Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch.69. Perjalanan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Shou Yan selalu mengumpat dalam hatinya namun terkadang ia juga berfikir kenapa Baju Sektenya bisa sampai di tangan pria tersebut “Mungkin.. sebagai pengganti dari pakaian ini, tapi..” Jika itu untuk mengganti pakaian yang ia pakai rasanya mustahil


Bao Yu mengerutkan dahinya dan menaruh curiga terhadap Shou Yan, ia menyangka jika malam kemarin telah terjadi sesuatu sebelumnya, namun ia tidak dapat menemukan bukti yang cukup kuat untuk membuat pemuda di hadapannya keluar dari Turnamen


Shou Yan yang awalnya terdiam sambil berfikir kebelakang, menjadi tersadar ketika Bao Yu menatapnya tajam


Ia melihat roti yang telah di berikan padanya lalu mencoba menawarkannya untuk makan bersama “Apa Senior ingin memakan ini denganku..?” Ucap Shou Yan sambil menyodorkan makanan di tangannya


Bao Yu menepis roti yang Shou Yan tawarkan sebelumnya, menerima makanan tersebut sama saja dengan mengakui kehadirannya di dalam Sekte


“Ahh.. tidak mengapa” Shou Yan merenung sejenak sebelum kembali menawarkan makanannya pada rekan yang lain “Apa kalian mau..?”


Aroma harum yang keluar dari belahan roti membuat siapapun meneteskan air liur kecuali Bao Yu yang masih menahan godaan lapar


“Apa Junior yakin..?” Ucap salah satu rekannya sambil melirik ke arah Bao Yu yang sedang memejamkan mata sambil menyilangkan kedua tangannya


Shou Yan mengangguk pelan sambil tersenyum lembut, berharap rekan Senior yang lain dapat membantu menghabiskannya


“Kalau begitu, aku terima tawaranmu” Pria di samping Bao Yu mengambil potongan roti tersebut lalu di ikuti rekannya yang lain “Hhmm.. ternyata enak”


“Benarkah..?” Ucap rekan di sebelah Shou Yan dan tanpa basa-basi langsung menggigit dan merasakan rasa madu yang keluar dari dalam roti, menyelimuti setiap ruang di mulutnya


Ketiganya menikmati cemilan tanpa mempedulikan suara cacing yang bersuara keras di perut Bao Yu “Ayolah Senior, coba cicipi.. satu gigitan saja” Junior di sebelahnya membujuknya agar menghilangkan rasa egoisnya dan memakannya bersama


Kedua teman Bao Yu mengakui bakat dan selalu mengikutinya kemanapun bahkan mereka harus ikut membenci Shou Yan yang bahkan belum mengenalnya lebih jauh


“Baiklah.. kau bisa menjadi adik kami yang ke ketiga” Ujarnya sambil tersenyum ke arah Shou Yan


“Apa..!? Tidak bisa, aku tidak akan menerimanya masuk ke dalam kelompok kita” Bersamaan dengan itu, kereta yang mereka tumpangi berhenti dan ia memutuskan untuk turun menghiraukan rekannya


“Senior..? Senior...!? Haih.. dasar egois”


“Tidak mengapa Senior, aku juga lebih suka untuk menyendiri” Shou Yan lebih memahami situasinya, siapapun pasti tidak suka jika orang yang belum lama dia kenal masuk dalam lingkungan pertemanan

__ADS_1


“Turun semuanya, kita akan bermalam disini” Ucap Fan Cou


Shou Yan ikut turun dari kereta dan melihat sebuah aliran sungai dengan Hutan lebat di sekelilingnya “Tetua Fan, kenapa kita menginap di sini..?” Ia tidak mempermasalahkan untuk berhenti dimanapun, namun dengan rombongan yang besar seperti ini akan lebih aman untuk tidur di dalam sebuah ruangan


Sebelum meninggalkan kota, ia sempat di beritahu oleh Wanita pemilik penginapan agar berhati-hati jika berada di alam liar karena bisa mengundang para perampok


Kolonel mendengar keluhan Shou Yan lalu menghampiri dan menghentakkan tombak besinya ke tanah “Tuan Muda tidak perlu khawatir akan hal itu”


“Tu-tuan Muda..?” Fan Cou menaikkan alisnya ketika seorang bocah mampu membuat Ketua prajurit untuk menghormatinya “Apa dia mempunyai hubungan dengan bangsawan bernama Ouyang..?” Batinnya


“Pa-Paman Kolonel, bisakah untuk tidak menyebutku seperti itu..?” Panggilan seperti itu selalu membuatnya merasa tidak nyaman


Kolonel hanya mematung ketika melihat Shou Yan kaku dengan sebutan itu, menurutnya itu sudah biasa bagi seseorang yang telah menyelamatkannya “Guru..!”


