Return: Of The Dragon Legend

Return: Of The Dragon Legend
Ch. 109. Babak Utama III


__ADS_3

 


Shou Yan mundur beberapa langkah ketika Yodo berhasil memukulnya, ia juga mengalirkan tenaga dalamnya ke telapak tangan hingga tiga puluh persen


Melihat sebuah kesempatan, Yodo terus menerus melancarkan sebuah serangan tanpa henti dan tidak membiarkan lawannya untuk bernafas


“Cih” Shou Yan mendengus kesal melihat lawan tidak memberikannya kesempatan untuk mengatur nafas, dengan sigap ia menendang Yodo lalu melompat mundur, keadaan semakin buruk saat tangan kanannya bergetar hebat karena menahan serangan yang begitu berat


“Jangan katakan kalau kekuatanmu hanya sebatas ini” Yodo tersenyum lebar saat melihat Shou Yan hampir tak mampu berdiri


“Aku bahkan belum mengeluarkan lima persen tenagaku” Setelah beberapa tarikan nafas, Shou Yan berdiri lalu mengibaskan tangannya dan mengeluarkan pedang dari sarungnya “Tarian Burung Bangau”


“Oh.. kau tidak lagi menggunakan tangan kosong..? Baik, aku layani” Yodo menanggapi tantangan dari Shou Yan dengan ikut menghunuskan pedangnya “Sambaran Halilintar”


Menyadari kekuatan lawannya yang telah berada di ranah langit membuatnya ragu jika hanya mengandalkan tenaga dalam, Shou Yan kembali menyerang dengan sungguh-sungguh


Keduanya saling bertukar jurus berpedang, namun belum ada salah satu di antara mereka yang terluka karena sayatan pedang


“Anak ini.. ternyata memiliki teknik yang unik” Jian Yong mengamati pertandingan dari atas podium utama dan hanya bisa berdecak kagum “Ketua Liu mengajarinya dengan baik”


“Patriak terlalu berlebihan.. di Sekte juga terdapat Tetua Guo dan adik Jiang Qe yang mengajarinya berlatih”


“Em.. bagus sekali... namun kenapa dia masih berada di ranah bumi..?” Jian Yong bisa menyadari kekuatan Shou Yan hanya dengan sekali lihat, seketika raut wajah Liu Shan menjadi sedikit pucat


Ia khawatir Patriak Jian akan menggunakan alasan tersebut untuk memberikan Sekte cabang hukuman “Maaf Patriak.. setiap murid selalu mendapatkan sumber daya tiap bulannya tidak terkecuali Shou Yan”


Penjelasan yang Liu Shan sampaikan membuat Jian Yong terdiam sejenak, jika benar sosok murid tersebut mampu mencapai final dan memenangkan Turnamen “Mungkin dia memang bukan bocah biasa” Batinnya


“Bulan depan, kau gunakan keuangan Sekte cabang untuk membeli sumber daya yang lebih banyak lagi” Jian Yong memang berambisi untuk mendapatkan kitab sembilan Yin namun ia juga tidak bisa membiarkan bakat muda di Sektenya menjadi tumpul


“Baik Patriak Jian” Liu Shan menyanggupinya, karena memang sangat berguna untuk para muridnya agar mampu menerobos ke tingkat yang lebih tinggi


Pembicaraan keduanya berakhir setelah dua peserta saling mengeluarkan teknik andalan mereka


“Aku tidak yakin jurus ini akan mampu mengalahkannya, tetapi.. harus kulakukan” Setelah bertukar jurus cukup lama Shou Yan menguatkan kuda-kudanya dan melepas sebuah Teknik

__ADS_1


“Pembelah Langit”


Pedang Shou Yan membelah udara dan menciptakan pisau angin lalu mengarah dengan cepat ke arah lawannya


Yodo menanggapinya dengan mengeluarkan teknik yang selama ini ia simpan, selepas kembali menyarungkan pedangnya, dia mengangkat kedua tangannya lalu tercipta sebuah Palu besar yang ukurannya hampir sama dengan orang dewasa


“Penghancur Langit”


Kedua energi tenaga dalam kembali bertemu, meski Shou Yan sudah mengeluarkan jurus andalan namun tetap saja belum sanggup untuk membuat lawannya mengaku kalah


Fan Cou mengamati pertandingan dari ujung bangku penonton dan hanya bisa menggelengkan kepala, ia bahkan tidak tahu sejak kapan Shou Yan mempelajari Teknik yang bahkan tidak di ajarkan oleh para Tetua


“Jika dia mampu menciptakan tekniknya sendiri.. lalu kenapa ia masih di ranah bumi..?” Fan Cou menduga bahwa Shou Yan terus melatih jurus berpedangnya hingga bisa menciptakan sebuah teknik baru, namun sebagai gantinya dia tidak bisa untuk naik ke ranah menengah


“Karena terhalang sumber daya...? Itu tidak mungkin, Sekte bahkan sudah memberikannya cukup” Fan Cou terus bergumam sambil mencari sebuah petunjuk “Mungkin aku harus bertanya padanya” imbuhnya


Hampir beberapa menit kedua peserta saling menahan dengan tenaga dalam, bahkan jika pendekar di ranah Menengah tidak akan mampu melawan serangan dari ranah Langit


“Shou.. ternyata kau memang berbeda dengan yang lain, tapi..” Batin Yodo, kekaguman terhadap lawannya tidak berlangsung lama karena setiap mengeluarkan Kartu Asnya, Ia akan mempunyai kekuatan yang lebih besar namun tenaga dalamnya juga akan terkuras habis


