesulit ini, ia melihat kedua tangannya sambil bergumam “Apakah aku seorang iblis..?”


Ucapan pria sebelumnya ternyata ada benarnya juga, tidak seharusnya bocah yang baru berumur tujuh tahun akan baik-baik saja setelah melihat darah “Ahh.. aku lupa untuk tidak membunuh mereka”


 

__ADS_1


__ADS_2