“Aku bukan gurumu..!” Teriak Shou Yan, kepalanya merasa pusing kenapa Kolonel mengubah sebutan Tuan Muda menjadi Guru “Baiklah.. terserah Paman Kolonel saja” Imbuhnya sambil bernada malas


“Baiklah Tuan Muda, kami akan berjaga di sekitar sini, jika ada perlu silahkan pangil saja” Kolonel memberikan hormatnya sebelum pergi untuk mengatur pasukannya


“Jangan hanya berdiam diri, cepat cari kayu untuk membuat api..!” Bao Yu yang sejak awal memperhatikan Shou Yan di perlakukan khusus oleh kolonel membuat darahnya naik “Apa istimewanya dia..!?” Batinnya


“Ba-baik Senior” Shou Yan melangkah pergi untuk mencari ranting pohon


Kolonel yang mendengarnya hendak masuk ke dalam hutan, ia lalu memutuskan untuk menemaninya “Tuan Muda..!? Biarkan aku membantumu”


“Bisakah paman tidak memanggilku begitu..?” Shou Yan menatap ekspresi murung yang terpampang di wajah Kolonel membuatnya iba “Baiklah tidak apa-apa, tapi.. aku ingin pergi sendiri”


“Kalau begitu,, Biarkan prajuritku yang membantu Tuan Muda” Kolonel melihat ke-enam prajuritnya dan memerintahkan dua diantaranya untuk mengawal Shou Yan


“Gunakan mereka sebaik mungkin” Kolonel memberikan hormatnya sebelum pergi meninggalkan Shou Yan bersamaan dengan dua pengawalan


“Kolonel..?” Ia ingin menghentikannya namun lagi-lagi gagal, Shou Yan .elihat dua prajurit yang sudah berdiri tegak di samping dan sedang menunggu perintahnya


Pemuda tersebut menarik nafasnya dalam-dalam “Mohon bantuannya Paman prajurit”

__ADS_1


“Baik Tuan Muda” Ucap kedua prajurit secara bersamaan


“Haih.. kalian ini” Batin Shou Yan


Bao Yu yang sedang menata tenda memperhatikan Shou Yan dari jauh dan mencoba untuk memberinya pelajaran dengan melemparkan batu kerikil kearahnya “Rasakan ini” Batinnya


“Apa..!?” Mata Bao Yu hendak keluar dari tempatnya ketika Shou Yan dapat menghindari lemparan batu kerikilnya tanpa melihat kebelakang “Coba kau hindari ini..!?”


Batu kerikil tersebut melewati tempat kepala Shou berada, bahkan ada satu batu yang hanya menjatuhkan sehelai rambutnya


“Kenapa dengan hutan ini..? Apa mereka mencoba mengusirku..?” Ucap Shou Yan sambil merapikan rambutnya, sejenak berfikir bahwa hutan mulai marah padanya karena ingin mengambil bagian dari tubuh mereka


“Tuan Muda.. apakah kami harus menebang mereka..?”


Shou Yan menoleh ke salah satu prajurit “Kalau ingin kotamu terkena banjir, silahkan saja”


“Itu..” Salah satu prajurit memandangi rekannya sebelum kembali melihat ke arah Shou Yan.”Maaf Tuan Muda”


“Sudahlah Paman prajurit,, kita lanjutkan saja mencari ranting pohonnya”


“Baik Tuan Muda”


Alis Shou Yan terangkat sebelah, ia tidak tahan dengan perlakuan mereka yang terlalu formal padanya, meski sudah di ingatkan mereka hanya menjawabnya dengan diam sambil tetap tersenyum


Bao Yu yang melihat kelakuan Shou Yan dari jauh, membuat niatnya berhenti untuk melakukan hal yang sia-sia “Lihat saja.. aku akan membongkar siapa dirimu sebenarnya”


Kedua rekannya yang lain selesai dengan tugasnya masing-masing lalu melihat Bao Yu tersenyum kecut sambil melihat ke arah Shou Yan


Mereka menduga bahwa Bao Yu mempunyai sebuah rencana “Haih,, dia mulai lagi”


“Melihat Senior Bao sama seperti melihat Qiao Feng”


 

__ADS_1


__ADS_2