Kaki kiri Shou Yan perlahan mundur sambil menahan serangan yang begitu kuat, begitu juga dengan suara retakan yang mulai menghiasi pedangnya “Tidak mungkin.. Pedang Senior Bao bahkan tidak mampu untuk menahannya”


“Cih.. Keras kepala sekali” Yodo bergumam dengan nafas yang terengah-engah, Shou Yan adalah orang ketiga yang mampu membuatnya terpojok setelah Fei Gu


Sang wasit hendak mengakhiri pertandingan namun mengurungkan niatnya setelah melihat kedua peserta masih sanggup untuk bertarung


“Saudara Yodo... Untuk kali ini aku sarankan untuk menghindar” Ucap Shou Yan sambil menundukkan wajahnya


Mendengar peringatan dari seseorang yang hampir kalah membuat Yodo tertawa ejek, ia tidak menyangka bahwa Shou Yan memberikannya kesempatan untuk menghindar “Apa yang harus aku takuti dari orang yang nafasnya tinggal setengah”


Setelah berkata demikian, Yodo menyadari energi di sekitarnya mulai mengarah ke Shou Yan dan secara tiba-tiba terdapat sebuah pusaran angin yang mengelilinginya “Apa-apaan..?”


Entah halusinasi ataupun tidak, namun beberapa petinggi Sekte yang mempunyai Tingkatan di ranah Suci mampu melihat sosok pria tua dengan baju Kekaisaran yang membayangi Shou Yan di belakang punggungnya


Namun mereka sadar bahwa hal itu tidak seperti yang di bayangkan, sampai akhirnya Shou Yan melakukan hal di luar dugaan

__ADS_1


“Guru.. Aku akan melakukannya” Batin Shou Yan sebelum kembali menyarungkan pedangnya dan memperagakan tujuh belas tapak Naga


“Apa yang akan kau lakukan, percuma saja..!” Yodo mengalirkan seluruh kekuatannya pada satu titik, jika beberapa lawan sebelumnya hanya mampu membuatnya mengeluarkan setengah dari kekuatan, tetapi Shou Yan adalah lawan yang berbeda


Selain mengarahkan seluruh tenaga dalamnya pada Palu Langit, Yodo juga mengalirkannya sedikit ke dua kakinya “Langkah Halilintar”


Meski Yodo bergerak cepat ke arahnya, Shou Yan tetap fokus untuk menggunakan teknik Tujuh belas tapak Naga “Tujuh.. sepuluh.. lima belas..” Kedua matanya menjadi tajam setelah sampai di langkah terakhir


“Tapak Naga Menyesal..!”


Selepas melakukannya, muncul gumpalan energi yang berbentuk Naga keluar dari dalam tubuh Shou Yan dan mengalir melewati tangannya lalu dengan cepat mengarah ke lawannya


Yodo yang menyadarinya seketika melakukan serangan terakhir “Palu Dewa Langit”


Kepala Naga yang Shou Yan ciptakan Berhadapan dengan teknik Palu Dewa Langit dari lawannya, meski begitu perbandingan antara Ranah bumi dengan ranah langit sungguh berpengaruh dalam pertarungan, namun tidak membuat Shou Yan kesulitan


Dengan menggabungkan energi Chi kedalam tujuh belas tapak Naga, membuat energi Naga tersebut menjadi lebih besar bahkan mampu melahap Palu Dewa Langit milik Yodo


“Ti-tidak mungkin.. Aku tidak mungkin kalah..!!” Teriakan dari Yodo membuat Shou Yan tersadar, sebelum mengenai lawannya, dengan sigal ia kembali mengendalikan energinya Naga dan mengarahkannya ke udara


“Itu dia...!!” Jian Yong berdiri dari tempat duduknya setelah melihat teknik yang pernah mengalahkan ratusan pendekar tangguh di dunia persilatan beberapa puluh tahun lalu “Kaisar Ming..! Akhirnya kau mempunyai seorang murid” Ucapnya lalu tertawa keras


Siapapun yang berada di sampingnya merasa heran, bahkan Sun Qian telah menganggapnya gila karen berbicara sendiri, namun berbeda dengan Liu Shan yang hanya bisa terdiam karena kagum terhadap cucu Guo An


Sang wasit mengangkat tangannya sebagai akhir dari pertandingan “Pemenangnya.. Shou Yan dari Pedang Bulan”


Teriakan penonton memenuhi stadium dan tak sedikit yang memberikan tepuk tangan untuk sang pemenang


“Ke-kenapa..?” Yodo berlutut sambil melihat kedua tangannya yang bergetar hebat


“Kau sungguh hebat” Shou Yan menghampiri Yodo dan mengatakan sepatah dua patah “Berada di ranah Langit memang membuatmu menjadi kuat, namun semua menjadi percuma jika kau tidak sering berlatih”


Dari hasil pertarungannya, Shou Yan bisa melihat bahwa lawannya hanya mengandalkan kekuatan fisik serta sumber daya yang berkualitas agar cepat menjadi kuat, namun itu hanyalah kekuatan yang semu


“Terima Kasih atas bimbingannya” Ucap Shou Yan dengan hormat lalu meninggalkan Yodo di tengah arena

__ADS_1


“Yan'gege.. kau sungguh hebat” Teriak Mei Hwa dari atas podium utama sambil melambaikan tangannya


“Ah.. Hwa'er” Shou Yan ikut melambaikan tangan namun setelah melihat tatapan tajam dari Sun Qian membuatnya ragu untuk berlama-lama di Lapangan pertandingan “Sebaiknya aku harus pergi”


__ADS_2